Oct 262013
 
Presiden Brasil Dilma Rousseff batalkan makan malam dengan Barack Obama, kecewa karena disadap

Presiden Brasil Dilma Rousseff batalkan makan malam dengan Barack Obama, kecewa karena disadap

Seharusnya Rabu malam waktu Washington, Gedung Putih mengadakan jamuan makan malam tamu kehormatan negara. Namun gagal lantaran tamunya jengkel dan memutuskan membatalkan pertemuan tersebut.

Dia adalah Presiden Brasil Dilma Rousseff yang secara pribadi murka pada Barack Obama. Rousseff adalah salah satu korban penyadapan intelijen AS, NSA, yang dibongkar Snowden yang saat ini berlindung di Rusia.

Alasan AS menyadap demi menanggulangi terorisme, dimentahkan para pejabat Brasil. Sekutu terdekat AS di Amerika Selatan ini mengatakan bahwa penyadapan dilakukan untuk mengeruk keuntungan, demi kepentingan spionase komersial dan industri.

Rabu lalu juga, Obama dihantam protes serupa dari sekutunya di Eropa, Jerman. Kanselir Jerman Angela Merkel meneleponnya, marah percakapan teleponnya disadap. Informasi ini diperoleh Merkel dari majalah Der Spiegel.

Angela Merkel mengatakan tidak bisa menerimaa tindakan AS yang menyadap telepon selulernya dan berencana segera menemui Obama, untuk meminta penjelasan.

Merkel punya pengalaman kelam soal dimata-matai. Dia lahir tahun 1954 di Hamburg, Jerman Timur, saat polisi polisi rahasia NAZI atau Stasi menguntit keseharian warganya. Tidak heran Merkel murka.

Kanselir Jerman Angela Merkel (REUTERS/Fabrizio Bensch)

Kanselir Jerman Angela Merkel (REUTERS/Fabrizio Bensch)

Pembelaan juru bicara Gedung Putih Jay Carney juga terlihat ambigu. Kepada media dia mengatakan, NSA (Badan Keamanan Nasional AS) “Sekarang tidak sedang mengawasi dan tidak akan mengawasi telepon Merkel.”

Carney menggunakan kata kerja “sekarang.” Dia tidak mampu menjelaskan apakah sebelumnya AS pernah menyadap Merkel atau tidak. NSA pun makin terpojok.

Dua hari sebelumnya pada Senin, Snowden kembali buat ulah membocorkan penyadapan AS terhadap Prancis, negara sahabat lainnya di Eropa. Harian Le Monde menuliskan, NSA memantau 70,3 juta percakapan telepon di Paris, hanya dalam kurun 30 hari, antara 10 Desember 2012 sampai 8 Januari 2013.

NSA, lanjut Le Monde, juga kemungkinan menyadap jutaan SMS di Prancis. Tidak jelas apakah percakapan dan SMS yang disadap itu disimpan secara utuh, atau hanya berupa metadata – yaitu hanya daftar siapa berbicara dengan siapa.

Tidak dijelaskan juga apakah operasi penyadapan bernama sandi US-985D itu masih terus berlangsung atau sudah dihentikan. Laporan itulah yang membuat Menlu Fabius awal pekan ini memanggil Dubes AS untuk Prancis. Dia menuntut Dubes AS itu memberi klarifikasi atas kabar di media massa itu.

Beberapa hari sebelumnya, Meksiko juga marah besar pada Amerika. NSA dilaporkan menyadap Presiden Enrique Pena Nieto dan pendahulunya, Felipe Calderon. Tidak hanya itu, Amerika juga dituduh menyadap PBB dan Uni Eropa.

Pemimpin 35 Negara

Di bawah perlindungan Rusia, nyanyian Snowden akan mega skandal penyandapan AS semakin tidak terbendung. Jumat lalu, The Guardian -mitra media Snowden- mengungkapkan bocoran dokumen yang menunjukkan bahwa AS telah menyadap telepon puluhan kepala negara di seluruh dunia.

Hal ini dibuktikan dalam dokumen soal memo rahasia dari Direktorat Sinyal Intelijen (SID) di NSA untuk berbagai instansi yang mereka sebut “pelanggan”. Beberapa di antara instansi ini adalah Gedung Putih, Kementerian Luar Negeri dan Pentagon.

Dalam memo itu, SID meminta para pejabat tinggi di instansi AS memberikan informasi nomor telepon para petinggi politik dan pengusaha di berbagai negara.

