Apr 142017
 

Jet Tempur Shenyang J-11B, China

Beijing – Menteri luar negeri China Wang Yi, 13/4/2017, mengatakan kekuatan militer tidak dapat menyelesaikan keadaan di Semenanjung Korea dan mengharapkan kesempatan kembali ke perundingan akan muncul di tengah ketegangan saat ini.

Wang, saat berbicara kepada wartawan setelah pertemuan dengan Menlu Palestina di Beijing, juga mengatakan siapa pun memprovokasi Korea Utara harus menerima tanggung jawab sejarah untuk itu.

Sebelumnya, wartawan asing, yang mengunjungi Korea Utara, diminta bersiap menghadapi peristiwa “besar dan penting” pada pekan ini.

Kendati demikian, tidak ada petunjuk bahwa peringatan itu berkaitan langsung dengan ketegangan di kawasan tersebut menyangkut program senjata nuklir negara terkucil itu.

Sekitar 200 wartawan asing berada di Pyongyang pada saat Korea Utara akan memperingati tahun ke-105 hari kelahiran presiden pendiri negara tersebut, Kim Il Sung, pada 15 April.

Hari kelahiran Kim Il Sung merupakan hari nasional terbesar di Korut, yang disebut dengan “Hari Matahari”.

Tidak ada pejabat yang memberikan keterangan rinci soal apa yang dimaksud dengan peristiwa itu serta kapan peristiwa akan terjadi. Pengumuman pada tahun-tahun sebelumnya berkaitan dengan peristiwa yang relatif biasa.

Panasnya Jepang versus China

Sementara dari Tokyo diberitakan, berdasarkan data Pasukan Bela Diri Udara Jepang (JASDF), mereka menerbangkan jet tempur sebanyak 1.168 kali dalam 12 bulan terakhir, jauh lebih banyak daripada tahun lalu, yang hanya 873 penerbangan. Kegiatan militer China meningkat di sekitar Laut China Selatan, ujar tokoh pemerintahan Jepang, 13/4/2017.

Hal ini juga lebih tinggi jika dibandingkan dengan kejadian pada 1984, yang hanya mennerbangkan jet tempur 944 kali.

Dari data itu, tercatat 851 jet dikirim untuk menghadang pesawat China, yang mendekati wilayah udara Jepang, 280 kali lebih tinggi jika dibandingkan dengan masa sama pada tahun lalu.

Jepang khawatir bahwa Beijing sedang menyelidiki pertahanan udara negaranya dan menjadi tanda dari niat China untuk memperluas pengaruh militernya di Laut China Timur dan Pasifik Barat, di mana Jepang menguasai rantai kepulauan yang membentang 1.400 km dari wilayah selatan daratan Jepang menuju Taiwan.

Pertemuan dengan pesawat Rusia, yang lazim berupa pesawat pembom terbang dari utara, yang menjadi wilayah udara terluar Jepang, naik 4,5 persen atau menjadi 301 penerbangan.

Antara

Bagikan Artikel:

  5 Responses to “Menahan Titik Didih Segitiga China-Jepang-Korea”

  1. Udah sinyal tu buat jepang…

  2. nah loh

  3. Blm wkt’x china konfrontasi dgn jepang….
    selama blm Ada permintaan maaf resmi kepd china akibat PD-II , jepang tdk akan bisa tidur nyenyak…
    Ter’msk menyerah’kan Pulau Diayo ( china version )…

    China tdk akan ber’henti menuntut Jepang utk minta maaf secara resmi atas perlakuan tentara Jepang terhadap perempuan” china di’masa pendudukan…

    Bagi china ini bukan mslh dendam tp sdh se’hrs’x bagi Jepang utk tetap hrs minta-maaf pd perempuan” pd mass PD-II, ter’msk pd perempuan” Indonesia-Kita…

    Kalo cuma ganti-rugi dgn pampasan perang berupa uang ( ianfu )…
    Itu malah lbh menyakit’kan…
    Sm dgn meng’anggap perempuan” bayaran…

    Se’lm ini Jepang juga kokoh slalu anggap tentara” mereka sebagai pahlawan…
    Pdhal sdh jelas” tentara itu sebagai agresor….

    • Artinya tanpa minta maaf pun china dan jepang akan berperang, selain masalah maaf memaafkan masalah utamanya adalah pamer kekuatan di ASIA siapa yang paling besar dan kuat antara JEPANG / CHINA ? akankah itu dibuktikan dengan tampilnya Rezim USA sebagai wasit atau juga sebagai pemeran utama dalam konflik horizontal melibatkan banyak negara asia KOREA -TAIWAN -JEPANG?

      Perubahan kekuatan perlu dilakukan di ASIA menarik siapa yang paling kuat. jika terjadi perang sikap indonesia seharusnya jelas bukan hanya netral tapi lebih kepada pendukungan karena jelas sekali Rezim USA itu licik, bergabung dengan CHINA dan RUSIA adalah harapan kekuatan baru untuk indonesia.

      melihat sejarah yang lalu tak akan dihindari konfrontasi dengan tetangga adalah isyarat bahwa negara indonesia juga masuk daftar untuk di gebuk ramai-ramai seperti Korea Utara.

      Salam

  4. Kita tunggu tanggal mainnya, China, Korut, Russia VS US, Korsel, Jepang..coming sun..pasti ramai sekali..

 Leave a Reply