Jan 172019
 

Kepala Bakamla RI Laksamana Madya Bakamla A. Taufiq R. bertekad mewujudkan sebuah cita-cita luhur, membangun Bakamla menjadi Indonesian Coast Guard yang diperkuat personel dengan kualifikasi paramiliter.

Batam, Kepri, Jakartagreater.com   –   Guna menunjang tugas pokok Bakamla RI dalam menjaga keamanan dan keselamatan laut di wilayah yurisdiksi nasional, Kepala Bakamla RI Laksamana Madya Achmad Taufiqoerrochman bertekad mewujudkan sebuah cita-cita luhur, membangun Bakamla menjadi Indonesian Coast Guard yang diperkuat personel dengan kualifikasi paramiliter.

Hal ini disampaikan pemimpin tertinggi Bakamla tersebut saat berkunjung pada Rabu 16-1-2019 di Markas Batalyon Infanteri 10 Marinir Satria Bumi Yudha (SBY), Jl. Trans Barelang, Km. 16, Pulau Setokok, Batam, Kepulauan Riau.

Menurutnya, organisasi Bakamla merupakan institusi berseragam untuk menunjukkan kewenangannya. Jiwa paramiliter perlu terus dibangun, dan dibina dengan baik di tiap insan personel Bakamla. Hal ini dilakukan guna menunjang tugas pokok dan memperkuat karakter kedisiplinan personel. Perlu diketahui, personel Bakamla merupakan salah satu Komponen Cadangan (Komcad) pertahanan negara di laut.

Danyonif 10 Marinir Sby yang juga pernah terlibat dalam misi khusus pembebasan MV Sinar Kudus di Somalia bersama Laksdya Taufiq, mengajak para tamu kehormatannya tersebut untuk berkeliling melihat fasilitas yang ada di Mako Yonif 10 Marinir Surabaya.

Turut dalam rombongan Laksdya Taufiq, Kepala Kantor Kamla Zona Maritim Barat Laksamana Bakamla Eko Murwanto, Kabidops Kolonel Bakamla Herdiyana, Kepala Pangkalan Kapal Patroli Zona Maritim Barat Kolonel Bakamla Ardhi Sunaryo, Komandan Lantamal IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI R Eko Suyatno, Komandan Gugus Keamanan laut Koarmada 1 Laksamana Pertama TNI Dafit Santoso, Komandan Lanal Batam Kolonel Laut (E) Iwan Setiawan, Kasubbag TU Kepala Bakamla Letkol Bakamla Ridwansyah, serta jajaran Staf Bakamla Pusat dan Kantor Kamla Zona Maritim Barat. (Humas Bakamla RI).

jakartagreater.com

  4 Responses to “Membangun Indonesian Coast Guard Diperkuat Personel Kualifikasi Paramiliter”

  1.  

    Bolehlah, asal jangan lupa bahwa sebagai komponen cadangan. Bukan berarti lebih garang dr yg utama. Jng nanti mintanya kapal yg laksana fregat lengkap dng persenjataannya.

  2.  

    Kapal-kapal coast guard itu menurut standar internasional boleh diberi meriam dengan ukuran maksimal 76 mm, boleh diberi rudal anti serangan udara jarak pendek untuk pertahanan diri, dan boleh dilengkapi CIWS, Chaff, flare decoy serta ECM untuk pertahanan diri juga.

    Oleh sebab itu kapal2 coast guard bakal dilengkapi dengan sistem SEWACO (Sensor, Weapon & Command), sehingga bisa diberi radar dan bahkan sonar.

    Yang tidak boleh diberikan pada kapal coast guard di saat damai adalah torpedo dan rudal anti kapal.

    Lain bila di saat perang, semua senjata bisa masuk ke kapal coast guard asal muat dan kapalnya kuat menahan hentakan saat senjata atau rudal diluncurkan.

    •  

      Jngkan meriam 76 mm, rudal balistik antar benua pun boleh bahkan rudal antar galaksi pun boleh, kalo dalam perang.

      Kalo dalam damai untuk apa senjata2 berat itu,? Wong ada TNI AL kok. Ngabisin duit aja. Coast Guard China saja mengusir kapal vietnam hanya dng meriam air kok. Rulenya sdh jelas komponen cadangan.

      Ahhh…sudah…nanti ente rasis lg spt disebelah….xicixicixi