Media China Ungkap Kekalahan Desain Jet Tempur Siluman ‘Snow Owl’

Jakartagreater.com – Pada kompetisi rancangan desain pesawat tempur generasi lima untuk People’s Liberation Army Air Force (PLAAF), untuk pertama kalinya telah diungkapkan secara resmi kekalahan desain J-20 ‘Snow Owl’ dari pabrikan Shenyang, lansir Alert5.

China Central Television (CCTV) telah memproduksi seri kedua dari film dokumenter Memory of Military Industry – dalam episode lima, yang mengambil subjek dari Shenyang J-11.

Dalam video itu di tampilkan galeri dengan model pesawat terbang di aula. Di dinding ada Shenyang Snow Owl, nama proyek Shenyang untuk pesawat tempur generasi ke-5 yang diusulkannya kepada militer.

Pesawat ini memiliki sayap delta ganda dengan tailplane dan penambahan sayap canard di bagian depan. Filosofi desain ini dirancang untuk mencapai kemampuan manuver lebih baik dari stealth.

Desain pesawat tempur siluman Shenyang ‘Snow Owl’ (image : Forum Kerbalspaceprogram)

PLAAF telah menetapkan persyaratan agar jet mampu melakukan serangan pada sudut serangan 60 derajat, mirip dengan F-22 Raptor. Untuk mencapai tujuan, perancang Li Tian memilih pesawat dengan tata letak tiga sayap. Dikatakan bahwa Shenyang Snow Owl memiliki sudut serangan hingga 65 derajat selama pengujian terowongan udara.

Namun, bentuk pesawat menyebabkan beberapa kelemahan. Pertama, pemilihan sayap delta ganda menciptakan reflektor yang memungkinkan pengembalian radar di bagian sayap terdepan. Juga dengan memiliki tiga set sayap, badan pesawat menjadi jauh lebih panjang dibandingkan dengan J-20. Ini menyebabkan bobot pesawat menjadi lebih berat dan mengharuskan penambahan pada tenaga mesin. Untuk mengurangi berat keseluruhan, para insinyur di Shenyang mengurangi ukuran radome radar. Hal ini menyebabkan ukuran radar Snow Owl lebih kecil dibandingkan dengan desain Chengdu yang akhirnya memenangkan persaingan.

2 pemikiran pada “Media China Ungkap Kekalahan Desain Jet Tempur Siluman ‘Snow Owl’”

Tinggalkan komentar