Terkumpullah 200 nomor, termasuk di dalamnya ada 35 nomor kepala negara.Tidak disebutkan pemimpin mana saja yang disadap, namun NSA disebut langsung melakukan operasi intelijen.

Dilihat dari memo tertanggal Oktober 2006 itu, ini bukan kali pertama SID meminta bantuan pejabat negara, melainkan operasi rutin. Judul memo itu, “Pelanggan Bisa Membantu SID Mendapatkan Nomor Telepon Target”. Dalam pembuka memo, dikatakan bahwa para pejabat yang dekat dengan para pemimpin dan politisi dunia bisa membantu operasi mata-mata.

Memo dikirimkan pada pertengahan periode kedua George Bush, saat Condoleezza Rice menjabat Menteri Luar Negeri dan Donald Rumsfeld di akhir masa jabatannya sebagai Menteri Pertahanan.

Dalam KTT Eropa di Brussels yang seyogyanya membicarakan masalah ekonomi, Jerman dan Prancis menyampaikan uneg-uneg mereka. Mereka mengatakan kepercayaan Eropa terhadap AS hampir sirna dan harus kembali dibangun.

“Memata-matai sahabat itu tidak benar. Sekarang kepercayaan harus kembali dibangun,” kata Merkel, Kamis waktu setempat, yang menuntut aksi nyata, bukan hanya ucapan maaf dari Obama.
Jerman dan Prancis kompak menuntut AS membuat kesepakatan paling lambat akhir tahun ini untuk tidak lagi memata-matai mereka. Hal ini diamini oleh ke-28 pemimpin Uni Eropa. Sebenarnya gagasan ini pertama kali diangkat Merkel saat Obama mengunjungi Berlin Juni lalu, namun tidak terealisasi.

“Persahabatan dan kemitraan antara Eropa, termasuk Jerman, dengan Amerika bukanlah satu arah saja. AS perlu juga bersahabat dengan dunia,” kata Merkel.

Kesepakatan semacam ini telah dibuat AS dengan Inggris, Australia, Selandia Baru dan Kanada. Kelima negara memiliki aliansi yang dikenal dengan “Lima Mata”, terbentuk sejak akhir Perang Dunia II.

Lebih Parah dari Wikileaks

Akibat penyadapan ini persahabatan AS dengan berbagai negara yang telah terjalin bertahun-tahun terancam. Kebijakan luar negeri AS yang dirancang sedemikian rupa juga jadi di ujung tanduk. AS diprediksi merugi.

Dalam KTT kemarin, mega skandal penyadapan AS membuat negara-negara Eropa tidak ragu-ragu lagi mendukung pengetatan undang-undang perlindungan data tahun 1995. Dalam peraturan baru nanti, perusahaan-perusahaan seperti Google dan Facebook dilarang membagi data mereka dengan negara non-Eropa.

Peraturan ini juga memberikan hak bagi warga Eropa untuk meminta agar jejak digital mereka dihapus. Ada denda 100 juta euro bagi perusahaan yang melanggar.

AS khawatir Jerman dan Prancis semakin gigih mendorong peraturan ini, pasca terungkapnya penyadapan. Pasalnya jika peraturan ini diterapkan, maka ongkos penanganan data di Eropa akan meroket. Perusahaan seperti Google, Yahoo! Microsoft dan yang lainnya tengah giat melobi pemerintah.

Kerugian diplomatis dan finansial ini membuat dampak bocoran Snowden lebih besar ketimbang bocoran kabel diplomatik oleh Bradley Manning di Wikileaks. Hal ini sempat diungkapkan oleh mantan juru bicara Kementerian Luar Negeri AS P.J. Crowley dalam akun Twitternya.

“Semakin jelas saja, walaupun besarnya skala #WikiLeaks, bocoran #Snowden menyebabkan lebih banyak kerusakan publik,” tulis Crowley.

Menurut Slate.com, bocoran WikiLeaks memang memberi dampak buruk terhadap situasi politik di beberapa negara. Salah satunya soal kecurangan pemilu Peru, korupsi pejabat India dan gaya hidup keluarga Ben Ali yang berperan pada awal-awal revolusi di Tunisia.

