MBDA Inginkan Sea Venom Jadi Platform Pertahanan Pesisir

35
7
Konsep rudal anti kapal (AShM) Sea Venom/ANL buatan MBDA. Β© Tiraden via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – MBDA kabarnya telah meluncurkan sebuah studi internal untuk mengevaluasi penerapan rudal anti-kapal ringan Sea Venom/Anti-Navire Leger (ANL) yang diluncurkan dari permukaan, untuk digunakan sebagai solusi pertahanan pesisir berlapis, seperti dilansir dari laman IHS Jane.

Di danai bersama oleh pemerintah Perancis dan Inggris, Sea Venom/ANL adalah rudal anti kapal 100 kg subsonik berkemampuan “sea-skimming” yang dikembangkan oleh MBDA untuk memenuhi kebutuhan Angkatan Laut Inggris dan Prancis.

Dalam layanan Angkatan Laut Inggris, rudal Sea Venom diberikan mandat berdasarkan persyaratan sebagai Future Anti-Surface Guided Weapon untuk melengkapi helikopter Wildcat HMA2 dan akan menggantikan rudal anti-kapal Sea Skua. Sementara itu dalam dinas Angkatan Laut Perancis, rudal tersebut rencananya akan digunakan melengkapi platform Helicoptere Interarmees Leger (HIL-Joint Light Helicopter).

Rudal Sea Venom/ANL ini menggabungkan pencari pencitraan inframerah (IIR), sistem panduan navigasi inersia lanjutan, datalink dua arah kecepatan tinggi dan hulu ledak penembus lapis baja atau fragmentasi seberat 30 kg.

Panduan laser semi-aktif (SAL), jika diaktifkan, akan memungkinkan keterlibatan target di luar garis pandang bersamaan dengan penunjukan laser pihak ketiga.

“Sistem ini didasarkan pada konsep ‘fly-over-the-loop’ yang inovatif, dengan menggunakan kecerdasan buatan canggih, rudal tersebut bisa memanfaatkan mode tembak dan lupakan yang sepenuhnya otonom”, tutur juru bicara MBDA.

Ia menambahkan bahwa hak ini memungkinkan antarmuka operator untuk melakukan penargetan ulang dalam penerbangan, koreksi dan penyempurnaan target serta dapat membatalkan serangan dengan aman.

Didukung oleh paket propulsi penopang/pendorong dan juga penopang tengah roket, mampu memberikan rudal Sea Venom/ANL jangkauan maksimum lebih dari 20 km.

“Rudal Sea Venom tersebut telah dirancang terutama untuk diluncurkan dari platform udara”, kata Christophe Leduc, CEO Naval Defense Systems, MBDA.

35 COMMENTS

  1. Kenapa ya indo tdk membeli tomahawk gen 1 padahal itu rudak bagus dan awet , mudah maintenancenya ketimbnng yakhont dan kalibr, beli 100 biji pasang di platform truk sbg pertahanan pesisir dan korvet

LEAVE A REPLY