Apr 102014
 
F-5 Tiger TNI AU (photo: Eddy Februanto Putra)

F-5 Tiger TNI AU (photo: Eddy Februanto Putra)

Kementerian Pertahanan dan TNI Angkatan Udara masih mengkaji calon pengganti pesawat tempur F-5 Tiger yang akan dikandangkan. Kepala Badan Perencanaan Pertahanan Kementerian Pertahanan, Laksamana Muda Rachmad Lubis, mengatakan empat pesawat generasi 4,5 atau mendekati kemampuan pesawat siluman atau antiradar yang dilirik adalah Sukhoi Su-35 buatan Rusia, SAAB JAS Gripen produksi Swedia, Dassault Rafale dari Prancis, serta Boeing F/A-18E/F Super Hornet bikinan Amerika.

“Masih kami pertimbangkan dari sisi anggaran. Kami mempelajari yang paling menguntungkan pemerintah,” kata Rachmad kepada Tempo di kantornya, Rabu pekan lalu. Rachmad belum bisa memastikan jumlah anggaran untuk membeli pesawat baru.

Sumber Tempo di Kementerian Pertahanan mengatakan sebenarnya ada usulan baru pengganti F-5 Tiger. Yaitu Eurofighter Thyphoon yang diproduksi bersama oleh Inggris, Spanyol, Jerman, dan Italia. Usul pembelian Thyphoon diajukan oleh PT Dirgantara Indonesia.

Menurut sumber ini, PT DI beralasan para produsen Thyphoon lebih mau berbagi ilmu atau transfer teknologi. Bahkan, sangat mungkin PT DI diberi lisensi memproduksi beberapa suku cadang. “Kalau pesawat buatan Amerika dan Rusia tak ada transfer teknologi,” kata si sumber. Berdasarkan Undang-Undang Industri Strategis, pembelian alat utama sistem persenjataan dari luar negeri harus disertai dengan alih teknologi.

Direktur Teknologi Penerbangan PT DI Andi Alisjahbana tak mau berkomentar tentang usulan perusahaannya. Dia hanya mengatakan pengadaan persenjataan sebaiknya tak hanya melihat kecanggihannya. “Tapi diperhatikan pula kesediaan negara pembuat untuk membagi teknologi dengan industri dalam negeri,” katanya.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara Marsekal Pertama Hadi Tjahjanto menanggapi positif usulan Typhoon sebagai pengganti F-5 Tiger. Musababnya, Typhoon punya kemampuan relatif sama dengan calon pengganti lainnya. Hadi juga menilai pembelian Typhoon bakal menambah varian pesawat tempur Angkatan Udara. “Tapi keputusan pembeliannya berada di Kementerian Pertahanan.” Sejumlah pilot tempur yang ditemui Tempo justru menilai pemerintah seharusnya membeli Sukhoi Su-35. Pesawat ini dianggap superior di udara dan menimbulkan efek gentar bagi negara tetangga. Tempo.co / INDRA WIJAYA

  213 Responses to “Memilih Pengganti F5 Tiger TNI AU”

  1.  

    kok cuman ditempel lalu diturunkan, diintrogasi si pilot. skalian bongkar isi pesawatnya biasanya ada alat pemeta wilayah untuk lihat wilayah rahasia tni.

  2.  

    # maaf oot..

    * Bagaimana bentuk serangan militer asing. yg harus dihadapi Indonesia Jika perang terbuka ? *

    – dari arah mana saja.?
    – dgn eskalasi seperti apa.?
    – dari matra mana serangan dibuka.?
    – berapa lama perang akan terjadi.?
    – Sejauh mana kerusakan yg akan diderita Indonesia.?
    – Alutsista apa saja yg bisa mementahkan serangan militer asing.??
    – Mampu kah kita survive..?

    pertanyaan2 diatas kerap kali mengganjal benak pikiran gue priabdi..
    kalo2 ada yg memiliki pandangan know how-nya..monggo dishare ..
    tentu semuanya hanya berdasarkan analisa dan perkiraan saja…
    trimakasih sebelumnya.

    •  

      Bung Donnie biar gak IMO2-an coba baca PERATURAN MENTERI PERTAHANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2013 TENTANG RENCANA STRATEGIS PERTAHANAN NEGARA TAHUN 2010-2014

      Disitu lengkap, semoga membantu… 🙂

      •  

        trima kasih bung jalo..
        pastinya sangat membantu memetakan kemungkinan apa yg akan terjadi,..
        tapi tetap tidak menutup kemungkinan ..ada masukan dari warjager mengenai strategi pihak lain yg akan diterapkan.
        hitung2 belajar menganalisa perang..hehehe
        gpp lah ya..iseng2..:D

      •  

        Nah ini baru asyiik. Kalo sy sering memikirkan negara mana yg paling menarik utk dijajah (dlm pengertian konvensional) oleh kekuatan utama dunia. Menurutku yg paling menarik australia krn luas wilayah dan jumlah penduduk sedikit. Klimantan dan papau jg cukup menarik. Njajah jawa ribet krn terlalu byk penduduk. Monggo dielaborasi teman-teman.

    •  

      jiah ngetroll nih 😆 sorri bung admin maaf konekci ane bubar jalan nih 😀

    •  

      “mamarika akan membuat semacam BENCANA ALAM terlebih dahulu, seperti tsunami Aceh” Emang bisa ya ? Caranya ?

      •  

        apa yg menimbulkan gelombang tsunami.?

        karena ada retakan pada lempeng benua secara vertical, retakan ini menjadikan sebuah area yg segera diisi air laut dan akan menimbulkan effect gelombang air laut ke arah sebaliknya..
        semakin besar dan dalam ruang retakannya, semakin besar-tinggi pula effect yg dihasilkan.

        bagaimana membuat ruang retakan tsb yg cukup dalam..?? tentu diperlukan semacam ultra high explossive..

      •  

        Konon, Tsunami di Aceh dan Jogja juga ulah mamarika…

    •  

      Seperti kasus timor leste dulu y bung lepas dr NKRI… oiya bung nara klo mengenai kasus skrg spt yg terjadi di papua yg dilakukan kelompok bersenjata OPM spt’y ada pembiaran ya dr aparat kita kok sulit skali memberantas kelompok pengacau ini? Sebenar’y apa yg terjadi sih bung dsna? Apa ada kemungkinan mereka di bekingin sonotan atau mamarika dlm hal ini, baik dalam hal keuangan ataupun persenjataan?bagaimana peran sesungguhnya intelejen kita knp terkesan kurang cekatan mengantisipasi pergerakan kelompok bersenjata semacam ini?Sungguh prihatin belasan prajurit tni/polri yg tewas dsna tetapi spt tidak ada tindakan yg tegas dr aparat keamanan… saya kira ini bs jadi celah dlm skenario klo mamarika atau sonotan mau invasi ke indonesia..

    •  

      Smua diliat dri tingkat kepentingan baik politik ataupun ekonomi… cina ataupun russia tidak akan sekonyong2’y membackup indonesia jika terjadi invasi yg di skenariokan mamarika/sonotan.. mereka melihat untung/rugi’y membela indonesia.. seandai’y membela saya kira hanya sekedar dukungan diplomatis tidak disertai iring2an armada perang dr mereka… yg terpenting poros terkuat adalah persatuan dan kesatuan dri masyarakat/warga negara’y sendiri.. jgn terlalu berharap byk dgn negara lain..

    •  

      terima kasih all… untuk respon nya..

      gue membuka wacana ini, ya siapa tau ada yg punya pemikiran “bagaimana jika mamarika atau paman mao menerapkan strategi nya jika menginvasi Indonesia.”
      mengeksplorasi berbagai kemungkinan yg bisa terjadi… semoga menjadikan kita waspa dan sadar bahaya didepan kita…
      silahkan share-nya..monggo lapak masih dibuka 24 jam everyday, hehe

  3.  

    Bung Nara/Bung Jalo Mau tanya.
    Emang rencana ambil Thyphoon itu brapa unit ya bung agar syarat TOT dapat dilaksanakan bersama PT DI? apakah budget untuk Thyphoon (yg kemungkinannya ambil banyak supaya dapat TOT) tidak mempengaruhi budget utk melirik pesawat lainnya seperti misalnya SU35?

  4.  

    emang ngangenin warung ini, oplosanya bikin ketagihan

  5.  

    emang ngangenin warung ini, menu racikan oplosannya bikin ketagihan

  6.  

