Dec 172014
 

image

Balikpapan – Kemahiran dalam beladiri Yong Moo Do menjadi salah satu ukuran bagi kenaikan pangkat seorang serdadu di lingkungan TNI Angkatan Darat. Serdadu yang telah menyandang sabuk hitam, setidaknya Dan I, memiliki peluang besar naik pangkat.

Kemahiran beladiri Yong Moo Do ini melengkapi syarat utama lain seperti menembak dan olahraga berenang.

“Tiap anggota yang menguasai Yong Moo Do, pada 1 April depan (2015), akan ada kenaikan Dan I. Penguasaan Yong Moo Do menjadi salah satu penilaian bagi kenaikan pangkat anggota. Ini kebijakan (panglima),” kata Nam Deok Hoo (Mr Nam), pelatih Yong Moo Do, pemegang sabuk hitam Dan IV.

image

Beladiri tangan kosong ini telah menjadi beladiri wajib di TNI Angkatan Darat sejak 2008. Beladiri ini pertama kali diperkenalkan saat perayaan HUT TNI pada 2008 silam.

Tidak seperti beladiri Korea, Tae Kwon Do, yang lebih banyak dikenal, Yong Moo Do tidak hanya mengandalkan tendangan. Gerakan dan aksi dalam Yong Moo Do juga memadukan tinju, bantingan, kuncian hingga piting. Perpaduan ini dilatari gerakan dalam Tae Kwon Do, Judo, Kendo dan beladiri tradisional Korea Hankido dan Ssireum, beladiri bantingan ala gulat.

“Beladiri ini memiliki materi lengkap seperti pukulan, tendangan dan kuncian. Beladiri ini membutuhkan badan kuat juga. Ketika TNI melihat ini, maka dirasa cocok untuk tentara,” kata Nam.

Yong Moo Do berkembang pesat di Korea sejak 10 tahun silam. Masuk ke Indonesia dibawa TNI tahun 2008 dan pertama diperkenalkan pada HUT TNI saat itu. Sejak itu, Yong Moo Do menjadi beladiri wajib bagi TNI AD.

image

“Beladiri ini keras. Yang keras-keras itu memang cocok dengan tentara,” kata Wakil Kepala Staf AD Letnan Jenderal TNI M Munir.

Kendati beladiri keras, perkembangnya ternyata menggembirakan. Masyarakat menerima kehadiran beladiri ini. Sejumlah pengurus daerah pun terus terbentuk di berbagai provinsi, di antaranya Nanggroe Aceh Darussalam, DKI Jakarta, Kaltim, Kaltara, Kalsel, Sulsel, hingga Papua.

Petarung Yong Moo Do dari delapan daerah di Indonesia itu kini tengah meramaikan Kejuaraan Nasional Yong Moo Do memperebutkan Piala Kepala Staf Angkatan Darat di Doom BSCC Balikpapan Kalimantan Timur, 17-18 Desember 2014. Lebih dari 450 atlet yang semuanya adalah serdadu turun ke ajang ini. Wakasad Letjen TNI M Munir membuka Kejurnas ini. (Kompas.com).

  77 Responses to “Mau Naik Pangkat ? Kuasai Yong Moo Do”

  1.  

    Wah, saya baru dengar ni beladiri
    Salut

    •  

      Kenapa gak mengangkat pencak silat juga yang asli Indonesia…

      •  

        Menurut saya pencak silat memang bagus…tapi kurang cocok kalo buat tentara, krn doktrin tentara harus cekatan, trengginas dan mematikan…makanya pencak silat lbh cocok di sebut seni bela diri…loh pencak silat kan ada yg di isi tenaga dalam ? Pasti lbh hebat…wah kalo itu lain cerita…

      •  

        kalo tarung drajat ..cocok ga.?

