Jun 272016
 

Dalam era globalisasi saat ini, ketika batas negara semakin samar mengharuskan setiap negara harus lebih waspada dalam meningkatkan kapasitas pertahanannya. Sehingga setiap negara juga berupaya berlomba-lomba untuk membangun sistem pertahanannya guna menjaga wilayah kedaulatannya.

Indonesia sebagai negara kepulauan yang terdiri sabang sampai merauke, dengan mayoritas wilayahnya merupakan perairan mengharuskan Indonesia harus memiliki sistem pertahanan yang bisa menjaga kedaulatan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) di wilayah perairan Indonesia dari ancaman militer maupun nirmiliter.

Khususnya dalam menjaga pertahanan maritim memiliki tingkatan lebih rumit, karena membutuhkan kekuatan pertahanan yang mumpuni dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit dalam menggelar setiap operasi guna menjaga kedaulatan maritim di wilayah NKRI. Oleh karena itu dibutuhkanlah suatu sistem pertahanan yang terarah agar bisa menjadi acuan dalam melaksanakan kebijakan yang gunanya memperkuat sistem pertahanan maritim.
Belajar dari pengalaman masa lalu di saat era Presiden Soekarno Indonesia pernah memiliki kekuatan pertahanan maritim yang disegani di wilayah Asia karen kekuatan armadanya yang mumpuni dan keseriusan dari pemerintah dalam memperkuat sistem pertahanan maritim.

Namun hal tersebut tidak berlangsung lama karena perbedaan orientasi pasca pemerintahan Sukarno, di era Presiden Suharto selama 32 tahun lebih berorientasi kepada pembangunan ekonomi dan lebih kepada penguatan pertahanan di internal. Karena keterlibatan tentara dalam sistem pemerintahan menyebabkan militer lebih sering melakukan kegiatan non militer. Sehingga dalam urusan penguatan armada di terlalu diperhatikan.

Beranjak di era Reformasi yang merupakan masa suram bagi pertahanan kita karena krisis ekonomi yang melanda sehingga arah kebijakan pertahanan semakin tidak jelas, terlebih lagi di era itu juga Indonesia pernah di landa embargo. Menyebabkan alutsista yang dimiliki sebagian besar tidak berfungsi sehingga semakin memperkeruh keadaan pertahanan.
Menjadi catatan tersendiri adalah di era reformasi ini selain kembali memperkuat sistem pertahanan khususnya pertahanan maritim, yakni mengembalikan professionalisme TNI kembali kepada kegiatan militer agar fokus terhadap pembangunan postur pertahanan yang ideal.

Oleh karena itu diperlukanlah sebuah kebijakan yang gunannya sebagai memperkuat kembali sistem pertahanan, ditengah keterbatasan anggaran dan kembalinya TNI dalam kegiatan militer. Lahirlah Kebijakan Minimum Essential force yang memiliki fungsi sebagai suatu kebijakan yang lahir di era Presiden SBY-Boediono .

MEF ini lahir sebagai solusi ditengah keterpurukan yang terjadi dalam sistem pertahanan kita, ditengahnya defisit anggaran yang melanda akibat krisis ekonomi, ditambah lagi dengan diembargonya alutsista Indonesia oleh Amerika Serikat dan sekutunya yang semakin memperburuk kondisi tersebut.

MEF yang mengandung konsep minimal, bagaimana dengan anggaran yang minimal kebutuhan pertahanan dapat dipenuhi yakni adanya efisiensi dalam setiap pembelanjaan pertahanan, kebutuhan mana saja yang harus terlebih dulu dipenuhi, dan apa aja target kebutuhan selanjutnya dalam jangka panjang yang akan dipenuhi. Oleh karena itu dibutuhkan perencanaan yang matang dalam setiap implementasi kebijakan MEF agar tidak terjadi kebocoran anggaran yang sia sia.

