Mar 232017
 

Rudal anti kapal Sea Venom yang terpajang di stan MBDA dalam pameran LIMA 2017 di Langkawi, Malaysia. (© Navy Recognition)

Pada pameran Langkawi International Maritime & Aerospace saat ini yang diselenggarakan di Malaysia, MBDA menggunakan simulator pada stan tersebut untuk menjelaskan bagaimana rudal anti-kapal Sea Venom mampu menambah kekuatan nyata untuk helikopter militer dari angkatan laut modern saat ini, seperti dilansir dari Navy Recognition.

MBDA saat ini sedang dalam tahap lanjutan dari mempersiapkan senjata baru, menampilkan keunggulan teknologi terbaru, untuk memenuhi persyaratan dari angkatan laut Inggris dan Perancis untuk meluncurkan rudal anti-kapal masa depan melalui helikopter.

Dengan berat sekitar 100 kg, rudal ini adalah pengganti untuk rudal anti kapal Sea Skua dan AS 15TT dalam portofolio produk MBDA yang segera mendekati akhir masa pelayanan mereka. Rudal Sea Skua digunakan oleh beberapa angkatan laut didunia, termasuk Angkatan Laut Malaysia pada helikopter Super Lynx-nya, sementara rudal AS15TT digunakan pada helikopter Panther yang dioperasikan oleh militer Timur Tengah.

Senjata baru ini akan melengkapi helikopter baru Inggris yaitu RN AW159 Wildcat serta helikopter Angkatan Laut Perancis (di mana senjata tersebut dikenal sebagai ANL).

Perdana Menteri Malaysia, Nazib Razak ditemani Kepala Staf Angkatan Laut Malaysia, Laksamana Dato Abdul Ghani menunjukkan minat yang besar pada Sea Venom di stan MBDA. (© Navy Recognition)

Dengan helikopter Lynx yang tinggal beberapa minggu lagi pensiun, Angkatan Laut Inggris melakukan penembakan akhir rudal Sea Skua diatas Samudera Atlantik pada awal bulan Maret.

Sea Venom adalah rudal subsonik, mampu melakukan sea skimming dengan jangkauan 20 kilometer yang dirancang untuk memberikan efek mematikan yang tinggi terhadap satu set target yang luas termasuk korvet dan FIAC (Fast Inshore Attack Craft). Rudal ini memiliki beberapa mode serangan termasuk serangan vertikal dari atas ke bawah. Dilengkapi data-link komunikasi dua arah berkecepatan tinggi untuk mengirimkan gambar IR, yang “terlihat” oleh sensor pencari rudal, dan dapat dimonitor oleh operator.

Oleh karena itu, sebagai tambahan untuk memulai serangan otonom, operator dapat juga memonitor aksi atau bahkan tetap mengendalikan rudal selama durasi penuh penerbangannya. Dengan pemilihan poin tujuan, operator dapat memutuskan apakah akan menghancurkan target atau cukup melumpuhkannya saja.

Bagikan Artikel:

  37 Responses to “MBDA Demonstrasikan Serangan Mematikan dari “Sea Venom””

  1. soer

  2. eh sore

  3. Seor

  4. pertamax?

  5. Eh reso

  6. Hihihi mukanya si pak Najib kaya orang bingung

  7. bagusan mana.. sea venom. sama umkotok..

  8. Najis botak mau korup tu rudal.

  9. Indonesia pasti beli

  10. 4 PKR KITA yg lainkira pake vls sam apa? harus diatas nya mbda mica sebgai efek gentar buat asm diatas

  11. Produsen rudal gak ada ruginya ya! Gak dipake perang tetap aja kadaluarsa dan selalu mengeluarkan model yg baru sehingga konsumen rudal mau tidak mau ketergantungan harus beli varian yg lebih baru.

 Leave a Reply