Apr 112014
 
Sunrise - image candlewarmers.com

Sunrise – image candlewarmers.com

 Terima kasih untuk segenap bangsa Indonesia, dari Sabang sampai Merauke. Terima kasih, telah terjaga dari mimpi untuk kemudian segera bangkit dan mengubahnya menjadi sebuah reality. Terima kasih, telah melupakan kekecewaan dan menghidupkan kembali sebuah harapan. Terima kasih karena akhirnya Anda telah memilih.!

Doa dan harapan saya, semoga setiap pilihan yang dijatuhkan akan menjelma jadi sebuah anugerah maha besar bagi kelangsungan hidup bangsa Indonesia. Hehehe..! Kita telah menghayati setiap janji yang didengungkan. Menyimak, melihat dan mendengar setiap reka kata yang berkumandang, dan bahkan mungkin sedikit terkesan obral ataupun vulgar. Tidak salah, selama hal itu dilakukan dalam ruang dan waktu yang telah ditentukan.

Pertanyaannya kemudian, apakah kehadiran kita di TPS-TPS itu disebabkan oleh janji-janji mereka? Jika jawaban anda adalah ‘ya’, maka anda termasuk golongan yang disarankan untuk siap-siap kecewa. Tapi tentu saja anda juga berhak untuk tetap dan keukeuh percaya, jika sosok yang anda pilih itu sememangnya layak dan bisa dipercaya. Tetapi secara keseluruhan, kehadiran kita bersama di TPS adalah suatu tanda dan gambaran bahwasannya bangsa ini masih eling, tetap hidup, dinamis, bercita-cita dan berpengharapan. TPS adalah pintu gerbang menuju tahapan kehidupan Indonesia baru. TPS bukanlah penjagalan atau Rumah Potong Hewan, dan juga bukan gelanggang sabung ayam, dimana setiap yang datang tersungut-sungut menyebut nama jagoannya. TPS bukanlah tempat pemungutan suara dengan pengertian verbal yang hanya mengandalkan lidah, liur dan bau mulut itu sendiri. TPS adalah tempat penyerahan diri untuk sebuah suara hati nurani.

Bukanlah hal yang mudah menyerahkan sebuah kepercayaan pada sesorang yang bahkan mungkin belum kita kenal. Tapi juga bukan sebuah alasan bagi kita untuk menempatkan diri kita dalam kelompok the empty vote owners. Semoga suara yang kita beri adalah suara nurani yang murni dan bermata hati, bukan sekedar suara yang lahir karena provokasi, apalagi intimidasi. Setidaknya, inilah hal yang mesti senantiasa diinsyafi oleh setiap individu yang terpilih untuk menjadi wakil dan penyambung lidah rakyat di altar parlemen yang agung.

Tidak perlu kata-kata ucapan terima kasih itu, karena sejatinya rakyat lebih memerlukan aksi nyata anda dalam membela kepentingan bangsa dan negara. Jangan hanya mampu berkata ‘ya’, jika kelak hal itu akan melukai hati rakyat semata. Tapi beranilah berkata ‘tidak’, meskipun pistol tertodong di kepala. Kami telah memilih anda melalui pesta demokrasi yang sakral, bukan melalui pesta sunatan massal. Dengar, ingat dan genggamlah amanah kami segenap bangsa Indonesia. Jadilah mitra yang sejajar dengan pemimpin negara, dalam membangun Indonesia Jaya. Tak usah gentar, karena kami akan selalu ada dalam barisan, mengawal langkah gagah anda menuju medan Kurusetra, untuk meremukan kedzaliman, menghancurkan keangkaramurkaan, menegakkan kebenaran dan keadilan, serta mewujudkan cita-cita mulia bangsa Indonesia yang tersurat dan tersirat dalam azas negara Pancasila dan UUD 1945.

Jangan pernah takut, karena yang takut cuma cecurut, dan anda juga bukan pengecut..! Kami nantikan kepastian janjimu, sebagaimana janji matahari, yang akan senantiasa pasti untuk kembali di keesokan pagi hari. Sebagai bintang yang cemerlang, kami menyambut kedatangan anda bukan hanya dengan bentangan karpet merah, tetapi juga dengan pesawat jet nan mewah. Tapi ingat, ingat, ingat..! Ada nasib kami di pundakmu..! Hehehe..! Selamat memasuki atmosfera Indonesia baru..! (by; yayan@indocuisine/Kuala Lumpur, 10 April 2014).

  90 Responses to “MENANTI JANJI MATAHARI”

  1. akhir pertamax juga 😀

    • Bonceng bung hehehe

      • ikutan bonceng bertiga ya bung….. agak majuan dikit takut tar jatuh…hehehe
        artikel yg mencerahkan bung yayan, jgn lupa nanti kisi-kisi y siapa yg layak buat next RI 1 ya bung. salam dr seberang bung yayan…..

        salam NKRI harga mati

        • Salam juga bung Mronggos, apa kabar? Maaf telat gabung nih, hari ini padat banget dan sangat melelahkan. Tapi tetap asyik dan nikmatin aja..! Hehehe..! Selamat berakhir pekan Bung..!