    Hemmm…

    MH-370 yang segede Bus antar propinsi itu sepertinya memang tidak melanggar udara Indonesia. karena pesawat cessna yang baling2 tunggal saja ketahuan.

    kenapa itu cessna lewat dekat bandara Soewondo ya, padahal itu bandara baru saja di fungsikan sebagai salah satu bandara militer ??

    •  

      apa mungkin ini cuma diversion/pengalih perhatian?

    •  

      Bs jadi tuh pesawat mau ngintip apa yg di sembunyiin TNI di Soewondo mbah…tupolev series kah…? 🙂

      Trs dgn TNI mengerahkan 2 F16 untuk mencegat pesawat yg di blips radar saja sdh ketahuan pesawat sipil dr kecepatan n altitude nya sdh menimbulkan pertanyaan sebegitu berbahayakah tuh capung bagi Soewondo?

      Kepingan puzzle lagi…:-)

      •  

        @bung Wehrmacht,
        Emang route normalnya klo terbang dari NZ ke KL itu arahnya mana sich? apalagi pesawat kecil gitu ?emang ga transit minum aftur dulu ?

        suwun

  7.  

    Semua baru wacana. Mau su-35, thypoon, rafale, f-18, ataupun gripen semua punya kekurangan dan kelebihan masing2. TOT adalah prioritas dalam setiap pengadaan alutsista, tapi tidak ada salahnya jika kita juga harus memikirkan kebutuhan mendesak akan fighter yang mumpuni sebagai langkah antisipasi menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi yang bisa mengancam kedaulatan negara jika ditilik situasi kawasan yang tak menentu. Jadi sekali dayung 2 atau kalo perlu 5 pulau terlampaui. Proses program TOT tetap jalan, kedaulatan tetap terjaga, dan uang rakyat juga bisa tepat guna.
    Salam wargager. Nganjuk

  8.  

    Teringat dengan peristiwa MH-370. Pesawat kecil kayak gini aja msaih trtangkap radar. Gimana dengan pesawat jumbo seukurun B-777 ?

    •  

      klo tau triknya gampang koq ngilang dari radar, nyang jd pertanyaan saat blip nya ilang dari radar & no respon di radcom seharusnya tudm langsung scrambled pespurnya. dalam kondisi ini hanya pespur ( aerial search & track dgn klenengan sapi ) nyang bisa bisa nyari ntu 777 seblum diperkirakan masuk wilayah negara lain…..maaf hanya analisa orang kebanyakan……he,he,he

      •  

        Sejak awal saya bertanya-tanya, ke mana TUDM nya. Sejak belok ke barat sampai belok lagi ke selatan, memakan waktu lumayan, bisa 2 jam.
        Bagaiman itu kira-kira Bung Erich ..

      •  

        gw ikut aja deh, kalo pilot udah ngomongin kandangnya sendiri, mahluk lain hooh aja 🙂

      •  

        @bung erich

        Menarik kata bung bahwa begitu MH370 hilanh dr radar boro2 pespur malay scramble.justru awalnya harusnya otoritas sipil malay yg segera mengumumkan uncertainty phase (INCERFA) yg dinyatakan 30 menit setelah pesawat menghilang.sesudah INCERFA dinyatakan ttp tdk ada kontak status ditingkatkan pasa tahap waspada,Alert Phase atau ALERFA.jika tdk ada perkembangan langsung diumumkan tahapan gawat, distress phase atau DETERFA…ini boro2 mengikuti standar internasional menghadapi kemungkinan aircrash…malah sudah berjam jam baru ribut…

        Malahan sdh tau ada yg aneh dgn lintasan MH370 malah semua negara di suruh melototi wilayah kosong…kelihatan benar ada udang di balik rempeyek…

        Bener2 bangsa bolot…jd bung erik jgn harap harap pespurnya mau scramble…lha wong tahapan menghadapi aircrash accident aja mereka gak tau…

      •  

        @bung Erich, bung Wehrmacht n bung NYD………
        boleh dunk diulas jadi artikel kejadian MH370 dari sisi teknis saja … jangan ke arah non-teknis/politis, kasihan ama korban-korbannya.

        Misal SOP crash accident itu, kemampuan radar kita di Aceh and Radar Malaysia, beda radar sipil vs militer, peralatan apa yg cocok buat nyari saat ini, kenapa satelit ga bisa record trackingnya dll ….. Satu kejadian tetapi kayaknya ilmunya banyak buat di ulas disini…..
        suwun

  9.  

