Dec 042013
 
Kapal Induk China Liaoning yang bergerak ke Laut China Selatan (photo; PLA Navy)

Kapal Induk China Liaoning yang bergerak ke Laut China Selatan (photo; PLA Navy)

Sebuah laporan rahasia tak sengaja ter-posting ke internet oleh staf inteligen laut Amerika Serikat yang menyatakan Angkatan Laut China (PLA Navy) telah membuat perkembangan cepat terhadap berbagai platform persenjataan modern. Strategi Angkatan laut China sedang difokuskan untuk menjelajahi daerah yang disebut first island chain, yang meliputi Laut China Selatan hingga Selat Malaka, Laut Philipina hingga Laut Jepang.

Adapun strategi second island chain lebih mengerikan lagi, yakni penyatuan/reunifikasi dengan Taiwan serta membuat garis pertahanan di jalur perdagangan laut. Menurut laporan intelijen yang bocor, Angkatan Laut China sedang memperkuat kemampuan mereka apabila pada masa depan harus berkonflik dengan Amerika Serikat atas Kasus Taiwan. Angkatan laut China melakukan program anti-access and anti-surface warfare dan secara simultan menyusun struktur “the command, control, communications, computers, intelligence, surveillance, and reconnaissance (C4ISR)” untuk keperluan joint operation.

Laporan intelijen AS beberapa tahun lalu mulai terbukti.

Diagram of the first and second island chains of China

Diagram of the first and second island chains of China

Secara tersamar, anti-acces mulai diterapkan China dengan membentuk Zona Identifikasi Pertahanan Udara (Air Defense Identification Zone / ADIZ) di Wilayah Laut China Timur. Setiap pesawat yang lewat di wilayah itu, harus melapor kepada China dan yang mengabaikan terancam tindakan militer. Pesan yang ditangkap sangat jelas. Zona yang dilakukan secara sepihak ini menunjukkan China mulai memperkuat pengaruh dan cengkeramannya di wilayah itu.

Meski mendapatkan penentangan dari AS, Jepang dan Korea Selatan, China tetap memberlakukannya. Anehnya,Presiden Obama akhirnya meminta maskapai penerbangan sipil AS mematuhi aturan China tersebut. Secara perlahan tapi pasti, situasi ini bisa dimanfaatkan China, sebagai klaim de facto atas wilayah tersebut.

(Graphic: CNN.com)

(Graphic: CNN.com)

graphic-2-china

Dalam waktu hampir bersamaan, China juga memperkuat eksistensinya di wilayah Laut China Selatan (LCS) yang mereka klaim, dengan mengirim Kapal Induk Liaoning berlayar menuju Selat Taiwan. Liaoning meninggalkan pangkalannya di Pelabuhan Qingdao, Provinsi Shandong, China Utara, dikawal dua destroyer Shenyang dan Shijiazhuang, serta dua frigat Yantai dan Weifang. Menurut China, keberangkatan pelayaran kapal induk Lioning merupakan bagian dari latihan militer.

Tentulah gerakan Angkatan Laut China ini dipantau oleh Jepang dan Amerika Serikat. China yang cerdik tidak berlayar ke Laut China Timur tempat pulau sengketa China-Jepang, Senkaku/ Diaoyu, melainkan langsung ke Laut China Selatan.

Destroyer Shijiazhuang China kawal Kapal induk Liaoning menuju Laut China Selatan (photo: PLA Navy)

Destroyer Shijiazhuang China kawal Kapal induk Liaoning menuju Laut China Selatan (photo: PLA Navy)

China bermain halus terhadap Jepang dan AS, karena di saat bersamaan, Kelompok Tempur yang dipimpin kapal induk USS George Washington juga terlibat latihan bersama Maritime Self-Defense Force Jepang dari Okinawa. AS juga mengirim kapal selamnya dari Guam, untuk memantau pergerakan kapal induk Liaoning.

Untuk sementara Jepang aman, tapi bagaimana dengan negara-negara Asean yang sejumlah anggotannya bersengketa dengan China di wilayah di Laut China Selatan ?

Tindakan China ini dianggap sebagai ambisi mereka untuk menciptakan blue navy dan telah menjadi fokus kampanye di dalam negeri untuk membangkitkan patriotisme. Angkatan Laut China mengatakan misi ini akan rutin dilakukan dan apa yang dilakukan kapal induk Liaoning masih dalam tahap uji coba.

Pengamat militer menilai apa yang dilakukan pemerintah China berindikasi bahwa mereka akan menempatkan kapal induk di Laut China Selatan secara permanen, menyusul semakin tingginya ketegangan dengan Filiphina dan Vietnam, serta negara lain yang mencoba meng-klaim Laut China Selatan.

Di saat yang bersamaan, di Front Laut China Timur, People’s Liberation Army Navy Air Force melakukan latihan peperangan, pasca melintasnya bomber AS B-52 di air defense identification zone China. Lusinan pesawat tempur J-10 yang terbagi ke dalam tim biru dan merah, saling beradu keahlian bertempur. Skadron dari kedua tim ini juga mendapatkan bantuan dari Kapal Perang Permukaan dari PLA Navy.

Pesawat Tempur J-10 China latihan tempur di Laut China Timur pasca melintasnya Bomber B-52 AS

Pesawat Tempur J-10 China latihan tempur di Laut China Timur pasca melintasnya Bomber B-52 AS

Menurut CCTV pilot-pilot J-10 tidak hanya melakukan simulasi saling menembak tapi juga berlatih menenggelamkan kapal permukaan dari kelompok lain. Salah seorang pilot yang ikut latihan mengatakan dia menghabiskan waktu 10 jam bersama pesawat J-10 dan begitu juga pilot-pilot lainnya, untuk hal melihat kesiapan para pilot tempur dan kru di darat serta kapal permukaan. Latihan dilakukan untuk menghadapi konflik dengan Jepang di laut China Timur, sehingga para pilot sudah terbiasa dengan medan yang sesungguhnya.

Di bagian lain Kapal induk Liaoning beserta kapal pengawalnya terus belayar menuju Laut China Selatan, menuju wilayah yang disengketakan. Di LCS ini kapal induk Liaoning berlatih perang, termasuk menyesuaikan diri dengan kondisi laut yang berbeda.

Kementerian Pertahanan China menegaskan, untuk pertama kalinya Angkatan Laut China memiliki kemampuan dermaga dan layanan kapal induk di Pelabuhan Sanya, Provinsi Hainan Cina Selatan. “Dengan dibangunnya pelabuhan kapal induk di Sanya, China telah memperluas jangkauan operator di Laut Cina Selatan”, ujar Wakil Direktur Naval Military Studies Research Institute, Zhang Junshe. Pelabuhan asal kapal induk Lioning adalah Qingdao, di Provinsi Shandong, China Utara. Ke depannya China akan menempatkan kapal induknya di Laut China Selatan secara permanen di dukung logistik dari Pelabuhan Sanya Provinsi Hainan.

Pelabuhan Sanya diproyeksikan sebagai suplai logistik bagi kapal induk China yang nantinya ditempatkan di Laut China Selatan

Pelabuhan Sanya di Provinsi Hainan, diproyeksikan sebagai suplai logistik bagi kapal induk China yang nantinya ditempatkan di Laut China Selatan

Ketergantungann China yang semakin meningkat terhadap energi yang dimpor menciptakan kepentingan strategis yang global dari China. Ketergantungan itu pada gilirannya memerlukan pengembangan kapasitas dari profil Angkatan Laut China. Untuk merespon kebutuhan yang mendesak itu, PLA Navy mulai membangun kapal tambahan untuk proyeksi ‘laut biru’ yang dapat mendukung operasi Angkatan Laut meski jauh dari daratan China. Hal ini termasuk pengadaan Kapal Rumah Sakit Anwei Class serta Kapal pengisian ulang bahan bakar Fuchi Class.

Liaoning merupakan kapal induk untuk latihan. China menargetkan kapal induk buatan mereka selesai pada tahun 2015. Pemerintah Cina pun mulai mengajukan pembelian Su-33 Rusia carrier-borne fighter, untuk memulai program penerbangan kapal induk. China membutuhkan kapal induk dan armada pendukungnya untuk menerapkan proyeksi angkatan laut dan kontrol terhadap “second island chain”.

Saat ini Angkatan laut China mulai menunjukkan perkembangan yang nyata dan bergerak dari segi kuantiti ke kualiti dengan cara membangun struktur C4ISR dan pasukan profesional, untuk mendukung efektifnya peluncuran joint operation.  Operasi kapal-kapal selam China pun mulai meluas layaknya operasi kapal kapal besar.