          • alhamdulillah kbr baik @bung yayan. sedikit gambaran pesta demokrasi legistatif yg sudah kita lalui kmrn, ditmpt sy kerja kenapa dr panitia tps LN terasa kurang sosialisasi untuk melaksanakan pemungutan suara, yg sy dpt info thn 2004 & 2009 ada jemputan bus dari panitia LN sehingga mereka bisa ikut. tp thn ini adem ayem saja jd anggapan mereka “kenapa sy harus sampai keluar uang buat milih wakil rakyat,wong dr kbri pun kurang perduli pd kami”. krn lumayan besar jg sekitar 700.an suara yg harusnya bisa disalurkan. mungkin @bung yayan bisa memberikan masukan di kbri pusat malaysia – hehehe secara teman kan bung yayan bnyk berkecipung di kedutaan, semoga waktu pencoblosan pilpres mereka bisa menyalurkan suaranya.

            Salam NKRI harga mati

    • udah kayak Terong”an aja Bonceng tiga… oot dikit

      Semoga janji” yg udah terucap dapat dibuktikan demi kemajuan Bangsa Nusantara Raya ini.
      Amiin

  2. pertamax kah 😀

  3. artikel yg bagus

  4. Matahari alutsista ya…

  5. Di Asia Tenggara politik Indonesia adalah politik yang paling dinamis. Sebagai salah satu demokrasi terbesar di dunia, juga adalah salah satu yang terpenting. Menuju kedewasaan berbangsa, menyadari potensi sebagai bangsa yang besar.

    Terima kasih bung @yayan, walau secara umum saya termasuk yang agak apatis masalah politik praktis tapi optimisme anda terasa menular 🙂

    • 1 contoh menuju kedewasaan berpolitik juga bung now.

      Ketua Umum sekaligus Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengakui kekalahan partainya versi hitung cepat (quick count) pada Pileg 2014 kali ini. dan mengucapkan selamat kepada pemenang pemilu.

      sampai sekarang jarang ada yg bersifat ksatria mengakui kekalahan, baru 2 org yg secara jentel mengakui nya,
      1, Poke dlm pilkada DKI
      2, SBY dlm pemilu legidlatif

    • rindu nyaksikan di tv anggota parlemen kita baku hantam sesama koleganya demi memperjuangkan rakyatnya spt di Taiwan,Jepang,dll…jangan lg spt kemren2 politisi kita memenuhi tayangan2 infotainment tv baku gigit dg aparat hukum demi harta & maksiat….hehehehe

    • Hehehe..! Terima kasih bung Nowyoudont. Tetap optimis dong..! Saya tidak mengajak anda atau siapapun untuk menjadikan politik praktis sebagai sebuah keyakinan. Karena sejujurnya saya juga tidak menyukai dunia politik. Ketika kita sudah memahami tentang visi bangsa Indonesia sebagaimana terangkum dalam mukadimah UUD 1945, tentu kita juga bisa sedikit menganalisa siapa dan sosok seperti apa pemimpin yang ideal untuk membawa bangsa ini maju dan mampu mewujudkan visi berbangsa kita, menjadi sebuah misi dan aksi kebangsaan yang lebih nyata. Terlepas dari suka ataupun tidak suka, lahirnya pemimpin bangsa ini akan berasal dari proses politik praktis itu sendiri. Karena itu, mari kita turun tangan, jangan sekedar urun angan. Dan jadilah bagian yang tak terpisahkan dari proses perubahan Indonesia baru yang lebih baik. Salam hangat bung..! Jaga kesehatan..!

  6. Tulisan yg mengunggah hati…
    Bener bung, diperlukan seorang pengganti Soekarno yg kita cintai yg selalu bekerja untuk rakyatnya bukan kepentingan tertentu. Semoga kedepan kelak lahir kembali sosok Soekarno yg bisa membawa negara kita ke Era kejayaan seperti dulu yg dikenal.

    Thanks untuk tulisannya… 🙂

    • Setuju bung @jalo, smua pasti sepakat bung karno adalah tokoh besar, namun sayang diakhier2 masa jabatannya, Sukarno bukanlah spt Sukarno diawal2 dia menjabat sbg presiden.
      Maap pendapat peribadi 🙂

    • Terima kasih bung Jalo..! Itu artinya kita akan senantiasa memerlukan pemimpin yang mampu membaca alam serta dapat menjawab segala tuntutan zaman. Mari kita lihat, apa perbedaan yang ada pada Soekarno dan para sosok bakal capres yang sudah ada saat ini. Dulu Soekarno banyak mendirikan partai, tetapi bukan sebagai alat untuk mengusungnya menjadi president. Bagi Soekarno, partai adalah sebuah media interaksi, bukan sebagai alat transportasi menuju tampuk kekuatan. Sekarang para capres sibuk mendirikan partai atau berebut menjadi ketua umum partai, semata-mata hanya untuk dijadikan kendaraan politik pribadinya. Akibatnya, kita bisa menyaksikan begitu banyak partai yang sudah tidak memiliki DNA yang jelas, meskipun nama dan simbol yang digunakan memakai lambang-lambang keagamaan, nasionalisme, kekaryaan, dan lain-lain. Kekuatan partai yang ada saat ini sangat bergantung pada financial, bukan lagi pada semangat dan cita-cita partai yang semestinya mampu menjadi faktor yang paling essential.