    Wallaikum salam bung Nara apa kabarnya sekarang mungkin sudah agak santai ya setelah beberapa hari ini ngepam :mregreen:

  10.  

    Asslamualaikum wr.wb
    Saya mau tanya, arah perkembangan peperangan pesawat tempur dimasa 10-20 tahun mendatang seperti apa? avionik, design, kecepatan misal sampai 3 mach atau ada hal lainnya 😀
    maaf oot 😀

    •  

      waalaikumsalam wr wb,
      20-30 tahun ke depan masih masa generasi 5, tapi bahkan sekarang sudah dibicarakan kemungkinan bentuk next gen fighter. dari berbagai masukan secara konsep yg banyak disebut sebagai ciri pesawat generasi selanjutnya (6) adalah kemampuan transformasi selain semua kemampuan generasi 5 (ciri gen 5 adalah fitur siluman). transformasi di sini bukan berarti seluruhnya berubah bentuk, hanya bentuk menyesuaikan dengan tugas, misal posisi sayap yang bisa berubah ketika dalam mode jelajah dan pertempuran, sayap ramping seperti rudal dalam mengejar kecepatan dan berubah seperti Su-37 ketika dogfight. Disebut sebut juga kemungkinan aplikasi nano technology dalam pembangunan badan pesawat agar mampu menahan beban maneuver ekstrem. ada 2 kemungkinan, dikendalikan remote (pilot di darat) atau sepenuhnya mandiri dengan AI (kecerdasan buatan) seperti dalam film 🙄

      edit#tambahan, Su-47

      •  

        Bung now@ bukan nya su 47 itu hanya prototipe dan dibuat hanya untuk penelitian ya

        •  

          iya bung, sangat superior dalan maneuver tapi memberikan tekanan bagi rangka pesawat.
          teknologi material yang bisa menahan sekian G maneuver sudah ada, hanya masih mahal dan belum efisien untuk jadi bahan baku badan pespur produksi, tapi 20-30 tahun yg akan datang mungkin akan tersedia untuk skala industri

      •  

        SU 47 BERKUT…SATU SATUNYA PROTOTIPE NIH..CIKALBAKAL PAKFA DI AMBIL BYK DARI PESPUR INI

  11.  

    Bung cahyo, wlaupun nanti di bongkar dan ketahuan isi nya ada peralatan pengindra/pemetaan, paling2 nanti gk akan di publis, agar si pemilik gk malu, dan ujung2 nya di ksih hadiah alutsista oleh si pemilik. Mirip kasus Hoax nya 007 yang di tangkap di laut selatan indonesia.. Lontongnya di sundul naik, ehh malah di tawarkan lontong nuke… 😀

  12.  

    yg bener aja new zeland —malayy????
    jauh banget neh jarak tempuh pesawat latih, sendirian lagi,,
    luar biasa neh pilot

  13.  

    gimana menurut kalian kalau sisa pesawat su 27 yg datang tahun kemarin itu tipe su 27m?
    masuk akal gak ya?
    hehehe
    terus tentang tot mesin jet yg kita dapat dari gripen jadi di ambil gak?

  14.  

    gimana menurut kalian kalau sisa pesawat su 27 yg datang tahun kemarin itu tipe su 27m?
    masuk akal gak ya?
    hehehe
    terus tentang tot mesin jet yg kita dapat dari gripen jadi di ambil gak?

  15.  

    1.UU No. 16 Th. 2012 TENTANG INDUSTRI PERTAHANAN Bagian Ketujuh Pengadaan, Pemeliharaan, dan Perbaikan Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan, Pasal 43 Ayat (5) d. jaminan tidak adanya potensi embargo, kondisionalitas politik dan hambatan penggunaan Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan dalam upaya mempertahankan kedaulatan negara, keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan keselamatan segenap bangsa dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara;

    Misalnya, coba bandingkan jaminan dari Negara2 Euro (banyak Negara produsen Eurofighter) dengan Federasi Rusia (satu Negara produsen Su-35), lebih nyaman mana.