Ditengah keterbatasannya anggaran dalam pemenuhan kebutuhan armada pertahanan, khususnya pertahanan maritim, karena melihat kondisi Indonesia yang merupakan negara kepulauan sangatlah membutuhkan kekuatan armada pertahanan maritim yang kuat, namun untuk memperkuat pertahanan tersebut dibutuhkan biaya yang sangat mahal, maka solusi dari kebijakan Minimum Essential force guna memperkuat armada tersebut dengan cara meningkatkan Industri Pertahanan.

Lahirnya kebijakan minimum essential force ini sebenarnya bisa menjadi momentum bagi TNI AL untuk memperkuat sistem pertahanan maritimnya. Karena di era sebelumnya TNI AL kurang mendapatkan perhatian yang khusus, disebabkan selama era orde baru fokus pertahanan lebih kepada internal, dan memperkuat sistem pertahanan daratan.

Meskipun Minimal Essential Force ini belum menjadi postur pertahanan ideal bagi TNI AL secara final, karena masih melihat dinamika politik global yang akan terjadi kedepannya. Setidaknya Minimum Essential Force ini bisa membangkitkan rasa percaya diri bagi TNI AL untuk bisa memperkuat alutsista yang sudah hampir tertinggal jauh, namun bukan berarti menjadi hal yang tidak mungkin untuk bisa mengejar ketertinggalan tersebut.

Oleh karena itu perlu ada keseriusan dari pemerintah dalam mengawal dan melaksanakan kebijakan ini, agar target di tahun 2024 yang menjadi program jangka panjang MEF bisa terpenuhi. Melihat di tahun 2009-2014 masih terdapat kekurangan soal kurangnya penyerapan anggaran, dan terbatasnya teknologi dalam mengembangkan kapasitas industri pertahanan.

Perlu perencanaan yang matang agar MEF ini bisa berjalan dengan sebagaimana mestinya dengan cara melakukan pembelian alutsista agar tidak sembarangan membelinya saja tanpa ada dampaknya yang berarti dan hanya menghamburkan anggaran saja, oleh karena itu harus ada transfer teknologi dari negara lain yang menjadi penyuplai kebutuhan alutsista tersebut.

Menyiapkan sumber daya manusia guna membangun industri pertahanan juga salah satu dari perencanaan yang matang dari kebijakan tersebut. Agar sumber daya yang kita miliki dapat mengembangkan suatu teknologi yang canggih, sehingga dapat memajukan industri pertahanan yang dimiliki, serta menjadi sumber ekonomi baru bagi pendapatan negara.

ditulis oleh: Muhammad Sutisna (FISIP UIN JAKARTA, Aktifis muda NU dan Kepala Departemen kebijakan publik PMII Cabang Ciputat)

Bagikan :

  51 Responses to “MEF, Momentum Bangkitnya Kekuatan Pertahanan Maritim TNI AL”

  1.  

    MOHON JANGAN SEMBRONO

  2.  

    CINa = HEBAT, DAHSYAT DAN KUAT.

    SEMBRONO – CARI MATI, CARI SUSAH

  3.  

    Luar biasa kapal ini mulus banget lantainya mengkilap kayak mall aja… Perawatane jan yess…

  4.  

    Wow wow ada apa ini o.o

  5.  

    Wow wow ada apa ini o.o

  6.  

    Inti artikel apaan siih. Panjaang tp kok hampir cm muter dari alinea ke alinea. Waktu bc judul siih berharap akan dpt sesuatu yg baru dan orisinil ttg mef. Trnyata hampa.

  7.  

    KAMI DARI KEMENKOINFO MENYATAKAN AKAN SEGERA MENUTUP SITUS BOWO!

  8.  

