Jan 072019
 

Fregat HMS Iron Duke milik Royan Navy luncurkan rudal jelajah anti-kapal Harpoon © Royal Navy via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Menurut media Ukraina, Kyivpost, dengan rudal Harpoon dan rudal domestik, Angkatan Laut Ukraina dapat menghancurkan Angkatan Laut Rusia yang ada di Laut Hitam hanya dalam hitungan menit.

Pernyataan itu dilontarkan oleh surat kabar top Ukraina dalam sebuah pos yang diterbitkan hari Minggu, 6 Januari 2019. Menurut artikel tersebut, begitu angkatan laut menggunakan rudal anti-kapal Harpoon buatan Amerika Serikat dan rudal Neptunus produksi domestik, berurusan dengan armada Rusia akan menjadi terlalu mudah.

Seperti dilansir dari analisis yang berasal laman Bao Dat Viet, yang istimewa adalah bahwa pengumuman penggunaan rudal Harpoon yang diluncurkan oleh Ukraina tanpa informasi yang menunjukkan bahwa AS telah mengirim atau berjanji untuk mentransfer senjata anti-kapal standarnya kepada Kiev. Oleh karena itu, para ahli mengatakan bahwa Ukraina telah meminjam “Harpoon” untuk menakut-nakuti Rusia.

Menurut beberapa ahli, hanya ada sedikit kemungkinan bahwa AS akan mengirimkan rudal anti-kapal tersebut ke Ukraina karena berbagai alasan dan jika memang demikian, Kiev akan dengan cepat menjadi sebuah kekacauan yang lebih berbahaya.

Rudal jelajah anti kapal (AShM) RGM-84A Harpoon © US Navy via Wikimedia Commons

Secara khusus, pemerintahan Presiden AS Donald Trump telah sepakat untuk mengekspor senjata mematikan AS ke Kiev hanya akan menyebabkan lebih banyak kematian bagi rakyat. Saat ini, pemerintahan Trump tampaknya telah jatuh ke dalam kekacauan ketika membuka pintu untuk perang komprehensif di Ukraina.

“Mempersenjatai Ukraina akan memicu ketegangan lebih lanjut dan mendorong Ukraina ke dalam keputusan militer baru”, kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova dalam sebuah pernyataan baru-baru ini.

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Kiev tak dapat membuat keputusan yang tepat tentang masalah militer, diplomatik dan ekonomi. Trump telah membuka “Kotak Pandora” dan tidak dapat menutupnya.

Jika pemerintahnya mengambil langkah lain untuk menjual lebih banyak senjata anti-tank, anti-pesawat dan rudal anti-kapal serta mentransfer lebih banyak kapal perangnya ke Kiev, Rusia tentu dapat merespons dengan tepat.

Peluncuran rudal jelajah jarak jauh, Kalibr © Kemenhan Rusia via TASS

Bagi mereka yang percaya bahwa situasi Ukraina saat ini adalah dikarenakan dukungannya terhadap demokrasi terhadap intimidasi Rusia, kutipan berikut dalam dokumen penilaian militer untuk diserahkan kepada Kongres AS akan menunjukkan kebenarannya.

Dalam dengar pendapat sebelum pertemuan Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS pada tahun 2017, seorang perwakilan dewan penasihat untuk kebijakan donasi asing, Stephen Blank, berbicara tentang misi Amerika Serikat dan NATO di Ukraina.

“Faktanya, perang sejauh ini menunjukkan bahwa hanya dengan bantuan Rusia yang kuat dan pengambilalihan operasi kampanye militer Rusia, kelompok milisi separatis telah menang di medan perang”, sebut Blank.

Jika ada kunci nyata, itu adalah jaminan pasokan dan pelatihan senjata untuk Ukraina yang merupakan bagian dari strategi yang lebih luas untuk mengambil inisiatif strategis yang ada dari Rusia dan memberikannya kepada Ukraina dan NATO.

Ukraina uji coba peluncuran sistem rudal pertahanan udara S-125 Upgrade di Odisa Oblast pada 5 Desember 2018 © Kemhan Ukraina

Memberikan otonomi kepada NATO dan juga Ukraina adalah apa yang Washington katakan kepada orang-orang Amerika. Ini adalah sifat para ahli yang harus didengar oleh Presiden Donald Trump dan pembuat keputusan di Washington. Fakta bahwa ahli strategi Pentagon dan Gedung Putih telah merencanakannya untuk Ukraina sejak awal.

Tetapi menurut Blank, meskipun disebut penentuan nasib sendiri, hampir setiap keputusan Kiev sekarang bahkan didominasi oleh AS dan Barat, sementara mereka sendiri hampir tak dapat membantu jika peperangan nyata antara Rusia dan Ukraina pecah.

Karena fakta pemerintah Kiev bukan sekutu pemerintah Washington, maka tak ada alasan bagi Amerika Serikat dan NATO untuk berperang dengan Rusia. Partisipasi dalam aliansi militer tentu dapat memaksa Amerika Serikat untuk mengorbankan rakyat dan peralatannya demi kepentingan sekutu.

Pasukan AS di Afghanistan.

Tetapi untuk berkorban berapa banyak semuanya tergantung pada seberapa besar situasinya dan tergantung pada seberapa kritis kepentingan AS. Sama pentingnya adalah apakah pihak lain yaitu pemerintah Kiev bersedia mengorbankan “sesuatu” untuk keamanan AS.

Apalagi Ukraina bukanlah aliansi yang menjadi tanggung jawab AS, Amerika Serikat harus mengeluarkan uang untuk itu. Sementara pemerintah Kiev diuntungkan, Amerika Serikat harus mengambil semua risiko kerusakan itu sendiri tanpa kompensasi dari mereka.

Dan oleh karena itu, transfer senjata berat dan ikut sertanya AS untuk berperang bersama-sama Ukraina melawan Rusia adalah sesuatu yang hampir tidak mungkin.