Menanti Kemampuan Maksimal Tank Leopard

41
154

Komisi I DPR mengunjungi Markas Batalyon Kavaleri 8 Kostrad di Pasuruan, Jawa Timur, yang menjadi operator tank tempur utama Leopard 2A4 buatan Krauss-Maffei dan Rheinmetall, Jerman, beberapa waktu lalu. Ternyata tank kebanggaan yang dibeli era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini masih kurang kelengkapannya, sehingga belum dapat dioperasikan secara maksimal.

Tidak hanya kelengkapan tank yang belum dipenuhi TNI, sarana latihan pun masih terbatas. “Alat pengatur tembakan tank ini tidak ada, sehingga dilakukan manual, pengindera malam juga tidak ada, perkakas dongkrak tank seharusnya ukuran 20 ton, namun yang tersedia hanya 10 ton, sehingga tidak bisa untuk perbaikan kubah. Persenjataan ringan juga belum ada,” ujar anggota Komisi I DPR TB Hasanudin.

Tank yang memiliki meriam berukuran 120 milimeter ini, merupakan tank terbesar di jajaran tank TNI. Dengan meriam sebesar 120mm itu, lapangan tembak TNI AD yang ada, menjadi terlalu kecil. Selama ini, ukuran meriam tank TNI AD berkisar 75 milimeter dan 90 milimeter.

“Akhirnya, yang bisa digunakan adalah lapangan uji penembakan dan pengeboman Air Weapon Range (AWR) milik TNI AU di Lumajang,” ujar Hasanudin.

Kecanggihan Main Battle Tank Leopard 2A4 juga mencakup kemampuan menyelam dengan perlengkapan snorkel hingga peperangan Nuklir-Biologi-Kimia. Tank Leopard memiliki panjang 9,97 meter dan berat 63 ton. Untuk ke daerah operasi, tank ini diangkut dengan tank transporter, yang untuk Leopard menggunakan truk Astra buatan Iveco dengan panjang keseluruhan 20 meter lebih.

KSAD (kala itu) Jenderal Pramono Edhie Wibowo pada tahun 2012 memaparkan rencana gelar kekuatan MBT Leopard dalam tiga kali rapat dengar pendapat dengan Komisi I DPR. Pada rapat dengar pendapat pertama, MBT Leopard disebutkan akan ditempatkan di perbatasan Kalimantan dengan Sabah-Sarawak untuk efek gentar. Apalagi Malaysia memiliki MBT PT91 yang ditempatkan di sepanjang perbatasan dengan Indonesia di Kalimantan.

Pada rapat dengar pendapat kedua disebutkan, MBT Leopard ditempatkan di ibu kota provinsi Kalbar, Pontianak dan Samarinda, Kalimantan Timur. Namun entah kenapa, pada rapat dengar pendapat ketiga disebutkan, MBT Leopard 2A4 ditempatkan di Jawa Barat dan Jawa Timur, di bawah Divisi I dan II Kostrad.

Pramono Edhie mengklaim mendapat 100 tank Leopard seharga 287 juta dollar AS. Sebelumnya dengan anggaran yang sama hanya didapat 44 unit dari Belanda. Indonesia beralih ke Jerman, setelah Belanda membatalkan penjualan MBT Leopard mereka ke Indonesia.

Selanjutnya pada arsip Kompas 8 Maret 2012 diklaim Pramono Edhie, Jerman menawarkan transfer teknologi dalam pembelian MBT Leopard. Ada kemungkinan mekanisme produksi bersama, kata Pramono Edhie, ketika itu.

Bagaimana mengangkut tank Leopard ke luar Jawa?. Kementerian Pertahanan telah memesan landing ship tank khusus yang bisa mengangkut tank seberat Leopard. Salah satunya adalah KRI Teluk Bintuni yang dibuat di dalam negeri oleh PT Daya Radar Utama.

Menanggapi belum lengkapnya MBT Leopard, Kepala Badan Sarana Pertahanan (Kabaranahan) Kementerian Pertahanan, Laksamana Muda Leonardi mengatakan, dari 163 tank Leopard yang dibeli, sudah 103 unit yang datang, yang terdiri dari 61 unit MBT Revolution dan 42 unit MBT 2A4. Menurut Laksda Leonardi, semua akan dilengkapi agar kekuatan MBT Leopard dan sarana pendukungnya sesuai rencana semula.

