Sep 052014
 
Pesawat kepresidenan Indonesia tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, (10/4).Pesawat RI 1 jenis Boeing Bussiness Jet 2 (BBJ2) varian dari Boeing 737 seri 800. TEMPO/Subekti

Pesawat kepresidenan Indonesia tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, (10/4).Pesawat RI 1 jenis Boeing Bussiness Jet 2 (BBJ2) varian dari Boeing 737 seri 800. TEMPO/Subekti

Jakarta- Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengatakan pesawat Kepresidenan tak akan dijual oleh pemerintahan berikutnya di bawah Joko Widodo. “Tidak (akan dijual),” cuit Megawati dalam akun Twitternya, @MegawatiSSP, pada Kamis malam, 4 September 2014.

Perwakilan penghubung atau liaison officer (LO) Partai Banteng, Sudyatmiko, membenarkan bahwa akun tersebut adalah milik Megawati.

Sudyatmiko mengatakan dalam perjalanan dinasnya nanti, Jokowi bakal memperhitungkan tingkat efisiensi dengan memakai pesawat komersial atau Kepresidenan. “Presiden akan memilih yang efisien,” kata dia. Menurut dia, pesawat Kepresidenan juga bisa mengatasi masalah, misalnya bila tujuan yang hendak dikunjungi Presiden tak ada jalur penerbangannya.

Penasihat Pusat Kajian Trisakti, yang juga Wakil Ketua Komisi Pertahanan DPR dari PDI Perjuangan T.B.Hasanuddin, mengatakan ide menjual pesawat Kepresidenan adalah pemikiran ngawur. “Dikarenakan logika politis dan keamanan tidak menjadi pertimbangan,” kata Hasanuddin.

Hasanuddin mengungkapkan empat alasan bahwa solusi efisiensi dengan menjual pesawat Kepresidenan tak logis.

Pertama, menjual pesawat bekas berbeda harganya dengan pesawat baru dan tidak sebanding dengan harga pembeliannya.

Megawati Soekarnoputri bersama Cahyo Kumolo dan Ganjar Pranowo

Megawati Soekarnoputri bersama Cahyo Kumolo dan Ganjar Pranowo

Kedua, pesawat Kepresidenan ini dilengkapi segala perangkat teknologi yang berbeda dengan lainnya, yang khusus diterapkan bagi perlindungan dan keamanan presiden sebagai simbol negara.

Ketiga, secara politis, pembelian pesawat Kepresidenan sudah disetujui oleh parlemen dan panitia anggaran, termasuk PDIP, dan tidak ada yang walk out waktu membahas pembelian tersebut.

Keempat, alasan awal membeli pesawat ialah untuk penghematan sebab selama ini biaya carter pesawat cukup besar karena sudah termasuk komponen keuntungan perusahaan penyewaan carter.

Sebelumnya, Ketua DPP PDI Perjuangan Maruarar Sirait mengatakan pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla harus melakukan efisiensi besar-besaran untuk menyelamatkan ekonomi. Salah satunya adalah menjual pesawat Kepresidenan yang belum lama dibeli oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. “Enggak bisa pemimpin menyuruh orang sederhana, tapi tidak memberikan contoh,” katanya. (Tempo.co).

  98 Responses to “Megawati: Indonesian Air Force One, Not for Sale”

  1.  

    Nah ini sudah di jelasin bu mega mengatakan ”PESAWAT RI – 1 TAK DI JUAL” mohon para warjag jangan di terus – terusin lagi ya.

  2.  

    saya percaya kalau si ibu sudah ngimong not for sale, sebab beliau lah real president nya

  3.  

    Weleh weleh ngono yo ngono neng ojo ngono… Apa selama jokowi jadi walkot solo dan gub dki bu mega campur tangan? Dan apakah segala keputusan keputusan presiden presiden Indonesia sebelum sebelumnya sudah benar benar bebas dari intervensi dan pengaruh partai dan golongannya, semua orang partai itu dah biasa kalo mencla mencle. Kalo lawan politik pdip gosok penjualan indosat ma pertamina kalo lawan politik demokrat gosok century de el el.

  4.  

    Matur nuwun bude

  5.  

    Pernyataan diatas barulah cuit2,,belum menjadi konfirmasi yg formal,,jd masih sangat mungkin dilauikan penjualan pada Asset negar termasuk asset strategis,,kesalahan Pemerinatahan megawati dahulu adalah menjual BUMN yg paling strategis dlm sistem komunikasi, juga menjual LNG Tangguh dengan harga sangat murah (dahulu nguber sgr dpt pembeli shg sptnya mau dibeli brp sj Okee)..boleh dkatakan pemerinatahn Megawati kurang lkreatif mendapatkan dana utk menggerakkkan pembangunan shg salah satunya adalah jual warisan (BUMN dll) sbg langkah plng cepet dpt duit, hal ini TIDAK PATUT dicontoh..dg demikian info diatas belumlah bisa menutup polemik atas rencana penjualan pesawat kepresidenan RI,,Bro2 semua hayoo galang & tekaaan terus jangan sampai asset negara startegis termasuk yg menjadi kebanggaan bangsa dijual oleh rezim mendatang dg alasan apapun,,saatnya pemerintahan lbh kreatif & telaten utj mendapatkan pemasukan APBN ketimbang jual warisan

  6.  

    tadi pagi di traffic light saya terperanjat (dan memaki) lihat headine koran rakyat merdeka, ‘mobil menteri jokowi dianggarkan 91 miliar”, 1 exemplar lsg dibeli walau biasanya gak pernah baca koran ini.

    makian semakin keras ketika membaca bahwa lelang pengadaan mobil ini telah selesai 24 agustus lalu, diumumkan di situs setneg.go.id, dan dimenangkan mercedes.

    secara sopan santun organisasi hal ini sangat tidak sopan bahkan kur aj, mem fait accompli / mengangkangi kebijakan pemerintah berikutnya, siapa tahu j – j akan memanfaatkan crown saloon yang ada (dan melelang kelebihannya jka jumlah menteri diciutkan), atau memberi innova aja ke para menteri baru seandainya akan beli baru ?

    getol amat sih beli beli, sampai kapling orang lain diserobot ? ada apa ya dibalik beli beli ini ? 🙂

    lagian pembelian ini sangat tidak cerdas dan sangat memboroskan uang rakyat, buat apa mobil 3,000cc di jalanan jakarta ?

    semoga ara segera beraksi, sekalian dengan melakukan audit tuntas dibalik pembelian ini, misal apakah ada discount karena pembelian jumlah besar dll ?

 Leave a Reply