    KAMI DARI LEMBAGA ANTI RASUAH(KPK) SETELAH MENIMBANG DAN SETERUSNYA,DAN MENYELIDIKI,MEMPROSES KPK MENYATAKAN MBAH BOWO SEBAGAI TERSANGKA!! ATAS KASUS KORUPSI DAN PENYUAPAN DALAM MENYEMBUNYIKAN DAN MELINDUNGI NELAYAN RRT DAN MERUGIKAN NEGARA SEBESAR 59 TRILIUN RUPIAH!!!!!

  9.  

    BAKSO BAKSO.. tok tok tok…

  10.  

    sejak kapan pedang cina itu bentukny bengkok..?? cacad dah lo mbah.

  11.  

    Hahaha…. mbah bowo pasukan nasi bungkus dari tiongkok VS mbah bowo kw yg nasionalis. Aku dukung yg kw. trus lanjutken……

  12.  

    Comment:sepertiny sang penulis ini meremehkan wacana MEFF ,terutama sang penggagasnya Era Sby, lihat dong hasil hasil MEFF era Sby. Dari korsel kapal LPD, Kapal Selam, Pesawat KFX, d belanja belanja lain yg kedatanggany di era Skrng, yg perlu di pertanyakan adalah rejim Jokowi?….. Di simpan di saku mana janji janjiny yg hendak naikkan anggaran Alutsista sebesar 1,5% yg di denggung denggungkan.
    Kl mau fair menilai lbh perhatian mana antara era Sby d Jokowi pd TNI. Jelas lbh besar perhatian era Sby. Kl skrng kayak tong kosong , hny denggungny yg keras, kenyataany Nol.

  13.  

    Pesawat tempur yang cocok untuk TNI AL hanya Su-33, dengan program MEF, apakah Indonesia mampu membelinya setidaknya dalam 2 tahun?
    Atau direncanakan dulu?
    Keburu Natuna dicaplok RRC, Sumatra dicaplok Singapura, Kalimantan dicaplok Malaysia, Sulawesi dicaplok Philipina, NTT-NTB dicaplok Australia, dan Papua dicaplok USA!!!
    Pemerintah? Dimana mereka???!!

  14.  

    Bowo…yg asli tukang jaga WC nya PLA keluar…

  15.  

    saya membaca artikel ini jadi membayangkan seandainya setelah revolusi 45 kita lalui dengan mulus tanpa ada yang menghambat apalagi membuat mundur,tentu kita bisa masuk dalam jajaran negara yang sangat diperhitungkan,setidaknya tidak kalah dari india maupun cina,baik segi ekonomi maupun tehnologi militer.tapi itulah perjalanan bangsa….!!!,kalau bisa memilih tentu kita ingin tak perlu jatuh bangun dan berdarah darah.mungkin bisa menjadi pelajaran bagi generasi kedepan,bahwa yang menghambat kita mungkin kita sendiri….!!!!
    kita terkadang malu mengunakan pemikiran dan ide orang lain walau kita membenarkan pemikiran terasebut.saya contohkan dalam membangun apa pun harus ada kerangka (masterplan)bukan hanya jadi patokan agar tidak jauh dari apa yang diharapkan tapi juga bisa mengoptimalkan dana dan waktu banyak contoh bagus dari pendahulu kita tapi kita terlihat ngengsi untuk menerapkan.ambil contoh gbhn,pertanyaanya mengapa harus malu demi kemajuan bangsa…?…!

  16.  

    Comment:}artikel yang menarik bung@sutisna

  17.  

    Nah tinggal pembuktian saja, Penguatan apa saja yg akan dilakukan pemerintah Bapak Jokowi dalam MEF tahap ini krn sudah akan masuk tahun ketiga pemerintahan ini masih belum ada geliat yg nyata tentang apa sih yg diperkuat, dan bila dilihat san diukur dari Alutsista hingga saat ini belum terdengar ato diberitakan alutsista apa saja yg akan dibeli oleh pemerintah saat ini? Su-35 saja masih ribet soal ini itu, padahal jargonnya kan lebih cepat lebih baik….so wait and see saja

  18.  

