Agu 152017
 

Peluru Kendali Korea Utara

Washington – Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Jim Mattis mengatakan pada Senin 14-8-2017 bahwa jika Korea Utara menembakkan peluru kendali ke Amerika Serikat, maka keadaan dapat meningkat menjadi perang.

“Jika mereka menembak ke Amerika Serikat, itu dapat meningkat menjadi perang dengan sangat cepat,” ujar Jim Mattis kepada wartawan.

Jim Mattis mengatakan, Amerika Serikat akan mengetahui lintasan peluru kendali Korea Utara “dalam beberapa saat” dan jika sebuah peluru kendali dinilai bisa menyerang Guam, “kami akan menjatuhkannya”.

Ketegangan meningkat sejak Korea Utara melasanakan 2 kali uji bom nuklir pada tahun lalu dan 2 kali uji peluru kendali balistik antar benua pada Juli 2017. Trump mengatakan tidak akan mengizinkan Pyongyang mengembangkan senjata nuklir, yang mampu menyerang Amerika Serikat.

Korea Utara merencanakan peluncuran peluru kendali jarak menengah di wilayah Amerika Serikat di Guam pada pertengahan Agustus 2017, ujar media pemerintah Korea Utara.

Laporan terperinci mengenai serangan tersebut mengindikasikan ketegangan yang meningkat antara Pyongyang dan Washington, sesudah Trump memperingatkan Korea Utara akan mendapatkan “kemarahan besar” jika mengancam AS.

Kantor berita Korea Utara KCNA menganggap ancaman Trump hanya omong kosong.

“Sepertinya dialog tidak mungkin dilaksanakan dengan orang yang kehilangan akal dan hanya kekuatan mutlak yang bisa menimpanya,” kata Korea Utara tentang ancaman Trump.

Tentara Korea Utara sedang membangun rencana untuk mengancam kekuatan AS di Pangkalan Militer Guam dan untuk memberi sinyal peringatan ke AS, demikian laporan KCNA.

Guam berpenduduk sekitar 163 ribu orang, dan mempunyai Pangkalan Militer AS yang terdiri atas skuadron kapal selam, pangkalan udara dan kelompok penjaga pantai.

Roket Hwasong-12 yang akan diluncurkan oleh Tentara Rakyat Korea (KPA) akan melintasi langit Shimane, Hiroshima dan Perfektur Koichi di Jepang, menurut laporan tersebut mengutip pernyataan komandan Pasukan Strategis KPA Kim Rak Gyom.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Amerika Serikat Jim Matttis juga telah mengeluarkan peringatan keras kepada Korea Utara, Rabu 10-8-2017 untuk dihentikannya setiap pergerakan Pyongyang yang akan “menghancurkan rezim dan penduduknya”.

Sebelum itu, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa memberlakukan sanksi baru terhadap Pyongyang.

Sanksi baru terhadap Pyongyang dapat mengurangi sepertiga pendapatan ekspor tahunan Korea Utara, yang mencapai tiga miliar dolar AS.

Sementara itu, Wakil Menteri Pertahanan Korea Selatan, Suh Coo suk mengatakan Korea Utara belum sepenuhnya menguasai teknologi peluru kendali antarbenua dan butuh waktu sedikitnya 1 atau 2 tahun tambahan, meski kemampuan Korea Utara membangun hulu ledak nuklir berkembang sangat cepat.

Yang belum dikuasai Pyongyang adalah teknologi melindungi peluru kendali sewaktu senjata tersebut memasuki kembali atmosfer setelah meluncur ke luar angkasa. Antara/Reuters.

Bagikan: