Mar 232019
 

Baterai sistem rudal pertahanan udara jarak jauh S-400 buatan Rusia © Kemhan Rusia

JakartaGreater.com – Pemenrintah Turki tetap berkomitmen untuk mengakuisisi sistem pertahanan udara jarak jauh S-400 Rusia meskipun ada ancaman AS untuk menjatuhkan sanksi pada Ankara atau membekukan penjualan jet tempur F-35, seperti dilansir dari laman Yeni Safak pada hari Rabu. (20/3/2019)

S-400 Turki pertama akan dikerahkan di Pangkalan Angkatan Udara Murted, sebelumnya itu dikenal sebagai Pangkalan Udara Akinci, yang terletak di barat laut Ankara, tulis Yeni Safak, mengutip sumber-sumber militer Turki. Itu akan menjadi pangkalan utama untuk pengiriman pertama pertahanan udara Rusia, tetapi kemudian S-400 dapat dipindahkan ke wilayah lain.

Selain itu, Kementerian Pertahanan Nasional dan Staf Umum Turki berencana mengirim delegasi 100 orang ke Azerbaijan untuk memeriksa sistem pertahanan rudal S-300 PMU2 tahun ini, sebelum menuju ke Rusia di mana pasukan Turki akan dilatih mengoperasikan S-400 menjelang penyebaran sistem pada Oktober mendatang.

Ankara dan Moskow menandatangani kontrak senilai US $ 2,5 miliar untuk pengiriman empat batalyon S-400 ke Turki pada 2017 dalam suatu langkah yang mendapat kecaman keras dari AS. Washington telah menekan Ankara agar meninggalkan kesepakatan dengan Rusia, menawarkan Patriot sebagai alternatif sistem pertahanan udara.

Baterai sistem rudal pertahanan udara jarak jauh S-400 pertama akan ditempatkan di Pangkalan Angkatan Udara Murted, Turki © Yeni Safak

Namun Turki telah menolak tawaran senilai US $ 3,5 miliar itu, serta mengatakan bahwa pihaknya mungkin membeli sistem buatan AS dimasa depan, kalau mereka sepakat untuk memproduksinya bersama, tetapi menolak untuk membatalkan pembelian S-400 sebagai prasyarat.

Sebagai tanggapan, juru bicara Pentagon Charlie Summers memperingatkan Turki tentang “konsekuensi serius” dalam hal hubungan militer dengan Amerika Serikat dan mengancam akan merampas jet-jet tempur F-35 buatan AS dari Ankara.

Tak lama setelah itu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan membalas dengan mengatakan bahwa S-400 tidak berhubungan dengan “keamanan NATO, Amerika Serikat, atau F-35” dengan cara apa pun.

AS prihatin dengan fakta bahwa pembelian S-400 Rusia oleh Turki bersama dengan F-35 dapat memberikan para pakar Rusia mengenai wawasan utama tentang informasi sensitif terkait dengan teknologi jet tempur siluman tersebut.

  One Response to “Media Turki Ungkap Lokasi Penyebaran Pertama S-400”

  1.  

    Seandainya RI pinjam/rental beberapa set baterai S-400 kira-kira itu melanggar CAATSA gak ya? 😀 bukan beli lho ya…