Apr 042019
 

X-2 (foto:Wikipedia)

JakartaGreater.com – Jepang terus berupaya menciptakan pesawat tempur siluman generasi kelima yang dibuat secara mandiri di dalam negeri.

Pada tanggal 26 Maret TV Nasional Jepang menyiarkan tim yang dipimpin oleh Mitsubishi Electronics terus menguji radar active electronically scanned array (AESA) yang juga digunakan pada pesawat tempur F-2. Menurut beberapa laporan media, radar AESA baru buatan Jepang mirip dengan radar AN / APG-81 buatan AS yang dipasang pada jet tempur Lockheed Martin F-35 Lightning II.

Juga dipamerkan untuk pertama kalinya rekaman prototipe mesin uji low-bypass turbofan (kadang disebut XF9-1) yang dilengkapi dengan afterburner yang dikembangkan oleh IHI Corporation sebagai bagian dari program mesin pesawat untuk pesawat tempur canggih F-3.

Mesin baru ini memiliki panjang sekitar 4,8 meter, berdiameter sekitar 1 meter dan daya dorong lebih dari 15 ton dengan afterburner dan lebih dari 11 ton tanpa afterburner.

Para pengembang mengatakan bahwa mesin baru tersebut pada dasarnya telah memenuhi persyaratan kinerja desain. Dengan adopsi teknologi material Jepang, inti prototipe engine dipastikan mampu beroperasi pada suhu 1800 derajat di depan turbin, yang telah mencapai tingkat generasi keempat mesin turbofan yang kuat dan aerodinamis.

Menurut informasi saat ini, Jepang memulai program pengembangan pesawat tempur siluman dalam negeri sebagai tanggapan atas penolakan Amerika Serikat untuk menjual pesawat tempur siluman F-22 Raptor kepada Jepang pada tahun 2007.

Media Jepang juga melaporkan bahwa pembelian F-35 Joint Strike Fighter adalah solusi sementara sampai Tokyo dapat mengembangkan dan memproduksi sendiri pesawat tempur generasi ke-5 miliknya.

Pengembangan pesawat tempur generasi terbaru oleh Jepang nantinya direncanakan akan menggantikan platform pesawat tempur multirole Mitsubishi F-2 pada tahun 2030-an.

DefenceBlog

 Posted by on April 4, 2019

  6 Responses to “Melihat Lebih Dekat Pesawat Tempur Siluman Buatan Jepang”

  1.  

    kalau jepang sdh bisa mandiri
    cm krn waktu itu kena bom di heroshima dan nagasaki jadinya di gembosi sama amer.
    intinya soal ilmu jepang sdh mumpuni.

    •  

      Memang dari dahulu kala mereka sudah setara dengan eropa, amerika maupun rusia
      Cuman karena waktu itu kalah perang akhirnya di tekan mereka sama amerika
      Tidak boleh bikin sejata bersifat offensive dll, harus bersifat defensive
      Itupun harus beli di amer dulu
      Kalau bikin sendiri biasanya di desak amer
      Tapi biasanya jepun membuat dari model pesawat buatan amer tapi juga atas izin dan tot penuh dibagikan ke amer kayak f 2 itu yang pengembangannya dari f 16

    •  

      Kl Jepang bikin pesawat kita percaya kemampuan mereka dalam teknologi luar biasa,ini sangat wajar karena negara pesaing mereka seperti Cina sudah jauh masuk ke teknologi militer,kl Jepang di kasih kebebasan mengembangkan teknologi militer yakin dlm waktu singkat akan menjadi raja teknologi militer di Asia..tp dampaknya perang dunia ketiga semakin nyata…

  2.  

    Kalau boleh Indonesia joint development lah sama jepang, dan turki plus yang dengan korsel konfigurasinya diganti menjadi pesawat generasi ke 5 bukan lagi generasi 4,5 agar sepadan dengan buatan turki maupun jepang nanti dan setara dengan buatan amer maupun russo

    Tapi harus ada dana 60 milliar dolar dulu ya
    Buat melunasi semua tagihan dan menambah biaya ke korea untuk merubah konfigurasi ifx jadi sama persis seperti kfx yang generasi ke 5
    Sisanya buat joint development dengan turkey dan jepun wkwkwkwk