Mar 122015
 

jembatan gantung

Makassar – Miris jika melihat kondisi ini. Di kampung JK, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, anak-anak SD bergelantungan di seutas kawat untuk menyeberangi sungai. Hingga saat ini, pemerintah belum bergerak.

Letak ‘kawat’ darurat itu berada di Desa Hulo, Kec. Kahu, Bone. Awalnya, jembatan masih benar-benar berbentuk jembatan yang menghubungkan empat desa, yakni Desa Biru, Desa Cenrana, Desa Palakka dan Desa Hulo.

Lambat laun, jembatan lapuk dimakan usia, kemudian ambruk setahun lalu. Kini, yang tersisa cuma kawat.

“Sudah lama diketahui pemerintah (Kabupaten Bone), hanya saja sepertinya tidak begitu digubris,” kata warga Kahu, Ahmad Bare, saat dihubungi detikcom, Kamis (12/3/2015).

Setiap pagi anak-anak SD Inpres 657 Hulo, Kec. Kahu, meniti jembatan kawat tersebut. Rombongan siswa harus antre, karena kawat tersebut diperkirakan hanya mampu menahan 5 siswa SD. Mereka nekat menyeberang, karena jika melalui jalur darat dengan sepeda motor harus memutar sejauh 30 km.

“Sekolahnya di desa seberang, jadi terpaksa harus lewat itu (kawat),” tutur Ahmad.

Jembatan tersebut mungkin bukan satu-satunya di Indonesia yang kondisinya mengenaskan. (Detik.com).

  41 Responses to “Mau Pintar ?. Lewati Dulu Jembatan Kawat”

  1.  

    Wot munuju puncak

    •  

      Inilah jembatan menuju kesuksesan. Berakit” kehulu berenang ketepian. Nuntut ilmu sambil mengasah ketangkasan.

    •  

      Heyyyaaaa… FOTO nya keren !

      Mana Neeh Anggota2 DPR RI/ DPRD itu?, Bayangkan Kalau ITU ANAK ANDA SENDIRI !
      Misal, kalau ada yg Jatuh,
      Bagaimana Reaksi Istri anda?.. Apakah dia Cuma akan Bilang “WOOOW” gitu?

      •  

        mungkin kata anggota yang terhormat : “ngapain ngurus beginian yang tidak ada untungnya. lebih baik ngurusin ups yang gede marginnya” hahahaha

        •  

          xixixi, Mungkin Betul Bung, Toh Nggak Balik Modal kampanye Juga ngurusin Jembatan untuk Anak2 Sekolah. munkin itu pikiran “anggota2 yang terhormat” itu.

          Mulai Kemarin tuh barang udah ganti Nama jadi “USB” Bung!
          haji LULUNG maksa bgt begitu, klo nggak mau, ntar bakal di laporin ke Bareskrim. 😛

          •  

            @Vantura..
            Ya Begitulah, Budaya Balik Modal Sdh Menjadi Kebiasaan Buruk..!

            1.Biaya Nyogok Tuk Jadi Kepsek Sendiri Sudah Rp.75 Jt Lebih, Apalagi Kepala Dinas nya, Weww
            2.Masuk TNI,POLRI sudah diatas Rp 50 Jt. , blom bsk minta jabatan.. wew…
            3.Biaya Nyogok Tuk Jadi PNS Pemda Rp.50 Jt Lebih., blom buat naik Jabatan…. woow..
            4.Nyalon Anggota DPRD .. Diatas Rp.1M , DPR-RI ? Huh…
            5.Nyalon Walikota .. 10M lebih
            6.Nyalon Gubernur .. 100M lebih ( kadang Partai yg Bayar dlu, Tapi besok Dia Wajib Setor Balik ).

            Siapa gi Yg mau Menambahkan?

          •  

            “USB” itu mungkin kode untuk badan pemeriksa kali bung. maksudnya “Udah Sonoan Bubuk (Tidur)” yang penting dapat salam tempel. hahahaha

      •  

        Assalamualaikum wr.wb.
        mending dananya untuk partai saja
        lumayan 1T (1000.000 nya 1000.000 orang :mrgreen:) kalau kurang kan bisa nambah :mrgreen:

        •  

          Heyyaaaaa , Jalur Lubang Korupsi Baru…Neeh.

          dulu , Jalur Nyari Modal tuk Partai
          mulai dari Pengalihan Fungsi Lahan, Kong Kalikong Project Pemrov dan Nasional.

