Melihat Jeroan Modernisasi Pesawat F-5 Tiger Thailand

Pesawat F-5 TH Thailand. (@Royal Thai Air Force)

Bangkok – Jakartagreater.com – Panglima Udara Thailand, Marsekal Manat Wongwath, Kamis 14 November 2019, memimpin upacara peluncuran pesawat tempur F-5TH dan pesawat tak berawak jenis RTAF U1 (R-T-A-F-U-One) di 2 Royal Thai Airfield Flying 6, Don Mueang, Thailand dirilis situs AAG.

Pesawat F-5 TH Thailand. (@Royal Thai Air Force)

Proyek modernisasi pesawat tempur, Skadron 21, Air Wing 21, Ubon Ratchathani, terdiri dari 14 pesawat Northop F-5E/F-5F Tiger II menjadi F-5TH Super Tigris oleh Sistem Elbit Israel dan Industri Penerbangan Thailand (TAI).

Pesawat F-5 TH Thailand. (@Royal Thai Air Force)

Thailand baru-baru ini memperlihatkan Jet tempur F-5E no. 21137 dalam warna kamuflase baru yang diperbarui, dipersenjatai dengan Rudal udara-ke-udara dekat Diehl IRIS-T, Jerman, di persenjataan ujung sayap untuk pertama kalinya.

Chief Air Marshal Manat Wongwat, mengenakan helm yang dipasang pada layar DASH IV, terbang dengan F-5F Air Extinguisher No. 21105, pesawat pertama yang diperbarui.

Di ujung sayap rudal udara dekat AIM-9 Sidewinder oleh F-5E, nomor 21137, registrasi 37/3, seri No.74-1575 (diproduksi tahun 1974, aktif tahun 1988) dan F-5F No. 21105 pendaftaran 524. serial No.79-1692 (Diproduksi pada 1979, menugaskan 1981), yang telah diperbarui, akan tersedia selama 15 tahun hingga 2032.

Pesawat F-5 TH Thailand. (@Royal Thai Air Force)

Super Tigris F-5TH akan dapat menggunakan senjata udara-ke-udara di tempat yang tidak terlihat (BVR: Beyond Visual -Range Rudal) Israel Rafael I-Derby termasuk target Israel Rafael Litening III Israel, Elbit Systems LIZARD Bom laser Israel.

Electronic Warfare oleh Israel Rafael Sky Shield dan tautannya adalah jaringan melalui Link-T Datalink yang dikembangkan di Thailand. Menghasilkan kemampuan yang setara dengan pesawat tempur era 4,5, seperti pesawat tempur Saab Gripen C/D dari Skuadron 701 Wing 7 Surat Thani.

Pada hari yang sama, Angkatan Udara Thailand juga melakukan upacara untuk sistem udara tak berawak taktis, pesawat ukuran sedang RTAF U1 (RTAFU-One), 17 unit yang dipahami cocok dengan 206 Skuadron, Watthana Nakhon, Provinsi Sa Kaeo yang didasarkan pada pengembangan sistem pesawat tak berawak Sky Scout dari perusahaan Thailand RV Connex.

7 pemikiran pada “Melihat Jeroan Modernisasi Pesawat F-5 Tiger Thailand”

  1. Jika budget gak memungkinkan dan kebutuhan modernisasi pesawat sangat mendesak cara Thailand memang patut dijadikan pertimbangan.. Namun airframe pesawat tidak bisa diajak kompromi, serta F-5 Tiger memang sejatinya adalah pesawat buru sergap. Faktor kelincahan manuver adalah hal yg sedikit merepotkan.

  2. Kalo memang ada anggarannya mending beli baru grepen E/F kalo enggak ada ya perbagian aja. beli baru sekala terbatas sama upgrade F5 nya yang memeiliki jam terbang paling sedikit. Bagaimanapun upgrade juga memerlukan investasi yang tidak sedikit tapi kalo jam terbang tinggal dikit lagi ya percuma

  3. Kalo negara produsen pespur utama biasanya mengambil langkah upgrade terhadap pespur yang ada selama pengganti belum diproduksi atau full operasional..Mig-31 upgrade nya mig-31bm, F-15c ke F-15x….F-5 tiger udah punya padanan pengganti yang juga ekonomis seperti fa-50, jf-17,FCK-1 , Thailand mungkin upgrade nya sekedar meramaikan jumlah pespur yang operasional bukan bermaksud menolak datangnya pespur yang lebih baru dengan kemampuan yang dapat dikembangkan lagi selanjutnya..

Tinggalkan komentar