      • Tulisannya menggugah rasa cinta tanah air bung Yayan…saya cenderung apatis dengan kondisi politisi saat ini..tetapi dibalik semua kekurangan ini,mentari pagi pasti akan tetap selalu terbit di esok hari…salam NKRI 🙂

  7. Trima kasih juga buat Pak SBY meski banyak kekurangan tp telah mengangkat martabat TNI di mata Negara lain dengan program MEFnya.

    • gw suka gaya looo…..
      bangsa yang besar adalah bangsa yang menhargai jasa pemimpinnya
      pemimpin yang besar adalah pemimpin yang menghormati pendahulunya dengan melanjutkannya kebaikannya.
      pemimpin yang baik adalah pemimpin yang berusaha memperbaiki kesalahan pendahulunya, dan menjadikannya pelajaran yang sangat berharga.
      Siapapun pemimpin bangsa ini, pastilah di lubuk hatinya ingin memberikan yang terbaik dan memajukan bangsa, tak ada pemimpin yang menginnginkan kehancuran bansanya. kehancuran bangsanya merupakan kehancuran dirinya sendiri
      hanya situasi, kondisi, kepentingan sesaat dan orang-orang disekitarnya lah yang menjerumuskan seorang pemimpin pada kehancuran

  8. Ditengah krisis kepercayaan politik tulisan anda memberikan sedikit pencerahan. Semoga msih ada para wakil dan pemimpin rakyat yg amanah terutama menjaga kedaulatan NKRI.

    • Amien..! Begitu juga harapan saya, Bung..! Saya yakin dan percaya, diantara yang buruk, pasti akan ada yang baik. Begitupun sebaliknya. Hehehe..!

  9. semoga ga salah pilih

  10. Sudah saatnya kita pilih pemimpin yang punya ketegasan dan kejelasan, sudah bosan rasanya dilecehkan, sudah jenuh menunggu sesuatu yang tidak pasti, ketika Seokarno mampu beli ini….beli itu…..alangkah sayangnya ketika penggantinya yang sekaligus anak turunnya “SAYA JUAL SEMUA”.

  11. two thumbs up untuk Bung Yayan, salam hangat Bung :mrgreen:

    • Hehehe..! Terima kasih bung Pocong Syerem..! Jadi malu nih dibaca sama sesepuh. Terimalah salam hormat dan salam hangat dari saya..!

      • Bung Yayan bisa aja, kita semua disini sama kok Bung, sama-sama warga negara Indonesia yang begitu mencintai negaranya :iloveindonesia

        salam hangat Bung :shakehand2

  12. Trims Bung Yayan

    Bangsa ini memiliki sejarah panjang lengkap dengan jatuh bangunnya, bahkan juga sejak Proklamasi Kemerdekaan 1945. Cita-cita bangsa yang termaktub di Pembukaan UUD 1945 hingga sekarang masih harus diraih. Meskipun masih begitu banyak masalah yang mendera dan membelit bangsa ini, namun syukurlah bahwa semangat berbangsa masih menyala.

    Tak jarang kita berpikir bahwa kemerdekaan dalam arti yang sesungguhnya belumlah kita miliki sepenuhnya. Kadangkala kita terpaksa menerima keinginan perusahaan multi nasional asing, terpaksa berunding untuk pembayaran utang, terpaksa mengakomodasi kepentingan pemodal besar di pasar keuangan, dan bahkan terpaksa menerima tekanan negara lain dalam urusan pertahanan dan keamanan.

    Namun tak apa, bangsa ini harus tetap optimis tanpa takabur, berusaha menang tanpa mempermalukan pesaing, percaya diri tanpa sombong, bersatu tanpa meremahkan bangsa lain, dan selalu berdoa tanpa meninggalkan usaha.

    Memilih wakil rakyat adalah bagian dari usaha menggapai cita-cita. Tak ada jalan kembali. Semoga mereka yang terpilih menjalankan amanat dengan sebaik-baiknya, dan kita tak lelah menjadi bagian yang mencerdaskan dan mencerahkan kehidupan bangsa.