    Artikelnya menarik. Mohon ijin rekan2 utk berkomentar.
    1. Menurut opini saya, MEF seharusnya momentum utk bangkitnya kekuatan TNI, tidak hanya AL, tapi juga AU dan AD, krn masing2 matra tsb punya peran masing2 dlm menjaga kedaulatan NKRI, dan semuanya masih dlm kondisi kekuatan yg minim.
    2. Menciptakan suatu renprog, tdk lah cukup bila hanya bagus di kertas, tapi bagaimana renprog itu bisa terwujud menjadi program, dan kemudian diimplementasikan. Dlm pengimplementasiannya juga haruslah didukung dgn kebijakan2 yg berkesinambungan, sehingga membuat program itu dpt tetap hidup dan berjalan. Program MEF menurut saya merupakan program cerdas pemerintah untuk menciptakan suatu lompatan jauh, utk memperkecil ketertinggalan TNI di bidang alutsista militer. Tapi sayang, implementasinya seperti setengah2, dan nyaris tdk jelas atau kalau tdk boleh dikatakan berhenti di era pemerintahan skrg. Sukhoi SU35 sdh terlalu lama, Pengadaan Arsenal Laut jg hampir tdk ada, merupakan salah satu bukti tdk berjalan lancarnya kesinambungan MEF ini.
    3. Semoga kekhawatiran saya ini salah. Bahwa kemacetan program2 yg sdh bagus dahulu adl krn adanya pergantian kepemimpinan, krn sdh bukan rahasia umum lagi di Indonesia, ganti kepemimpinan, maka ganti pula program2 nya. Apabila ini yg terjadi, maka akan sangat disayangkan, krn program2 pembangunan, termasuk MEF, adl program multi years, yg tdk mungkin selesai hanya dlm 1 periode kepemimpinan. Jadi butuh kearifan buat pemimpin selanjutnya, utk bertanggungjawab meneruskan program yg sdh ada dahulu, dan menyelesaiknnya. Sehingga pembangunan kekuatan TNI, benar2 akan terwujud nantinya, menjadikan TNI kuat, berwibawa, dan mandiri.
    Salam NKRI, NKRI harga Mati!!!

    •  

      @ Pejuang Ambalat
      NO 1….MEF ..YANG ADA SEKARANG INI HANYA UNTUK MENGGANTI ALUTSISTA TUA DENGAN YG LEBIH MODERN,” BUKAN” UNTUK KEBANGKITAN TNI…
      JADI AGAR PAHAMI ITU DULU…DAN JANGAN SAMPAI TERKECOH
      ITU MINIMUM…,SETELAH MEF 1 ,2,DAN 3 SELESAI ..THN 2025…ITU ADA KEMUNGKINAN MASUK MEDIUM PROGRAM…,TETAPI MENURUT SAYA SIH ..AKAN KEMBALI LAGI KE MEF 1..,KARENA SETELAH THN 2025 ALUT SISTA YG DI BELI PADA MEF 1 THN 2010 SUDAH KETINGGALAN JAMAN LAGI ALIAS JADUL DAN HARUS DI GANTI LG DENGAN YANG LEBIH MODERN LAGI..YG SESUAI THN 2025
      PENAMBAHAN.SIH ADA..TP SANGAT SEDIKIT SEKALI..

      NO 2

      SU 35 TETAP AKAN DI BELI…,TETAPI KARENA PEMERINTAH MEMBACA KONDISI DI SEKITAR KITA..
      CONTOHNYA DI NATUNA,,. JD YG HARUS KITA BELI DI UTAMAKAN ADALAH ALUT SISTA BARAT..
      CONTOHNYA APACHE,F 16 BLOK 32 + PESANAN INDONESIA HARUS DI PERCAPAT PENGIRIMAN NYA
      JUGA KS CHANGBOGO,…ETC
      KARENA YG AKAN DI HADAPI ADALAH CHINA DENGAN PRODUK RUSIA,..YG SAMA KITA MILIKI JUGA..SEPERTI SU 30…DLL

      NO 3
      ITULAH INDONESIA, GANTI PIMPINAN GANTI PROGRAM…TETAPI KHUSUS MEF ..TETAP JALAN TERUS,,
      SAMA SEPERTI KITA BELAJAR ,,GANTI MENTERI,,GANTI JUGA BUKUNYA..ITULAH KITA INDONESIA..