Fatalnya negara-negara ASEAN tidak bisa menemukan kata sepakat atas sikap mereka terhadap konflik Laut China Selatan. Bahkan joint public statement pun tidak dilakukan usai pertemuan tahunan ASEAN 2013. Code of Conduct tahun 2002 yang ditandatangani anggota ASEAN untuk menyelesaikan sengketa di LCS dengan cara damai, terus menerus diabaikan oleh beberapa negara yang bersaing atas kayanya sumber daya alam di LCS.

pla-navy-route

Kekosongan kekuatan di LCS pasca AS menutup pangkalan militernya di Filiphina, mulai dimanfaatkan dan diisi oleh China. Kini China mengklaim hampir seluruh Laut China Selatan, menabrak batas-batas laut negara tetangganya dan mengangkangi norma-norma internasional.

Berbeda dengan di Laut China Timur, langkah Amerika Serikat di LCS lebih hati-hati dan tidak mengarah kepada konfrontasi militer dengan China. Hal ini dimanfaatkan oleh China, untuk terus memperkuat cengkeramannya di LCS.

Bulan Juni 2013, Presiden Filiphina Aquino meminta jaminan dari AS bahwa jika Filiphina diserang, AS akan terlibat dalam peperangan. Namun permintaan itu ditolak. AS menolak untuk berpihak dalam sengketa wilayah namun hanya menawarkan bilateral Mutual Defense Treaty, yang berarti tidak otomatis terlibat dalam aksi militer.

Pergerakan kapal induk Liaoning China ke Laut China Selatan

Pergerakan kapal induk Liaoning China ke Laut China Selatan

peta-lcs

Sikap yang berbeda ditunjukkan AS saat China memberlakukan Zona Identifikasi Pertahanan Udara di Laut China Timur yang membuat Jepang meradang. Dengan gamblang AS mengatakan akan berada di pihak Jepang jika terjadi konlik militer dengan China. Di mata AS, ASEAN belum sepenting Jepang, sehingga sikap AS pun berbeda. Negara-negara ASEAN harus tahu diri.

Namun menyatukan sikap ASEAN terlihat masih susah. Vietnam meski bersengketa wilayah dengan China, tetap menjaga hubungan baik dengan China karena tingginya ketergantungan ekonomi. Sementara negara-negara yang tidak terlibat sengketa wilayah seperti Thailand, Singapura, Kamboja, Indonesia dan Laos, juga tidak berani bersikap keras menentang tindakan China yang mengklaim hampir seluruh laut China Selatan. Bahkan ketika Filipina bersitegang dengan China soal kepulauan Scarborough, Malaysia mengatakan, jika negara tetangganya berperang, tidak otomastis mereka ikut berperang.

liaoning-china

Negara negara Asia Tenggara jangan berpikir jika konflik dengan China meletus, Amerika Serikat dengan serta merta melindungi mereka. Negara Asean harus membangun kekuatannya sendiri sambil menjalin kerjasama militer regional yang lebih besar. Jika hal ini tidak terjadi maka, masa depan Asean tinggalah sejarah, terpecah dan terkoyak-koyak kekuatan besar. Kehadiran kapal induk China di Laut China Selatan, tinggal menunggu waktu. (JKGR).

  109 Responses to “Membeli Masa Depan di Laut China Selatan”

  1. Anehnya,Presiden Obama akhirnya meminta maskapai penerbangan sipil AS mematuhi aturan China tersebut.
    ——————
    Ybs masih waras, tidak ingin tragedi Boeing 747 KAL yg ditembak jatuh Uni Sovyet terulang kembali dan ujung2nya AS yg disalahkan. Pertanyaanya, apakah (atau sampai kapan) China masih cukup “waras”?

    • kebijakan luar negeri US terhadap China disesuaikan. US memberi muka pada China dgn membiarkan penerbangan sipil mengakui ADIZ China namun pada jalur resmi keputusan pemerintah US dgn jelas menolak ADIZ sepihak tersebut. US sadar negara dengan karakter pemerintahan seperti China bisa memilih perang daripada merasa dipermalukan, terutama karena saat ini militer China mempunyai kemampuan untuk balas memukul. gunboat diplomacy US tidak laku untuk China

      ASEAN yg bersatu dan solid akan punya daya tawar terhadap China, tapi masing2 negara punya agenda masing2 dan bahkan pertikaian sesama anggota. saat ini terlambat untuk mempertimbangkan aliansi pertahanan negara2 anggota ASEAN semacam NATO. Apa Indonesia bisa mempercayai kerjasama militer dgn Singapura, Malaysia atau Australia? 😀 at the end every nation for itself

      • Belajar dari perang dunia II di pasifik, kebijakan memberi muka kepada bangsa2 di asia timur adalah suatu kesalahan. Mereka akan bertindak agresif karena merasa AS takut. Atau memang ini yg diharapkan AS sebelum China benar2 menjadi kuat?
        Mengenai ASEAN, saya sependapat. Dalam hal ini yg paling penting adalah dapat berdiri di atas kaki sendiri. Jumlah penduduk RI hampir dua kali lipat penduduk Rusia tapi Rusia jauh lebih ditakuti ketimbang RI. Artinya modernisasi alutsista adalah harga mati.

        • Iya gan, kondisinya cukup genting untuk berleha-leha dalam moderinisasi kemempuan tempur TNI. Kekuatan militer adalah modal awal dalam diplomasi dan negosiasi.

          Hanya saja Indonesia masih tertinggal jauh dalam penguasaan teknologi alutsista. ToT adalah jalur cepat mengejar ketinggalan, sementara R&D adalah harapan satu2nya agar bisa berkembang serta bahkan mempunyai kesempatan dalam keunggulan teknologi. Tanpa R&D kita hanya akan menguasai teknologi kelas 2 karena negara lain sudah move on to the next level

          sementara dalam soal hubungan luar negri, US selalu mempertimbangkan faktor ‘menjaga muka’ terhadap China contohnya dalam kasus ADIZ ini yg menyarankan penerbangan sipil mereka mengikuti aturan main ADIZ China walau sebagai negara jelas menolak dan menentang ADIZ sepihak tersebut. Ini tentu tidak asal ngambil sikap dan merupakan hasil masukan lembaga think tank di deplu US. kebijakan memberi muka hampir selalu terlihat dalam urusan luar negeri US dengan China. contoh2nya:

          http://namvietnews.wordpress.com/2012/07/23/backdoor-diplomacy-is-key-to-face-saving/

          http://www.cnn.com/2012/05/03/world/asia/china-chen-florcruz/

    • Mungkin istilahnya: LEBIH waras (dan AS lebih memperhitungkan mukanya sendiri)

      Kalau sampai airliner AS tertembak jatuh, reaksi AS harus seperti apa?

      Protes keras / mengutuk tanpa ‘action’, berarti Cina menang secara psikologis

      Tindakan militer (eskalasi tak bisa diperhitungkan, ekonomi AS masih terseok2 pasca krisis 2008, dan biaya perang Irak + Afghanistan), sementara program Asia Pacific rebalancing AB AS belum rampung

  2. Negara negara Asia Tenggara jangan berpikir jika konflik dengan China
    meletus, Amerika Serikat dengan serta merta melindungi mereka. Negara
    Asean harus membangun kekuatannya sendiri sambil menjalin kerjasama
    militer regional yang lebih besar. Jika hal ini tidak terjadi maka, masa
    depan Asean tinggalah sejarah, terpecah dan terkoyak-koyak kekuatan
    besar. Kehadiran kapal induk China di Laut China Selatan, tinggal menunggu waktu.

    Cina adl musuh potensial kedepan,slain cecunguk” ausie dan singo,apalagi si Us angkat tgan bila trjadi konflik antra chino dan tadika asean group,,yang msh bersaing dgn tetangganya sendiri serasa lbh jaguh dg para ttga nya,,
    konflik LCs suatu saat psti akan enyambar natuna,secara natuna masih menyimpan SDA yg mlimpah,,baik dr fishing maupun oil.
    Bertahap tp pasti itulah indonesia.mlai blajar dr hlgnya tior leste,sipadan ligitan,,skrg dg ausie,, dan slnjutnya dgn mmalaysia,singapur nd china,, yg msh menganggap indonesia sarang madu,,yg siap di hisap..

    Skali lagi tingkatkan kualitas dan kuantitas alutsista yg mmiliki efect detterent spy bisa bersaing. Dan jgn lpkan tot.. 😀

    • “konflik LCs suatu saat psti akan enyambar natuna,secara natuna masih menyimpan SDA yg mlimpah,,baik dr fishing maupun oil.”

      bukan akan menyambar om, malah sudah.
      peristiwa kapal patroli maritim china yang melucuti macan hiu maren adalah buktinya.
      kalau mereka sudah sampai LCS Natuna sana, berarti mereka mengklaim bahwa itu adalah milik mereka…

  3. Namun menyatukan sikap ASEAN
    terlihat masih susah.
    —————-
    Dugaan saya (semoga saya salah), kebanyakan negara2 ASEAN akan cari selamat atau bahkan menjilat China.

