Melihat Lebih Dekat Pesawat Tempur Siluman Buatan Jepang

X-2 (foto:Wikipedia)

JakartaGreater.com – Jepang terus berupaya menciptakan pesawat tempur siluman generasi kelima yang dibuat secara mandiri di dalam negeri.

Pada tanggal 26 Maret TV Nasional Jepang menyiarkan tim yang dipimpin oleh Mitsubishi Electronics terus menguji radar active electronically scanned array (AESA) yang juga digunakan pada pesawat tempur F-2. Menurut beberapa laporan media, radar AESA baru buatan Jepang mirip dengan radar AN / APG-81 buatan AS yang dipasang pada jet tempur Lockheed Martin F-35 Lightning II.

Juga dipamerkan untuk pertama kalinya rekaman prototipe mesin uji low-bypass turbofan (kadang disebut XF9-1) yang dilengkapi dengan afterburner yang dikembangkan oleh IHI Corporation sebagai bagian dari program mesin pesawat untuk pesawat tempur canggih F-3.

Mesin baru ini memiliki panjang sekitar 4,8 meter, berdiameter sekitar 1 meter dan daya dorong lebih dari 15 ton dengan afterburner dan lebih dari 11 ton tanpa afterburner.

Para pengembang mengatakan bahwa mesin baru tersebut pada dasarnya telah memenuhi persyaratan kinerja desain. Dengan adopsi teknologi material Jepang, inti prototipe engine dipastikan mampu beroperasi pada suhu 1800 derajat di depan turbin, yang telah mencapai tingkat generasi keempat mesin turbofan yang kuat dan aerodinamis.

Menurut informasi saat ini, Jepang memulai program pengembangan pesawat tempur siluman dalam negeri sebagai tanggapan atas penolakan Amerika Serikat untuk menjual pesawat tempur siluman F-22 Raptor kepada Jepang pada tahun 2007.

Media Jepang juga melaporkan bahwa pembelian F-35 Joint Strike Fighter adalah solusi sementara sampai Tokyo dapat mengembangkan dan memproduksi sendiri pesawat tempur generasi ke-5 miliknya.

Pengembangan pesawat tempur generasi terbaru oleh Jepang nantinya direncanakan akan menggantikan platform pesawat tempur multirole Mitsubishi F-2 pada tahun 2030-an.

DefenceBlog

Tinggalkan komentar