      INDONESIA JAYA..

      •  

        Tajam…

        Kalo rusia punya projek projek buat alutsista kenapa indonesia gak…ya…??

        India begitu teguh dg prinsip made in india dengan joint yg begitu berhasil, walau sebagian senjata juga masih juga beli ??

        China dengan strategj tipu dan meniru begitu berhasil ??

        Terus gimana dg indonesia donk donk donk…

        What can i do neng ??

        Hahahhahaha..

        •  

          indonesia bisa buat kok…asal KEPEPET..!
          masuk dulu deh china di natuna aja …baru deh …kita bisa buat alutsista ..judulnya harus KEPEPET …
          sama kayak pakistan..karena india punya nuklir…karena kepepet pakistan juga bisa bikin nuklir…,contoh lainnya korut.iran, .
          dalam alut sista keliwat santai ini indonesiaku apa nunggu kepepet juga yah..??
          ha ha ha

          •  

            Kayaknya pejabat waktu jaman kuliahnya biasa sistem kebut semalam..
            Hasilnya mata panda merah…
            Hahaha..

    •  

      Alangkah baiknya jika setiap pemerintahan yg berkuasa lebih mengedepankan teknologi sebagai hasil capaiannya, misalnya dalam 5 tahun pemerintah skrg menghasilkan kapal selam, kapal destroyer, rudal. Untuk penguasa 5 selanjutnya pesawat angkut, dst sehingga teknologi inilah yg jadi warisan untuk tiap masa jabatan pemerintah yg berkuasa,..
      Teknologi bukan hanya militer tapi teknologi pengolahan sda krn sangat berkaitan dg militer dan ketahanan bangsa…

      Program short term dan long term sebagai blue print masa depan bangsa benar benar ada dan dipegang sbg acuan keberhasilan setiap pemerintahan….shg menjadi objektif…

      Strong willingness is needed..for the future of indonesia..

  19.  

    BUKTIKAN – BUKTIKANLAH DOK … :V

    By Iwan Fals —–> https://www.youtube.com/watch?v=DpHG7GPmBwQ

  20.  

    bowo vs bowo lg haha
    tlg buat admin jgn banned slh 1 dr mereka krna klo gk da mereka gk rame haha
    mereka contoh cerminan pro kontra dinamika bangsa yg beraneka ragam suku dan pemikiran ini
    gk kaya forum” sebelah yg selalu blg forum JKGR sampah lah dgn komentator sampah yg katanye gk bermutu komennye selalu menjelek”an (padahal gk semua ada jg koq kritikan yang membangun)
    secara gk lngsung itu namanye diskriminasi kebebasan pemikiran
    halloo..kita bukan idup d jaman orba lg kali
    gue akuin forum sebelah lbh bnyak pngetahuan alutsistanye dan jago mikir dan selalu mikir
    tp d jaman yg serba tnda tanya soal kedaulatan bangsa sekarang ini
    kita gk butuh lg seorang pemikir tanpa tindakan
    yang kita butuhkan skrg adalah seorang penindak atas azas pemikiran
    kita udh pernah dipimpin dgn seorang tipikal pemikir dan ujungnye sipadan ligitan lepas dr NKRI setelah itu baru kasus ambalat ditindak
    pak jokowi udh benar dan sesuai hukum yang berlaku dlam menindak dan menyikapi masalah LCS
    tinggal beliau berpikir skrg gmane cara menyelesaikan program MEF yg sdh d rencanakan dgn anggaran yang ada
    karena memang 1 msalah bangsa kita yg blom kelar ampe skrg
    “korupsi”
    jd naif rasanye blg indonesia miskin dgn melihat sda yg berlimpah bin seabrek” … sabar aja y haha
    buat forum” sebelah ape salahnye cb kita bersatu dan menghargai pemikiran orang laen sekalipun itu gk masuk akal
    anda tipikal pemikir dan disini mayoritas tipikal penindak wlpun mngkin kdg agak kebablasan rasa nasionalismenye krna indonesia bkn cumma kaum intelek doank om,tp jg ada tkg jamu,tkg becak,tkg beling,tkg cilok dll
    seperti dulu bangsa kita dipimpin oleh 2 tokoh penindak dan pemikir soekarno-hatta jd bangsa yg d segani d asia maupun dunia
    sory min komen gue ngelantur krna d forum sebelah jg bnyak komentator dr sini biar mereka baca haha