  4. prediksi penulis buku Samuel S Hutington dalam “The Clash of Civilizations”. berjudul Benturan Antar peradaban dan Masa Depan Politik Dunia seperti nya terbukti,blok timur di wakili oleh cina yang di prediksi menjadi satu satu nya negara yang akan “menandingi” raksasa blok barat di wakili amerika, dalam semua sektor. termasuk militer,buku ini di tulis hampir 9 tahun silam,kebangkitan ekonomi cina sudah terjadi, sejarah cina yang mempunyai peradaban besar masa lalu yang tinggi akan kembali bangkit hampir terbukti, sedangkan para pakar berpendapat perang dunia III akan terjadi di kawasan asia timur hampir juga terbukti,( cina+korea utara) vs ( jepang, korea selatan,taiwan,) dibantu amerika.

    Peradaban Barat mencakup beberapa kawasan geografik. negara kawasan yang terdiri dari Australia,Selandia Baru, Papua Nugini, dan pulau-pulau yang berdekatan di Samudera Pasifik Selatan; Amerika Utara (Amerika Serikat dan Kanada); dan Eropa (seperti Inggris, Jerman, Perancis, Belgia, dan Belanda), termasuk Eropa Tengah dan Eropa Timur-Tengah yang dominan . mencakup juga Oseania, kawasan geografik yang terdiri dari kebanyakan pulau yang lebih kecil di bagian barat dan tengah Samudera Pasifik,peradaban barat di pimpin oleh Amerika dan Eropa barat

    Peradaban dunia bagian Timur adalah suatu campuran peradaban bangsa cina serta peradaban bangsa Jepang. dan korea. Secara khusus, atau disebut peradaban Sino, yang terdiri dari penduduk China, Korea, Singapura, Taiwan, dan Vietnam.sehingga konflik konflik yang terjadi dan akan terjadi semua berlatar belakang budaya dan sejarah masa lalu, seperti kita ketahui cina dengan paham komunisme tentu akan mati matian bertahan dari ” serangan” budaya amerika dengan paham kapitalis nya, sehinnga kebangkitan sang Naga yang lama tertidur panjang akan terwujud.

  5. kayaknya gak bakal lama lagi neh perang PD3, ini sama saja perang dingin, persenjataan dibuat diam” dan semakin berbahaya….timor leste aja lagi ribut dengan australia soal migas…bedanya timur leste dianggap anak ayam baru netes oleh australia tinggal injek saja sangat berbeda perlakuan australia ke indonesia..kasian kau timur leste hasil migasmu dikuasai australia

    • Bukan cuma kasihan tapi dibodohin

    • saat ini Tomor Leste sedang mengupayakan pembatalan perjanjian eksplorasi migas dengan Australia dgn mengadukan hal penyadapan ini ke pengadilan dunia di Den Haag. tapi ada berita terbaru badan intelegen Australia menyerbu paksa masuk ke rumah pengacara Australia yg mewakili TimLes dan berusaha mencegah saksi kunci yg mantan anggota dinas rahasia Australia.

      penyadapan Australia berkaitan dengan perjanjian ekslorasi migas bisa dikategorikan insider trading alias tindakan kriminal

    • slanjutnya aceh,papua, apa msh mau merdeka??
      Lihat dan bercontoh kepada timor leste..
      Mau kembali malu,,
      gak kemmbali kog gk punya harga diri betul 😀

    • TIMOR LESTE BALIK AJALAH LAGI KE PANGKUAN IBU PERTIWI, KASIHAN DIRIMU JADI BULAN BULANAN……….

  6. selamat malam bung diego ,,,
    ulasan yang menarik seperti biasanya, bung … 😀
    saya ingin bertanya, sepengetahuan saya laut china selatan ini sangatlah dekat dengan wilayah indonesia dalam hal ini adalah kepulauan natuna, menurut bung diego klaim china atas laut china selatan ini apakah ada nyerempet-nyerempet dikit dengan perairan di sekitar natuna? kemudian, kalo gak salah kemarin pernah ada berita bahwa otoritas indonesia pernah melakukan penangkapan pada nelayan-nelayan china di perairan tersebut tapi terpaksa harus dilepaskan karena ditekan oleh patroli laut tentara china di sana ,, nahh ini berarti tentara china sudah hampir sampai di halaman depan rumah kita … bagaimana tanggapan dari bung diego sendiri
    terima kasih

    • China dah bangun dari tidurnya, mulai menggeliat, menarik nafas panjg serta melakukan peregangan untuk menambah tinggi badan … bagaimana Indonesia bersikap ?. Sepertinya tinggal menunggu waktu mereka memetik kangkung di Natuna, yg notabene ada di LCS.

      • China menguasai natuna? Kita lawan kita usir keturunan china yg ada di Indonesia….apakah mau keturunan china yg ada di Indonesia berperang melawan penjajah china?

    • Kalo menurut saya bukan nyerempet-nyerempet dikit, coba lihat gambar nomor 2, peta yg ada huruf cinanya

      • bukan nerempet nyerempet lagi gan, claim LCS China mencaplok sebagian besar wilayah ZEE Indonesia di Natuna. Ini artinya hak mengelola kekayaan alam baik perikanan ataupun migas yg secara internasional adalah hak kita ikut diclaim oleh China. 9 dash line China mengambil sekitar 75% ZEE Indonesia di utara Natuna.

        Bedanya dgn claimants lain, Indonesia tidak termasuk yg wilayah negaranya diclaim China sementara negara2 lain bahkan batas2 wilayah negara yg berupa karang dan pulai ikut kena claim. Malaysia mempunyai pangkalan militer di LCS berupa pulau hasil pengurugan. namun kelihatannya tidak bermanfaat sama sekali karena China mengklaim sampai lepas pantai Sabah dan Serawak.

  7. Sejatinya kekuatan suara diplomatik tergantung pada kekuatan ekonomi dan kekuatan militer sebuah negara..hal ini menjadi kunci bagi Indonesia berada di gerbang itu mumpung sekarang ini kekuatan ekonomi berada dalam lingkaran 16 besar dunia..mau tak mau tni harus mempecepat MEFnya dan membeli alutsista dari rusky yg mampu dan mempunyai deterent tinggi bagi efect kepentingan di LCS sebelum kedepanya alutsista TNI hanya dilihat china sebagai macan ompong di LCS(nggak ngaruh bagi PLA) walaupun tni sudah menunjukkan taringnya di LCS dengan memborbardir serta menerjunkan pasukan gerak cepatnya..untuk jarak lima tahun kedepanya….3 Skuadron Sukhoi Family, puluhan kapal kombatan berteknologi tinggi, rudal S300 familinya,KS kilo serinya…sudah berada di tanganTNI..

  8. S&Y says:
    Laut China Selatan ….. tanpa China ikut serta…. Vietnam,Malaysia ,Philipina jg bakal ribut sendiri kok.
    Lihat aja Klaim mereka atas LCS …. jd bohong bener kl bilang ASEAN bersatu.
    Buat apa ASEAN bersatu ?
    1.Indonesia mau jadi “tameng hidup” lawan China Melindungi MALAYSIA ? (malaysia mengambil sipadan-ligitan dan tetap berambisi thdp ambalat) .
    ————————————————————
    Malah ambalat jadiin umpan ….
    Lebih enak Kalimantan dibulatkankan z ya.. hehe, masa negara kepulauan ..ada pulau yg dibagi dua.?
    Toh China juga lagi semangat2nya kembali ke Historis, kita juga…

    • 🙂 .. hmm

      Sabah Serawak memang terpisah dari semenanjung dalam arti luas. secara geografis terpotong dan dipisahkan oleh wilayah Indonesia dan dari segi sosial budaya juga berbeda dgn semenanjung.