          Bakal Makin Subur Spt nya.
          Saya tahu, Katanya bakal diawasi BPK, Tapi tetap saja, Section project terkecil saja masih Bobol, Bagaimana Scope Project yg besar spt ini, BPK sendiri terbatas kapasitasnya .
          Pastinya , Kasus “USB” siluman akan sering Muncul ! who Know…

    •  

      Sebenarnya ini Adalah :
      1. Dampak Kurang nya Pemimpin untuk Mau Turun Ke Tengah rakyat (Blusukan), Mungkin ada yg alergi juga dengar kata Blusukan, malez di bilang pencitraaan 😛 ,
      Padahal ini sesuatu yg dibutuhkan Rakyat, bahwa Pemimpin nya EXIST.

      2. Masih ada ABS, “asal bapak senang” di lingkungan Staf2 kepala daerah, mrk malez melaporkan hal2 yg di kemudian hari dia akan sibuk kerja akan laporan nya tsb, saran saya:”Tendang saja Staf2 Unproduktif spt ini” , cek juga proses Recruitement nya dulu. ( Nepotisme ).

      3. Pada Berapa Daerah, Ada Kepala Daerah yg Cuma Sibuk Mencari Balik Modal yg sudah di keluarkan Saat2 Kampanye dulu, dan cuma mau Kerja kalau ada Project2 besar yg menguntungkan dia ( Nyari transferan an Supplier).

  2.  

    penuh perjuangan anak kita yg mau sekolah,,

  3.  

    Pemdanya tutup mata ya begini jadinya

  4.  

    Seperti inilah fungsi media seharusnya. Membuka fakta2 miris seperti ini semoga akan membuat pemerintah dan masyarakat tertampar mukanya dan segera membuat jembatan baru yang lebih baik dan kokoh. Ingat, anak2 ini adalah generasi penerus kita, sudah selayaknya diberikan fasilitas yang jauh lebih baik. Seharusnya pemerintah daerah dan pusat malu dengan kegigihan mereka menyabung nyawa demi menimba ilmu..!!

    •  

      Benar bung, trenyuh hati melihat foto tsb..
      Seharusnya pemda cpt bertindak membuat jembatan baru..tidak harus besar.

      Sebaiknya jg ada peran aktif swadaya masyarakat..bikin dulu jmbatan bambu yg bahannya pasti banyak disana. Kalo tdk tahu caranya bisa konsultasi ke konsultan bangunan atau pemborong. Saya yakin konsultan bangunan akan memberikan saran dgn biaya minim atau bahkan gratis stlh lihat anak anak yg lg bergelantungan di kwt tsb..
      Lumayan jmbatan bambu bisa bertahan setahun atau dua tahun sambil nunggu jembatan dr pemerintah..
      Yang penting anak anak ke sekolah bisa aman di perjalanan brgkt dan pulang

  5.  

    Keterlaluan!!!

  6.  

    hal ini pun terjadi di prop. banten !

    •  

      Konyol nya lagi pemimpin daerah kab. Lebak, Banten malah menyalahkan rakyat sekitar dgn alasan menggunakan jembatan gantung sebelumnya melebihi kapasitas, ……….. lalu kenapa tidak dibangun jembatan penyebrangan yang memadai ………. dasar pemimpin daerah koplak, tdk tahu malu …… !!!

    •  

      pihak pemda harus bertanggung jawab dan dituntut di muka hukum !

    •  

      metro news 14/03/2015 :
      ” anak tsb bernama SURDI menderita patah tulang punggung, masih tergolek lemah di rumahnya yg sangat sederhana karena tidak mempunyai biaya untuk berobat ”
      PEMDA dimana tanggung jwb nya ……… ???

  7.  

    Belajarlah yang pintar nak,kelak kamu yang akan memimpin negara ini,jika kamu sudah sukses ingatlah akan kesederhanaan, jangan seperti para pejabat yang selalu tidak puas dengan fasilitas negara yang telah diberikan.Urip mung ngampung ngombe,dunia ini hanya persinggahan sementara

  8.  

    saya sangat terenyuh liat anak yang semangat sekolah dgn kondisi seperti itu ?
    mereka adalah tunas bangsa generasi penerus. hal ini byk terjadi dimana2 tetapi pemerintah tutup mata dan nuraninya tdk tersentuh? liat&tidak berbuat? mana bisa maju negeri ini kalau seperti ini! slogan dan janji-janji aja. tiada terbukti

  9.  

    mberebes milih….

  10.  

    akan jadi sebuah kisah inspiratif kelak kalau ada yang sukses di antara mereka,, semoga

  11.  

    1 T dari pada buat partai mending buat bangun desa tertinggal, ini salah satu contohnyaa..
    miriis yaa para pemimpin kita..

  12.  

    Bagaimana pemerintah daerah ,apakah tidak malu dengan keadaan ini? Saya usulkan pemerintah daerah yang tidak berhasil membangun daerahnya di tarik saja hak otonominya oleh mentri dalam negri.Atau di beri sangsi.