    • Ya sebagai rakyat biasa,sy cm berharap mdh2an anggota legislatif atwpn yudikatif nanti,yg terpilih.bs bnr2 menjadi wakil rakyat yg menampung aspirasi rakyat,bkn uang rakyat sj yg di tampung.bs membuat/merubh kebijakan2 yg Pro rakyat…bkn bahasa iklan sj,tp nyatanya mengobrl BUMN.berani melawan kepentingan asing yg merugikan rakyat.bukn melindungi kepentingn asing lalu berani melawan rakyatnya sndiri.ini yg tdk kalah penting!’PERKUAT TNI dan ALUTISTAnya.keinginan rakyat kecl yg mdh2an bs jd kenyatan bkn khayala…

  13. Asalamu’allaikum bung om yayan benar janji harus ditepati ttp masih ada janji2 lg pilpres bung yayan salam trim

    • Betul bung Sam, kita tunggu aja lagi janji berikutnya..! Salam juga dari saya. Terima kasih..!

      • i ya bung yayan sy mah hanya minitor sja komen2 lucunya lg skrang sy kerja di jawa bagian barat pabrik bahan polybutadiene & propane gub wanita yg di cok ama kpk lg smentara wkilnya baru terkina indikasi he….he…….he…….. kapan slesainya saya salut sama yg muda2 disini spt bung yayan nasionalismenya baik salam

  14. Amênangi jaman édan
    Éwuh åyå ing pambudi
    Milu édan nora tahan
    Yèn tan milu anglakoni
    Boyå kaduman mélik
    Kalirên wêkasanipun
    Ndilalah karsåning Allah
    Bêgjå-bêgjane kang lali
    Luwih bêgjå kang éling klawan waspådå

    Mengalami zaman gila,
    serba salah dalam bertindak,
    ikut gila tidak akan tahan,
    tapi kalau tidak mengikuti (gila),
    bagaimana akan mendapatkan bagian
    kelaparan pada akhirnya,
    Namun sudah menjadi kehendak Tuhan.
    sebahagia-bahagianya orang yang lalai,
    akan lebih bahagia orang yang tetap ingat dan waspada..

    Sêrat Kålåtidhå — Rånggåwarsitå –

  15. Janji dari sabang sampai marauke? Yg hanya di nikmati jakarta?

    • coba bandingkan daerah2 masing2 kuota APBN yang diberikan untuk pembangunan daerah mana yg paling besar. sekarang tergantung daerah masing yg mengelola, mau tambah hancur apa mau tambah maju. sudahlah singkirkan sifat iri, itu mnujukkan kekurangan kita. skrng yg diperlukan hal apa yg bisa diperbuat di tempat kita tinggal agar bisa maju sepertihalnya wilayah lain di NKRI. klw kita masih duduk dan meratap nasib ngak akan berubah, klw mau berubah bergeraklah untuk memajukan daerah kita sndiri.

      • bung, freeport di IrianJaya, Migas di laut, Sawit di Riau, Emas di Aceh, Uranium di Louser, Sawit di Riau… pajaknya buat pusat mas… beli SU-35 dapat 10 buat jaga jakarta bawah tanah.. di daerah jalan berlobang2.. ckckck

        • Jokowi efek cuman di jakarta bung.. di daerah dah bosan ama jawanisasi.. Mereka mengharapkan Jokowi yg dari Aceh, Padang, Batak, Papua… (bukan sukuisme, tapi urgenitas nasional)

          • bung saya kurang sependapat,anda bilang bukan sukuisme,tapi urgenitas nasional.tapi mengapa anda masih mengkotak kotakkannya?coba seandainya rakyat INDONESIA ini tidak mengedepankan kesukuan dan menganggap kita ini satu.”satu bangsa satu negara satu tumpah dara yaitu INDONESIA,maka kita tidak akan merasa keberatan siapapun yang akan memimpin negeri ini.dan dari suku manapun selama dia punya kapasitas untuk dapat memimpin negeri ini kearah yang lebih baik.dan maaf kalo saya lancang..wassalamualaikum

          • mksd nya urgensitas nasional apa ya bung dengan suku jawa? saya bukan suku jawa, tp bagi saya siapapun yg memimpin ri, dari suku apapun,kalau mmg bisa dan sanggup utk membawa kemajuan dan persatuan bagi ri, ya silahkan saja,gak masalah suku nya apa.

        • klw masalah itu khan udah dikembalikan ke daerah sesuai porsinya masing2, skrng ke tata kelolaanya bgmana? klw masalah jln berlubang masak pusat yg harus turun trus apa gunanya pemerintah daerah masing2? stiap pemerintahan dari pusat hingga daerah punya porsi kapasitas mengatur wilayahnya sendiri. khan smua ada departemenya masing2 hingga diwilayah daerah masing2, tinggal pengawasan kita sebagai masyarakat jalan ngak mereka? bisa atur ngak? dtiap daerah saya rasa pemimpinnya bukan anak2 kecil yg mesti dibimbing.