    salam indonesia satu kawan

  21.  

    Tak kirain artikel bagus, eh malah artikel daur ulang……payah

  22.  

    nah loh…ha ha ha nyesel nih yeee…

  23.  

    sebaiknya kita mulai bersikap dewasa dalam berfiqir dan bertindak…borkomentar dengan santun…
    kritis bukan dengan bahasa fulgar apalagi menjatuhkan.
    apalagi seorang presiden hormatilah beliau walau suka atau tidak suka kita beliau tetap president indonesia apalagi terpilih secara demokratis….!!!!
    dengan merendahkan orang lain tidak membuat kita jadi lebih baik,jadi mulailah berfikir dewasa….

  24.  

    @the malay man

    Memang belum denger pemerintah menyiapkan 6000 ribu nelayan dari pantura utk beroperasi di natuna sbg respon konflik perikanan di ZEE natuna?

    Kok yang digembar-gemborkan cm sepotong-sepotong…?

    Ingat wejangan junjunganmu…boleh ngambleh asal santun

    •  

      @the malay man

      Ini satu lagi fakta…bukan pencitraan. KPLP sdg memesan beberapa kapal patroli kelas I seharga 200 milyar/unit…utk menandingi kapal2 CG cina raksasa.

      Malu kan kalo kapal perang malah mlintir ketika ketika berhadapan dg kapal CG cina?

      Oh iya saya lupa mgk komandan kaprang tsb terlalu menghayati prinsip beliau…boleh mlintir asal santun

      Sori ya, kalo pengamat selalu kalah langkah…mengkritik ini-itu, tyt yang dikritik sdh melangkah lebih dulu

  25.  

    Wes wes wes kenyang terus nguantuk…

  26.  

    Comment:diwajibkan untuk setiap presiden pada masanya …mewariskan pertahanan yg kiat…untuk negri ini…
    hukumnya wajib..

  27.  

    Mohon jangan di banned MBAH BOWO @DIEGO…
    Aku dukung yg palsu maupun yg kw….
    Hidup mbah bowo…xixixi

  28.  

    Lahirlah Kebijakan
    Minimum Essential force yang
    memiliki fungsi sebagai suatu
    kebijakan yang lahir di era Presiden
    SBY-Boediono…
    Jngan lupakan era megawati meskipun eranya yg super sulit tpi beliau matian2 mendatangkan alursista dri rusia….ingat99x…..jgn lupakan itu dan itu fakta…..klau gk percaya taxakan pada rumput yg bergoyang…

    Minum kopi campur sianida biar pikiran jernih dan tenang

    •  

      # Jngan lupakan era megawati meskipun eranya yg super sulit tpi beliau matian2 mendatangkan alursista dri rusia….ingat99x…..jgn lupakan itu dan itu fakta….#

      dan faktanya lg KEPEPET….,mau beli f1 6 ngak di kasih..,lalu ada kasus bawean…,2 unit su 27 sk dan 2 unit su 30 mk …tukar kelapa sawit jadi lah…

      ha ha ha

  29.  

    sipadan ligitan = 2002
    ambalat = 2005

  30.  

