Mar 252019
 

Citra komputer jet tempur ringan JF-17 Thunder Angkatan Udara Myanmar © Trumpeter via Britmodeller

JakartaGreater.com – Perdana Menteri (PM) Dr Mahathir Mohamad mengatakan Malaysia dapat membeli pesawat tempur buatan China dan negara lainnya jika Uni Eropa mencoba “memiskinkan” negara dengan melarang minyak sawit dari Malaysia, seperti dilansir dari laman Free Malaysia Today.

Lebih lanjut, Dr Mahathir Mohamad mengatakan bahwa Malaysia tidak membutuhkan jet canggih karena “kami bukan orang yang suka berperang dan kami hanya membutuhkan pesawat Cessna”.

“Jika mereka (UE) terus-terusan mengambil tindakan terhadap kami lewat produk minyak kelapa sawit kami serta mencoba memiskinkan kami, kami harus berpikir untuk membeli pesawat terbang dari Tiongkok (China) atau negara lainnya. Mungkin sejumlah teknologi China bahkan lebih maju daripada teknologi di Eropa”, katanya.

Mahathir, yang baru saja kembali dari kunjungan resmi tiga hari ke Pakistan, mengatakan ia menyaksikan pesawat yang diproduksi oleh Pakistan, China dan Turki melakukan aksi aerobatik selama parade Hari Nasional negara itu.

Jet tempur multiperan JF-17 buatan Pakistan. © Shimin Gu via Wikimedia Commons

“Mereka terbang cuma berjarak 10 kaki satu sama lain, namun mereka melewati semua jenis manuver tanpa merusak formasi tersebut”, katanya, dan menambahkan bahwa dia terkesan dengan pertunjukan udara itu.

Mahathir mencatat bahwa UE telah membuat keputusan untuk menghentikan penggunaan minyak kelapa sawit dalam biofuel di antara negara-negara anggota. Dia juga mengatakan Uni Eropa berencana merancang undang-undang yang mengklasifikasikan minyak kelapa sawit sebagai bahan baku “berisiko tinggi” untuk emisi gas rumah kaca, padahal ada yang jauh lebih berbahaya yang terdapat pada teknologi mobil listrik mereka, terutama baterai yang menghasilkan bahan pencemar lingkungan.

Namun, dia mengatakan Malaysia tidak akan berhenti membeli produk UE. “Kami hanya akan mengurangi membeli produk dari mereka. Mungkin kita tidak akan membeli produk tertentu tetapi kita tidak bisa berperang (dagang) dengan mereka”, katanya.

Sepasang jet tempur JF-17 Thunder buatan Pakistan dalam Farnborough Airshow 2010. © Aleem Yousaf via Wikimedia Commons

Sebelumnya, selama peluncuran program “Love My Palm Oil”, Mahathir mengatakan bila gerakan anti-kelapa sawit terhadap Malaysia dan produsen minyak sawit lain adalah tidak berdasar.

“Minyak kelapa sawit kami murah dan tentu saja, mereka akan kalah jika bersaing dengan kami dalam menggunakan minyak sawit (CPO) untuk biofuel. Dan mereka menggunakan alasan bahwa perkebunan kelapa sawit merusak habitat hewan namun, yang sebenarnya mereka inginkan adalah melindungi pasar mereka sendiri dalam memproduksi produk berbasis kedelai untuk biofuel”, katanya. Menambahkan bahwa UE tak peduli dengan mata pencaharian 600.000 orang yang bekerja di industri kelapa sawit.

  3 Responses to “Media: Malaysia Buka Opsi Beli Pejuang Buatan China”

  1.  

    JF 17 Thunder ok juga kok.
    Selain harganya relatif lebih murah dari pesawat buatan barat,teknologinya juga nggak ketinggalan dari teknologi barat.

    •  

      JF 17 masih menggunakan 1 jenis bahan, bukan komposit, jadi ia lebih berat dari pesawat se sejenisnya. Avioniknya juga masih tertinggal dari buatan negara lain.

    •  

      Betul, JF-17 lebih berat, tapi itu khusus Blok I karena material komposit mulai digunakan pada Blok II dan lebih banyak lagi komposit pada Blok III, sehingga jauh lebih ringan. Bahkan pada Blok III dapat menembus speed Mach 2+ termasuk sejumlah upgrade lainnya