          • sblumnya maaf saya ngak telalu fanatik ke politik, yg penting saya yakin presiden siapapun yg jadi beban yg di tanggung berat. krn siapapun yg jadi pasti sadar dan tujuan merekapun baik2 memajukan bangsa indonesia. tinggal kita sndiri mau pilih yg mana?? yg penting jangan Golput untuk saat ini, krna semakin banyak pemilih menunjukan semakin banyak kepercayaan rakyat kepada pemerintahan.

    • Sedangkan kita mengirim TKI untuk menambah devisa secara halal namun negara sonora mengirim daftar penjahat untuk merampok hasil devisa negara, wasem XD setidaknya untuk kasus-kasus eksport rupiah secara ilegal di berikan sangsi yang tegas dan membuat jera pelakunya. XD

  16. menanti kejujuran mengharap kepastian.. hanya itu yang harus aku lakukan..!! “godbless” we can change anything..! he..3x

  17. Tumben sepi ya….
    Beritanya gk cetar membahana sih… 😀
    Bung Nara, di tunggu nih artikel nya tentang LCS..

  18. * Alternatif Non Paket Capres-cawapres *

    Pemilu legislatif , gue kira sudah baik dan fix.
    hanya saja dlm pemilihan presiden dan wakilnya, gue masih memandang ada sedikit yg kurang pas.
    Dalam ketentuan yg berlaku sekarang adalah sistem paket antara capres dan wapres oleh partai dominan atau koalisinya.
    dlm pandangan gue pribadi, katakankah ada 3 kelompok besar yg mengajukan calon atau 3 pasang.
    maka pilihan rakyat dibebaskan memilih mana capres dan wapres nya sendiri, bukan memilih paket itu sendiri.simulasi :

    Pres – Wapres skrg.
    1.A – B
    2.C – D
    3.E – F

    – Rakyat dibebaskan memilih sehingga bisa saja A sebagi pres dgn F sebagi wakilnya
    atau malah B yg jadi pres dan A sendiri jadi wakilnya.sehingga semua capres-cawapres memilki kesempatan yg sama tapi tunduk ketika rakyat menginginkannya entah sebagai presiden atau wakil presiden. Metoda begini memungkinkan
    – Tokoh Nasional lain yg non partai yg memiliki track record baik dan mendapat kepercayaan rakyat, mendapat kesempatan yg sama pula jika masuk bursa pemilihan (oleh koalisi atau partai dominan).
    entah sebagai pres atau wapres.
    – Memang ada celah ASUMSI capres-wapres terpilih tidak bisa kompak karena berbeda latar belakang atau beda kepentingan, nah justru dgn model begini, capres-wapres terpilih harus menyadari posisi mereka karena diinginkan rakyat bukan golongan kepentingan, hal ini merupakan edukasi dmokrasi dimulai dari RI-1 dan RI-2 nya.
    – tokoh2 yg masuk dlm bursa lebih kepada menjual ketokohan nya sendiri dalam arkian yg positif2 nya saja kepada rakyat dibanding menjual kesetiaannya kepada partai.
    – Tentu ditambahkan bberpa point perundang2an sebagai payung hukumnya.

    terinspirasi dari fenomena KETOKOHANLAH yg dicari rakyat bukan pada gebyar gemerlapnya postur partai2 dalam pemilihan Presiden dan wakilnya.

    Jadi kita memiliki sistem demokrasi yg lebih fair dan unsur ketokohan pun tidak dilupakan begitu saja.

    # hanya wacana, salam.

  19. Semoga menjadi awal yang baik indonesia..

  20. Dalam sistem demokrasi dwipartai sangat dimungkinkan cuma dua pasang capres-cawapres yang bertarung bersamaan dengan pemilihan caleg. Tetapi pada demokrasi multipartai akan sulit membawa pasangan capres-cawapres dari masing-masing parpol. skenario pemilihan capres-cawapres ya seperti saat ini, tahap elektoral dulu untuk menentukan batasan elektoral vote 20% suara atau 25% kursi atau pemilihan capres-cawapres melalui musyawarah MPR.

  21. mudah2an mereka yang terpilih merupakan wakil rakyat amanah, sehingga mampu mengedepankan kepentingan bangsa ini dan mampu meningkatkan posisi tawar bangsa indonesia, dengan menelurkan undang undang yang mendukung kemajuan bangsa disemua sektor terutama bidang pertahanan…
    salam kenal buat semua komunitas JKGR

  22. Saya harap negara kita kembali kejati diri kita yang sesungguhnya yaitu “REPUBLIK INDONESIA”…
    soalnya ane bingung RI adalah negara Presidensial tapi kayak parlementer. maaf

    • Negara kita adalah Republik yg menganut sistem Demokrasi Pancasila bung Wil… Ga usah bingung.. 😀

      • terus kenapa masih ada oposisi+koalisi ya…?hehehe
        knp jg ya antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah kok suka ga sinkron & perang urat saraf melulu…hehehe