      Sabah dan Serawak bisa jadi penting dlm grand design China Raya, dalam arti ada kemungkinan skenario memecahnya dari Malaysia agar memuluskan claim di LCS. Selama ini kerajaan Malaysia berusaha menjaga Sabah/Serawak tetap menjadi bagian dari Malaysia dgn me-Melayu Muslim-kan Sabah/Serawak dgn cara memasukan warga negara dadakan dari Indonesia dan Pilipina selatan dalam jumlah besar. Hal ini bisa berbalik dimanfaatkan kekuatan agen China untuk mendorong pemisahan dari Federasi Malaysia sebagai negara tersendiri atau bahkan dikondisikan untuk masuk Indonesia. misal – dgn perjanjian Indonesia akan mendukung claim China atas LCS

      ADIZ Jepang sudah diberlakukan sejak 1969, puluhan tahun China diam seakan mengakuinya dan tiba2 saja sekarang bikin ADIZ sepihak. Hanya karena saat ini China tidak mengklaim wilayah daratan negara2 tetangga sebagai wilayahnya, tidak berarti mereka tidak akan melakukan claim sepihak di masa depan, terutama mengingat peta mereka tahun 1938 yg memasukan seluruh daratan Asia tenggara sampai semenanjung Malaysia sebagai bagian dari wilayahnya yg lepas karena imperialisme asing

  9. Perbanyak super-boat2 yang bisa menggendong 4-5 rudal jarak menengah (3 digit), tempatkan di selat2 di daerah natuna, maupun laut sekitar sulawesi… dijamin, kapal induk ini akan ‘kempes’ kena ‘paku’ super-boat2 berrudal kita.
    Kalo KCR kegedean, terlalu lambat, dan easy target, dan kalo karam harganya amat sangat tidak murah….
    Sementara untuk super-boat: ===> kecil, lincah, susah untuk ditarget, dan lebih murah dari kapal2 besar jika terkena rudal musuh
    Super-Boat2 rudal Iran yang beroperasi di selat Hormuz bisa kita jadikan referensi.

    http://ibnlive.in.com/news/west-fears-irans-superboats-can-attack-warships/285467-2.html

    Bahkan saat militer AS melakukan simulasi penyerangan terhadap Iran tahun 2002, faktor superboat inilah yang mengejutkan mereka, armada laut mereka mengalami “heavy-loses” saat menyeberangi selat hormuz..

    Itu masih boat2 biasa dan simulasi tahun 2002, Tahun 2009 mereka dengan susah payah berhasil membeli “The Bradstone Challenger”, Super Boat F1, dan melewati blokade laut dan pengejaran yang menegangkan selama 18 jam di laut, dan berhasil membawanya ke daratan Iran. Dan mereka sukses membuat copynya dan dimodifikasi untuk dapat menggotong rudal2 jarak jauh, dan sekarang sudah diproduksi massal.

    Saya kira superboat rudal ini sudah sangat mendesak untuk kita adakan untuk ditempatkan di utara dan selatan negeri kita ini…

    Cepat, efektif dan mematikan…

    • Tambahan:

      http://www.telegraph.co.uk/news/worldnews/middleeast/iran/9486815/Little-boat-big-danger-how-a-British-made-speedboat-has-become-a-weapon-in-Irans-standoff-with-the-US.html

      “in which up to 100 armed speedboats approach an enemy warship from all directions. Surprise, confusion and speed are key to their success. And unleashed in the Strait of Hormuz, which is only 20 miles across at its narrowest point, the consequences could be devastating. ”

      Wouw,,, kira2 berapa ya jumlah super boat mereka sekarang…???????????????

      The consequences could be devastating…… <==== i like these words….. 🙂

      Ayo TNI AL, jangan cuma terpaku sama yang gede2 saja , yang mini2 juga bisa memberikan kehancuran bagi musuh…….

    • Yupz This is the key:
      Kombinasi “asymmateric warfare” antara:
      Lontong Kilo Rusia, Ranjau2 laut(kalau ada), rudal2 berbasis darat, dan superboat rudal ini akan sangat mematikan bagi armada laut manapun, sebesar apapun, apalagi buat kapal induk seharga 4,5 T dollar mereka.

      • taktik2 tempur asymmetric (ujung ekstrim: David vs Goliath) memang memerlukan kejelian dan kecerdasan ekstra untuk merancangnya. Jika menang maka itu kemenangan yang gemilang dan akan dipelajari di akademi2 militer untuk puluhan tahun ke depan 🙂

    • Secara prinsip sangat setuju, ukuran bukan nomor 1 (lebih penting senjata yang diusung).
      Trend justru menunjukkan bahwa battleship sekelas USS Iowa adalah dinosaurus dengan medan operasi yang cocok di museum purbakala (sehingga destroyer bagi TNI AL jelas bukan harga mati).

      Tentunya harus diperhitungkan ketinggian gelombang di selat Hormuz vs LCS misalnya (artinya ukuran boat tidak bisa sekecil di Hormuz)

      • Mudah2an saja bisa mengetuk pintu hati stake holder nya om (DPR, TNI, Pemerintah)

        Kombinasi asymmetric laut yang mematikan:
        Lontong Kilo Rusia, Ranjau2 laut(kalau ada), rudal2 berbasis darat, dan superboat rudal, destroyer, frigate….

        Kombinasi asymmetric udara:
        Su-35, SU-27, S300-S400, T-50
        kalo kuantitas belum memadai, gunakan radar VHF yang diintegrasikan dengan s300-s400,

        Tambahin lagi dunkz om, om……….

    • Om Patech: Biasa om, dedengkot2 negeri asing masih bercokol di bumi RI ini, mirip dengan SKK Migas yang ditangkap KPK kemaren…
      Banyak bgt alasannya: belum mampu ini, belum mampu itu, belum cukup dana, belum…………
      Acggrhhhhhh jebloskan aja ke penjara orang2 semacam ini…

      Seandainya, F117 USA jatuh dari langit ke bumi RI, bisa enggak ya kita bikin copynya dalam 1 tahun.???
      Dan apakah ada dana taktis bagi TNI untuk memuat suatu proyek2 dadakan yang seperti ini.???
      Lalu kenapa Iran bisa ya membuat copy RQ Sentinel yang dibajaknya dalam 6 bulan…???
      Dananya darimana ya, terus apakah ada tim riset khusus militer yang memang menangani hal2 seperti ini.??
      Bisakah kita meniru Iran dalam pengembangan alutsistanya?? (Mohon mahzhab dinomor duakan)
      Ahh, terlalu banyak pertanyaan????

  10. Ya mumpung karena masih jauh itu makanya kita siapin dari sekarang om..
    Kalo udah diserang baru nyiapin diri kan sama aja boong…….

  11. China sangat percaya diri mengklaim seluruh LCS sebagai wilayahnya karena yakin dengan kekuatannya. Saya percaya ini bukan analisis diata kertas saja, tapi suatu saat akan jadi kenyataan saat China merealisasikannya dengan dukungan militer yang sudah setara dengan USA. Saat ini saja AL Vietnam dan Malaysia memilih mundur, ambil jarak saat PLAN latihan mendekati teritori mereka.

    Membayangkan jika Indonesia mampu sekuat China, akankah kita juga mengklaim seluruh wilayah eks Empire Majapahit Raya termasuk Malaysia dan Singapore?

    • sangat mungkin bung, coba lihat sebagian gambar bendera Merah Putih dengan peta Indonesia di dalamnya. wilayah PNG dan Pilipina dibuat terpotong (tidak digambarkan) sementara Malaysia dan Singapura digambarkan secara penuh 😉

    • mengklaim seluruh wilayah eks Empire Majapahit Raya? Jika militer kita kuat, maka garis perbatasan kita ada di mana saja. Kita yg tentukan, bukan negara lain

    • kalau bisa kenapa tidak bung..
      Secara garis besar. Sabah serawak brunei adalah 1 kawasan kalimantan dan wajib di nasionalisasikan mnjd propinsi” br indonesia,,dilihat dr gris laut pun sabah sarawak jauh dg semenanjung.,
      apalagi di dukung dgn SDM,prajurit,dan ekonomi kt yg sakin menjulang tinggi.saya yakin kita bisa bertahap mengikuti china meski butuh waktu lamma dan lama..
      Setidaknya kita tak di lecehkan kemmbali. Dan tidak ada pulau yg hilang lagi,

  12. http://cpi.transparency.org/cpi2013/results/

    Indonesia walaupun lebih kecil dari China, tapi masih unggul dalam….korupsi

    Bad news: kepentingan survival parpol2 akan memaksa mereka untuk terus berupaya menggoyang dan berseberangan dengan KPK…

  13. gak mau ikut2an dulu takut dimarahi papa nobita,ngopi aja dulu dipojokan gedung putih sambil buka2 berkas dari papa bear,hehehe,tuing tuing ada yg mo diteken nih

  14. Kebanyakan negara pemilik kapal induk adalah justru negara2 ‘daratan’. Hanya UK pemilik kapal induk yg merupakan negara pulau, itupun negara mereka hanyalah negara pulau yang tidak terlalu besar. Padahal Indonesia adalah negara maritim terbesar di dunia. Nenek moyang bangsa Indonesia sudah mengarungi laut dan samudra ketika nenek moyang bangsa Inggris masih meloncat-loncat di atas pohon

  15. Kalo MEF udah kelar, sebaiknya kita uji, caranya: buat gara-gara dengan Cina, kita provokasi Cina di LCS, kalo dia respon dan marah, kita umumin perang. Kirim semua brigade, armada dan skuadron hasil MEF kita ke LCS, kita gempur Cina sehabis-habisnya. Bisa juga kita menyerbu Australia, atau berperang dengan seluruh negara ASEAN sekaligus…nah baru kita bisa tau MEF itu berhasil apa ngga. Percuma MEF dengan dana yang besar tapi ngga teruji. Mohon usul ini dperimbangin oleh para pemimpin negeri ini.

