Detik Detik Kenaikan Harga BBM (intermeso)

131
97

ketahanan-energi-indonesia

Jakarta – Setelah sekian menunggu lama, akhirnya pemerintahan di bawah kepemimpinan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla berani menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) pada Senin (17/11/2014) malam ini.

Setelah sempat dikabarkan akan diumumkan di Kantor Menko Perekonomian, menguat jika kenaikan harga BBM dilakukan di Istana Presiden oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Kenaikan Harga BBM Diumumkan di Istana Presiden,” menurut sumber Liputan6.com di pemerintahan.

Namun, belum diketahui pasti besaran kenaikan harga BBM tersebut. Sebelumnya harga BBM digadang-gadang naik Rp 3.000 per liter.

Hal ini memperkuat sinyal yang diberikan Wakil Presiden Jusuf Kalla jika kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) akan diputuskan pada Senin (17/11/2014) malam ini.

Hal itu diungkapkan JK usai menghadiri Rapat Kabinet bersama Presiden Jokowi di Istana Negara. Awalnya, JK menjawab secara normatif tentang wacana kenaikan BBM.

Ia mengaku pemerintah masih melakukan penghitungan. “Biasa saja, lagi hitung-hitungan. ini mudah-mudahan segera, ini hampir dapat hitungan,” kata JK di Kantor Wapres, Jakarta, Senin (17/11/2014).

Ketika didesak kapan waktu kenaikan BBM tersebut, JK kembali meminta agar bersabar menunggu keputusan resmi. “Sabar-sabar saja,” tuturnya.

Wartawan pun beralih dari isu BBM dan menanyakan pertanyaan lain.

Namun, di akhir wawancara, tanpa ditanya, JK pun melontarkan celetukan. “Jangan pulang ke rumah cepat ya,” ucap JK. (Liputan6.com).

131 KOMENTAR

  1. Ane pribadi bbm naek ok aje lah…yg penting pengalihan/peruntukannye dari subsidi jelas,dan tepat sasaran..apelagi buat rakyat kecil yg bener” sangat,sangat susah dg kenaikan ini paati ada efek domino,karena akan memicu kenaikan harga yg lainye…tolong perhatiin rakyat yg memang bener- bener susah akibat kenaikan bbm ini..asal demi kebaikan,kemakmuran rakyat dan negeri ini ane ikhlash dunia akherat….!!!

    ….NKRI HARGA MATI….

  2. Hanya sekedar berbagi pengalaman…. tahun 1996 saya kuliah di Malang. Waktu itu harga bensin Rp.2500 (kalo salah tolong dikoreksi, soalnya lupa). Dan sampai sekarang sudah berkali-kali mengalami kenaikan harga BBM. Dan saya belum pernah lihat pedagang kecil dan masyarakat kecil mati kelaparan. Memang benar biaya hidup meningkat dan sangat terasa pada awal-awal bulan. Tetapi setelah lewat setahun lebih ya normal lagi kehidupan mereka.

    Maaf ini hanya berdasar pengamatan saya dalam ruang lingkup yang kecil.

    • Wah angkatan ’96 juga ya bung xtrada. Saya sih orangnya paling malas liat jauh tanpa liat yang deket bung. Sejauh pengalaman hidup di malang sejak ’96 sampai sekarang belum pernah ada orang yang mati kelaparan akibat bbm naik dan belum pernah ada usaha yang gulung tikar. Yang ada malah warung lalapan ayam yang dulu jadi langganan, sekarang sudah punya rumah sendiri (dulu nyewa).

      • jangan terlalu sering melihat dekat bung. nanti rabun jauh 🙂

        sebagai “wong cilik”, meski tidak setuju saya menerima dengan lapang dada. otomatis per hari ini daya beli dan daya cicil saya langsung menurun.

        alangkah eloknya jika beban ini ditanggung bersama-sama. kami wong cilik dicabut subsidinya. tetapi mereka yang menikmati fasilitas dan digaji negara juga harus berhemat. bekerja lebih keras. yang bocor-bocor segera ditambal.

        bisnis kuliner memang menjanjikan bung. mertua saya juga punya warung soto ayam. tahun 2005, saat saya menikahi anak gadisnya harga seporsi masih 7000 rupiah. sekarang sudah 15000 rupiah. rumah sih gak nambah seperti contohnya bung tedjo. tapi alhamdulillah 6 orang anaknya bisa kuliah semua 🙂

