Mar 102018
 

Konsep rudal anti kapal (AShM) Sea Venom/ANL buatan MBDA. © Tiraden via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – MBDA kabarnya telah meluncurkan sebuah studi internal untuk mengevaluasi penerapan rudal anti-kapal ringan Sea Venom/Anti-Navire Leger (ANL) yang diluncurkan dari permukaan, untuk digunakan sebagai solusi pertahanan pesisir berlapis, seperti dilansir dari laman IHS Jane.

Di danai bersama oleh pemerintah Perancis dan Inggris, Sea Venom/ANL adalah rudal anti kapal 100 kg subsonik berkemampuan “sea-skimming” yang dikembangkan oleh MBDA untuk memenuhi kebutuhan Angkatan Laut Inggris dan Prancis.

Dalam layanan Angkatan Laut Inggris, rudal Sea Venom diberikan mandat berdasarkan persyaratan sebagai Future Anti-Surface Guided Weapon untuk melengkapi helikopter Wildcat HMA2 dan akan menggantikan rudal anti-kapal Sea Skua. Sementara itu dalam dinas Angkatan Laut Perancis, rudal tersebut rencananya akan digunakan melengkapi platform Helicoptere Interarmees Leger (HIL-Joint Light Helicopter).

Rudal Sea Venom/ANL ini menggabungkan pencari pencitraan inframerah (IIR), sistem panduan navigasi inersia lanjutan, datalink dua arah kecepatan tinggi dan hulu ledak penembus lapis baja atau fragmentasi seberat 30 kg.

Panduan laser semi-aktif (SAL), jika diaktifkan, akan memungkinkan keterlibatan target di luar garis pandang bersamaan dengan penunjukan laser pihak ketiga.

“Sistem ini didasarkan pada konsep ‘fly-over-the-loop’ yang inovatif, dengan menggunakan kecerdasan buatan canggih, rudal tersebut bisa memanfaatkan mode tembak dan lupakan yang sepenuhnya otonom”, tutur juru bicara MBDA.

Ia menambahkan bahwa hak ini memungkinkan antarmuka operator untuk melakukan penargetan ulang dalam penerbangan, koreksi dan penyempurnaan target serta dapat membatalkan serangan dengan aman.

Didukung oleh paket propulsi penopang/pendorong dan juga penopang tengah roket, mampu memberikan rudal Sea Venom/ANL jangkauan maksimum lebih dari 20 km.

“Rudal Sea Venom tersebut telah dirancang terutama untuk diluncurkan dari platform udara”, kata Christophe Leduc, CEO Naval Defense Systems, MBDA.

Berbagi

  35 Responses to “MBDA Inginkan Sea Venom Jadi Platform Pertahanan Pesisir”

  1.  

    si venom ini bukannya si sepiderman

  2.  

    Indonesia Pilih Yakhont & Kalibr Utk Kasel & KCR

  3.  

    Bakal laris manis jgkah dipasar senjata?

  4.  

    Kenapa ya indo tdk membeli tomahawk gen 1 padahal itu rudak bagus dan awet , mudah maintenancenya ketimbnng yakhont dan kalibr, beli 100 biji pasang di platform truk sbg pertahanan pesisir dan korvet

    •  

      kenapa nggak beli minuteman3 sekali bung,
      hahaha… ya jelas nggak di kasihlah bung+ kemahalan untuk ukuran kita.

    •  

      Hlah. Emang Mau Gitu Kongres AS Beri Ijin. 😛 Setau Saya Tomahawk Cuma Di Jual Ke Royal Navy. Toh Lagian Suriah Sudah Membuktikan Bahwa Tomahawk Masih Belum Sepadan Ama Kalibr. Dan Nyatanya Yakhont TNI AL Sampe Sekarang Masih Belum Expired. Toh Lagian Itu Harga Tomahawk Jg Lebih Mahal Di Banding Kalibr. Dan Untuk Coastal Defense Sebaiknya Bastion Yg Di Pilih. Kenapa Karena Lebih Hemat Dan TNI Sudah Punya Amunisinya Dan Range Dari Bastion Sudah Termasuk Paling Jauh Di Bandingkan Dgn Yg Sejenis.

    •  

      Nah disini sya kurang paham awet yg mana..yg pasti terbukti..rudal S200..itu teknologi 1960an..dan masih bisa aktif sampai sekarang…saya jadi inget punya kita dijamannya pak karno,punya SAM menengah dr rusia kog gak aktif, mungkin sengaja dipreteli..karena rezim kala itu..kan seangkatan sama S200 ini..maaf setahu saya..mungkin..ada yg lebih tahu..

      •  

        Itu S-75 Cuma Tinggal Replikanya Di Museum Dirgantara.

        •  

          Apakah itu berarti yg aslinya udah di pake, bung Jimmy? 😛 hihihi

          Padahal di Yaman itu masih bisa dioprek-oprek lho

          •  

            Hahaha. Ya Mana Saya Tau Tho. Lha Wong Saya Brojol Di Akhir Orba. 😆

          •  

            Koq bisa telat sih bung Jimmy? Apa kemaren kehabisan tiket ya? 😆 wkwkwkw

          •  

            nah, itu kenapa mig-21 gak di oprek aja? di reverse-engineering buat praktikum

          •  

            Sebenarnya Itu Mig-21 AURI Di Re-Engineering Bung. Tapi Yg Ngelakuin Re-Engineering Itu US dan Itulah Sebabnya Kita Di Embargo Besar-Besaran Ama USSR.

          •  

            klu bercerita tentang alutsista yg di hapus jaman orba itu, wah..nggak bilang dgn kata2 bung..itu sejarah yg sangat menyedihkan buat bangsa kita bung, nggak habis fikir, itu yg paling besar KRI IRIAN hilang di buang amerika enta kemana. data sy cr sampai skrng nggak ketemu2.

    •  

      Tomahawk??? kemarin di Suriah dari 59 yang berhasil ditembakan hanya 23 yang mencapai sasaran, 36 tidak ketahuan rimbanya… tidak bisa melumpuhkan bandara dan hasil seranganya juga ga signifikan… harganya super mahal pula…

      •  

        itu karena yg 36 masih di dalam rimba, gak tau jalan keluar… mungkin belum punya GPS 😆 hihihi

        Atau mungkin terjaring razia polisi Suriah, karena rudalnya negbut sambil liat GPS 😆 wkwkwkw

  5.  

    Pake rudal petir

  6.  

    Rudal tomahawk gen 1 lbh murah ketimbnng yakhont dan kalibr, yg gen 1 ya

 Leave a Reply