    • gak usah neko” lah mas..
      Hadapi dulu ausie,mmalaysia dan singasu dg extradisinya..
      China itu usuh potensial..
      Lengkapi dulu baju dan rommpi nya NKRI spy aman..

    • Bisa ……tapi singkatan MEF nya diubah dulu bukan Minimum Essential Force tetapi Maximum Essential Force. Kalau hanya minimum ga ada apa-apanya dibandingkan dengan kekuatan PLA … maaf hanya pendapat nubitol

  16. berita liaoning terlalu dibesar2kan,saya melihat justru amerikalah yg agresif memblow up nya,entah apa tujuan akhirnya.
    Saya jg sangat tdk yakin amerika berpangku tangan jk terjadi konflik lcs yg melibatkan china,justru jk china gegabah melakukan blunder yg berlebihan di lcs,maka itulah alasan yg tepat utk amerika mengerahkan armada tempurnya,mengenai apa yg dikatakan amerika dgn tdk mau “terlibat langsung” jk filipina diserang,saya lbh melihat itu adlh gaya bahasa “memancing ikan memakan umpan”.
    Amerika tetaplah amerika,dibelahan bumi mana yg tdk melibatkan mereka terutama jk terjadi konflik,krn bagi amerika utk itulah militer di ciptakan!
    Liaoning bknlah apa2 jk dibandingkan 10 kapal induk super carrier amerika,blm lg ditambh kapal induk kelas nimitz terbaru mereka uss gerald ford yg menurut byk pengamat militer adalah sebuah mahakarya,kapal yg supercanggih yg pernah dibuat oleh manusia!

    • China membuat banyak skenario sehingga lawan susah menebak dan mengantisipasi. Saatnya AS menyesali keteledorannya terlalu mengandalkan pada kekuatan sendiri, sampai tidak boleh negara sebesar Indonesia ini mandiri pertahanannya. Kalau dulu AS bisa menjalin aliansi dengan negara2 di ASEAN ini, tidak usah terlalu mengatur dg alasan HAM segala, tentu dia tidak akan pusing dengan LCS, dan bisa fokus melindungi Taiwan dan Jepang. Jepang juga seharusnya tidak perlu teriak ke AS, kalau dari dulu diberikan kebebasan menjadi negara seutuhnya ( hak mempertahankan diri ).

  17. Sebagai negara kepulauan Indonesia mutlak memiliki kapal induk. Bungkus aja tawaran kapal induk ark royal bekas inggris dan minta kapal induk bekas dari rusia seperti yang dilakukan China & India. Setelah diservis kapal2 itu diisi sukhoi 33 sea flanker dan stay f35, bukankah amerika pernah menawari f35 ke indonesia

    • mahal oom..
      lha mau nambah LPD / LHD saja mikir-mikir..
      yg cocok ya, banyakin yg kecil-kecil, beri taji yg cukup untuk menyengat.

      yang kecil-kecil itu tdk hanya kapal permukaan lho.. yg di dalem air juga.
      kalau sudah mampu, yg di udara juga
      dan umumkan ke dunia, kalo kita punya BANYAK vessel/vehicle/UAV bertaji (pernyataan tanpa angka).
      dengan sendirinya negeri manapun akan berpikir dan menduga2 seberapa kuat kita.

      itu sudah cukup jadi deterjen yg memabokkan. 🙂

    • indonesia memiliki ribuan pulau yg tersebar.. Itu sudah lebih cukup sbgai kapal induk bila di isi dgn radar..yakhont,s-300 dan roket R-HAn..itu adalah snjjata yg mematikan,
      produksi masal saja kcr,fpb,dan boat” yg lain serta hovercraft yg udah siap di cantolin rudal..itu saja dulu gk perlu muluk” pilih kapal induk.. Boss

  18. Sangat seru membaca ulasan2 diatas, rasanya saya sangat setuju dengan komentar Bung S&Y di atas bahwa Rusia adalah sebuah kartu kita. Melihat kondisi geopolitik saat ini dimana perseteruan “perang dingin” US dkk vs China makin seru saja, oleh karenanya sedikit sumbang saran hal-hal yang bisa dilakukan adalah sbb :

    1).Menjalin aliansi strategis dengan Rusia didalam banyak hal, militer, ekonomi, pendidikan, riset, antariksa, telekomunikasi dll (pada semua teknologi avant garde)

    2) Pemberian konsesi2 minyak dan tambang Rusia- Pertamina/Antam di drh2 hot spot misalnya Natuna, Papua dan kerjasama pada proyek2 besar lainnya.

    3)Pemberian konsesi minyak dan tambang blok2 minyak kerjasama dengan China di Papua dan Amerika di Natuna agar mereka saling menjaga kita di wilayah hot spot masing2

    4) Percepat MEF dengan masif melalui kerjasama2 ekonomi asymetric dengan Rusia dan atau negara2 lain (pola konsesi minyak dan tambang perlu dipertimbangkan untuk mengurangi penggunaan Valas, juga pola2 kerjasama lainnya) untuk mendapatkan senjata2 baru dan atau TOT plus Indonesia sbg agen penjualan teknologi mereka (shg kita bisa jualan produk “brand” terkenal dan dapat income valas, contoh CN 235)

    5) Intensifkan politik inti-plasma (inti Indonesia, plasma : ASEAN) dengan mengintensifkan solidaritas dan intensifkan soliditas negara2 ASEAN untuk issue2 strategis dimana semua negara ASEAN tdk terpecah spt : COC tata perilaku (berlakukan ke seluruh negara scr mutilateral), non agresi dengan semua negara dunia (multilateral, maka china dan US pun akan manut karena disetujui oleh seluruh dunia) , free nuclear zone..dll

    6) intensifkan kerjasama militer baik soft skill maupun hardskill dll seperti pertukaran perwira, latihan militer terbatas dan Latgab antar negara ASEAN meski tidak perlu bikin pakta resmi.

    7) persering event2 militer internasional di wilayah ASEAN untuk menunjukkan respect masyarakat militer dunia thd kawasan ASEAN , shg china dan US pun akan segan.

    Karena sesungguhnya jika kita baca benar2 sejarah, itulah sebenarnya yg dilakukan oleh Majapahit dalam artian negara2 diluar inti yg notabene adalah ASEAN tetap berdaulat namun pusat ini kekuatan (centre of gravity) tetaplah ada di tangan NKRI (inti-plasma) dengan kata lain ASEAN menjadi proyeksinya NKRI

    Ini hanya urun saran pemikiran saja….eeee siapa tau Bapak2 yg terhormat dan pinter2 yg ada di Medan Merdeka Barat, Pejambon, dan atau Senayan, mampir baca ke Warjag ini 🙂

    • Saya cuman orang awam dan rakyat biasa yg cinta bangsa ini ….
      Yup, Indonesia punya “berkah” tersendiri ….Indonesia punya banyak kartu buat multi ancaman dari luar.
      Kartu China buat Counter Amerika, Kartu Amerika buat counter China dan Kartu Rusia bs buat counter baik China maupun Amerika.
      Dan semua Kartu harus dimanfaatkan sebaik2nya …mumpung masih ada waktu dan kesempatan 😀
      Melihat “porsi” Rusia masih “kurang” saatnya Indonesia bermain dan bercengkerama bersama Sang Beruang.

      • Setuju sekali @ bung S&Y.. Menurut saya, Kartu Rusia adalah yang terbaik untuk saat ini.. Karena bisa meng-counter AS maupun China.

        Cuma bercengkrama dengan Negeri Sang Beruang, kita juga harus Ber-uang.. He.. Peace yah bro.. 😀

  19. mantap!

    Keengganan Cina untuk menjawab klaim ZEE kepulauan Natuna bisa merupakan indikasi sikap wait n see dari pemerintah Cina terhadap kejelasan sikap pemerintah RI.. netral alay, pro Cina atau pro US ?

    Terlepas dari neraca perdagangan dan hutang negara kita dengan pihak x, y maupun z…
    Saya pribadi sebagai warga negara masih memiliki keyakinan bahwa pemerintah kia tau apa dan bagaimana harus bersikap terhadap dinamika dunia ini.. tapi maafkan saya bila saya sangat meragukan pemerintah kita memiliki keberanian untuk bertindak dan memulai langkah yng jelas atas sikapnya.

    note: Rusia telah dengan nyata tunjukkan sikap medukung pemerintah kita melawan AUS dalam kasus penyadapan Presiden dan Ibu Negara… tapi kemudian ..kita semua bisa menilainya..

  20. Betapa besarnya kandungan minyak dan gas Indonesia di Laut China Selatan:

    • bayangkan jika seluruh LCS dikuasai oleh China 😀 betapa besarnya nilai ekonomi LCS dari segi logistik dan kekayaan biota laut serta migasnya.

      beberapa waktu yg lalu rencana eksplorasi Migas lepas pantai Vietnam oleh perusahaan India mendapat kecaman dan ancaman dari China. dan sudah beberapa waktu nelayan China tidak mau ditangkap ketika mencari ikan dalam ZEE Indonesia, ke depan Perusahaan negara atau asing pengelola eksplorasi migas di Natuna-pun bisa saja ditentang oleh China.