    2.Teknis :
    – kelebihan Su-35 vs pespur Barat : radar X-band AESA di hidung dan radar L-band anti VLO di sayap, mesin AL-37FU/ 117S, OLS 35, dll dapat diturunkan / diaplikasikan ke adik2nya Su-27SKM dan Su-30MK2 yg telah kita punyai, tanpa kesulitan karena seyogjanya Su-35 adalah pengembangan dari Su-27.
    – weapon systems commonability antara Su-35 dengan Su-27SKM dan Su-30MK2, menghemat.
    – ECM commonability antara Su-35 dengan Su-27SKM dan Su-30MK2, menghemat.
    – Radar, weapon systems dan ECM Su-35 kecipratan PAKFA, sehingga kalau mau beralih/ beli PAKFA relative mudah dan merupakan the logical next step.

    3.Pengalaman operasi, pemeliharaan, pelatihan satu decade lebih dengan Su-27SKM dan Su-30MK2TNI AU adalah sangat berharga. Jadi sangat logis kalau memilih Su-35. Apa ini mau dibuang? Ck ck ck.

    Jadi, Su-35 setrong!!!

    •  

      PAK MOEL NGIMPINYA SU35, JOKI F5 NGAREPNYA SU35..
      PT. DI NGALAH AJE DULU, YANG PENTING KESELAMATAN NKRI TERJAMIN. :mrgreen:

    •  

      Coba lihat ini, si Mr. Think-thanknya alutsista…

      “Masih kami pertimbangkan dari sisi anggaran. Kami mempelajari yang paling menguntungkan pemerintah,” kata Rachmad kepada Tempo di kantornya, Rabu pekan lalu. Rachmad belum bisa memastikan jumlah anggaran untuk membeli pesawat baru.

      hahahahahahaa, saya yakin pasti bung Antonov akan mencari2 apa yg bisa mempertahankan Su-35… Ok Bung SU-35 bisa dipastikan berbeda pengadaannya dengan Typhoon. 🙂

      Cuman bahasa TNI itu selalu semua pembelian pespur masuk dalam rencana penggantian F-35. Dari kelas berbeda, SU-35 masuk dalam Heavy Fighter dan Typhoon masuk dalam Medium Fighter. 🙂

      ada cerita begini, namanya MEF itu semua kelas harus diisi. dari PSU itu mulai jarak pendek mulai dibeli, tahun depan PSU jarak sedang. begitu juga dengan Tank, light tank barangnya ada dan juga sedangan pengembangan juga dengan medium tank di Indhan. lalu ada kapal selam, untuk laut kelas ringan (midget) dan kelas sedang (changbogo) sudah tekan kontrak dan untuk laut dalam (no comment). nah pespur juga ghitu, Kelas light Fighter kemarin baru beli dari Korea, lalu kelas medium (F-16 dkk), lalu ada kelas Heavy Fighter.

      •  

        Semoga membantu bung Antonov

      •  

        maaf bung, maksudnya F-5 kah? kok di atas tulisannya F-35?

        maaf kalau sok tau

        •  

          Ooh iya, terima kasih sudah diganti bung ex… Maksudnya F-5

          •  

            sama2 bung @Jalo, berkat salah ketik it, saya seketika berfantasi ada F-35 dgn segilima merah putih di ekornya sdg terbang vertikal. hehehe
            ohya, IFX dgn VTOL keren juga loh bung. kan ada teknologi VTOL soviet yg jadul (kalau bisa/boleh ambil teknologinya), kira2 desain IFX dgn delta+canard dipasangi VTOL nyaut ngga y? awam banget saya, jadi ngelantur.

            maaf kalau sok tau

      •  

        Saya juga he he he Bung Jalo, euforia MEF, huruf M bisa diartikan Minimum atau Maximum, ada A1 list, ada Su-35, Rafale, Gripen, sekarang Eurofighter, rencana ToT , belum KFX/IFX. Semua itu butuh biaya. Rencana is OK, malah perlu, tapi implementasinya kan butuh duit. Proyeksi pertumbuhan kita tahun ini dan depan diperkirakan tidak akan melebihi tahun lalu, artinya anggaran pertahanan tidak beranjak dari semula. Konsekwensinya, rencana jangan melebar malah harus mengerucut, prioritas.
        Selain itu, 46% dari anggaran pertahanan habis untuk belanja pegawai/ personil. Konsekwensinya, ineffisiensi, ketidaksiapan alutsista.
        Ada think tank u/ strategi dan alutsista, bagaimana dengan think tank untuk efisiensi anggaran pertahanan? Ada kekuatiran masalah seperti kelebihan PNS akan terjadi di pertahanan. Ini memang masalah sensitif, tapi bukan berarti kurang diperhatikan.
        Ke depan masih banyak faktor yg tidak menentu, apalagi dengan pergantian pemerintahan.

