Jun 132019
 

Menteri Pertahanan Indonesia Ryamizard Ryacudu sebagaimana ditulis media Rusia menyatakan dirinya berharap pengiriman beberapa jet tempur Rusia akan dimulai pada akhir tahun ini.

Pernyataan dari Menteri Pertahanan Indonesia ini sekali lagi menyoroti status perjanjian antara kedua negara sebagai bagian dari kolaborasi pertahanan keduanya yang sedang berlangsung di tengah tantangan dan ketidakpastian yang masih ada.

Menurut media TheDiplomat, Rusia dan Indonesia telah lama memiliki hubungan pertahanan sebagai bagian dari hubungan kedua Negara yang lebih luas, dan Moskow masih tetap menjadi pemasok militer terbesar di Jakarta terlepas dari perubahan dan diversifikasi yang berkelanjutan.

Kedua belah pihak juga telah mempertimbangkan beberapa kesepakatan serta kemajuan yang lebih luas dalam kerja sama pertahanan baru-baru ini, yang bukan hanya pada segi pembelian tetapi juga menyangkut ambisi yang lebih besar, seperti transfer teknologi dan pengembangan produksi bersama meskipun ada tantangan di dalamnya.

Salah satu kesepakatan yang telah berjalan selama bertahun-tahun adalah penjualan jet tempur Su-35 Rusia ke Indonesia. Meskipun Menteri Ryacudu secara resmi mengumumkan bahwa Indonesia telah memutuskan untuk membeli 11 pesawat tempur Su-35 Rusia pada tahun 2015, tidak ada konfirmasi mengenai kontrak yang dicapai hingga awal tahun 2018.

Penundaan berulang pada pengumuman resmi terus berlanjut sejak saat itu di tengah isu-isu yang lebih luas terkait dengan kesepakatan itu sendiri maupun pertimbangan kebijakan yang lebih luas, termasuk pengawasan AS terhadap pembelian pertahanan Asia Tenggara dari Moskow.

Pekan lalu, ini menjadi berita utama lagi ketika kantor berita Rusia TASS mengutip Ryacudu yang mengatakan bahwa Indonesia mengharapkan kesepakatan itu akan dioperasionalkan pada akhir 2019.

Kepada TASS, Ryacudu mengatakan bahwa ia berpikir “bahwa masalah ini akan diselesaikan tahun ini.” Dia menambahkan bahwa sementara ada beberapa tantangan dalam menyelesaikan kontrak karena persetujuan yang diperlukan dari berbagai departemen di Indonesia serta berbagai bentuk pembayaran, “pada dasarnya masalah telah dipecahkan. ”

Apakah ini akan menjadi kasus atau tidak, masih harus dilihat. Yang pasti, Ryacudu tentu saja konsisten dalam menyampaikan fakta bahwa Indonesia tetap berkomitmen pada kesepakatan. Tetapi mengingat penundaan berulang yang terus terjadi, dengan berbagai tantangan yang masih ada, bahkan setelah diselesaikannya pemilihan presiden Indonesia baru-baru ini dengan implikasi untuk kebijakan luar negeri dan pertahanannya, orang harus berhati-hati tentang klaim spesifik tenggat waktu sampai ada tanda-tanda yang lebih konkret bahwa pembelian Su-35 sedang diwujudkan, dirilis situs Thediplomat

Update

Berikut lebih lanjut penjelasan dari Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu dan pihak Kementerian Perdagangan tentang perkembangan terbaru pembelian Su-35 oleh Indonesia, seperti yang dirilis situs Kumparan.com, 13/6/2019.

 Posted by on Juni 13, 2019

  19 Responses to “Menanti Kesepakatan Pengiriman Su-35 ke Indonesia”

  1.  

    Dari dulu sampe sekarang sangat konsisten ya, nggak naik nggak turun tetap saja dari tahun 2015 sampe sekarang beritanya tetap saja seperti ini. Nggak berkembang apalagi berkurang, seimbang dan konstan dari tahun ke tahun

    •  

      ya bang, kalau di hitung sudah berapa puluh kali berita ini di ulas terus, kesannya jadi gorengan terus,kwkwk

      •  

        Tanda tangan kontrak 21 februari 2018 bro:
        https://m.detik.com/news/berita/d-3877911/resmi-indonesia-teken-pengadaan-11-sukhoi-su-35-pengganti-f-5

