Mar 032013
 

kfx-c100-c200-111.jpg

Pemerintah Korea Selatan tiba-tiba saja menunda kerjasama pembuatan pesawat tempur Korea Fighter Xperiment/Indonesia Fighter Xperiment (KFX/IFX) dengan Indonesia. 30 tenaga ahli penerbangan PT DI yang sudah berada di Korea Selatan selama 1,5 tahun akhirnya ditarik pulang ke Indonesia.

Menurut Duta Besar Korsel untuk Indonesia  Kim Young-Sun, penundaan pembuatan KFX  menunggu persetujuan transfer teknologi dari pemenang tender F-X III generasi 5.

Proyek F-X III adalah tender pengadaan 60 sampai 120 pesawat tempur yang diikuti oleh: Lockheed Martin F-35, Boeing F-15 Silent Eagle serta Eurofighter Typhoon, untuk menggantikan skuadron McDonnell Douglas F-4E Phantoms Korsel yang sudah tua. Pemenang kompetisi ini kemungkinan Lockheed Martin F-35 atau  Boeing F-15 Silent Eagle, karena menawarkan teknologi stealth. Pemerintah Korsel sendiri menargetkan pemenang tender bisa diputuskan pertengahan tahun 2013.

Pemerintah Korsel menyaratkan proyek pembelian pesawat tempur F-X III harus disertai dengan transfer of technology untuk pesawat tempur KFX/IFX generasi 4,5. Transfer teknologi itu akan diperoleh Korsel setelah ditandatanganinya proyek pembuatan F-X III.

Masih ada 8 item teknologi KFX yang belum dikuasai Korsel, antara lain  teknologi radar yang mungkin diminta dari Boeing atau Lockheed-Martin atau EADS untuk  diterapkan ke KFX/IFX. Termasuk juga untuk jenis mesin dan rudal.

Karena pembangunan KFX ini masih terkendala teknologi, pemerintah Korsel juga menarik   kembali dana $ 27 juta  yang dikucurkan tahun 2013 untuk KFX dan hanya menyisakan $ 4 juta untuk riset and development.  Menurut Dubes Korsel perusahaan swasta mereka tetap melakukan R&D terhafap KFX untuk beberapa komponen yang belum dikuasai. Dengan demikian proyek pembuatan KFX  tidak akan tertunda lama.  Penarikan dana tidak akan menganggu karena dana yang besar dibutuhkan ketika pemerintah memutuskan untuk membangun prototype KFX.

“Korsel yang dalam siaga perang dengan Korea Utara  tidak mungkin menunggu pesawat KFX hingga tahun 2020, sementara beberapa pesawat tempur mereka akan habis masa pakainya, seperti F-5. Mereka membutuhkan pesawat tempur modern yang datang dengan cepat”, ujar Sekjen Kemhan, Marsdya TNI Eris Herryanto di Jakarta.

Jika Korsel tidak mendapatkan ToT/offset yang dibutuhkan untuk KFX, konsekuensinya Korsel akan membeli radar serta beberapa teknologi lainnya.

Di tengah kevakuman itu, Korsel akan konsentrasi  ke pembelian pesawat generasi kelima dengan target  1,5 tahun selesai, dimulai awal tahun 2013.

kfxc1001.jpg

Dalam proyek KFX , pemerintah Indonesia berkontribusi 20%, selebihnya dibiayai pemerintah dan BUMN strategis Korsel. Proyek itu akan memproduksi pesawat tempur KFX/IFX atau F-33, generasi 4,5 masih di bawah F-35  AS generasi 5, namun di atas kemampuan F-16.

Pesawat KFX/IFX akan dibuat 250 unit, dari jumlah itu Indonesia akan mendapat 50 unit di 2020. Harga satu pesawat tempur ini sekitar US$ 70-80 juta per unit. Indonesia akan membelinya seharga US$ 50-60 juta/unit, karena ikut membangun.

Jadi 1,5 tahun tim kita ada di Korea. Kita 1,5 tahun sama-sama mendesain. Kita ada yang belajar dari Korea, dan Korea ada yang belajar dari kita (PT DI),” ujar Dirut PT DI  Budi Santoso.

Pemerintah Korea Selatan, menargetkan proyek KFX/IFX akan dimulai lagi pada tahun 2014. Apakah benar demikian ?.  Bisa iya, bisa juga mundur dari jadwal tersebut. Persoalannya adalah, sejauhmana Korsel bisa mendapatkan ToT 8 item KFX agar tepat waktu. Jika ToT tidak bisa didapatkan, tentu mereka harus membelinya dan harga pesawat akan berubah menjadi lebih mahal.

Semoga saja penundaan proyek KFX/IFX ini hanya kendala teknis, bukan politis, seperti ketika Indonesia membangun N-250 dan N2130 yang akhirnya berhenti di tengah jalan, karena ada negara besar yang merasa tersaingi. Tidak ada suatu lompatan besar diperoleh dengan mudah. Never give up. JKGR.

  13 Responses to “Melayang Bersama Pesawat KFX”

  1. Sama juga dengan Korsel, Indonesia paling hanya mengeluarkan sekitar 20% dari Total dana, dan hal itu terlalu murah untuk sebuah ilmu yang diidam-idam kan banyak negara.

    Sama juga dengan Korsel, sambil menunggu proyek itu lanjut, Indonesia juga bisa mengisi kekosongan, dengan mengalihkan dana untuk membeli pesawat lain, semacam Su-35.

    Sama juga dengan Korsel, karena pesawat yang ditunggu belum tiba, JKGR punya banyak waktu untuk meramal/menimbang/mengigau/mengkicau/meng….., selamat menunggu

    • Kita punya mimpi tentang Indonesia. Masyarakat negara maju memiliki mimpi dan bermental optimis.

    • korsel negara yang konflik dengan korut, dirasa Indonesia cukup tepat apabila hanya berinvestasi sebesar 20% saja.. pasalnya, resiko konflik korut-korsel juga menjadi pertimbangan sendiri apabila terjadi perang, proyek KFX-IFX beresiko akan terhenti. cukup tepat dengan 20% investasi atas pertimbangan resiko juga.

      5

  2. Kita tunggu kejutannya aja mr melektek..

    JANGAN KAGET nanti ada prototype IFX versi indonesia yang dikembangkan sendiri oleh PT DI dan ….
    Modelnya pasti pakai canard karena untuk daya jelajah yang lebih jauh daripada pesawat proyek IFX/KFX..
    Untuk mesinnya kita masih menimbang pakai snecma,rolroyce,atau saturn..
    Radar masih memilih aesanya rafael atau punya keluarga mig . .

    Show must be go on

  3. Membuat suatu lompatan jauh emang bener2 banyak tantangan n resiko..
    keep move aj dah, smoga ending dri proyek KFX menemui jalan yg terbaik.

  4. Kacian deh lo…kena tipu mulu….HAHAHAHA

  5. Terus terang saya agak ragu juga dengan masa depan KFX. bukan meragukan kulitas PT Di tapi lebih pada permodalan. Negara2 penghasil pesawat tempur canggih pasti memiliki sektor swasta sebagai tulang pungung industri dirgantara mereka. Indonesia seluruhnya bergantung kepada pemerintah baik mainframe pesawat tempur, radar, avionik, bahkan persenjataannya. bisa dibayangkan berapa besar beban yg harus ditanggung pemerintah. Jika program KFX pun berhasil, sebagian besar bahan baku pembuatanya akan Impor, termasuk material pembuatan pesawat. misal, Krakatau Steel saat ini lebih fokus pada permintaan logam industri sipil, itupun dengar dari teman yg kerja disana masi banyak yg blum bisa dipenuhi untuk sipil. Seperti Anoa bahan baja armor dengar2 juga masi Impor, mesin, gear box, persenjataan masi impor.
    Memang tidak ada negara yg bisa 100% membuat sendiri semua alutsista, kecuali Russia & kemungkinan kedepan China. Tapi setidaknya jika banyak yg bisa dibuat di dalam negri akan mengurangi ketergantungan dengan luar, laba bisa lebih besar, lapangan kerja untuk dalam negri.
    Yang saya heran di Indonesia banyak pengusaha2 besar tapi mengapa tidak tertarik dengan Industri militer dalam negri sehingga pemerintah harus mati2an memodali seluruh produksi & RnD nya ??

  6. sedari awal saya tidak yakin dengan proyek KFX..bukan tidak yakin kepada para insinyur PT DI, tetapi tidak yakin dengan negara yang diajak kerja sama. negara itu rawan di intervensi oleh kepentingan negara besar dan mereka juga sangat membutuhkan bantuan dari negara luar untuk melawan jirannya. dan seperti kita ketahui bersama bahwa negara besar itu tidak pernah menginginkan indonesia untuk menjadi negara yang kuat. kenapa tidak mencoba berganti partner.?mungkin rusia atau china bisa diajak kerjasama.. saya yakin jika pemerintah indonesia serius ingin kerja sama dengan rusia, maka bisa aja cetak biru su 27 diberikan mungkin dengan syarat membeli sekitar 4 skuadron su-35, mungkin biayanya sedikit lebih mahal tapi kita sudah pasti memiliki pesawat tempur baru dan ilmunya pun kita dapat.

  7. Orang yang kayak HUGO gini bermental pengecut dan pengianat, tidak memiliki nasionalisme, maunya enak segampang memutar balikan tangan dan tidak berani resiko.

  8. sy slalu mngikuti perkmbngan ini dri media on line dgn harap2 cemas..
    emang betul sharusnya untk industri pertahanan Indonesia kerjasama dgn Rusia … dengn korsel rawan kepentingan kawasan’

  9. Segala ssuatu usaha pasti kan ada rintangan nya,, kita tunggu saja,
    lw ifx q yakin kgg bkalan gagal total. Bukan kh insinyur kita telah mengcopy sluruh hasil yang di lkukan slama ni dari korea. Lw ggl am korsel. Rusia da rencna TOT dngan kita.. Yakni sukhoi su35 ma ks kilo 636. Karna bnyak ny psanan dri ngara lain. Lw kita jd beli su35 pasti rusy kn kasih TOT yang kita perlukn. Asu aja mo njual f35 ama f22 ama indo.

 Leave a Reply