      •  

        Nggak juga ah… tuh, KOPASSUS juga pake pencak silat…
        semakin banyak bela diri yang dikuasai, akan semakin mematikan serdadu kita. BRAVO TNI

      •  

        Salah besar ente bos, silat itu justru lbh komplit dan merupakan keunggulan komparatif bangsa ini, hanya bangsa kita saja yg kurang mencintai dan memahaminya. Memang terlalu banyak aliran di silat jd agak membingungkan tp jika petinggi2 AD mau explore pasti bisa memilah beberapa silat yg mungpuni, lbh hebat dari beladiri manapun dari bangsa lain…

      •  

        Bung pa tech gak pernah belajar silat yah, kalo yang bung liat pake musik itu memang untuk pertunjukan…

        Kalo tingkatan udah tinggi, adu tarung, gerakan silat gak ada beda ama wingcung. Diam saat menunggu (tenang) tapi begitu serangan musuh masuk area pertahanan, saat itulah jurus mematikan keluar…(kadang orang disekitar gak bisa melihat gerakan saking cepatnya)…

        •  

          Betul2… Semakin tinggi ilmu semakin ia merunduk seperti padi. Dia akan terlihat kalem dan biasa. Tapi sekali tarung.. Kecepatan mata tidak akan bisa mengikuti. Mknya dlm pertarungan sebenarnya, mereka biasanya saling menunggu.. Krn salah langkah atw kurang sabar.. Dipastikan off lawanya. Fungsi untuk mematikan bukan melumpuhkan lawan.

      •  

        Wah bung pa tech .. coba dalami ilmu merpati putih,…mungkin bung pa tech ngga begini. Merpati putih diajarkan di kopasus juga.
        Penembak tni kita knp selalu menang di kejuaraan international… ??? Lalu apa hubungannya dg merpati putih hehe.. org yg berlajar MP mempunyai feeling dan insting yg sangat tinggi.

      •  

        Bung PT, pencak silat itu ilmunya komplit

      •  

        Terimakasih atas semua atensi. Saya gembira membaca komentar bung-bung semua sampe ke bawah karena ternyata masih banyak yang cinta Pencak Silat. Saya baru menyesal setalah dewasa, kenapa waktu kecil ketika masih banyak perguruan pencak silat, tidak ikut belajar Pencak Silat…

        •  

          Komen asal Nyerocos aja., baca dulu seluk beluk silat itu bagaimana?? apa silat itu?? Ente ngeremehin silat kayak makan Nasi goreng., ane bilang ente salah besar!!

      •  

        bung pt, ente terlalu banyak gaya, ni liad artikel tentang koppasus menggunakan seni beladiri pencak silat aliran Merpati putih
        http://kopassus.mil.id/page.php?lang=id&menu=news_view&news_id=347

      •  

        Anda termasuk salah satu dari banyak orang yang sangat tidak tahu banyak tentang Pencak Silat ilmu beladiri warisan nenek moyang kita. Banyak aliran di dalam Pencak Silat dan banyak jurus mulai dari mengandalkan tenaga dalam (jadi kelihatan halus) sampe yang kelihatan kasar. Saya gak tahu kok TNI suka ambil dari luar, padahal Kopasus sudah lama ambil Silat aliran Merpati Putih. Aneh… karena orang luar kepingin sekali memahami filosofi dan belajar pencak silat. Justeru seharusnya TNI dari beragai kesatuan yang berbeda itu masing-masing bisa mengembangkan aliran silat yang berbeda-beda sehingga bisa menjadi ciri khas kesatuannya. Untuk TNI silahkan konsultasi dengan para guru besar silat. Jadi aneh jalan pikirannya para petinggi TNI ini …..katanya nasionalis. Mereka lupa sejarah masa lampau kerajaan di Nusantara, yang menghasilkan ilmu pencak silat ini, LEBIH SPEKTAKULER dibandingkan sejarah masau lampau kerajaan-kerajaan di Jepang apalagi Korea. Jangkauan penguasaan wilayah Wilayah Majapahit saja lebih dari 10 kali Korea atau setara dengan wilayah kekuasaannya Jengghis Khan (Kerjaan Mongol) yang mampu menghancur keKalifahan Timur Islam di Bagdad. Mohon koreksi bagi yang pakar sejarah……

      •  

        pencak silat lambat itu pencak silat apa ya?
        coba ubek2 youtube, terutama pencak silat yang dibawa ama bule2 macam frank ropers dan hugo tronche.
        maka anda akan saksikan kalau pencak silat adalah beladiri dengan gerakan paling cepat dan paling mematikan di muka bumi.

