Media China Anggap Kemampuan Siluman Su-57 Masih di Bawah Standar

JakartaGreater.com – Amerika Serikat memperkenalkan dunia pada konsep pesawat tempur generasi kelima yang stealth beberapa puluh tahun yang lalu ketika F-22 pertama kali terbang ke langit.

Sejak saat itu AS tetap menjadi yang terdepan dalam generasi fighter baru ini, tetapi upaya dari Rusia dan Cina untuk menutup celah kemampuan ini telah menghasilkan kompetisi pada pesawat tempur generasi kelima, lansir Sofrep.

Hari ini, ketiga negara mengklaim memiliki armada generasi lima yang operasional. Tetapi hanya Amerika Serikat yang memiliki jumlah armada yang cukup besar untuk benar-benar beroperasi dengan sangat baik.

J-20 China dan Su-57 Rusia hanya dikembangkan dalam jumlah yang sangat kecil, kurang dari 20 pesawat.

Khusus pada Su-57 Rusia, memiliki garis waktu pengembangan yang bermasalah. Awalnya adalah usaha patungan antara Rusia dan India, sampai para pejabat India memutuskan untuk keluar dari program tersebut karena menganggap Su-57 memiliki kekurangan sebagai jet “siluman” , dan tidak benar-benar stealthy. Terlepas dari klaim Rusia, tampaknya pihak Rusia belum menguasai seni produksi massal panel pesawat dengan toleransi yang cukup ketat untuk mengurangi pembalikan radar, sehingga menjadikan Su-57 tidak lebih “tersembunyi”.

China memiliki sejarah panjang dalam membeli (dan mencuri) desain kerangka udara dari negara lain – terutama Rusia. Faktanya, Tiongkok baru-baru ini membeli armada kecil yang mungkin merupakan jet tempur terbaik Rusia yang sebenarnya, generasi 4 yang sangat bermanuver, Su-35.

Hubungan militer yang telah berlangsung lama, meskipun kadang-kadang kacau, telah mendorong banyak orang untuk bertanya-tanya apakah Cina mungkin tertarik untuk membeli Su-57 juga. Rusia tentu akan bersemangat untuk memenuhi pesanan seperti itu, karena akan mendapatkan suntikan dana ke dalam program Su-57 sehingga dapat membantu menurunkan harga Su-57. Namun, analisis baru-baru ini yang diterbitkan oleh outlet media milik pemerintah Cina, Chinamil.com, tampaknya akan membuyarkan harapan Rusia akan pembelian dari Cina.

“Su-57, jet tempur generasi kelima Rusia yang sebanding dengan J-20 China dan F-22 AS, dianggap bukan jet tempur generasi kelima sejati karena kemampuan silumannya di bawah standar, ” tulis media Tiongkok.

Mengutip dari beberapa pengamat militer, media itu menyatakan minimnya fitur siluman Su-57 membuatnya kalah dari jet siluman Cina dan AS.

“Tiongkok memiliki tradisi panjang dalam membeli pesawat tempur Rusia, yang baru-baru ini disorot oleh kesepakatan Su-35,” tulis Chinamil.com. “Tapi ketika negara mengembangkan jet tempur generasi kelima, tidak perlu membeli atau bahkan belajar dari ‘Su-57 yang di bawah standar’.”

Namun itu bukan berita buruk bagi Su-57, karena menurut para analis Cina, Su-57 masih bisa efektif dalam pertempuran melawan jet tempur Amerika yang lebih maju. Dengan nozel mesin yang fleksibel pada Su-57 akan memberikannya keunggulan manuver akrobatik. Apalagi dikombinasikan dengan rudal jarak jauh next-gen yang akan dimiliki China.

“Memiliki desain aerodinamis yang inovatif dan mampu mendorong kontrol vektoring, Su-57 sangat mementingkan kemampuan jelajah supersonik dan kemampuan manuver yang super, dan stealth secara sengaja menjadi prioritas kedua,” kata Wang Yongqing, kepala desainer Shenyang Design Institute, seperti dikutip dalam tulisannya. “Konsep pertempuran udara AS generasi berikutnya menekankan di luar serangan jangkauan visual, tetapi rudal yang mampu memberikan serangan seperti itu harus melakukan perjalanan jauh, memberi waktu yang cukup lama bagi Su-57 untuk membuat manuver super dan menghindarinya.”

Perlu dicatat bahwa Cina juga berjuang untuk memberikan mesin yang tepat untuk J-20 dan yang saat ini masih terbang dengan menggunakan mesin AL-31 yang bersumber dari Rusia.