  13.  

    Maaf,……….terlalu nafsu melihat kondisi negara kita seperti ini.

  14.  

    Anak sekecil itu di paksa lewati kawat..demi satu impian yg kerap ganggu tidurmuu…

  15.  

    Ck ck ck miria.bener .. knp yg beginian sampai lolos dr peri perhatian pemerintah .. anak2 rela di biarkan menyabung nyawa demi pendidikan. Klo udh besar lolos test masuk tentara nih kayaknya..

  16.  

    Padahal Presiden udah ganti, Dewan dah ganti, menterinya juga sudah ganti tpi kok pemandangan seperti Foto diatas masih tetap ada
    Ya mau gmna lagi klo pikiran pejabatnya cuman duit doank…itu yg diluar jawa lah sekolah yg di Ibukota saja butuh bantuan perbaikan malah dananya dipake buat beli UPS milayaran rupiah ckckck TERLALU

  17.  

    Nggak bakalan bg.Sdh tua,sdh sepuh,sdh enak dijakarta.Sdh males lihat kampung halaman.Sama ucapan sendiri aja sering lupa,apalagi kampung yg jauh.

  18.  

    kok belum ada yg nulis balesan komen ginian” apa yg telah kamu buat untuk negeri ini”

  19.  

    @Bung Margasira.
    Ttg: “Kadang ini dilema, untuk bangun jembatan seperti itu butuh dana 1m, yg di lewati hanya 20 orang”, kira2 pemerintah bangun yg mana dulu?…”
    ===========
    Untuk Jembatan Kawat Sling , dgn Design Safety Tidak Harus Berbiaya Hingga 1M,
    Saya pernah membuatnya Untuk penyebrangan sungai Di Bekasi, Biayanya kurang lebih 150 Jt An.
    Dengan Panjang 20 Meter, Lebar 1 Meter. Dgn Deck Plat Bordes Sus 304.
    sepeda motor sudah bisa lewat. Ratusan org Penggunanya perhari/ buruh pabrik.
    Sampai Skr sudah 5 tahun Kokoh. Umur Jembatan Max bisa 30 Tahun Lbh,
    Kalau menggunakan Kawat Sling nya Stainless 316.
    Biaya Tsb, Tidak Dihitung Biaya Pekerja, hanya Konsumsi saja, Krn Kami Sukarela.
    Mungkin Klo ikut dihitung Ttl 200Jt an u/ 5 Org, Juga No-MarkUp.

    Kunci biaya murah nya ya Dari Barang2 tsb, Beli Dari Supplier Utama Brg, Jgn Lewat makelar.
    Downgrade Barang juga bisa murah, tapi Safety Turun.

    Btw, KalauJembatan FIX atau Jembatan Bailey, Sudah tentu Biaya nya Lebih Mahal,
    Krn Harga Baja nya, untuk kasus ini di kesampingkan saja Dulu.
    Karena MAHAL belum tentu Efektif.

    •  

      Nah, bung Margasira dapat menghubungi bung Ulil.

      Semoga tercipta efisiensi dan efektivitas dana dan ujungnya dana terserap dengan baik dan menghasilkan banyak sekali daerah terbangun infrastrukturnya dengan dana sejumlah tersebut.

  20.  

    Jika pemdanya cukup kreatif, maka mereka bisa minta bantuan ke pemerintah pusat bung. Karena jika kita bicara pasar, jembatan, sekolah, irigasi, jalan raya itu masuk kedalam infrastruktur yang pembiayaannya di APBN dinaikkan secara drastis oleh pemerintah seiring pencabutan subsidi BBM.

  21.  

    Jembatan sampai 1 M itu bagus, ditempat saya cukup dengan 500jt sdh bisa dilewati mobil pick up asal jangan truk sawit atau karet saja

  22.  

    ini lah penyebabnya klo negeri koropsi……….

  23.  

    monggo para sesepuh yg punya koneksi di daerah tersebut ya minimal koramil untuk kerja bakti membangun jembatam , yach minimal bisa layak.buat jalan kaki anak2 tersebut. mohon batuan nya sesepuh

  24.  

    Sebenarnya secara tidak langsung hal yg seperti ini yg membuat generasi kita menjadi tangguh , tahan banting dan militan , coba anda bayangkan sampai segitu nya mereka berjuang menuju ke sekolah dan coba anda bandingkan dengan yg berfasilitas lebih baik

  25.  

    yg kya2 begini nih saat dewasa bagus jadi TNI/polri atw penjabat.lebih militan…..& tau yg nmax susah

 Leave a Reply