        • ada yg pernah bilang… dalam kondisi stabil demokrasi adalah yg terbaik… namun dalam situasi perang komunisme akan lebih baik. Mungkin itulah sebabnya ada sipil dan ada militer

  23. colek bung nowy, lihat draft, minta tolong, klo oke bisa dinaikkan, maaf sy di jalan cuman bw hp. Thanks

  24. papi BEYE STRONG ! 😀 terimakasih telah menjaga keutuhan NKRI dalam 2 periode 😀 terima kasih sudah begitu tenang dan sabar dalam mengahadapi tekanan2 asing 😀
    papi BEYE , pakde pur , MEF strong ! 😀

  25. Ya sebagai rakyat biasa,sy cm berharap mdh2an anggota legislatif atwpn yudikatif nanti,yg terpilih.bs bnr2 menjadi wakil rakyat yg menampung aspirasi rakyat,bkn uang rakyat sj yg di tampung.bs membuat/merubh kebijakan2 yg Pro rakyat…bkn bahasa iklan sj,tp nyatanya mengobrl BUMN.berani melawan kepentingan asing yg merugikan rakyat.bukn melindungi kepentingn asing lalu berani melawan rakyatnya sndiri.ini yg tdk kalah penting!’PERKUAT TNI dan ALUTISTAnya.keinginan rakyat kecl yg mdh2an bs jd kenyatan bkn khayala…

  26. demi perbaikan 🙂 34%

  27. Salute!!!!..for all warjager…visi misi wdan harapan serta cita2 warjager agar teralisasi oleh pemerintah yg baru….mudah2an tidak mengecawakan…warjager

  28. Tulisan yang bagus bung @yayan di saat pesta demokrasi sedang berlangsung di tanah air kita ini,. saat ini bukan cuma janji saja yg di obral, tapi semua pun juga di obral agar mendapat dukungan dipemilu legislatf & eksekutif..
    bahkan kemensos menyarankan setiap rumah sakit utk menyiapkan tempat (ruangan) bagi wakil rakyat yg stress jika tdk terpilih..hehhe (sungguh realita yg sangat ironi)

    salam

    • Terima kasih bung NewBorn..! Bagus sekali tindakan preventif yang diambil oleh Kemensos kita. Sangat antisipatif..! Jika wakil rakyat itu stress karena gagal melenggang ke Senayan, diharapkan akan terhibur dengan ‘ruangan khusus’ yang telah disediakan. Dengan telah adanya keterwakilan rakyat di ruangan khusus tersebut, saya berdoa dan berharap semoga tidak ada lagi rakyat yang stress, karena semua stress dan sumber stress telah kita titipkan..! Hehehe..! Just a joke..!

  29. Tulisan yang bagus bung Yayan
    Hajatan besar bangsa Indonesia tahun ini mencerminkan kedewasaan berpolitik masyarakatnya.
    Masyarakat sudah TERBIASA dengan suatu pesta demokrasi,dan dewasa dalam hal menyalurkan dukungan dimasa kampanye dan menyalurkan Pilihannya pada hari H.
    Hal ini dikarenakan masyarakat sudah berlatih dalam pilkada yang tiap lima tahun ada tiga kali pemilihan,,yaitu pemilhan secara langsung kepala desa (dipedesaaan),,pemilihan bupati/walikota dan pemilihan Gubernur.
    Dalam Pemilihan Umum nasional masyarakat menyikapinya juga dengan santai ,tidak berat berat dalam mendukung..tetapi maknyus dalam mencoblos (sudah pintar)

    Hal ini berbeda dengan Pemilu dijaman ORLA ,Jaman ORBA dan jaman peralihan Reformasi (1999)
    Pemilu serasa MOMOK bagi Persatuan dan Kesatuan bangsa,,pemilu serasa menjadi musim pencerai berain bangsa dan pengkotak kotakan golongan,,sehingga pemilu merasa sangat menghantui bagi stabilitas nasional dan perekonomian rakyat.

    Saya masih ingat bagaiman dijaman Orba pada pemilu thn 1977 dan 1982 kita harus menyiapkan “Hajatan besar” demokrasi yang ribetnya seperti makna Hajatan Besar sesungguhnya didalam perkawinan Jawa,,dengan rasa dag dig dug bukannya takut kalah tetapi takut kebobolan,,dan juga suasananya sendiri memang mencekam karena pada saat itu kekuatan partai pemerintah dan rezim berkuasa begitu besar.