Rusia mengklaim bahwa rangkaian produksi pertama Su-57 akan dikirimkan pada akhir tahun ini. Namun kerangka waktu ini tampaknya semakin tidak mungkin karena kini sudah memasuki akhir bulan November.

14 pemikiran pada “Media China Anggap Kemampuan Siluman Su-57 Masih di Bawah Standar”

  1. Marah karena gak disetujui impor mesin Saturn 41AL utk pespur siluman mereka oleh Rusia……xicixicixicixicixicixi.
    Sementara mesin pespur stealt China tdk bisa memberikan daya dorong maksimal bagi pesawat utk bermanuver maupun lepas landas dr kapal induk.

    • China hanya fokus pd siluman cetakan amerika yg silumannya berasal dr ilmuan russia peter ufimtsev, jd jk su 57 siluman hadir brbeda dr siluman amerika? Tentu ini yg mmbuat china bingung, krna china hanya tau siluman amerika sedangkn china tdk tau siluman russia krna su 57 lbh siluman dr yg lainnya
      😆

  2. China goblok efek dr hoby menjiplak jdnya hanya fokus pada satu kemampuan,,,kenapa rusia berani memproduksi su57 dan menyatakan bahwa su57 pespur siluman terbaik???? Perbandingan simplenya aja’ su35s belum tentu kalah menghadapi j20 atau pun f22 karena kemapuan tempurnya yg mampu melakukan segala jenis pertempuran termaksud mampu mendekati lawannya yg pespur siluman untuk mendapatkan jarak tempur untuk melakukan dogfight’ apa lagi bila j20 dan f22 ketemu su57 yg jelas kemampuannya diatas su35 dalam segala hal???? Ya kemampuan su57 sedikit kurang sempurna tp sebelum j20 atau pun f22 mampu mendeteksi su57 tu pespur su57 udah nguntit dibelakan j20 atau pun f22, mesin izdeliye 30 sebenarnya sudah tuntas mereka kembangkan tp bukan untuk su57 export tp untuk su57 yg mereka gunakan’ mesin izdeliye 30 ini sangat2 fleksibel dan fullpower dengan daya dorong 39.566 pon yg kecepatannya dan kemampuan terbang tingginya diatas kemampuan mesin saturn al-41f1 yg digunakan su35s’ begitu jg mesin f22 raptor yg kemampuan mesinnya hanya memiliki kemampuan daya dorong 35.000 pon, untuk pespur su57 export mereka menggunakan mesin saturn al-41f1 tp keuntungannya su57 jauh lebih ringan dr su35s karena banyak menggunakan material komposit, terus apa yg diharapkan dr j20 china yg gagal terus mengembangkan mesin saturn Al-31fp ditambah bandan j20 yg bongsor akan membuat j20 hanya jd rongsokan besi bila ketemu su57,,,,intinya kemampuan satelth yg sempurna tidak akan menentukan pertempuran udara, tohnya perkembangan kemampuan radar saat ini begitu pesat yg artinya dalam 10 tahun kedepan kemampuan satelth tidak akan berguna lg.

  3. Klaim bahwa kemampuan siluman pespur su57 dibawah standar hanyalah klaim sepihak media china bukannya klaim pemerintah cina karena banyak senjata yg dimiliki cina dibeli dari rusia misalnya saja pespur su35,sistem hanud S400, kasel kilo class,kapal destroyer sovremenny class dll tanpa takut diberi sangsi oleh amerika.lagi pula media china yg merendahkan su57 mungkin saja ingin mengadu domba hubungan antara cina dan rusia yg sdh berjalan cukup baik.

    • Dulu pernah baca info entah di jkgr atau formil lainnya bahwa target RCS su-57 oleh Russia memang tidak menjadi prioritas dikarenakan:

      1. Pengembangan Su-57 visinya adalah sebagai hunter dan killer F-22, sehingga yang diutamakan adalah daya endus radar dan sensor-sensornya.

      2. Russia bukan negara kampungan childish yang suka kepo terhadap negara lain seperti Amerika, maka tidak perlu menyelundupkan mesin perangnya untuk memata-matai negara lain sebegitu gencarnya seperti mamarika dan mamarini.

