Des 302018
 

Jet tempur F-16 Angkatan Udara Israel © IAF/Israel MoD

JakartaGreater.com – Zagreb serta Tel Aviv mengumumkan niat mereka untuk mencapai kesepakatan penjualan jet tempur F-16 Angkatan Udara Israel (IAF) pada bulan Maret ini. Para pejabat di Washington marah kepada Israel karena menantang para penjual mereka, menurut klaim koresponden Channel 10 Israel yang dilansir dari laman Axios.

Menteri Pertahanan AS James Mattis, yang berencana meninggalkan jabatannya tanggal 1 Januari, memblokir kesepakatan senilai $ 500 juta untuk penjualan 12 unit jet tempur F-16 yang disetujui Israel dan Kroasia pada bulan lalu, kata Barak Ravid, jurnalis asal Israel.

Israel, memasarkan jet tempur upgrade yang pada awalnya diproduksi oleh perusahaan AS Lockheed Martin, membutuhkan persetujuan Washington untuk menjualnya kepada pihak ketiga. AS menuntut agar Israel mencopot modifikasi khusus yang telah ditambahkannya ke jet-jet tersebut sebelum menjualnya ke Kroasia. Sementara itu Kroasia telah dilaporkan menolak untuk membeli F-16 yang tidak dimodifikasi.

Wartawan itu mengutip seorang pejabat Israel yang tidak disebutkan namanya, mengklaim bahwa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memanggil Menteri Pertahanan Israel yang akan keluar pada pertengahan Desember, sebelum pengunduran diri Mattis diumumkan, dan mencoba membujuknya untuk memperlunak sikap AS dalam kesepakatan tersebut.

Jet tempur F-16i “Sufa” Angkatan Udara Israel © Tomás Del Coro via Wikimedia Commons modified by JakartaGreater.com

Setelah gagal melunakkan Mattis, Netanyahu juga menyerah pada rencana untuk meminta bantuan kepada CEO Lockheed Martin Marilyn Hewson, karena pada akhirnya dia jugalah yang akan memutuskan hal tersebut, tulis laporan itu.

Pejabat yang dikutip mengatakan kepada Axios bahwa yang dapat mereka melakukan tidak lebih dari “meminta maaf” kepada Kroasia atas berantakannya kesepakatan dan agar tetap dilanjutkan.

“Untuk alasan yang tidak sepenuhnya kami mengerti, AS telah bersikeras dan, tampaknya, kami salah membaca posisi mereka dalam kesepakatan itu. Secara praktis, kesepakatan F-16 dengan Kroasia sudah mati dan kami tidak berpikir mungkin untuk mendapatkan perjanjian yang akan merekonsiliasi kondisi AS dan tuntutan Kroasia dalam tender”, kata pejabat itu kepada wartawan.

Kabinet Israel dan Pentagon, bersama dengan Departemen Luar Negeri AS, masih belum mengomentari masalah ini.

Netanyahu dilaporkan mencoba untuk memenangkan dukungan Sekretaris Negara Mike Pompeo untuk penjualan selama negosiasi mereka pada awal Desember. Pompeo bahkan dilaporkan mengatakan bila ia tak keberatan, tetapi memberi tahu perdana menteri Israel bahwa Mattis memblokirnya.

Menterti Pertahanan AS Jim Mattis © Jim Mattis via Wikimedia Commons

Laporan sebelumnya menunjukkan bahwa AS mengindikasikan niatnya untuk memblokir kesepakatan Israel-Kroasia pada bulan November. Menurut informasi Axios (yang belum dikonfirmasi oleh AS atau Israel), para pejabat Gedung Putih “sangat marah” sebab Israel telah menginstal sistem elektroniknya sendiri pada F-16 dan berusaha mencuri klien serta mengambil keuntungan dengan mengorbankan Amerika Serikat.

Mattis mengajukan pengunduran dirinya kepada Trump pada tanggal 20 Desember setelah presiden AS itu memutuskan untuk menarik semua pasukan AS dari Suriah, mengatakan bahwa sudut pandangnya dan Trump “tidak sejalan”. Mattis mengatakan dalam suratnya bahwa ia akan pergi pada bulan Februari, namun, pesan tersebut dilaporkan memicu reaksi marah dari Trump yang mana pada hari Minggu, presiden AS mengumumkan bahwa wakil Mattis, Patrick Shanahan akan menjadi penggantinya mulai 1 Januari.

Bagikan: