Mau Patroli Laut, Tapi Tak Punya Uang

49
87
Patroli TNI AL
Patroli TNI AL

Jakarta – Dunia kemaritiman tanah air menghadapi dilema yang cukup serius dalam menangani praktek illegal fishing yang terjadi di perairan Indonesia.

Tugas TNI Angkatan Laut dalam mengamankan teritori di Indonesia nyatanya tak bisa berfungsi maksimal. Gara-garanya, anggaran bahan bakar minyak untuk kapal-kapal patroli laut sangat minim. TNI bahkan sampai harus berhutang Rp 6 triliun untuk mengoperasikan kapal patroli ini.

“Selama ini kami hutang ke Pertamina, hutang jadi makin banyak. Hutang terakhir TNI itu sekitar Rp 6 triliun, nggak tahu tuh mau diputihkan atau bagaimana,” kata Panglima TNI Jenderal Moeldoko di Kantor Presiden, Senin (17/11/2014).

Moeldoko mengungkapkan bahwa kapal laut yang dimiliki TNI AL saat ini ada 64 unit. Kapal-kapal itu terdiri dari jenis kapal frigate, kapal corvette, kapal patroli, kapal selam, kapal hidrografi, hingga kapal penyapu ranjau. Dengan kecanggihan teknologi yang dimiliki TNI AL, Moeldoko bahkan melontarkan candaan. “Ini kapal nelayan kecil lawan kapal perang. Jangan sampai nyamuk digebuk pakai meriam,” tutur Moeldoko.

Meski memiliki kecanggihan yang mumpuni, kapal-kapal milik TNI AL itu nyatanya tak bisa beropasi lantaran tidak adanya BBM. Alhasil, banyak wilayah laut Indonesia yang tak terawasi. “Secara kapal, kami cukup banyak. Hanya sekali lagi, mengerahkan kapal itu urusannya gede banget. Untuk operasi waduh bisa ribuan ton itu urusan BBM,” ucap Moeldoko.

Sedangkan Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Marsetio mengungkapkan kebutuhan ideal BBM bagi kapal patroli TNI AL mencapai 5,6 juta kilo liter per tahun. Namun, kondisi yang terjadi saat ini jauh dari ideal. “Hanya 13 persen saja yang kami dapat BBM. Jadi sehari hanya bisa 7-15 kapal. Yang dalam posisi siap sebenarnya ada 60-70 kapal,” ucapnya.

Dengan keterbatasan ini, Marsetio mengaku menyiasatinya dengan memfokuskan pengawasan pada daerah yang rawan illegal fishing, misalnya di perairan Natuna. Di kawasan itu, Marsetio mengaku sudah menangkap 6 kapal bodong yakni 3 kapal dari Vietman, 2 kapal dari Malaysia, dan 1 kapal bodong dari Batam.

“Jadi kami nggak mungkin seperti menggergaji laut seperti itu. Kami memfokuskan pada pos-pos di mana ada informasi soal penjarahan ini,” ucap Marsetio.

Marsetio mengaku TNI AL selalu menyuarakan soal terbatasnya anggaran untuk BBM sejak pemerintahan lalu. Namun, permintaan itu masih belum dikabulkan. Dia berharap agar dalam APBN-P, TNI AL mendapat pos anggaran yang cukup untuk patroli laut. Apalagi, pemerintahan Presiden Joko Widodo saat ini lebih mengedepankan sektor maritim.

“Permasalahan antar negara ke depan itu sudah soal perbatasan. Kami bukan minta dalam bentuk uang, karena minyak bisa sewaktu-waktu naik. Tapi yang dibutuhkan dalam bentuk kuantum, kita butuh 5,6 juta kilo liter per tahun,” kata dia. (Kompas.com).

49 KOMENTAR

    • TNI harus memiliki sistem untuk pengolahan dan pengadaan BBM Mandiri. Tidak tergantung kepada Pertamina. Hegemoni monopoli pengadaan BBM oleh Pertamina harus diakhiri, khususnya terhadap dunia militer Republik Indonesia. Yah, memang membutuhkan waktu, tapi pengadaan BBM Mandiri oleh militer sudah sangat mendesak untuk dilakukan. Apalagi kondisi geopolitik se kawasan dan luar kawasan yang sudah sangat mengkhawatirkan.

      Militer harus secara aktif mendorong dan memberi masukan secara bertahap kepada DPR dan Pemerintah untuk membuat payung hukumnya. Tentu akan ada pro kontra, mengingat Pertamina menganggap semua dihitung dengan uang, termasuk BBM untuk “pengawal”nya sendiri.

      TNI harus memiliki sistem untuk pengadaan BBM nya sendiri, mulai dari ladang sumur, pengeboran, dan pengolahannya. Tentu saja tidak bisa dalam waktu cepat. Kalau perlu bertahap dalam 100 tahun. Tapi bila ini terjadi, maka tidak akan ada yang bisa mengukur kekuatan TNI dari sektor BBM untuk “mainan2 nya”, mengingat kemampuan perang suatu negara bisa dihitung dari ketersediaan BBM negara tsbt.

  1. hahahaha….tuh para militer fansboy terlalu senang dengan mainan yg bagus2 tapi ngga dipikirin bagaimana dengan BBM nya, bahkan TNI aja pake ngutang sama pertamina 6 trilyun pake minta diputihin lagi, miris banget….negara harus punya planning bagaimana ketersediaan BBM apabila perang, berapa hari kita BBM kita tersedia jika negara dalam keadaan perang…

  2. ketahanan energi kita masih sangat kurang. kalau terjadi perang bahaya juga…sukhoi & f16 terbangnya tergantung persediaan BBM….bisa2 pesawat canggih kita rontoknya didarat bukan dipertempuran udara.

    begitu juga kapal2 perang kita…bisa2 rontoknya didermaga…bukan karena pertempuran laut.

    semoga hal ketahanan energi ini dapat perhatian dari presiden..terutama untuk persediaan perang apabila menghampiri kita.

  3. Bantingankah?!
    Saran gw kapal2 perang kita pasang layar aja kayak dewaruci, jadi kalo patroli gak perlu BBM kan bisa hemat anggaran plus ramah lingkungan, baru kalo ketemu illegal fishing mesinnya diidupin buat ngejar kapal asing. Setuju?!!

  4. Yes benerkan… inform$asi A1 itu oplosan… untuk operasional saja megap2 bahkan sakin mirisnya ssampai jual bbm untuk nutupin biaya operasional.. bukannya korip tapi biaya untuk perawatan saja gak cukup untuk potong rumput gemana mau yang lebih canggih?

  5. sedih rasanya, serba memprehatinkan di pemerintahan kita anggaran buat patroli saja minim bagaimana akan menindak ilegal fishing, negara yang kaya banyak tambang dan hasil laut kekurangan anggaran, apa yang salah dengan pengelolaan negara ini?

    Salam damai Indonesia

  6. Beli ato bikin aja kapal patroli bertenaga nuklir dijamin tuh pelaut bakal nyaingin bang toyib 3kali puasa 3kali lebaran gak pulang2 patroli terus…..satu lagi supaya batan bisa bikin reaktor diatas kapal kerjasama dengan pt pal modifikasi kcr 40 dan 60 sekalian kembangkan senjata laser semacam mach 5 nya si asu dijamin dah gak bakaln ada yang berani curi ikan lagi…maaf bila agal sotoy edisi fantasi liar…

  7. Cuman belaga miskin aje…biasa politik lah..lagu lama buktinye yg kaya mangkin banyak..hp model baru aje ludes dibeli..masa bbm aje ga mampu beli..semiskin itukah..??? Pake ngutang lagi..!! Aya aya wae..ngapain juga beli” banyak alutsista tapi bbm ga kebeli…politik itu mah..biar ga tegang kawasan…!!,

    ….NKRI HARGA MATI….

  8. “Terlihat” seakan” bobrok sekali tiap unsur negara kita..tapi ada perspektif lain yg sangat bagus yg terjadi..transparansi informasi..10 thn yg lalu mustahil militer bisa jujur seperti ini..sangat jelas militer pertahanan harus di dukung oleh setiap warga negara..ini lah kenyataan dan ini lah yg harus di rubah. Klo kata bon jovi “KEEP THE FAITH INDONESIA!!!!!!!!!!!!!!

  9. KAPAL INDUK AYAM
    Mungkin ga yah klu dilaut didirikan semacam pos keamanan?
    Ini istilahnya saja. Prakteknya, dlm tiap kordinat tertentu didekat laut internasial kri lepas jangkar sambil melindungi kapal2 nelayan kita yg sengaja digiring kearea sekitarnya utk mencari ikan sambil ikut mengawasi daerah sekitar masing2, dan segera melapor bila melihat pelanggaran kapal asing.
    Pendek kata kri dijadikan jg semacam INDUK AYAM yg menggiring anak2nya utk cari makan. Dgn begitu akan menghemat pengeluaran bbm

  10. Kalau saya punya pendapat, bagaimana kalau energi nuklir kita kembangkan untuk listrik, jadi konsumsi solar atau bbm utk turbin listrik bisa dialihkan. Atau kita paksakan bahwa Nuklir Indonesia siap dikembangkan dan tidak usah perduli dengan teriakan LSM yg koar2 melarang Pengembangan Nuklir di NKRI.

    Terus, mafia migas kita sikat, terutama TNI agar bisa menjadi penjaga utk Kedaulatan dan Keamanan sekaligus pemerataan distribusi bbm di seluruh wilayah NKRI. Dan tambang2 migas kita ambil alih minimal kta nego ulang agar bisa dapat porsi 50:50.

    Saya yakin. kelangkaan BBM tdk akan terjadi, kalau ada yg nimbun kita sikat. Tuhan sudah merancang berapa kebutuhan utk manusia Indonesia dan seluruh alam, tapi ketika kerakusan dan keserakahan yg muncul maka Menjadi Tersendat dan Tertatih tatih semua rencana yg sdh dibuat. Maka Manusia dg akalnya agar segera memikirkan ini.

  11. Sudah tahu keadaannya begitu, segera cari solusi dong, supaya kapal perang kita dapat tetap beroperasi secara maximal, tidak terkebiri oleh masalah bbm.
    Kalo keadaan masih tetap seperti ini, lalu buat apa kita mengadakan kapal2 baru, kalo nantinya cuma diparkir saja, sepertinya tidak ada sinergi antara Pertamina dgn TNI, memprihatinkan !!!

  12. apa lagi kalau BBM Sdh Naik seperti Sekarang……Tambah Miiiirrrriiiiiiiiissssss……!!!

    Sejarah telah mencatat……Harga minyak dunia saat ini Turun……..

    di indonesia harga minyak malah melambuuuuunnngggg……!!!

    hebat juga para pemimpin kita ini………miiirriiiiiissssss…..!!!!