      3. Dalam waktu tidak sampai 1 dekade kedepan, fungsi siluman sama sekali tidak berguna karena pengembangan bermacam radar pengendus dan penjejak. ditambah IRST yang semakin sempurna dan semakin jauh, maka F-35 akan buru-buru dipensiunkan sebelum purna bhaktinya karena ini bukan pesawat tempur tapi sitting duck buat target latihan satpol pp dan hansip mencoba senjata baru anti pesawat jarak dekat.

      4. Makanya dana besar Russia sekarang justru sudah tidak lagi untuk pengembangan Gen-5, tapi melompat langsung ke Gen-6. Begitupun yang dilakukan Jerman-Perancis dan Inggris yang sudah banyak tau kelemahan Gen-5 terutama F-35.

      Demikian kura-kura ninja

  4. saya kira pesanan 70 unit SU 57 dr Angkatan Udara Rusia bukan hal yg main2 . Kadang dalam bisnis pespur digunakan media untuk menekan harga agar mendapatkan harga yg benar2 ideal . J 20 Chengdu atau Senyang FC 31 ( versi kapal induknya J20 ) yang telah menewaskan 2 orang pilot adalah bukti dari ketidak-benaran dalam hal penjiplakan mesin Saturn Izdeliye 30 .

  5. “Konsep pertempuran udara AS generasi berikutnya menekankan di luar serangan jangkauan visual, tetapi rudal yang mampu memberikan serangan seperti itu harus melakukan perjalanan jauh, memberi waktu yang cukup lama bagi Su-57 untuk membuat manuver super dan menghindarinya.”

    Semua argumen Media China tersebut di mentahkan oleh alinea ini ;

    F35 = terlalu mengandalkan BVR dan Stealth, mengorbankan manuver dan kecepatan dan biaya operasional.
    Rudal BVR sampai dengan saat ini hit record nya masih minim atau boleh dibilang Nol. Jarak yang jauh untuk mencapai target akan sangat rentan dihindari dengan Pespur dengan performa Kecepatan dan ceilling yang tinggi. Belum termasuk seeker Amram akan berhadapan dengan jamming yang semakin kuat.
    Semakin ada kesan bahwa F35 yang semula diproyeksikan Multirole, lebih menjadi ke Ground attack sahaja daripada air superiority.

    SU57 = memang sejak awal dinyatakan tidak 100% stealth karena tidak mau mengorbankan performance. Akan tetapi RCS 0,01 tetap saja sulit dideteksi dan target oleh Rudal BVR saat ini.

    Semua berpulang pada “definisi” generasi 5 yang diminati oleh masing-masing negara.

    • Kalo jarak jauh emang susah Bung SP. Nah, Kalo AMRAAM dipake pada jarak 50-65 km jelas pknya akan semakin tinggi, apalagi kemampuan IR musuh belum bisa lebih jauh dari 30-40 km. So, walopun H2H tetap akan lebih bagu probabiliti F-35. Tapi karena konsep beberapa tahun kedepan akan lebih mengandalkan UAV sebagai loyal wingman maka gak masalah mereka diajak duel jarak dekat lawan SU-57 karena biaya pembuatan UAVnya yg lebih rendah. Belum kalo bicara pake senjata energi kalo reaktor mini atau baterai super kuat udah selesai dibuat. Eropa malah baru nyiapin konsep itu di pespur generasi keenamnya sedangkan F-35 udah disiapkan untuk itu saat ini. Kalo Proyek buat F-35 udah siap sepenuhnya maka F-35 udah bisa masuk ke pespur gen-6 lewat keluarga varian mereka.

      • Strategi gimana pun tetep balik lg pertanyaannya apakah ada yg berani klaim mampu mengendus su57????? Us mengolok olok tp sebenarnya mereka pusing cari solusi yg bener2 tepat dan hanya rudal udara ke udara dengan sistem pencari panas yg positif bisa menglock on pespur berteknologi siluman, akan menjadi semakin rumit menghadapi su 57 karena drone okhtonik udah uji terbang yg akan jd tandem su57′ ini akan membuat sangat sulit mencari solusi yg tepat sehingga mau tidak mau dogfight tidak akan terhindarkan, ujung2nya mau gk mau teknologi satelth terbuang karena semua negara berlomba lomba kembangkan kemampuan radarnya masing2 yg ujungnya akan mengkombinasikan radar dan satelit untuk mempertajam mata radar dengan waktu yg sesingkat mungkin’ untuk 10 tahun – 15 tahun kedepan teknologi satelth hanya tinggal kenangan dan f35 hanya jd pespur latih karena kemampuan manuver dan jelajahnya yg sangat2 dibawah standard.

Tinggalkan komentar