        tp keburu ada sanksi catssa dr negara pendengki terhadap pembeli produk2 rusia, ada tekan kepihak indonesia yg ingin membeli su35 rusia dan pihak2 bank yg memberi pinjaman jg diancam sinegara pendengki dengan sanksi tersebut, dengan sanksi yg mengancam tidak semudah membalikkan telapak tangan mendatangkan su35 apalagi posisi ekonomi indonesia masih berstatus ekonomi berkembang, indonesia tidak lepas dr sorotan mata us sebagai negara yg berpengaruh dikawasan asean jd indonesia wajib extra hati2, butuh loby yg kuat untuk meyakinkan si us bahwa su35 adalah bagian dr program pengembangan kekuatan TNI AU untuk menghadapi situasi krisis dikawasan dan indonesia jg meyakinkan si us bahwa f16v positif masuk bagian dr program TNI AU, masalahnya bukan sampai disitu saja tp masuk kepada theknis barter komoditinya’ ini sesuatu hal yg baru untuk theknis pembelian pespur bagi kedua negara yg otomatis akan membutuhkan proses waktu yg bertele sebab jenis komoditinya dan penampungnya dr pihak pengusaha rusia harus dicari dan ditentukan jenis komoditi yg diinginkan terlebih dahulu, setelah itu baru disusun tim untuk mengatur theknis2 menentukan harga sampai pengiriman komoditi, ini rumit gk segampang mengucapkan tp demi meningkatkan eksport kita semuanya harus diupayakan’ seharusnya kita mendukung sistem barter komoditi ini karena ini peluang mengenalkan kwalitas komoditi kita dan peluang meningkatkan eksport’ ini jg membuat potensi pinjaman ke bank kita untuk belanja alutsista bisa menurun sebab ada BUMN yg menyediakan komoditi2 tersebut.

  2.  

    Awalnya sudah berbangga sebagai salah satu negara pembeli pertama SU-35, namun tetap dgn keseriusan/komitmen kuat dan tak berani “utak-atik” anggaran alutsista negaranya maka segalanya akan berjalan lancar!

  3.  

    Beralih ke SU57…???

  4.  

    Su-35 PESAWAT SAMPAH

  5.  

    KAMIS TGL 13 JUNI KMRN BERITA SU 35 INDONESIA MASUK DI SCTV.INTI BERITANYA SU 35
    BAKAL MOLOR TIBA DI INDONESIA.

    •  

      Gpp telat bro yg penting positif pasti jd dan yakinlah setelah theknis2 barter komoditi ini tuntas dikaji su35 yg dibeli indonesia bukan cuman 11 unit tp 24 unit untuk memenuhin syarat2 transfer teknologi yg diincar indonesia melalui joint produksi, 11 unit pesanan tahap pertama dengan sisipan 5 unit tanpa publikasi, proses pesanan kedua tambahan 5 unit dengan memasukkan 3 unit sisipan tanpa publikasi.

  6.  

    Rusia cukup barter dg minyak sawit … gak perlu biskuit dll. … hayoo ide siapa tuh? makanya jadi ribet!!!

  7.  

    Timur tengah lagi geger, israel serang gaza, yaman serang bandara saud, kapsl tanker di oman meledak

    Indonesia lagi bingung barter nya

  8.  

    Heran ane, banyak yg komentar seenaknya se olah2 membeli prodak rusia saat ini terutama su35 segampang beli bakso, hey apa anda pikir sanksi catssa itu seprti candaan’ moso gara2 nafsu su35 kita korban kan ekonomi kita yg masih proses berkembang, harus ada loby sana sini agar semuanya bisa berjalan tanpa ada sanksi’ salah satu loby nya adalah memastikan ke us bahwa f16v turut menjadi bagian dr program indonesia, setelah itu masuk memecahkan masalah dengan sistem barter komoditi yg emang baru pertama kali dilakukan kedua negara’ barter komoditi ini bukan soal gk ada duit tp memperjuangkan peningkatan eksport kita melalui memperkenalkan kwalitas produk2 komoditi kita dr pertanian sampai teknologi yg kita punya, awal untuk membuat sistem barter komoditi ini emang rumit dr mencari pengusaha rusia yg bersedia menampung komoditi tersebut, menentukan jenis2 komoditinya dan membuat tim untuk menentukan/mengatur setiap harga komoditi dan proses pengiriman komoditi tersebut,,,aneh aja kalau ada komentar negatif tanpa bener2 memahami masalah yg sebenarnya.

  9.  

    Statement basi
    Malas menanggapi

    •  

      Kata2 basi itu pasti keluar dr mulut2 otak cekak, enak sih kalau ngomong doang tp saat mengerjakannya gimana???? Entar kena sanksi catssa pemerintah lg yg disalahin, entar kalau harga komoditinya terlalu murah dibeli rusia entar pemerintah lg yg nombokin, entar kalau kalau ekonomi stagnan atau eksport yg sangat rendah pemerintah lg yg disalahin’ ada upaya pemerintah untuk melakukan sesuatu hal yg lebih2 hati dengan memperhatikan banyak aspek masih aja ada yg nyinyir, iya kalau yg nyinyir ada memberi solusi baik tp kebanyakan orang nyinyir itu hanya tau nyinyir doang kwkwkwkwkkk

  10.  

    Sampe bosen lihat berita nya

  11.  

    brmpfff …
    ganti sama Rafale saja yg mau barter dan alih tehnologi wkwkwk

  12.  

    Jadi beli bagus gak jadi beli ya wajar toh yang dibarter apa masih bingung indonesia belum mau perang

  13.  

    Mantap