Jul 222017
 

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo usai Pembekalan kepada 437 Calon Perwira Remaja TNI, di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, (21/7/2017).

Jakarta – Di hadapan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo meminta kepada Komisi I DPR RI, untuk mendesak pemerintah agar mempercepat pengadaan Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) berupa kapal selam kilo class untuk TNI AL dan pesawat Sukhoi SU-35 untuk TNI Angkatan Udara.

“Mudah-mudahan Komisi I DPR bergerak cepat menekan Kementerian Pertahanan mempercepat pengadaan kapal selam dan Sukhoi,” ujar Jenderal Gatot.

Hal ini disampaikan Panglima TNI saat acara pembekalan kepada 437 orang calon Perwira TNI, di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, 21-7-2017.

Ia pun mengapresiasi Megawati Soekarnoputri saat menjadi presiden yang berani membeli pesawat dan senjata dari Rusia, meskipun kondisi Indonesia saat itu tengah kritis lantaran diembargo Amerika Serikat.

“Hasilnya kita ditakuti karena punya Sukhoi. Semoga ini dapat memacu Komisi I untuk mempercepat (pengadaan) sehingga angkatan darat, udara, dan laut dapat hebat seperti dulu,” tegas Jenderal Gatot Nurmantyo, dilansir ANTARA, 21-7-2017.

Untuk Pancasila

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menegaskan, untuk Pancasila apapun akan dilakukan, hanya untuk Pancasila. Ini memberi contoh kepada para Taruna dan Taruni agar melakukan apapun hanya untuk Pancasila tanpa memikirkan apa yang diberikan oleh negara.

Hal ini dikatakan Panglima TNI usai mendampingi DR. (H.C) Megawati Soekarno Putri dalam pembekalan kepada 437 Calon Perwira Remaja TNI, di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Jumat, dilansir Puspen TNI, 21-7-2017.

“Pancasila sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia telah diterima secara luas dan telah bersifat final. Apabila ada kelompok-kelompok tertentu yang ingin merubah Pancasila sebagai Ideologi Negara dengan ideologi lain atau ideologi diluar Pancasila, jangan diikuti dan jangan dipercaya,” tegas Panglima TNI.

DR.(H.C) Megawati Soekarno Putri memberikan pembekalan kepada 437 Calon Perwira Remaja TNI, di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, (21/7/2017).

Sosok Megawati

Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan bahwa, DR. (H.C) Megawati Soekarno Putri (Presiden RI ke-5) mau menjabat selaku Ketua Dewan Pengarah Unit Kerja Presiden RI Pembinaan Ideologi Pancasila, karena sebagai amanah Bung Karno agar Ideologi Pancasila tetap kekal dan abadi. “Bung Karno mengatakan bahwa landasan filsafat Undang-Undang Dasar 1945, diatas lima dasar Pancasila itulah didirikan negara Indonesia yang kekal abadi,” ucapnya.

“Beliau juga menyampaikan poin paling penting yaitu TNI harus bersama rakyat karena kekuatan TNI adalah rakyat, karena hanya persatuan TNI dengan rakyatlah yang akan membuat TNI kuat,” kata Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Disamping itu, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo juga mengatakan bahwa Ibu Megawati ketika menjabat sebagai Presiden RI ke-5 mengeluarkan kebijakan berupa penyelamatan Pulau Nipah yang terancam hilang dari permukaan laut disebabkan pengerukan pasir di Selat Malaka. Apabila dibiarkan bisa berakibat hilangnya Pulau Nipah yang akan berpengaruh pada batas laut Indonesia. “Untuk menyelamatkan Pulau Nipah tersebut, Beliau memerintahkan pengurukan, sehingga Pulau Nipah adalah pulau terluar Indonesia di Selat Malaka,” pungkasnya.

Bagikan:

  26 Responses to “Mempercepat Pengadaan Kilo dan Su-35”

  1.  

    Test…

  2.  

    Ayo…Dipercepat or php lg nich…Bermain Qta manis lalu ujung2x pahit…

    •  

      Hahaha… Kalau di negara lain mungkin indonesia x yah yg dibilang suka php bung…

      Kabarnya indonesia mo borong senjata mereka pun merespon sampe2 dateng pemimpin negara masing2… Terus PM inggris datang, dari prancis pun datang sampai Raja & Ratu Swedia datang tapi… blom ada tuh yg diborong…
      Yg spesial mungkin pas wapres asu mike pence datang tiba2 langsung borong Sniper Advanved targeting pod buat F-16 wkkk… Mungkin Putin Disuruh kesini aja x yah biar langsung di borong tuh sukro xixixi…

  3.  

    Ayo pak jokowi sabda ratu sudah turun..

  4.  

    Ha.. Ha… Ha….

  5.  

    Ini nih yg ane suka,
    Ngomong yg jelas biar paham targetnya apa.

  6.  

    Rumit banget yang butuh siapa yang mutusin kebijakan siapa, yang satunya ngotot yang satunya nggak ambil pusing. Klo kedaulatan negara di injak ” bangsa lain bingung saling tuding mencari siapa yang salah Mungkin Alangkah baiknya jika TNI setara dengan POLRI… entah lah

  7.  

    Head To Head ..nih… Panglima sama Menhan ..sudah terbuka di publik

  8.  

    kalau urusan sama Rusia pasti ribet dan bertele2
    : mungkin kah agan barat sudah sampai di dephan

  9.  

    kalau urusan sama Rusia pasti ribet dan bertele2
    : mungkin kah agan barat sudah sampai di dephan??????

  10.  

    Sebentar juga segera tandatangan kontrak sukhoi 35 …. Kilo nyusul sesegeranya ….. Lanjut yak-130-i ….FA-50i dan F-16 Viper ……

    Aamiin …. Doa dan harapan …..

    Salam Nusantara Agung

  11.  

    Pesawat latih T-50i golden eagle …. Menuju FA-50i … Menuju F-16 block 52 …. Menuju F-16 Viper

    Pesawat latih yak-130i …… Menuju sukhoi 27/30…. Menuju Sukhoi 35i

    Aamiin……. Doa dan harapan

  12.  

    Entah apa yg bisa aq katakan… terlalu bulet kayak benang kusut….

  13.  

    Semoga panglima tidak melambaikan tangan ke kamera deh…

  14.  

    Kilo itu udah irrelevant.

    Buat apa beli yang varian kuno kalau varian yang baru sudah keluar.

  15.  

    Ampe mampus

  16.  

    Sejujurnya anggaran pertahanan sudah besar melebihi anggaran tahun sebelumnya bahkan rezim sebelumnya…tapi berpulang pada siapa yg menjadi menghankam sekarang…mampukah dia ? silahkan jawab sendiri

  17.  

    Kelas lada/amur dengan rudal S Club. Cukup 6 KS ….. Melengkapi 6 KS Changbogo Class ……

    Yang 12 lagi cukup Midget Class ….

    Doa dan harapan

 Leave a Reply