        •  

          Mengutip kata bung Antonov
          …”Semua itu butuh biaya. Rencana is OK, malah perlu, tapi implementasinya kan butuh duit. Proyeksi pertumbuhan kita tahun ini dan depan diperkirakan tidak akan melebihi tahun lalu, artinya anggaran pertahanan tidak beranjak dari semula. Konsekwensinya, rencana jangan melebar malah harus mengerucut, prioritas…”

          ane setuju bung, bahkan mungkin perlu dicarikan sumber duit laen sebagai tambahan.
          Misal, gaji setiap TKI dipotong 1 satuan uang lokal per bulan :
          -yang kerja d malay dipotong RM 1 per bulan
          -yang kerja d amerika dipotong USD 1 per bulan, dst
          Memang keliatanya kecil, tapi coba bayangkan berapa jumlah TKI kita di dunia & bayangkan berapa duit yang didapat dalam 1 bulan jika terealisasi?
          saya kira kalo di kelola dengan bener mereka tentunya tidak keberatan,yah itung-itung ikut nyumbang ke negara (pembelian alutsista khususnya).

          ada cara lagi cuman agak ekstrim.
          yakni dibuat coin sumbangan alutsista (mirip sumbangan bencana alam) kalo perlu..

          Maaf sesepuh nubie ijin lewat, kalo tata bahasa berantakan mohon dimaklumi karna baru belajar pegang keyboard.Ikutan pake IMO ama CMIIW

          •  

            Kalau g salah TKI udah ada potongan gaji bahkan lebih dar 1 satuan mata uang nagara tempat TKI kerja. cuma brp % yang benar2 masuk ke kas negara. jgn salah yo…

      •  

        Su-35 tetep diakuisisi dan tidak terpengaruh walaupun TNI membeli pespur jenis lain, ini clue yang saya tangkap dari statemen bung jalo dan bung nara diatas

  16.  

    woooi, sekali ini ogut termasuk saksi mata waktu F-16 take off, trus turun lagi udah ada capung merah di depannya he..he… kantor aye kan segaris ma landasan polonia lama 🙂

  17.  

    Pak moel tu dah jelas katakan penganti f-5 adalah su 35 karena miliki deterent tinggi,,,,, dan gak di anggap remeh oleh negeri tetangga,,, dah bulat keinginan panglima tni kita dan sudah di iyakan kasau.tingal dpr blg iya presiden iya tgl tanda tangan tuh kontrak.coba saja pd ntn di metro tv apa yg di katakan pak moel dah jelas beliau pengen pengganti f5 adalah su 35.tgl rusia oke pa gak,,,. china saja yg pengen su 35. dgn jmlh 48 unit saja lum di acc rusia krna khawatir di copy paste .br s-400 yg di acc itu aja 2016 br bisa di kirim s-400 ya,,,,

  18.  

    Su-35 bukan hanya punya deterent tinggi, manuver abilitas tinggi dan lain-lain yang serba tinggi. Tapi juga gengsi sebagai negara gelombang pertama yang diijinkan untuk membeli pesawat ini. Malaysia aja yang udah beli Su-30 lebih banyak juga gak dapet ijin, maka kepemilikan pespur ini oleh Indonesia akan sangat menaikkan gengsi di kawasan!

  19.  

    SETUJU BUNG@MZONOV

  20.  

    Kalo sy gampang aja, beli rafale utk ganti f-5, beli typhoon utk belajar dan ToT dlm rangka IFX, beli su-35 utk gantiin mig-21 kan dr tahun 1966 blm ada gantinya, hehehe

  21.  

    ga akan ada habis nya klo berbicara pengganti F5 ini
    saya pikir apapun itu alutsista nya yg penting

    1. Dana mencukupi ( tidak menambah lagi beban hutang luar negeri)
    2. Mempunyai kemampuan utk penyeimbang kawasan,
    3. Berguna bukan hanya utk 5 thn kedepan tp selama nya, dan sebagai langkah awal pespur nasional. sehingga bisa diteruskan ke generasi selanjutnya,,

    pengganti F 5 ini klo masih dari genre 4,5 kyk nya ga akan bertahan lama,, paling 10 atau 15 thn kemudian sudah di ganti genre yg lebih baik lagi, bisa jadi genre 6 sudah masuk di kawasan minimal nya genre 5 yg disempurnakan,,

    trus apa kita harus beli lagi genre 5 padahal umur jam terbang pespur 4,5 tsb masih layak.. tapi sudah ketinggalan zaman lagi,,da bisa jadi bulan2an pespur genre 5 / genre 6,,