    Meski yang katanya makmur dijaman soeharto, kubu militer terutama marinir pada saat itu tidak ada perkembangan sama sekali, dan lebih terpuruk lagi pada saat reformasi…

    Salah satu cara kalo pengen memperkuat kekuatan Marinir ketika di embargo amerika adalah berpaling ke alutsista blok timur, spesifikasi dan performa lebih bersaing daripada milik blok barat.

    JALES VEVA JAYAMAHE.
    JAYALAH NKRI

  31.  

    …Ikan-ikan di ZEE, menurut Ponto, pun tak tepat disebut “milik Indonesia.” Ia berkata, “Ikan di ZEE bukan milik Indonesia, tapi eksplorasi dan eksploitasi di ZEE mutlak hak Indonesia…

    Hehe, bingung sendiri kan, bedanya apa “ikan milik Indonesia” dan “eksploitasi di ZEE mutlak hak Indonesia” ?

    “Ikan milik Indonesia” klo bahasa Unclos-nya,

    Within the EEZ, the coastal state has sovereign rights over the exploration and exploitation of all natural resources in, on, and under the water column. These resources include fish, gas, oil, and wind.

    •  

      kalo itu ikan ada di laut natuna berarti milik Indonesia..kalo kapal nelayan china mancing di laut natuna berarti dia meludahi kita…

      si ponto ini titipannya siapa sih???di saat semangat uda tinggi dan percaya diri eh ada yg membuatnya jadi lembek lagi……..pengecut

  32.  

    Percuma buat artikel2 spt ini, krn pemerintah tdk akan mempercepat penambahan alutsista tni al jg, kita tunggu aja biar mrk2 sadar dl bahwa indonesia semakin banyak yg mencuri ikan kita.

  33.  

    Alhamdulillah…abis berkunjung ke Natuna membawa dampak positif…ada bocoran hasil rapat RAPBN P 2016… dan ini yg ditambah

    “Alutsistanya kan butuhnya besar, rapat di komisi 1 kemarin dia butuh hampir Rp 100 Triliun tapi kan kita nggak mungkin sanggup untuk itu strategisnya untuk jaga pertahanan kita terutama perbatasan terluar,” lanjut Askolani.

    Berikut daftar 20 K/L yang mendapat alokasi tambahan anggaran.

    1. Kementerian Pertahanan Rp 6,59 Triliun

    2. Polri Rp 5,65 Triliun

    3. BNN Rp 400 Miliar

    4. Lemsaneg Rp 950 Miliar

    5. BNPB Rp 600 Miliar

    6. Basarnas Rp 100 Miliar

    7. Kementan Rp 50 Miliar

    8. Kemenkumham Rp 700 Miliar

    9. Wantanas Rp 112 Miliar

    10. Kemenperin Rp 100 Miliar

    11. Bakamla Rp 1,5 Triliun

    12. Kejagung Rp 300 Miliar

    13. Kemendag Rp 200 Miliar

    14. Kemendes Rp 500 Miliar

    15. Kemenhut dan LH Rp 50 Miliar

    16. Setkab Rp 13 Miliar

    17. BKN Rp 17 Miliar

    18. Ombudsman RI Rp 59 Miliar

    19. KPPU Rp 25 Miliar

    20. Kemendagri Rp 50 Miliar
    (hns/hns)

  34.  

    pengecut malay man

  35.  

    ah purnawirawan cari panggung….sisa sisa jendral mingkem….

    yg dulu adem ayem apa kena kepret dolar?????

  36.  

    indonesia memang negara berbasis maritim.maka harus bertindak kepada hal hal
    yang besar untuk kemakmuran rakyat
    https://www.youtube.com/watch?v=8K_vh4hMdPw

 Leave a Reply