Kendati mencengangkan, namun bocoran kabel di WikiLeaks dibuat oleh para diplomat dan tidak mencerminkan kebijakan luar negeri AS yang menjadi rahasia. Bahkan, para pejabat Kemlu AS mengakui bahwa terungkapnya kabel itu “memalukan tapi tidak merusak”. (eh/viva.co.id)

  14 Responses to “Mega Skandal Spionase AS”

  1. “Kemarahan” hanya agar rakyat senang punya pemerintahan yg “bergigi”. Di belakang layar berlaku saling sadap (pendapat pribadi yaa…). Apapun yg dilakukan, masih kalah dgn salah satu negara Asia Tenggara yg nekat melakukan aksi bongkar koper pejabat asing hehehe…

  2. AS emang tukang usil dan membuat orang gaduh, makanya jangan sekutu dengas AS tukang sadap…

  3. 😀 asli, sebelumnya saya kira Presiden Rousseff adalah laki2.

    mengenai berita, kekaisaran USA akan semakin tenggelam, musuh makin banyak sementara kawan menjauh. 20-30 tahun dari sekarang tatanan dunia akan sangat berbeda dengan sekarang.

  4. Dia lahir tahun 1954 di Hamburg, Jerman Timur, saat polisi polisi rahasia NAZI atau Stasi menguntit keseharian warganya.

    baru tahu kalo NAZI pernah merintah di jertim.. 😛
    wartawan2 jaman skr kok sering ngasal ya.. padahal fasilitas gugel, wiki dll udah mudahnya bukan main buat cek ricek data… ampun dah…

  5. Pasti sby dah disadap sama tukang sadap…freeport…rudal c 750 ..kilo..urium di sulbar …etc..buktinya!!!! Noh pangkalan asu di aushit…..moto..jangan berteman dgn ular…di sayang matok di kasar lebih matok…..dasar asu

    • bung jenggo…
      Saya yaqin indonesia,china,termsuk pasukan yg di sadap,,tidak menutup kemungkinan cocos,udah penuh pasukan,kenapa uni eropa,,tidak sama” memerangi aSu,,?? Kalaupun sudah di sadap,,tp mereka biasa aja.. Apalagi pranciis,,yg tdk memiliki mzlh dg suriah brani ngajak perang.tp dg asU.Cuma diem mcm patung p0lisi.

  6. Horeeeee…… Kita di warjag ini juga disadap NSA amrik. Pokoknya yg pake email gmail, yahoo, ymail dll sdh masuk data inteljen amrik.
    Yg lucu lagi kemhan / BIN / bais baru Beli alat anti sadap dari eropa notabene sekutu amrik ha ha ha Pdhl yg nyadap Biasanya amrik atau inggris ha ha ha ….
    Koq nggak minta pakar2 dlm negeri ya….. Bppt, lipi, Len, litbang kemhan, littbang tni, ugm, itb, its, Telkom, dan masih byk lg …..
    Asal ada Anggaran dan kemauan pasti ada jalan.

    • Betul sekali bro…saatnya kita semakin mandiri dalam hal teknologi. Btw sangat besar kemungkinan masalahnya bukan hanya di software macam virus, worm, gmail, ymail, facebook dll (masuk plan “A”) tapi juga pada hardware terutama prosesor yg dipakai (masuk plan “B”)

    • Fee nya mas, import apel washington, lokal apel malang…

    • kita di sadap Usa dan inggris..
      Anehnya kita beli antisadap dari embahnya yg nyadap,,

      yg nyadap skrg gk perlu repot” lagi nyadap,krn di stiap alutsista indonseia ada barang mereka dr pespur dan tetek mbengeknya,,jd penyadapan akan trus berlangsung slama kita belumm bisa buat alutsista sendiri atau lebih tepatnya mmencintai produck kita,,

      • haa 😀 haa 😀 haa
        kemenlu cuma bisa teriaak dan tak bisa mmengatasinya..
        Auisie udah banyak kali cari gara” dgn NKRI semenjak abboot memmimpin..dri lahan sapi,iigran gelap,penyadapan,
        tp petinggi kita juga asih diam aja,cuma bisa bilang yang sabaarr…

        Kalao macam ini trus lama” kt di injak” lagi…

  7. Peta global ‘data collection’ NSA
    http://en.wikipedia.org/wiki/File:Boundless_Informant_data_collection.svg

    Tingkat surveillance meningkat dari hijau tua (paling ringan) hingga merah (paling intensif. Gradasi dari hijau tua-hijau muda-kuning-orange-merah).
    Prioritas RI dianggap setara dengan Rusia dan Libya -lumayan disegani 🙂
    Terbukti RI memang dikelilingi negara2 yang lebih dekat dengan AS / lebih hijau.
    AS memata2i warganya sendiri dengan intensif, setara dengan RRC dan Jerman, sekutu setia yang ikut mengirimkan tentara ke Afghanistan.

 Leave a Reply