    •  

      hahaha ribut.. ntar di ganti nm nya sm TNI jd youngkomodo..dah jngn betengkar..BRAVO TARUNG DERAJAT..belajar ko sm org korea

  2.  

    pencak silat sajalah lebih ngeri…..

  3.  

    beladiri ini sangat cocok sekali untuk militer. berguna untuk prtempuran jarak dekat bahkan mematikan

  4.  

    yang di serial film “Bourne” juga keren tuh,,, klo ga bener bele diri Krav Maga…

  5.  

    :iloveindonesias

  6.  

    Selain wajib menguasai Seni bertarung dg teknik keras/cenderung menyerang seperti Yong Moo Do, Karate, Tarung Drajat dll-nya, maka para prajurit TNI selayaknya dituntut pula u/ menguasai lebih dari satu teknik/seni beladiri, contohnya saja Aikido yg merupakan salah satu seni bela diri pertahanan terbaik, khusus meredam/mematahkan/melumpuhkan serangan2 keras lawan.

  7.  

    Usul bwt TNI
    Selain beladiri dr negri luar yg kemungkinan jg sudah dikenal luas, sebaiknya dikuasai jg beladiri dr dlm negri yg khas daerah setempat krn tiap daerah ada seni beladiri khas daerah tsb, selain untuk kekuatan TNI, hal ini jg akan melestarikan budaya indonesia.

  8.  

    Meremeh kan sekali Silat Nusantara… kenapa silat beksi, gerak saka, gerak guling, silat harimau minang, silat kuntao kalimantan tidak diwajibkan? Korps Marienier Belanda saja pelatih beladirinya orang belanda keturunan Indonesia (silat cingkrik goning!)
    Kan ada tuh komunitas underground adu jawara silat di Jakarta..lihat jawar Yang MOdo Korea suruh tanding sama Jawara Silat Betawi atau Jawara silat Minang..siapa yang menang
    Di bogor juga ada beladiri yang mematikan..beladiri nya Prabu Siliwangi…

  9.  

    Apapun nama dan jenisnya, intinya beladiri itu baik sekali.
    Meski mengadopsi beladiri dari luar, jangan dilupakan beladiri khas Indonesia yaitu pencak silat.
    Banyak aliran-aliran pencak silat yang dimiliki oleh Indonesia, bahkan ada aliran pencak silat bernama Silat Sendeng yang kabarnya berasal dari Sulawesi sekarang sudah di klaim Malaysia sebagai beladiri mereka dengan nama Sendeng Muar.
    Padahal silat jarak dekat yang menitikberatkan pada pukulan dan kecepatan gerak badan dan tangan ini jelas-jelas terlahir dari teknik pertarungan diatas perahu atau papan yang menjembatani antara dua perahu/kapal yang bertempur pada zaman dahulu kala.
    Entah apa sebabnya, silat ini sampai sekarang belum diakui oleh IPSI.
    Dan banyak lagi pencak silat yang semakin pupus seperti Silek Harimau, Seliwah, dll. Ini tentu tidak bisa dibiarkan begitu saja.
    Jadi alangkah baiknya para prajurit TNI sebagai ksatria menjadi pelopor dalam pelestarian seni beladiri khas Indonesia ini .

    •  

      enak sih pakai beladiri luar korea/jepang, kan bisa jalan2 keluar negeri masalah kualitas dengan silat jawa barat atau sumatra mah saya sih meragukan beladiri korea jepang….
      kalau pakai silat nusantaraa jalan2 keluarngerinya itu yang kehilangan (anggaran gitu loh)

  10.  

    Pengen ikut sih tapi berat badan saya naik, di sini ada yang tau gak turunin berat badan gimana ya kasih tau dong ?

  11.  

    kuasai sebanyak-banyaknya seni beladiri… seperti kejayaan jaman majapahit, yang adipatinya menguasai berbagai macam ilmu beladriri dan kanuragan…

  12.  

    silat harimau itu banyak yang menguasainya.tapi ianya hanya untuk kesehatan badan dan jaga2 saja.tidak untuk dipamerkan.ianya hanya untuk orang yg serius dan orang yg ingin merantau.cendrung ia melatih di bawah 10 orang secara sembunyi2.

  13.  

    Ada2 sj nih,panglima.
    Masa beladiri yong moo do djadikn ukuran.
    Apa beladiri asli Indonesia tdk lbh baik dr pd beladiri korea?
    Ini adlh kbijakn yg tdk nasionalis.
    Dan ini nih,contoh kbijakn yg bikin rakyat enek.
    Disatu sisi pr petinggi RI sll berkoar2 nyuruh masyarakat utk menebalkan rs nasionalismenya, tp disisi lain mrk malah mncontohkn utk mmbanggakn kebudayaan bangsa lain.
    Beladiri, dmana2 sama saja kok, gebuk, tangkis, mnghindar, dll. Apakah yg kyk gitu sj kt hrs mmbanggakn luar negeri?

  14.  

    Bung Azhe!
    Ada kok cara mudah, murah, dan menyehatkan utk menurunkan berat badan.
    Cuma masalahnya anda siap gak utk melakukannya?
    Yaitu puasa seminggu dua kali, senin dan kamis dan tiga hari berturut setiap bulan saat ayyamul bidh, yaitu tgl 13, 14, dan 15 bulan hijriyyah.
    Selamat melaksanakan!

  15.  

    yup..TNI memang hebat..ane pernah di ceritain teman bahwa pernah lihat TNI duel dengan 6 orang DC sekaligus di pinggir jalan raya..hasilnya DC pada keok dan sebagian cedera engsel bahu..

  16.  

    wahh.. klo pencak silat mothar duluan kang… bukan bilang jelek tapi memang pencak silat hanya untuk pertunjukkan seni aja. Namanya juga pencak ya pasti pake musik tradisional. Jika memungkinkan ya digabung dengan tenaga dalam murni bukan yang pake jampi2, pasti lebih joss…

  17.  

    Banyak orang termasuk para komandan hanya mau melihat beladiri dari sisi luarnya saja,,mereka menilai dr fisik, kuat, keras, explosive,,nenek moyang sdh mewariskan bealdiri yg tdk kalah ampuh dlm hasil meski tdk harus terlihat explosive,,Kalau mau serius & mematikan ada PS Perisai Diri, Perisa Sakti, Setia Hati, Melati Putih, Silat Betawi, Silat Banten..masih ingat jawara banten tantang Koppasus?? siapa yg tewas dlm duel tsb?)..silat terlihat terlalu kalem, krn mengadopsi gerakan efektif sederhana, namun tetep mematikan,,Justru dithn 60 an bnyk grup tentara dilatih PS Merpati Putih,,kalau sudah mumpuni bukankah bias mematahkan baja, bertempur dlm kegelapan, dll,,sebuah botol teh pun cukup ditepuk ujung atasnya, ujung bwah coprol pecah,,jari2 tangan jg mmudah sekali utk menembus pohon pisang dia 30 cm,,memang gerakan Pencak Silat tdk terlihat explosive mngjn mendasari para komandan untuk memilih beladari lain,,Tahuukah temen2 mengapa Merpatui Putih dulu diputuskan dijarkan diluar keluarga kerabat pewaris,,tidak lain adalah krn sang guru besar sangat gregetan melihat warga RI begitu terpesona dg explosive nya Karate, Judo dll yg masuk th 60 an, mrk memecahkan batu bata, balok es dll,,padahal Nenek moyang kita mewariskan sesuatu yg lebih hebat meski tdk relihat explosive, ,bagimana Silat dibuat explosive kalau secra tradisional berkembangnya di padepokan keagamaan (tentu harus ada penyesuaian),Kalau MP bahkan awalnya untuk keluarga (pangeran) kerajaan,Lalu apa yg dipatahkan oleh pesilat merpati putih : balok es, balok beton, batu kali, besi tangkai pompa dragon, memotong tegel, baja kikir, bertempur dgb mata ditutup dll,,,baja lempeng kikir dg batu bata keras mana? di Merpati Putih memang langsng diajarkan pernafan tenaga dalam, sedari awal,,coba kalau disriusin,,kita bahkan tdk bisa melihat Ilmu akan sampai ditingkat mana..

    •  

      merpati putih kalau gak salah…warisan dari pangeran samber nyawa.

      mampu mengalahkan pasukan kompeni plus pasukan kraton yogya dan solo…padahal jumlah kompeni sekitar 3000 an lebih. dan tentaranya pangeran samber nyawa cuma 40 an orang.

      akhirnya pangeran samber nyawa di akui kedudukannya dan diberi kekuasaan tersendiri.

      •  

        Itu Persialtan Mataram boss,,sudah lama sebelumnya sultan agung,,pewaris terakhir amangkurat III mewariskan kepada turunan/kerabat dekatnya yg dipercaya, tiu terjadi sebelum amangkurat III diasingkan oleh belanda

        •  

          lhah ya toh…pangeran samber nyawa memang trah dari mataram kok.
          raja yogya dan solo memang kerabat dekatnya…
          raja yogya waktu itu adalah paman sekaligus mertuanya pangeran samber nyawa.

  18.  

    Saudaraku Dan I young modo

  19.  

    menurut saya santet .debus .braja musti .dll .lebih cocok untuk tentara biar sekali pukul langsung mati musuh

    •  

      kenapa tidak sekalian menciptakan personil TNI yang stealth aja (invisible man), atau seperti wolverine dan hulk yang kalau emosi bisa berubah,,,, satu kompi aja cukup kok
      :ngakak :ngakak :ngakak

  20.  

    Daripada pusing mending diadu aja…para jawaranya baru tahu siapa yang lebih hebat..

  21.  

    Hmm tni lebih mencintai bela diri asing dari pada bela diri bangsa sendiri.mungkin tni malu dgn pencak silat sehingga memilih bela diri asing biar terlihat keren

  22.  

    Presiden hari ini Kamis, 18 Desember 2014 di Musyawarah Perencanaan Pembangunan mengtakan, “Indonesi gemah ripah loh jinawi..tetapi semaunya impor”…..lho TNI AD termasuk pengimpor juga ya?….beladiri aja pake produk luar (Korsel)..kenapa ngga pake PENCAK SILAT ?..itukan warisan budaya bangsa, produk lokal yg sdh puluhan bahkan ratusan thn, sdh mendunia, kenapa ngga turut melestarikan

    Bila beralasan menyesuaikan dgn karakteristik militer yg keras, cepat dst, PENCAK SILAT juga bisa, krn pencak silat itu banyak aliran, setiap aliran punya karakteristik, nah bisa dipilih aliran yg sesuai spc. militer…

    saya belajar pencak silat ketika kanak2, ternyata pencak silat yg saya pelajari berbeda dgn kampung sebelah, beda juga dgn daerah yg lain…dst….
    Ahhhhhh..hanya bisa sedih melihat Indonesia spt ini…..”UN BELIEVEABLE’……

  23.  

    Kopassus masih menggunakan Pencak Silat Betako Merpati putih…
    entahlah..kenapa tidak bangga dengan beladiri bangsa sendiri..

    bagi yang menggeluti beladiri pencak silat pasti tau….aplikasi mana yg bisa buat tentara…
    dan bisa digunakan, saya yakin mereka paham..

    Saya cinta produk sendiri, budaya sendiri…

    IMHO

  24.  

    Budaya sendiri tdk di cintai giliran di claim malaysia marah marah!padahal jika menggunakan pencak silat slogan tni manunggal dgn rakyat jd lebih kuat!mungkin terpesona dgn film film action yg beredar.

  25.  

    banyak beladiri asli indonesia yang lebih mematikan, salah satunya Merpati Putih.
    Salam NKRI

  26.  

    Kalo bisa mah dibekali ilmu santet, biar makin gahar.. kalo terjadi perang ga bakal banyak ngeluarin alutsista..
    (Hanya intermezo jgn terlalu serius)

  27.  

    maaf saya mau katakan muak. kenapa petinggi TNI berpijak ke beladiri asing? dikemakan Pencak Silat kita? emang saya juga tahu kalau Merpati Putih di ajarin juga di Kopassus. tapi kenapa harus beladiri asing yg dijadikan patokan? sekedar mengingatkan aja, semakin tinggi ilmu seorang praktisi pencak silat, semakin tidak terlihat kehebatannya. karena di Pencak Silat menganut Ilmu Padi. dan di Pencak Silat juga mengajari untuk mengenal siapa Tuhannya (Aspek Mental Spiritual, salah satu dr 4 Aspek Pencak Silat)

  28.  

    kurasa kurang bijak bila hanya karena bisa lulus tes kelahi lalu dinaikan pangkatnya..kecuali bila itu merupakan salah satu dari sekian ujian dalam kenaikan pangkat.memang untuk pencak silat umumnya selain bisa beladiri jua adanya penajaman indra keenam seperti tenaga dalam dll…karena itu biarpun terkadang kecil orangnya bisa mengalahkan banyak orang dalam perkelahian.tetapi semua tergantung dari atasan masing2 matra.bila harus begitu,lalu kita mao apa !!!

  29.  

    Bayangkan China yang merasa mengalami “kemunduran sosial-budaya” akibat perang candu dan dijajah oleh bangsa asing, berusaha bangkit melalui promosi budaya lewat film-film silatnya dan sekarang dengan industri dan industri pertahanannya yang mau menyaingi AS. Sangat berhasil meskipun pastinya mengorbankan lingkungan (ingat 600 juta rakyat China beramasalah dalam konsumsi air bersih yang tidak layak) dan soal mutu BELUM TERJAMIN (karena belum teruji). SEHARUSNYA para petinggi TNI sadar bahwa menguasai bela diri bangsa lain bukan berarti mewajibkan prajurit dalam rangka kenaikan pangkat. Yang bagus adalah pelajari ilmu beladiri bangsa lain dalam rangka ingin memahami karakter prajurit dan bangsa lain yang mungkin suatu saat menjadi lawan tanding TNI sesungguhnya di medan perang. Silhkan ilmu beladiri asing jadi mata ajaran dalam kurikulum pembelajaran prajurit TNI, tapi tiap prajurit memiliki bekal cukup ilmu beladiri pencak silat. Silahkan petinggi TNI pilih aliran yang bereda untuk tiap kesatuan yang berbeda. Mudah-mudahan ke depannya mereka SADAR.

  30.  

    Karate is thebest

  31.  

    Semua seni bela diri asli Indonesia, PENCAK SILAT, apapun alirannya harus didukung dan disebar luaskan. Seharusnya TNI juga menggunakan PENCAK SILAT sebagai bela diri dasar dan wajib, setelah ini dikuasai silakan pelajari bela diri import.

    Bukan rahasia lagi, pelatih bela diri militer dari mancanegara banyak menyelinap sampai dusun Tarikolot untuk pelajari silat Cimande yg unik dan ajaib, juga sampai Batu Sangkar utk belajar silat harimau Minang dan ke Jogjakarta untuk belajar silat Merpati Putih.

    Saya mencatat sedikitnya (yg saya tahu saja), 2 pelatih beladiri profesional di Inggris yg juga melatih militer setempat jauh-jauh ke Depok untuk belajar silat Cimande, dan satu lagi sampai ke Cimahi mencari sesepuh silat Panglipur.

    Salah satu pelatih marinir Belanda, beberapa tahun lalu sudah resmi menjadi Pendekar dari Perguruan Silat Padjajaran Nasional.

    Ketika saya kuliah hampir 30 thn lalu di AS, saya sangat sedih karena banyak kawan2 kuliah saya orang bule, hitam, Arab minta belajar silat kepada saya, tapi tak bisa saya sanggupi. Karena dari SD sampai SMA saya belajar bela diri impor, mulai dari Karate Black Panther sampai Aikido.