Sumber : KOMPAS

41 COMMENTS

  1. Saya kok agak ragu ya sama pernyataan bpk pramono edi?? Jngan2 ntar leopard yang dimaksud leopard 2A2 atao malah leopard yg umur rangkanya tinggal dikit (tua). Tp positif thinking aja lah, siapa tau dapet murah gara2 markel jatuh hati sama pak edhie. Hhe”

    Masalah leo yg dahulu bukannya rencananya alat2 yg kurang itu dikasih bikinannya PT. LEN ya?? Apa ngak jadi biki PT. LEN?

    • Kondisi tank ternyata jauh dari harapan, saya pernah di ajak sodara saya yg dinas di batalyo kaveleri 1 cijantung, dan saya berkesempatan untuk melihat langsung kondisi tank baik kondisi luar dan dalam kemudi ternyata saya jumpat bercak2 oli di dalam sistem kemudi, setelah saya tanya kepada sodara saya dia bilang sebagian tank leopard adalah Tank rekondisi, dan ini semakin memperjelas bahwa TNI mempunyai tradisi membeli barang bekas, sungguh sangat miriss hehehe

      • Terima kasih bung kebetulan rumah saya jauh dari situ jd ngak pernah tau infonya, waktu SU-27 datang pertama kali ke indonesia saya melihat sendiri pavcen cobra. Hhe” klo ngak salah datangnya pake an-225.

    • @kambing

      Maaf kalo agak bikin kecut.

      LEN belum bisa bikin laser range finder, optical system,,,mungkin nanti kebagian ngrakitnya.

      Laser intensifying yang dipasang pd senapan pasukan anti teror (produksi len), sebenarnya masih impor dr prancis

    • @kambing

      Maaf bung sotoy lagi…

      Menurut orang2 pintar, dinegara2 maju menerapkan konsep “end life management”,,,mnrt mereka alutsista mulai dr pengembangan, pemakaian hingga ktk dipensiunkan selalu mengandung biaya yang angkanya semakin besar sesuai dg umur alutsista tsb, jadi ketika memasuki umur tertentu(sudah memasuki umur ekonimisnya), lebih efisien diganti dg produk yang baru krn costnya akan melonjak drastis utk tetap mempertahankan kesiapan alutsista tsb (biaya tsb bisa dialokasikan utk kepentingan lain yang lebih berguna)

      Sungguh berbahagia negara pemilik alutsista yang sdh siap2 memasuki masa pensiun jika masih bisa menjual ke negara lain krn ongkos pemusnahan/mendaur ulang/scrapping dinegara2 maju lumayan besar.

  2. Kondisi tank ternyata jauh dari harapan, saya pernah di ajak sodara saya yg dinas di batalyo kaveleri 1 cijantung, dan saya berkesempatan untuk melihat langsung kondisi tank baik kondisi luar dan dalam kemudi ternyata saya jumpat bercak2 oli di dalam sistem kemudi, setelah saya tanya kepada sodara saya dia bilang sebagian tank leopard adalah Tank rekondisi, dan ini semakin memperjelas bahwa TNI mempunyai tradisi membeli barang bekas, sungguh sangat miriss hehehe

    • @karepmu

      Mungkin ini yang dimaksud oleh pemerintah yang sekarang utk “beli yang benar-benar penting dan rencana”.

      Menurut komisi I, rencana pembelian mbt tiba-tiba muncul dg alasan negara asean yang lain sdh lbh dulu pny mbt,,,tyt kelihatan sekali konsepnya tidak terencana dg baik. Dari semula akan ditempatkan diperbatasan malaysia tyt batal, tempat latihanpun belum ada,,,jadinya spt kasus proyek pencetakan sawah sekian ratus hektar yang akhirnya mangkrak krn didaerah tsb tidak punya waduk utk mengairi areal sawah yang baru dibuka.

      • @jancux

        Wah…pas bener, dilapak sebelah (defense studies.blogspot) sdh ada bantingannya. Disebutkan pd “postur pertahanan 2009-2014” tidak ada rencana pengadaan tank mbt. Yang direncanakan adl pengadaan tank ringan&medium tank dg bobot 30 ton (sejalan dg program medium tank pindad).

        Artinya kelihatan banget pembelian mbt tdk direncanakan dg teliti,,,tau-tau muncul. Sampe2 LST teluk bintuni harus dimodifikasi (masuk dok lagi) krn rancangan awalnya utk memuat tank dg bobot maksimal 30 ton.

        Pola pembelian spt itu kan kayak ibu2 mo belanja kepasar…wkt dirumah rencana beli ini-itu, giliran udah pegang duitnya yang dibelanja beda lagi

      • diakui atau tidak pembelian scorpion oleh orde baru itu sudah terukur.fungsinya ya menhantam MBT tapi bukan vis avis macam di ring tinju.karena negara kita tropis bukan gurun macam sinai.yanh disayangkan dari pembelia scorpion adalah mark upx.tapi lw hanya untuk membuat efek deterent atau syarat dapat ToT untuk medium tank sudah tercapai.tapi untuk asas manfaat patutu dikaji ulang.

