MBDA Aster-30 Singapura Kini Telah Beroperasi

24
45
Sistem pertahanan udara jarak menengah, MBDA Aster-30. © Georges Seguin via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Singapura telah mengumumkan pertama kalinya bahwa mereka telah mengoperasikan sistem pertahanan udara jarak menengah MBDA Aster-30 yang telah dipesan pada akhir musim panas 2013, seperti dilansir dari Defense Aerospace.

Menteri Pertahanan Singapura Ng Eng Hen telah mengkonfirmasi pengiriman sistem pertahanan udara jarak menengah tersebut dalam sebuah pidato dihadapan komite pertahanan parlemen tanggal 2 Maret.

Ng Eng Hen mengatakan bahwa MBDA Aster-30 adalah sistem pertahanan udara yang digunakan oleh militer maju seperti Prancis dan Italia. Kemampuan Aster-30 berkali-kali lebih kuat daripada sistem pertahanan udara berbasis I-Hawk saat ini.

“Sistem Aster akan memungkinkan kita untuk melawan banyak ancaman secara bersamaan dan dari jarak yang lebih jauh. Ini akan melengkapi sistem Spyder yang telah kita operasikan dan bersama-sama, mereka akan menyediakan perisai pertahanan udara berlapis”, jelas Ng Eng Hen.

Sebuah lembar fakta tentang Aster-30 diterbitkan pada waktu yang sama di situs web Kementerian Pertahanan Singapura.

Sistem jaringan pertahanan udara generasi ke-3 Angkatan Udara Singapura. © Singapore MoD

Pada saat itu juga, CEO MBDA Eropa, Antoine Bouvier, mencatat bahwa Aster-30 telah dipilih oleh Singapura mengalahkan sistem pertahanan udara Amerika dan Israel berkat “kinerja” dan juga “harganya”.

“Langit kita akan lebih terlindungi dengan sistem persenjataan canggih, kita juga baru saja menambahkan sistem pertahanan udara Aster-30”, kata Ng pada tanggal 2 Maret.

Meskipun Aster-30 baru saja dikirim, kemungkinan itu akan menjadi bagian dari sistem Island Air Defense (IAD) Angkatan Udara Republik Singapura (RSAF). Jaringan IAD yang mencakup seluruh wilayah Singapura (seluas 966 km per segi), menghubungkan semua senjata RSAF dan sensor pertahanan udara, termasuk jet tempur, sistem pertahanan udara dan radar.

24 KOMENTAR

    • Kyknya yg lama setting dan sdmnya bung…, hikmah buat pemangku kepentingan negeri ini, sdh jgn berputar putar issue dalam negeri saja…

      Marilah berorientasi “luar” ,lihatlah negara tetangga sdh pada menyiapkan diri semua dan bahkan berhitung proyeksi ancaman luar..

      Marilah lengkapi dengan pengawasan paling luar ” pagar”ini. Bila perlu beli s400 tanpa berputar putar deal maupun issue.
      Niscaya negeri ini perlahan tapi pasti disegani

      Cmiiw