    1, jangan terlalu banyak beli genre 4,5 karena saat ini masih masa transisi,, ke genre 5
    bahkan di targetkan USA sudah bisa buat mesih genre 6 thn 2017, dgn nama Program ADVENT dgn kecepatan 5000 km/jam

    2. lebih baik beli pespur yg memberikan teknologi tinggi,dari A smpai Z yg bisa digunakan utk riset pespur nasional sehingga bisa dikembangkan lagi ke IFX, utk mewujudkan pespur genre 5,

    3.klo bisa dan ada dana melakukan riset dgn negara maju yg menguasai ilmunya, tuk pespur genre 6 tanpa tekanan apapun,

    hatur nuhun ka sadaya na,,

  22.  

    jd kangen nhiec ane sama ndng okelah,,

  23.  

    sebenarnya dengan posisi indonesia yg saat ini sangat menguntungkan, indonesia bisa saja meminta kepada ASU untuk mendapatkan hibah dari pesawat yg sdh dipensiunkan / tidak dipakai, namun masih memiliki daya gentar cukup tinggi. F-117 Nighthawk / YF-23 blackwidow. toh mereka udh gak pakai juga. tinggal gimana caranya aja melobi dan bernegosiasi dengan mereka. mulai dari blok migas sampai freeport bisa dipakai untuk nego.. gitu aja kok repot… xixixixixi….!! *ocehanorangngelamun

  24.  

    disebelah ada info ASU mau TOT F-22 sama F-35 tuh… wkwkwkwk..!! tambah panas deh otak…

  25.  

    menurut saya tdk adalah salahnya indonesia mengakusisi 20-24 skuadron SU 35. dr 20-24 skuadron, 8 skuadron SU 34, masing-masing pesawat SU 35 dan SU 34 diambil 1-2 unit pesawat utk dibongkar, setelah dibongkar baru dipelajari, materialnya, bodynya, radar dan bentuk avioniknya, dll, dengan cara demikian tujuan untuk melakukan penelitian dan pengembangan tercapai. mengapa saya menyarankan demikian ? jangan lupa kita juga membutuhkan waktu utk melatih calon-calon pilot supaya saat menghadapi pesawat tempur SUDAH AHLI dan TIDAK CANGGUNG menghadapi pesawat tempur negara lain yang menyerang negara kita atau memasuki wilayah udara kita tanpa izin. calon-calon pilot kita tersebut selain penting untuk dilatih kemampuan2 manuver dan pola penyerangan serta cara mengintersepsi perlu juga utk melatih mentalnya supaya mental calon pilot kita tdk ciut saat berhadapan dengan pswt tempur dr negara lain, krn saat perang taruhannya bukan hanya pesawat melainkan nyawa, meskipun pesawat tempurnya canggih. semuanya itu selain butuh uang juga butuh waktu dan tenaga, krn tdk mungkin kita baru adakan langsung calon pilot kita langsung bisa menerbangkannya tanpa melalui latihan di saat terjadi perang. selain itu ga ada salahnya kalau mau beli 4 skuadron EF Thypoon dan 5 skuadron rafale, semuanya perlu utk dipelajari dan menggabungkan semua kelebihan dari masing2 pesawat ke dalam design dan prosek pengerjaan IFX.

  26.  

    Benar bang Arian T kita hrs selalu utk mendptkan teknologinya, agar kita tdk selalu dipermainkan oleh pedagang2 alutsista luar kalau perlu TNI AD mengadakan operasi senyap utk mendpt kan ahli2 dr Ukraina spt roket, pesawat jet,ahli2 naturlogi dan selagi situasi di Ukraina sedang bergejolak kita mencontoh AS/Rusia saling berebut ahli2 dari Jerman. Hasilnya dpt kita lihat AS/Rusia sangat maju. Salam………..

  27.  

    bgmn perkembangan pespur pengganti f5, apakah dlm situasi yg dipastikan aman dan lancar, bung?

  28.  

    sukro ma pak fa ….juragan….

 Leave a Reply