    Saya sangat tidak menyangka peng-HORMAT-an thd PENCAK SILAT di luar negeri justru luar biasa dan jauh dari penghargaan di dalam negeri.

    Karena peristiwa masa kuliah dimana saya sangat sedih sebagai bangsa Indonesia yang tidak bisa memenuhi keingianan bangsa lain yang ingin belajar ilmu beladiri dan pembinaan karakter khas PENCAK SILAT, maka saya sekarang me-wajib-kan putra-putri saya untuk belajar PENCAK SILAT. Putra tertua malah sekaligus belajar di 2 perguruan besar.

    Sungguh kita malu, bila Panglima Besar Soedirman sekarang hidup kembali, yang mana Beliau menguasai silat Banjarnegara (yg skg menjadi Tapak Suci), dan bertanya kepada para pembesar TNI yang bertugas saat ini:

    “Apa kalian lupa para pendiri TNI adalah PENDEKAR sejati yang menguasai seni dan ilmu bela-diri PENCAK SILAT, luar dan dalam, dan selalu bangga dengannya, dan hidup-mati dengannya untuk membela bangsa dan negara”

  32.  

    Itulah TNI aku muak melihatnya …. Di permukaan slalu menggebar – nggemborkan nasionalisme tapi faktanya menghina anti budaya sendiri… Pencak silat jauh lebih mematikan bung… Belajarlah sejarah pada berdirinya negara ini…. Semoga petinggi2 TNI Tidak kuwalat pada pendiri negeri ini… Saya sangat sedih & malu melihatnya….

    •  

      hehehe sob,, ane diceritain ama anggota TNI nih…. yg ngajarin ane yongmoodo.. katanya di TNI dibekali dasar wajib dari merpati putih,,, setiap anggota juga dikasih pegangan sendiri2… knapa yongmoodo wajib sbg syarat naek pangkat? menurut cerita … gni nih… biar anggota TNI cepat kuasai beladiri yg tergolong baru ini,, n TNI jadi unggul dibanding militer negara lain…

  33.  

    mas yes says:
    December 18, 2014 at 10:27 pm
    maaf saya mau katakan muak. kenapa petinggi TNI berpijak ke beladiri asing? dikemakan Pencak Silat kita? emang saya juga tahu kalau Merpati Putih di ajarin juga di Kopassus. tapi kenapa harus beladiri asing yg dijadikan patokan? sekedar mengingatkan aja, semakin tinggi ilmu seorang praktisi pencak silat, semakin tidak terlihat kehebatannya. karena di Pencak Silat menganut Ilmu Padi. dan di Pencak Silat juga mengajari untuk mengenal siapa Tuhannya (Aspek Mental Spiritual, salah satu dr 4 Aspek Pencak Silat)

  34.  

    Pencak Silat PSHT .

  35.  

    intinya … kenapa bukan pencak silat merpati putih yg wajib dikuasai untuk naik pangkat? karena memang semua anggota TNI tersebut sudah dibekali dasar merpati putih…. dan memang wajib sebagai dasar… kalo nggak percaya maen2 ke yonif setempat dah… tanya2 gtu.. 😀 jawbannya pasti dasar beladiri yg dijarkan pasti merpati putih….

  36.  

    Hendaknya kita belajar dari sejarah, para pejuang dulu tentunya lebih menguasai pencak silat dari pada beladiri dari luar, dan buktinya para penjajah kewalahan menghadapinya. Tengoklah sejarah tutur (lisan) seperti si pitung, si jampang, untung suropati, dll, beladiri apakah yg mereka kuasai? Belum lagi kehebatan Gajah Mada, Raden Wijaya, Prabu Siliwangi, Sultan Agung, Hang Tuah dkk…
    Saya bangga dengan pencak silat…
    Salam persaudaraan kpd semua perguruan pencak silat di Nusantara

  37.  

    Curi Ilmu dr luar boleh saja namun tetap Saya Bangga Pencak silat dan Tarung Derajat karena itu warisan Nenek Moyang saya, trims

 Leave a Reply