    Analoginya Dalam Hajatan besar bagaimana kita harus menyiapkan undangan untuk tamu tamu (DPT) yang akan diundang untuk ikut dalam hajatan besar,,belum lagi Pantarlih harus menseleksi siapa saja tamu tamu yang tak diundang karena mantan Tapol.sesuai Keppres No. 28 Tahun 1975, yang biasa dikenal Golongan C
    Setelah itu menyiapkan tempat hajatan besar dan apa saja prosesi yang harus dilakukan para tamu dalam hajatan tersebut,,dan para tamu umumnya sudah tahu harus bersikap bagaiman dalam menentukan pilihannya (Apa yg dicoblos),,petugas KPPS di TPSharus menyusul pemilih bila tidak datang ke TPS,,saksi saksi sudah diseting bukan orang orang yang dimusuhi oleh penguasa,sampai ke penghitungan suara dengan hasil yang sudah bisa DITEBAK.dan akan sangat memalukan bila di TPS yang dekat basis militer dan kantong pemerintahan ada pemilih yang mencoblos diluar partai pemerintah,,apalahi sampai 5 persen suara ,,wah bakalan berabe untuk kondisi saat itu, dan berbahagialah yang tidak sempat mengalaminya 😀

    Untuk merubah Hajatan besar yang kaku itu harus dilalui dengan berdarah darah pada menjelang thn 1998 dan puncaknya pada tahun 1998 setelah itu bangsa ini masih harus membayar mahal pada pemilu 1999 dengan eforia pemilu.
    Demokarsi yang lepas dari sisitim hajatan besar, menjadikan bangsa ini eforia sehingga banyak yang salah dalam proses memilih sesuai pilihannya,,ini terlihat dengan kesalahan memilih baik ditingkat pusat daerah tingkat satu dan daerah tingkat dua,Masyarakat tidak sadar bahwa yang mengisi jabatan di DPRD dan walikota /bupati bukan pilihan yang terbaik..terbukti saat itu ada yang tukang cukur rambut menang dan jadi bupati,,mantan tukang plitur menjadi ketua DPRD yang belakang hari tersandung berbagai masalah sehingga lenser secara prematur,,,ya eforia menjadikan masyrakat tidak menggunakan seleksi dalam memutuskan untuk memilih.,

    Sekarang bangsa Indonesia sudah menapak jenjang demokrasi tingkat S! di pemilu tahun ini,setelah melewati Demokrasi setingkat SMU di pemilu 2009,,Demokrasi setingkat SMP di pemilu 2004 dan Demokrasi tingkat SD dipemilu 1999.
    Kedepan pada Pemilu 2019 masyarakat akan semakin pandai dalam berdemokrasi sehat setingkat S2.
    Sehingga bagi kami golongan yang pernah menyaksikan “Hajatan Besar” dijaman Orba dan masa peralihan 1999.TIDAK KAWATIR dengan perpecahan bangsa di saat tensi politik memanas di masa pemilu,dan pihak asing tidak memanfaatkan masa masa panasnya politik dengan isue isue yang bisa mencerai beraikan bangsa ini dan menghambat TINGGAL LANDAS yang akan dilakukan menuju Indonesia Jaya.,
    salam hormat bung yayan dan terimakasih sudah mencerdaskan bangsa disini

    • Lumayan tahun 1999 saya ikut jadi hansipnya hajatan. Bisa cerita ke anak-anak di kampung.
      Mantan tukang plitur jadi ketuanya para ketua DPRD, hebat … 🙂

      • Saya saat pemilu 1977 hanya bisa melihat bapak saya yang sudah Purnawirawan itu menjadi Pantarlih dan Ketua KPPS ,,sehingga saya bisa ikutan baca siapa saja didaerah saya yang masuk golongan C. dan saya sempat terkejut ternyata salah satu kawan saya bapaknya termasuk ikut golongan tersebut,,sehingga kariernya susah dan mandek saat itu,
        Bapak saya yang tegas itu terlihat masih gagah mengatur jalannya “Hajatan Besar” dengan kemeja putih seragam para anggota KPPS,

        Oh ya pada tahun ini potensi suara para Purnawiran itu cukup besar lho..
        Tercata pada thn 2011 saja Jumlah Purnawirawan yang mempunyai Hak suara sekitar 11 juta cmiiw,,,Potensi suara ini sepertinya akan bermanfaat bila Capres dari kalangan mantan Militer bisa meyakinkan para Purnawirawan akan misi dan visi nya,
        Imho

        • Kalau lihat tahun yang disebutkan, bung Satrio sekarang ini mestinya sudah sangat senior banget, Salam hormat saya Bung Satrio, mohon maaf kalau kami – kami yang muda ada yang kurang sopan..

    • Terima kasih bung Satrio atas ulasannya. Sangat menarik, seolah telah membawa kita semua untuk melihat sebuah ensiklopedi demokrasi bangsa Indonesia. Saya sendiri menjadi tahu akan kondisi pesta demokrasi Indonesia di masa lalu. Saya adalah salah satu generasi produk Orba. Dalam memori saya cuma nempel sedikit tentang bagaimana sebuah pesta demokrasi terselenggara. Dari mulai peserta pemilu yang hanya diikuti oleh 3 partai, dan hasil Pemilu yang sudah diketahui, bahkan disaat Pemilu itu sendiri masih baru direncanakan. Demokrasi tidak terselenggara secara demokratis. Yang ada hanya kesan terpaksa, dipaksa dan memaksa. Tidak sesuatu yang bisa dibanggakan, kecuali kebanggaan berbangsa Indonesia itu sendiri. Terima kasih bung..! Salam hormat dari saya..