    • data terbaru (2013) Indonesia jauh tertinggal dalam hal cadangan Migas dari Malaysia bahkan Brunei, volume lifting juga bernasib sama. silahkan agan2 lihat statistiknya dan menangis 🙁

      http://www.eia.gov/countries/regions-topics.cfm?fips=scs

      ini akibat kelemahan pemerintah Indonesia sendiri yang luar biasa ruwet dan mahal mengenai perijinan eksplorasi baru migas. Bahkan Pertamina lebih memilih mengambil ladang minyak yg ‘untung2an’ volume sisanya eks perusahaan asing daripada mencari ladang baru.

      Hal ini sudah terjadi belasan tahun. Institusi2 negara macam apa membereskan efesiensi masalah perijinan saja sampai belasan tahun tidak juga terselesaikan?

      AAARGH! @^$*%(^)&^)^%(%!!!

      • Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara, salah satunya:
        Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu
        (Manfaatkan aset SDA untuk membiayai riset nasional, sebelum segala cadangan habis dan kau tak memiliki keunggulan iptek untuk dijual kepada bangsa lain)

        R&D dalam % GDP – PPP:
        RI: 0.07%
        Mal: 0.63%
        Korsel: 3.74%
        Jepang: 3.67%
        Israel : 4.2%
        (Wiki – data 2010/2011)

        • O ya, setelah gak niat urusan R&D lalu apa?

          Ya minta ToT sana-sini…

        • bahkan ga nyampe 0.1% 🙁 makanya tergantung dengan ToT untuk penguasaan teknologi tinggi.

          ToT hanyalah jalan pintas untuk mengejar ketinggalan, jika tanpa budaya R&D maka di level teknologi selanjutnya tetap akan tergantung pada ToT dari pembelian produk luar, terus kemandirian Alutsistanya kapan?

          ToT hanya easy way out sementara, bukan solusi jangka panjang

      • paling mumet jika membicarakan lifting minyak indonesia yg tdk kunjung naik krna trlu bnyak kepentingan yg bermain di dalamnya. mafia dmn-mana,para politikus mengambil kesempatan mncari dana kampanye

        • Pertamina dijadikan sapi perahan, seperti jaman Ibnu Sutowo. hanya saja sekarang sistem-nya bagi2 uang tutup mulut. namun itu juga sebabnya sangat susah diberantas karena yg kecipratan dosa hampir semua.

          mudah2an pemilu tahun depan rakyat lebih teliti dan tidak fanatik dalam melilih wakil rakyat. pemerintah baru nanti juga harus berani berhenti melakukan bagi-bagi kekuasaan dengan cara memberikan posisi mentri kepada orang partai. Kementrian harus diisi profesional agar ada harapan bisa efisien. urusan kemajuan negara harusnya terpisah dari negosiasi politik bagi2 kekuasaan

  21. Biarkan saja pak China ngamuk, kita tidak ikut-ikut. Kita siapkan proposal perdamaian saja.

    • apa apaan anda itu mbah bowo??..
      a. Bila anda WNI pendapat anda cerminkan betapa kecilnya nasionalisme dan mentalitas juang anda
      b. Bila anda non WNI anda tidak cukup pintar untuk melemahkan kami.

    • betul mbah .. buat mbah bowo banyak2 damai saja..
      banyak ibadah mbah.. biar damai di akhirat nanti

      • Kalau ngak mau damai maka akan bernasib seperti filiphina, ingat pak negara vietnam saja sudah mundur teratur dari konflik LCS.

        • Stuju dgn damai mbah…..Civis pacem para bellum.
          “Tp siapa saja yg ingin damai maka bersiaplah utk perang”.

          Ingat mbah …luasnya wilayah Indonesia dan kedamaian hari ini adalah hasil dari peperangan yg dilakukan pendahulu2 kita sejak jaman NAGARA PURBA,DWIPANTARA (NUSANTARA),SRIWIJAYA,MAJAPAHIT.

          Nah kita sbg penerus mempersiapkan kemungkinan utk damai yaitu dgn memperkuat ALUTISTA militer, shg dgn ALUTISTA yg kuat kedepannya tidak akan ada yg berani mengganggu Indonesia.
          Penguatan alutista bukan utk kita saja tp juga utk anak cucu kita kedepannya supaya mereka tidak diperangi bangsa lain.
          Sebagaimana pendahulu2 kita berinvestasi dgn rekam sejarah yg hasilnya kita nikmati sekarang.

          Akhir kata….dgn alutista kita yg kuat, mbah Bowo beserta anak cucu bisa tidur nyenyak saat ini dan kedepannya hanya dgn modal autan atau obat nyamuk bakar sukur2 ada kelambu dirumah jd lebih irit 😀

  22. bagi amerika bumi ini sdh sebesar telapak tangan kawan,apapun skenario yg dimainkan china sdh mereka perhitungkan.
    sulit merahasiakan sesuatu dr amerika..dgn teknologi yg mereka miliki,mereka bs berbuat apa saja yg negara lain tdk mampu bahkan tdk terfikirkan..ada joke yg mengatakan,semut bersembunyi dlm rumahpun mereka bs tahu hehe
    Kasus penyadapan adlh yg paling hot ,itu sbg jawban bahwa amerika bs menggunakan cara apa saja utk mengetahui aktivitas negara lain,bs kita bayangkan sekutunya pun dia curigai,apalagi china..klo bkn snowden(org dlm),mungkin sampe skrg aktivitas penyadapan tsb aman2 saja!
    kawan ks,jepang mmg terikat dgn perjanjian PD II setelah mereka menyerah dgn sekutu,klo jepang dibebaskan mengembangkan industri militernya,sangat beresiko kawan,krn jepang jauh lbh berbahaya dr china,sejarah cukup menjadi bukti betapa mengerikannya dai nippon..hampir semua kawasan asia sdh merasakan kekejamannya,bahkan negara sebesar china dan korea pun hrs mencium telapak kaki serdadu jepang,jepang menciptakan tragedi kemanusiaan terbesar sepanjang sejarah perang dunia bersama sama nazi jerman..dan kita semua sepakat tdk ingin hal itu terulang kembali!

    • Sementara kolonialisme masa lalu oleh bangsa Jepang jangan dilupakan, namun potensi kolonialisme China di masa depan juga jangan diabaikan. Jepang ditahan konstitusinya untuk mencegah terulangnya sejarah, sementara China mempunyai tren nasionalisme yg meningkat. Jaman juga sudah berubah, militerisme Jepang akan mendapat penentangan dari masyarakatnya sementara rakyat China mendukung kebangkitan negaranya sebagai calon super power dunia dalam kekuatan militer. nasionalisme tinggi yg didukung kemampuan militer merupakan perpaduan harus dihargai jika saja tidak dibarengi claim wilayah sepihak

      tidak masuk akal jika saat ini kita harus lebih mengkhawatirkan Jepang yg sudah ‘jinak’ dan mengabaikan kebangkitan China, yang selain menawarkan peluang juga membawa potensi ancaman kedaulatan

  23. Benar sekali bro Frans, jepang jauh lebih berbahaya daripada china. Jangan lupakan sejarah. Saya baca di buku “perang pasifik” terbitan gramed, bagaimana angkatan laut jepang mengalahkan sekutu yang TIGA KALI LEBIH KUAT dibanding jepang di laut jawa. Lalu di china, jepang mengalahkan musuh yg berlipat kali lebih kuat. Ketika jepang mendarat di jawa, penduduk lokal tidak percaya pasukan bertubuh pendek yg terlihat susah payah memanggul senjatanya, yg banyak menggunakan kacamata tebal dan berwajah “lucu” bisa mengalahkan belanda. Namun segera terbukti mereka bukanlah org2 yg lucu. Sebaliknya, mereka sangat agresif dan brutal. Sayangnya (atau untungnya) kemudian sekutu berhasil menyadap dan memecahkan sandi jepang sehingga apapun yg akan dilakukan jepang bisa diantisipasi sekutu. Titik balikpun terjadi….