      • yang jelas kedatangan mbt leopard terburu2,,yg penting ikut hadir di parade kemarin,,itulah pemimpin kta yg pnting gengsi,,nih hasil kerja guuwee kta bapak besar,,,apache aja dapat minjem,,p gak d paksain tuhhhhh

  3. Ooooh yg revolution udah datang tow btw harusnya diklarifikasi dulu apakah semua Tank leopard II belum lengkap ato hanya kurang beberapa unit saja..kalo semua tank masih kosongan berarti ada info yg kurang benar dan seharusnya anggota dewan sebagai fungsi pengawasan harus memberikan teguran kenapa beli banyak Tank ternyata kosongan sama halnya saat kita beli TA-50I yg ternyata tidak lengkap perlengakapnya

    • @joker

      …dan ketika Pindad merancang medium battle tank, seperti menampar konsep pembelian mbt.

      Beberapa pandangan ahli militer mengutarakan bhw tank mbt “kurang cocok” digelar di negara kepulauan, apalagi dikawasan asia tenggara yang struktur tanahnya jauh lebih muda dibanding dg struktur tanah dinegara benua. Penekanannya adl tingginya pergantian moda alat angkut ktk melakukan operasi lintas pulau yang justru mereduksi sifat mobilitas mbt.

      • Jepang yang negara kepulauan yang notabene sdh malang-melintang mengoperasikan tank disebagian besar kawasan Asia (jaman PD II),,,mempertahankan bobot maksimalnya diangka “50 TON” spy tdk membatasi keluwesan mobilitasnya.

      • MBT Tank Leopart akan dilihat hasilnya jika Krisis LCS meluas kepada PD II Ostali Vs RI memaksa RI menyerang masuk kenegara OSTALI hahahaaaa
        Tapi kita lihat saja segala sesuatu itu mungkin saja terjasi Why Not?

    • @awe-awe

      Jadinya kagak nyambung kan bung,,,

      Dikasi blueprint mbt, yang dibuat medium tank…itung2annya beda banget. Padahal kalo dr awal ngembangin medium tank bareng turki, jg bakal dikasi TOT dr jerman krn kandungan produk jerman sangat tinggi.

  4. imho, sepertinya yang diharapkan dari pembelian tank leo ini adalah TOT untuk mengembangkan tank medium pindad yang berbasis marder 1a3, serta pembuatan amunisi berat. bukankah kita sudah mendapatkan itu, dan dalam proses pembuatan
    CIIMW

  5. tank leopard 2A4 Indonesia nantinya akan di upgrade oleh ASELSAN TURKI masbroo…

    Indonesia – Turki sudah bekerjasama untuk pembuatan tank medium sekaligus upgrade tank leopard.

    sehingga tank lepard akan memiliki kekuatan setara tipe 2A6

    sebelumnya Turki sudah berpengalaman melakukan uprgrade tank leopard …

  6. “Alat pengatur tembakan tank ini tidak ada, sehingga dilakukan manual, pengindera malam juga tidak ada, perkakas dongkrak tank seharusnya ukuran 20 ton, namun yang tersedia hanya 10 ton, sehingga tidak bisa untuk perbaikan kubah. Persenjataan ringan juga belum ada,”

    tak bisakah produksi sendiri ?

  7. knp kita selalu pesimis ya……ada info bhw leo kita yg kiriman batch pertama emang blm sempurna krn wktu itu di jerman cuma test drive aja blm smpe test firing dll nya….jd hanya mengejar untuk parade HUT TNI ke 69 aja…..tp nanti tunggu yg Leo RI…..akan lbh canggih dr milik singapura

  8. knp kita selalu pesimis ……………..ada info klo Leo kita yg kiriman batch awal emang blm lngkap krn wktu itu hanya utk mengejar buar parade HUT TNI ke 69…dan di Jerman hanya test drive aja blm sampe test firing dll……tp tunggu nanti kalo Leo RI datang……akan lebih canggih dr leo milik Singapura

    • @raftel

      Coba ditengok ke (defense-studies.blogspot), ttg artikel senada…akan terlihat akar masalahnya.

      Kalo leopardnya sih barang bagus…kanada wkt mengirim pasukan tank ke afgan jg pake leopard seken, tapi disini bukan sekedar soal baru-bekas

LEAVE A REPLY