  3. Yg demo2 bbm naek lebay bgt..naek 2000 doang..contoh kecil aja..beli sebungkus rokok aja 14000an sanggup..beli bbm 8500 aj ngeluh..75% subsidi di pakai sm yg punya mobil..motor paling 20 rb udh full..dibanding mobil yg sekali isi 300 sampe 400 rb ..bijaksana lah ..more productive not consumtive

  4. Sobat, tidak usah mengeluh dan tidak usah saling menyalahkan, BBM sekarang naik, sekarang tinggal bagaimana ke depannya kita bersama sama maju dan menjaga agar pemerintah dapat benar benar fokus agar masyarakat dapat menaikkan tingkat pendapatannya.
    Dulu Para Pendahulu kita sanggup merdeka dengan keterbatasan mereka ,sekarang mari kita juga berusaha dengan cara yang benar meningkatkan usaha kita untuk mencapai kemerdekaan ekonomi,
    Allah itu ada, sobat, Dia pasti akan menolong hamba hambanya yang berusaha sekuat tenaga memajukan negara ini, Tugas kita semua untuk membenahinya .tanggungjawab kita bersama untuk menyejahterakan negara ini. Ayo semangat!

    • kenaikan 200% = rp 13,000, jadi harga baru = rp 19,500

      gini aja bung beti,

      sekarang anda bayar premium hanya rp 8,500, jadi untuk tiap liter premium yang anda beli, sisihkan rp 11,000 untuk panti asuhan.

      hitung2 anda tetap keluar rp 19,500 / liter, tapi rp 11,000 jadi tabungan amal anda, mantap kan?

  5. klo dri pemikiran sempit saya mndingan bbm itu tidak usah di subsidi sekalian bukannya krna saya mampu atau apa saya jga cma kuli yg tidak mnentu nasibnya kedepan seperti apa.
    tapi karena isu bbm ini terlalu sering jdi sumber masalah di negri ini dan itu masalah yg komplek.
    hemat saya klo subsidi bbm di hentikan total mungkin masalah siklus komplek yg terjadi setiap pemerintah menaikan harga bbm bisa terhenti.
    pasti ini sangat berat bagi kita rakyat kecil. tpi ini semua bsa mnjadi awal untuk melatih kita jdi rakyat yg kuat dan tidak manja lagi. untuk melatih org di pemerintahan mnjadi org yg memikirkan kesejahtraan rakyat seutuhnya bukan mnjadi org yg tenar dengan menyengsarakan rakyat, saya yakin mereka mampu karena mereka semuanya org yg sangat pintar yg sekolahnya pun tinggi dan bahkan sampai di berbagai penjuru dunia. tidak seperti saya yg hanya lulusan smk yg dulu ketika sekolah setiap hari harus melewati pematang sawah dan harus bangun sangat pagi hanya demi untuk sampai di sekolah saja.
    ini masalah berat memang tpi kalau tetap seperti sekarang siklus akan terus berulang siapa pun nanti presidennya. karena kita bergantung pada energi yg tidak terbarukan yg suatu saat akan habis dan tentu saja seiring semakin menipisnya persedian harganya pun akan terus merangkak naik.
    dan tugas pemerintah setelah itu adalah memikirkan sebaik dan sekeras mungkin bagaimana agar rakyat mnjadi sejahtra.
    maaf tulisanya semrawut, ini hanya sedikit curhatan saya saja. just IMHO

  6. lagi -lagi minyak, yang di utak atik, sepertinya sudah jadi komoditi politik.
    minyak itu menyangkut hajat hidup orang banyak, tak peduli kaya ato miskin.
    hemat saya, orang yang gak makan sekolahan, sepertinya ingin cenderung yang instan kerjanya, cepet terlihat, sepertinya bapak-bapak yang diatas itu orang yang pintar dan terpilih, kalo cuman ngoprek bbm dari dulu juga begitu dan hitungannya udah bisa matemateka banget. belum ada ato belum terpikirkan solusi yang laen, kalo tegas itu dari hulu sampe hilir, termasuk birokrasi.

    tapi emang naekin bbm sudah memaksa banget…seneb rasanya…dada ini…efeknya sama komoditi pangan, sandang dan papan….ampun pa .. ampunn.