    • tepat apa yg kawan loai uraikan..dan terlalu sulit utk amerika melupakan tragedi pearl harbour,sama sulitnya utk jepang bisa lepas dr tekanan amerika..namun jk jepang di bebaskan jln sendiri,saya yakin pejabat2 china lah yg pertama akan meriang hehe

  24. seperti kucing yg sedang dipermainkan oleh “ekor” macan..
    baru dikasih ekor buat main sdh kepayahan.
    🙁

    (maaf, tidak bermaksud mengolok2)

  25. jawaban sdh ada didepan mata..berarti china bknlah negara yg bs dijadikan sahabat!
    tni harus tegas dgn resiko terburuk sekalipun

  26. Untuk saat ini dan dua thn kedepan diprediksi blm akan terjadi konflik yg berarti yg melibatkan antar negara disekitar LCS, china blm akan bertindak apa2. Jd masih ada waktu utk RI memperkuat alutsistanya jg hrs memper erat kerjasama dibidang pertahanan dgn rusia jg dgn iran yg kedepannya akan sangat membantu dibidang TOT persenjataan scr cepat, dan pemerintah hrs mempercepat pengelolaan di pulau natuna dan sekitaran ZEE utk memperkuat kepemilikan wilayah tsb di mata internasional, RI hrs bersiap sebelum waktunya tiba di 2016. Sang naga akan bnr2 membelitkan tubuhnya melingkari wilayah LCS. dan bibit2 PD3 akan dimulai diwilayah LCS bkn di timteng. timur tengah akan membara setelah amerika dgn kekuatan militernya terkosentrasi menghadapi china di pasifik. dgn smkn berkurangnya kekuatan US di timteng, akan dimanfaatkan negara2 arab menyerang israel. dan benturan peradaban antara timur dan barat di prediksi di thn 2020 an. dan setelah itu perang akan dilakukan dgn kayu dan batu.

    • Luar biasa @bung pedro. Saya setuju sekali. Clash of civilization, seperti mimpi buruk. Tinggal menunggu waktu saja..

      Besok saya mau nyari tanah ah, nyicil buat bikin bunker.. He..

    • Saya sependapat bahwa teater Timur tengah yang terlupakan justeru bisa meledak terlebih dahulu. Tapi sepertinya bukan negara – negara Arab seperti Iran, Suriah atau Mesir yang akan menyerang terlebih dahulu mengingat status Israel sebagai pemilik Nuklir (meskipun tidak resmi, dulu sempat disiagakan ketika Mesir mampu menyeberangi sinai mendekati Israel di perang 1973).

      Perang Arab – Israel berikutnya menurut saya bukan dimulai oleh Negara Arab, mungkin akan dipicu oleh ulah Hamas atau Hizbullah sehingga memberikan alasan bagi Israel untuk menyerang wilayah Arab. Bisa juga terjadi karena Israel menyerang Instalasi Nuklir Iran. Serangan balasan dari pihak Arab mungkin hanyalah serangan rudal jarak jauh dari Iran maupun Suriah,dan/atau hujan roket dari hizbullah dan Hamas. Serangan pasukan darat dengan MBT, kecil kemungkinannya untuk dilakukan.

      Serangan udara dengan pesawat tempur juga sangat kecil kemungkinannya mengingat diantara negara Arab mungkin hanya Arab saudi (yang notabene sekutu USA) yang memiliki angkatan udara terkuat yang mampu mengimbangi Israel. Selain itu payung udara Israel dengan kubah besinya sulit untuk ditembus oleh jenis2 pesawat yang ada diinventory negara Arab. Iron Dome Israel terbukti mampu menjatuhkan roket2 kecil.

  27. Yg dimaksud dgn superboats mungkin ini ya
    http://www.uskowioniran.com/2010/08/zolfaghar-and-seraj-1-high-speed-combat.html
    Tapi ini kapal yg kecil 15 m, hanya dipersenjatai dengan roket unguided / semacam bazooka dan senapan mesin berat, dengan awak yg sanggup/ siap untuk “suicide missions” semacam Pengawal Revolusi Iran. Sedangkan karakter, temperamen, pendidikan dan pelatihan prajurit kita berbeda.
    Barangkali lebih baik alternatif sebagai berikut: Yakhont versi darat P-800 Bastion P seperti dipunyai Vietnam. ALKI kita banyak mempunyai choke points yg bisa dijaga oleh Bastion, ini sifatnya defensif. Karena mobilitasnya tinggi, mau ofensif pun bisa, pasang saja di KepRi: Batam, Bintan, Anambas, Natuna, atau Singkawang ke Utara.
    Pendapat saya dari dulu alutsista kunci deteren TNI AL adalah cuma 2 : Kapal selam Kilo dan Yakhont versi darat P-800 Bastion P.

    • Bung Antonov …1 Sq SU-27/30,Kilo dan Yakhont di VS class mungkin cukup buat nakut2in Malaysia di Ambalat.
      Tp utk natuna kontra China realistis aja masak ngandelin cuma Yakhont/P 800 bastion + Kilo …geli2 buat China kl cuman itu doang mah…paketnya hrs lebih banyak 😀

      Paket Rusia :
      -S-400 skitar 2 s/d 3 batre di Natuna
      -Panstyr 8 unit versi pantsir tracked wheel kl bs …biar lebih mobile utk pertahanan titik maupun pantai.
      -Yakhont mobile platform (darat) butuh sekitar 6 s/d 8 buat salvo Liaoning dkk
      -SU-34 maritime strike mnimal 1 Sq (full armament), base bisa di Kalimantan (skalian jaga ambalat)
      -SU-35 (full armament) air superiority mnimal 1 Sq, base jg dikalimantan
      -Eks destroyer Rusia …tiga serangkai (Slava class,Sovremny class,Udaloy class) << kl gak bs utamakan 1 unit utk spesial AAW.
      -Kilo class type 636 4 unit

      Paket buatan dalam negri utk Natuna :
      -2 s/d 4 unit CN 235 MPA/ASW buat patrol
      -1 Sq UAV yg Spesifikasi LSU 02 (http://jakartagreater.com/cikal-bakal-skuadron-uav-indonesia/) buat patrol
      -KCR 40m skitar 4 s/d 6 unit utk reaksi cepat.
      -KCR Trimaran Klewang class 2 unit.

      Tambahan :
      -Van Speijk class (AShW)yg bisa gotong Yakhont 2 unit digeser ke Natuna
      -Cari Frigate murni AAW (memiliki 3 lapis AAW, Goalkeeper,Shorad + medium SAM)bekas yg murah meriah mnimal 2 unit (bs dr eropa ataw rusia, sukur2 bs baru)
      -4 unit Parchim class (ASuW) di geser ke Natuna.
      -1 Sq F-16 hibah dikalimantan buat patrol Natuna.
      -Percepat proyek Submidget Nasional.

      #ngimpi_mode_on #Duitdarimanadotkom

      Wuihh kl jadi wishlist diatas (aminnnn) …..lumayan buat gunboat diplomacy thdp koko panda terkait konflik ZEE Natuna.
      Kl bs tetap cari solusi damai dgn smooth diplomacy thdp koko panda.

      CMIIW

    • WOuw.. kita harus membikin 100 yg seperti itu nih…. tempatkan di utara dan selatan……

  28. Heran gw kok TNI AL pada kuatir nangkap nelayan china, klo mmg mereka ngbrolnya kerjasama ya bolehlah dibebaskan dan dikasih peringatan, tapi kalau sampai ditekan ( kalau tidak mau dibilang diancam ) pun dibebaskan buat apa itu kapal-kapal perang…alamak mental komandan yang suka menutupi kekurangan dan kelemahan alias malu mengakui klo mereka sebenernya bertindak benar tapi kuatir kena marah, hukum memang ribet jaman sekarang memang gak bisa maen gebuk tapi cerdas dikitlah…nelayan cina itu di hukum di laut saja dibocorin kapalnya hitung” belajar sabotase kapal

  29. saya tidak melihat adanya potensi china utk menciptakan konflik terbuka di kawasan asean,khususnya terhadap indonesia,malaysia,singapore,brunei dan filipina..tp kemungkinan itu tetap ada,dgn perhitungan militer mereka harus mampu mengimbangi militer amerika atau bs bertambah dgn sekutu2nya..pertanyaannya apa itu mungkin?
    jwbnya “meragukan”!
    Mengapa?
    Mungkin teman2 disini yg lbh tahu jawabannya

    • Selama china belum merevisi petanya yang kontroversial menjadi sesuai dengan hukum internasional, potensi konflik tetap terbuka

      • china bs saja larut dalam pujian dan kekaguman negara lain atas perkembangan militernya..bahkan amerika jauh lbh agresif memuji muji china..
        Mungkin itulah salah satu strategi amerika agar militer china lbh agresif dan bertindak gegabah menebar konflik dgn negara2 sekitarnya..bs saja amerika berharap china menjadi lupa diri dan cm mengukur kekuatan dr pujian dan kekaguman..china lupa bhw apa yg mereka miliki(alutsista)blm terdengar dan terlihat kehandalannya dimedan tempur yg sebenarnya,cm sebatas standard uji mereka..
        berbeda jauh dgn apa yg dimiliki amerika,sdh teruji kehandalannya dimedan pertempuran,di irak kita semua tahu bgmn amerika menguji kemampuan alutsistanya,begitu digdaya nya rudal tomahawk,f117,apache,blackhawk,m1a1 abrams bahkan pembom B2 ikut di uji cobakan..di afghanistan dan pakistan kita jg saksikan bgmn mereka menguji kehandalan drone nya..
        tdk menutup kemungkinan amerika punya agenda tersendiri utk menggiring china menciptakan konflik di lcs,hingga dgn alasan apapun amerika merasa perlu utk melibatkan diri..tujuan utamnya ya mungkin cm ajang uji coba alutsista terbaru mereka dan mengasah kemampuan tempur personelnya hehe

  30. Sebelumnya, terimakasih sekali bung diego atas ulasannya.. Sangat menarik, bahkan hingga menggelitik cungcurungan saya.. he..