      • @Bung Great
        Sama sama mohon maaf bila ada salah kata,,
        belum tentu saat itu saya sudah dewasa,,bisa jadi masih anak anak bung 😀
        saya kan masih unyu unyu dan masih 17 tahun sekarang :mrgreen:

        @Bung yayan
        Suasana demokrasi mirip Orba pasti sekarang anda rasakan di KL dalam pilihan raya kemarin,,apalagi didaerah sabah dan serawak mirip pemilu jaman orba 😀
        Hikmahnya: Indonesia lebih dewasa berdemokrasi ,,16 tahun lebih maju dari mereka
        hehehehe
        masyarakat mereka pasti ngiri kan dengan demokrasi kita

  30. umumnya diseluruh daerah pemilu lancar ,.. banyak asing yang kecewa ….

  31. nyeruput kopi sambil nyimak…JAYA INDONESIA !

  32. Wa du om satrio am om nara percoyo lintang pasti asline tengahe jowo yo salam thank

  33. SEMOGA SIAPAPUN PREESIDEN TERPILIH ADALAH PUTRA TERBAIK NKRI, YANG MAMPU MEMBAWA INDONESIA SEJAJAR DENGAN NEGARA NEGARA LAIN DI DUNIA ………… ( BERANI, TEGAS, BIJAKSANA, MUMPUNI )……… DAN SEMOGA MEF BISA TEREALISASI LEBIH CEPAT ………

  34. Menowo Lintange ngulon – ngetan – ngulon – ngetan niku tandane nopo bung@ satrio.? :shakehand2

  35. Gak sekalian bahas ramalan joyoboyo juga bung dimari…?
    Lumayan buat refreshing 😀

    :Peace: bung!

  36. Trimakasih artikelnya Bung Yayan. teruskan menabur kebaikan….dan biarkan Tanah Tumpah Darah ini menghasilkan buah-buah kebaikan, kebenaran dan keadilan. Saya yakin itu, sepasti fajar yang selalu merekah setiap pagi. Salam hangat buat keluarga di KL, semoga semua sehat adanya.

  37. @Bung Kalbar
    mencari Presiden sesuai kriteria anda itu Sulit…apalagi mencakup point 1
    1 Menasionalisasi perusahaan2 luar negeri, dengan alasan memakmurkan rakyat

    Harapan menasionalisasi itu sebenarnya tidak boleh terjadi,,karena bangsa Indonesia akan dimusuhi oleh seluruh dunia dan ekonomi kita bisa hancur karena akan diembargo
    Yang bener itu mendidik rakyatnya untuk mencintai produk dalam negeri ,,dan memperbaiki undang undang dan peraturan peraturan yang terlalu menguntungkan asing..
    Gak boleh asal main nasionalisasi

    Amerika mempunyai “Amandemeny Hickenlooper “..adalah amandemen terhadap UU Bantuan Asing 1961 yg kemudian direvisi thn 1963.
    Amandement itu melarang bantuan kepada Negara asing yg mengambil alih perusahaan dan asset milik Amerika tanpa kompensasi.
    belum lagi amerika bisa menggunakan pengaruhnya terhadap badan badan dunia untuk menghukum Indonesia,
    Pilihan nasionalisasi itu bukan langkah cerdik ,,banyak langkah cerdik lainnya yang bisa kita perbuat.
    Cmiiw

  38. :iloveindonesia

  39. Salut buat Bung Satrio yang masih tetap mempertahankan budaya bangsa.. sungguh sungguh luar biasa buat Bung Satrio dengan segala kemapuan dan pengetahuan yang dimiliki yang tetap masih mempertahankannya adat dan budaya..
    saya pun masih ingat ketika mantan presiden Gus Dur mau wafat. ketika itu dilangit telah terlihat Lintang Kemukus yang muncul sekitar menjelang Isya’. kalo posisi domisiliku di daerah Jatim sebelah utara – barat / tenggara –
    dan memang benar fenomena tentang mitos kemunculan lintang kemukus menurut orang jawa merupakan pertanda akan datangnya bencana, pagebluk dll.

  40. sepakat dengan bung Satrio tentang nasionalisasi, kita gak usah ngomong yang gagah2 dan serem2 deh, yang sederhana aja dulu, misal:

    bilang pada
    Total Indonesie,
    Freeport Indonesia,
    Newmont Nusa Tenggara
    maaf kontrak kerja tidak akan diperpanjang, kami akan operasikan sendiri.

    Apa bisa / punya nyali?
    Kalau presiden mendatang mampu, itu sudah quantum leap, 2 jempol !

 Leave a Reply