JakartaGreater.com - Forum Militer
Jun 022018
 

dok. The Nimitz-class aircraft carrier USS Carl Vinson (CVN 70) transits the South China Sea, 10-2/-2018. (US Navy via commons.wikimedia.org)

Singapura, Jakartagreater.com – Menteri Pertahanan Amerika Serikat, James N. Mattis mengecam keras pemerintah China pada hari Sabtu 2 uni 2018 karena melanjutkan militerisasi di rangkaian pulau di Laut Cina Selatan, dan menyebut kehadiran baru peralatan militer canggih dan Rudal di sana menunjukkan kekuatan militer, dirilis The New York Times, 1-6-2018.

“Meskipun klaim China sebaliknya, penempatan sistem senjata ini terkait langsung dengan penggunaan militer untuk tujuan intimidasi dan paksaan,” kata Mattis dalam pidato pada hari Sabtu 2 Juni 2018 di Shangri-La Dialogue, sebuah konferensi keamanan regional tahunan.

Mattis baru-baru ini membatalkan undangan bagi militer China untuk ikut latihan Angkatan Laut multinasional (RIMPAC 2018), karena penempatan posisi China atas senjata-senjata, termasuk Antiship dan Rudal permukaan-ke-udara, di Kepulauan Spratly.

Kegiatan China, menurut Mattis, “sangat berbeda dengan keterbukaan yang dipromosikan strategi kami,” mempertanyakan “tujuan China yang lebih luas.” Pernyataan Mattis datang ketika Amerika Serikat mencoba untuk mengendalikan ketegangan dengan Beijing, bahkan di saat pemerintahan Trump mencari bantuan Cina dalam membatasi ambisi nuklir Korea Utara.

Militer China berpartisipasi dalam latihan multinasional, yang disebut Rim of the Pacific, pada tahun 2014 dan 2016. Mattis menyebut langkah untuk menarik undangan mereka sebagai “tanggapan awal,” tanpa menentukan langkah tambahan apa yang mungkin dipertimbangkan Amerika Serikat. Dia menambahkan bahwa dia terbuka untuk kerjasama dengan China “sedapat mungkin.”

“AS akan terus mengejar hubungan yang konstruktif dan berorientasi hasil dengan China,” kata Mattis.

Menteri Pertahanan Amerika Serikat, James N. Mattis. (photo: James N. Mattis)

Kapal Perang AS

Pada hari Minggu, dua kapal perang Amerika berlayar dalam 12 mil dari pulau-pulau di Laut Cina Selatan, dalam upaya untuk menegaskan sikap Amerika Serikat pada kebebasan navigasi di perairan internasional. Cina telah mengklaim sebagian besar Laut Cina Selatan, dan itu bertentangan dengan norma-norma internasional.

Mattis berusaha meyakinkan sekutu di wilayah itu bahwa Amerika Serikat berkomitmen untuk menangani ekspansi cepat China dan ancaman dari Korea Utara. “Kami fokus pada modernisasi aliansi kami dengan Republik Korea dan Jepang, mengubah aliansi kritis ini untuk menghadapi tantangan abad ke-21,” kata Mattis, menyebut nama resmi Korea Selatan.

Dia juga mengatakan Amerika Serikat akan terus mendukung Taiwan, pulau pemerintahan sendiri yang diklaim China sebagai wilayahnya, dengan bantuan militer dan lainnya.

Aaron L. Friedberg, seorang profesor politik dan hubungan internasional di Princeton University dan mantan asisten deputi urusan keamanan nasional, mengatakan bahwa pidato Jim Mattis mungkin dimaksudkan untuk meredakan kekhawatiran sekutu Amerika bukan hanya tentang ancaman regional, tetapi tentang kebijakan luar negeri Presiden Trump yang sering berubah.

“Mereka tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya,” kata Friedberg. “Tidak banyak orang bahkan di level Mattis yang bisa melakukannya.”

Mattis mengatakan sedikit tentang Korea Utara dalam pidatonya, yang datang hanya beberapa jam setelah Trump mengatakan bahwa 12 Juni pembicaraan di Singapura dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, kembali dihidupkan. Dia mengatakan tujuan Amerika tetap “denuklirisasi ireversibel dari Semenanjung Korea.”

Menanggapi sebuah pertanyaan, ia menambahkan bahwa tingkat pasukan Amerika di Korea Selatan tidak akan menjadi agenda untuk pembicaraan KTT.

Berbagi

  16 Responses to “Mattis Tuduh Beijing Lakukan ‘Intimidasi’ di Laut Cina Selatan”

  1.  

    Hidup US, Hidup Super Hero Marvel

  2.  

    loe ariev dikarnakan ketidak sadarannmu mengucapkan us hidup? loe berarti sudah memanggil agato,

    tapi agato lg brkoalisi dgn hermanto kw mmburu pria yg masih dirahasikan aming, utk apa maksud & tujuan aming masih merahasiakannya

    hahhaahaaaa

  3.  

    Segeralah berperang,jangan cuma ngomel kayak emak emak cerewet.
    Biar semuanya pada hancur lebur.

  4.  

    Maklum amerika cuma berkoar mulu karena lagi jatuh miskin, jika berperang face to face bakal negaranya kolaps dan banyak negara bagian nya yg misahin diri memerdekakan diri jadi negara baru

    😎

  5.  

    Nih ya seandainya indonesia dibolehkan membeli PATRIOT atau bahkan THAAD, baiknya ditaruh mana ya di LCS.???

  6.  

    Iyaah… seandainya bisa di beli tuh PATRIOT atau THAAD. Sebaiknya PATRIOT di tempatkan di Natuna aja dan untuk THAAD bisa di tempatkan di ibu kota. Tapi klo THAAD kayaknya ga mungkin deh.

    PATRIOT masih mungkin bisa di beli klo Indonesia memainkan politiknya, tapi klo THAAD ga ush mimpi kepanjangan. Bisa sih bisa klo Indonesia ingin memiliki THAAD dgn syarat tinggalin Non Blok dan gabung jadi sekutu USA. Dgn begitu indonesia dapat dgn mudah memiliki THAAD. Asal punya duitnya, soalnya klo mau barter sma krupuk ga bakalan bisa. wkwkkwkw

    Malu dong sama kucing… Meooooonnnnggg

  7.  

    Banyak omong ahh mattis Sini serahin dulu teknologi inti IFX baru ngemeng intimidasi cina xixixi… Mana nih targeting pod F-16 yg kemaren di tanda tangan pas mattis datang Kok ga da kabar beritanya lagi sih??

 Leave a Reply