    Saya mau ikut urung rembug, bung.. 😀

    Menurut saya, Indonesia sudah mengambil sikap dan langkah yang proporsional terkait kisruh LCS. Indonesia sudah mengambil langkah preventif dan mencari solusi terbaik untuk semua pihak.

    Bersikap netral itu baik. Tapi Indonesia juga harus bersikap tegas terhadap China. Katakan bahwa “Anda salah”. Sekali lagi, jangan takut. Tapi tentunya dengan bahasa diplomasi yang baik dan cantik.

    Sikap tegas Indonesia sangat ditunggu-tunggu oleh negara ASEAN lainnya, terutama negara-negara yang terlibat sengketa. Bahkan oleh negara-negara seperti Rusia, India, NATO (AS, Australia, dan terutama Jepang) dan Eropa (terutama Jerman)..

    Sikap Indonesia terkait kisruh LCS, harus berpijak pada nilai-nilai kebenaran. Jangan mengingkari nilai-nilai kebenaran itu. Apalagi menjual nilai-nilai kebenaran itu dengan seuprit tot C-705. Jangan lah.. Entar nyesel loh.. He..

    Just mt opinion.. Mohon maaf jika ada kata-kata saya yang salah dan menyinggung bro-bro sekalian..

    Peace yah bro.. NKRI harga mati yah bro.. 😀

  31. sedia payung sblmm hujan lebih tepatnya bung jenggo..
    Payungi dulu NKRI dg SAM entah apa yg dipilih dan radar”nya..

  32. Ulasan yg mantap dan memantik banyak ide bung Diego. Soal China yg mengklaim LCS via nilai historis kejayaan masa lalunya sy pikir kita juga punya histori yg tak kalah heroiknya.Tentu kita msh ingat sejarah Raden Wijaya yg mampu menunggangi pasukan Mongol (penakluk China) hingga mempecundangi mrk utk mendirikan Majapahit. Kisah itu menunjukkan btp hebatnya kemampuan diplomasi + strategi bangsa ini, walaupun itu duluuu sekali. Nah diluar romantisme masa lalu, beberapa hal menarik yg sy tangkap dr letupan ide agan2 di warjag ini adalah sbb:

    1. Posisi Asean menghadapi klaim LCS. Harapan banyak pihak memang Asean dpt menjadi sebuah kekuatan regional, katakanlah dgn membentuk suatu pakta pertahanan. Namun kelihatannya sulit terwujud jika kita tidak mau mengatakan tdk mungkin. Knp sulit, ya sejarahnya, pertarungan ideologi masa lalu antara blok timur vs barat nyata msh membekas diantara member Asean. Belum lg ngomong kepentiingan ekonomi diantara negara sekawasan. Pakta Pertahanan Asean jika terbentuk akan menjadi kekuatan yg menyusahkan klaim LCS. Ibaratnya, klaim LCS dpt menjadikan China common enemy.

    2. Antara AS-Rusia-China. Cukup cerdas jika kita mampu menerapkan politik tiga muka (bukan lg 2 🙂 ). Tergantung apa yg menguntungkan. Kesannya jd Negara yg oportunis, tp ya memang yg harus dilakukan. Bagian dr strategi tho. Kita nggak perlu lg terlalu pro atau anti terhadap Trio Kwek Kwek AS-Rusia-China, khususnya jk bicara teknologi Militer. Jika Rusia tawarkan kilo, ya sikat. AS tawarkan Apache, embat. China tawarkan ToT C-705 yg seuprit itu ya betot. Selama menguntungkan kita, sembari kita memperkuat diri, politik tiga muka layak dilakukan. Mantra yg didedahkan SBY “zero enemy thousand friends” itu msh layak dikedepankan. Cm harus sedikit “culas” saja hehehe.

    3. Posisi Indonesia. Saya sependapat dgn Bung Danu soal R&D. Memang R&D lah solusi terbaik bicara teknologi, dan ToT adalah jalan pintas. Selain R&D, hal lain yg perlu dicermati adalah penyusunan postur dan doktrin yg sesuai. Sesuai dgn kondisi geopolitik dan anggaran tentunya :). Nah soal postur dan doktrin, agan2 sudah sangat luarbiasa mengelaborasinya..bravo.

    4. Gagasan. Wondering, kita, komunitas warjag bisa menyusun ya katakanlah blueprint mengenai postur dan doktrin pertahanan Trimatra utk negara ini. Entahlah, mungkin Bung Diego berkenan utk mengkompilasi ide2 komunitas warjag utk jd Blueprint? Terus kita usulkan ke Cilangkap atau Medan Merdeka hehehe..salam

  33. Kembalim nya cina inget saat mongol mw masuk nusantara…….ad yg tw cerita nya gg…..kenapa mongol gagal menundukan nusantara

  34. Bung @hilang terbuang, Mongol gagal taklukkan Nusantara (saat itu Kediri-Jayakatwang), krn kurangnya informasi/pasukan telik sandinya lemah.

  35. Indonesia harus membuang prinsip “Zero Enemy”, negara kita nih mesti memusuhi satu atau dua negara, dan musuh itu harus kita anggap sebagai ancaman laten supaya kita bisa terus waspada. Prinsip “Zero Enemy-nya” Soeharto dan SBY, udah bikin bangsa kita terlena, merasa aman. Coba liat, negara yang merasa terancam dengan negara di sebelahnya pasti menjadi negara kuat: Korut-Korsel, India-Pakistan, Suriah-Israel, Taiwan-Cina, de el el. Dari semua negara yang punya teritori luas dan penduduknya banyak, kek-nya Indonesialah yang paling lemah dalam persenjataan. Sudahlah Indonesia, buang juga prinsip “Good Boy”, kita harus agresif dan provokatif, kalo kapal Malaysia atau yang lain masuk ke ZEE kita, langsung tembak aja. Atau kita provokasi dengan masuk dan melanggar wilayah lain, selama ini kita gga pernah menggertak wilayah negara lain, karena terlalu sopan. Bila perlu kita hajar Cina, Australia bahkan Rusia dan Amerika. Segera bangun rudal nuklir, buang semua ratifikasi anti nuklir dan ranjau darat. Ngga apa-apalah sedikit melanggar pembukaan UUD 1945, demi memperkuat negara. Jangan takut mengumumkan perang. Moga-moga para pemimpin baca nih pesan.

  36. Selamat siang bung diego…..
    Commentnya udah pada rame banget, seru…..
    Kayaknya bentar lagi, akan lebih rame lagi, minggu depan kyknya isunya ada khabar berita resmi ttg lontong kita….
    Kita tunggu aja khabar itu benar apa nggak….
    Asumsi : LCS panas, kasus sadap tetangga, RI siap datangkan alutsista yg mempunyai efek deterent, gitu kali he he he he……..
    Salam dari saya , Gue.

  37. boleh waspada tapi jangan terlalu di dramatisir
    perkuat “alutsista”..baik alutsista barang maupun manusianya.kalau manusia kitanya kompak ancaman sihebat apapun dari luar bisa di redam.
    negara kita bukan pemantik api tapi peredam.bukan berarti juga kita pecundang,,
    sorry coment asal2an…hehehe

  38. Kalaupun seperti tempat cuci motor, minimal sekali antar petak harus disekat dinding beton, jika satu petak kena rudal jelajah, petak2 lainnya mungkin masih selamat. Tanpa sekat, 1/2 ska bisa hancur sekali bom…

  39. S&Y:
    Yang jelas, kita jaga pekarangan kita…. jangan biarin tuh mata sipit ngambil ikan kita seenaknya….
    Trilyunan Rupiah bro……..

  40. makasih atas informasinya yang sangat lengkap banget
    tapi,ada tulisan china, aku gak mudeng…

  41. pernyataan malayshit menunjukan kepengecutan sejati.. padahal klo diam, mungkin jauh lebih berwibawa

  42. ASEAN terdiri dari berbagai negara yang memiliki kepentingan dan tujuan masing-masing, mengingat keadanan ekonomi, dan pertahanan yang masih tergolong lenmah jika dibandingkan dengan negar-negara besar maka mennya tukan ASEAN (dalam satu suara) mengenai konflik LCS adalah sutu hal yang sulit dan bahkan mustahil

 Leave a Reply