Memperkuat Kemitraan Strategis Indonesia – Amerika Serikat

16
Helikopter Apache AH-64E AS dan Mi-35 Indonesia dalam latihan Garuda Shield, Semarang 2014 (U.S. Army, 25th Combat Aviation Brigade)

Jakarta – Kemitraan strategis Indonesia dan Amerika Serikat (AS) dapat memperluas dan memperdalam hubungan bilateral kedua negara. “Kemitraan strategis Indonesia – AS akan terus memperluas dan memperdalam hubungan bilateral, yang tidak saja memberikan manfaat bagi kedua rakyat, namun juga dapat memberikan kontribusi untuk mempertahankan stabilitas, keamanan dan peningkatan kesejahteraan di kawasan dan dunia,” ujar Menlu Retno Marsudi dalam keterangan pers dari Kementerian Luar Negeri di Jakarta, Sabtu, 6/5/2017.

Pernyataan ini disampaikan Menlu RI setelah melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu AS, Rex Tillerson di Washington D.C. pada 4 Mei 2017.

Dalam pertemuan itu, kedua menteri luar negeri sepakat untuk mengoptimalkan dan menyinergikan mekanisme dialog di berbagai area kerja sama. Sebagai payung kerja sama strategis, mekanisme dialog pada tingkat Menlu diharapkan dapat mengidentifikasi hambatan dan memajukan implementasi dari kerja sama strategis kedua negara.

Dalam bidang ekonomi, Menlu Retno dan Menlu Tillerson membahas penguatan mekanisme keja sama ekonomi RI-AS, yang diharapakan tidak saja meningkatkan nilai perdagangan dan investasi kedua negara, namun juga mendorong kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan.

Kedua Menlu sepakat untuk segera merevitalisasi mekanisme “Indonesia-US Trade Investment Framework Arrangement” (TIFA), yang akan memulai pertemuan pada Juni 2017.

“TIFA tidak saja diharapkan untuk segera mendorong pertumbuhan perdagangan dan investasi, namun juga dapat mengindentifikasi langkah yang dibutuhkan kedepan untuk meningkatkan interaksi kerja sama ekomomi kedua negara,” ujar Menlu Retno.

Terkait dengan upaya global melawan radikalisme dan terorsime, kedua Menlu sepakat pentingnya melawan ideologi radikal melalui pendekatan “soft power”. Menlu RI menegaskan pendekatan “soft power” juga harus meliputi upaya memberdayakan masyarakat di tingkat akar rumput, khususnya di bidang ekonomi.

Menlu AS mengajak Indonesia, sebagai negara yang memiliki kredensial negara Muslim terbesar di dunia yang demokratis dan toleran, untuk bekerja sama dalam mengembangkan strategi “soft power” AS.

Selain itu, kedua Menlu juga menekankan pentingnya untuk tingkatkan kerja sama dalam mengatasi aliran dana bagi kegiatan terorisme.

Antara

23 KOMENTAR

  1. Itulah USA…Negeri ajaib yg diturunin oleh Tuhan ke muke ni bumi buat jd pelindung dan penumpas bandit2 kuminis, atheis, syi’ ah, teroris dan semacemnye…Dengan Hezret Israil dan Britanie sbagai panglima2nye USA, ni dunie dijamin pst aman dah…Nyok pade teriak keras2 : USA…USA…USA…Menorah.

  2. Sangat penting bg USA menjaga kemitraan strategis dgn RI, mengingat SDA dan SDM RI yg berlimpah, bgmana pun jg USA takut RI bermitra strategis dgn Tiongkok /RUSIA ingat bung RI memiliki banyak pulau yg mengahadap ke zona LCS dan itu posisi strategis bila mana LCS dikuasi penuh tiongkok maka pulau2 RI tsb sangat layak sbg tumpuan armada NAVY… Kita masih ingatvdgn strategi lompat kodok USA kala PD II di pasifik….hehehehhe

  3. Ntar di php lagi, kan kampret..
    Apache ga kedengeran offsetnya ato ToT nya tau2 pesan, cepet amat huhuhuuhu..
    Sukhoi offset mulu dibahas, ga dateng2 barangnya. Sampe pesawatnya udah masuk museum pengganti ga dtg2 wkwkwkw