Dec 252014
 

image

Jika terjadi perang berlarut dengan Indonesia, bisa jadi seluruh pesawat tempur mau pun kapal perang Indonesia akan rontok atau grounded, akibat kehabisan amunisi (rudal). Tidak ada lagi rudal yang bisa ditembakkan oleh pesawat tempur dan kapal perang, karena sudah habis ditembakkan. Alhasil pesawat tempur dan kapal perang Indonesia hanya akan menggandakan senjata mesin dan meriamnya saja, yang memiliki jangkauan terbatas. Dengan demikian, cerita akhir dari peperangan ini bisa ditebak.

Perang antara Argentina dengan Inggris mungkin bisa dijadikan pelajaran. Di awal perang, Argentina masih bisa mengimbagi kekuatan tempur Inggris. Namun seiring berjalannya waktu, Argentina pun mulai keteteran, terutama soal rudal yang bisa diusung oleh pesawat tempur mereka. Saat itu, rudal anti kapal permukaan tinggal dua. Argentina pun harus bisa memanfaatkan sisa rudal ini dengan sebaik-baiknya. Dengan mengorbankan, sejumlah pesawat tempur, untuk memancing radar, pesawat dan radar musuh, Argentina melakukan serangan terakhirnya. Serangan itu berhasil menenggelamkan kapal Inggris, namun akhir cerita perang bisa dibaca. Pesawat tempur dan kapal perang Argentina akhirnya mangkrak, karena tidak lagi punya rudal.

Berbicara soal militer dan peperangan, intinya hanya satu, berapa banyak anda memiliki amunisi. Cara menghitung kekuatan kapal perang juga sama, berapa banyak kapal perang itu mampu memuat persenjataan. Semakin banyak rudal yang bisa dibawa kapal, semakin besar potensinya dalam peperangan.

Inti dari peperangan adalah, seberapa banyak pihak yang berkonflik bisa menembakkan peluru dan rudal. Semakin banyak yang bisa ditembakkan, semakin besar harapan untuk menang, dan sebaliknya.

Syukurlah kini Pindad telah memproduksi berbagai amunisi untuk alutsista TNI, mulai dari amunisi senjata, roket hingga mortir. Amunisi ini menjadi modal, untuk peperangan darat. Bagaimana dengan matra laut dan udara ?. Kedua matra ini memiliki spesifikasi amunisi yang berbeda untuk efektivitas pertempuran. Mereka membutuhkan rudal dan negara kita belum bisa memproduksinya, alias masih mengandalkan Impor. Masalahnya, seberapa banyak rudal ini bisa kita Impor. Pada faktanya tidak banyak (data SIPRI). Kalaulah terjadi perang, apakah amunisi Impor itu bisa dipesan ?. Untuk negara berkembang seperti Indonesia, tentu akan kesulitan. Justru bisa sebaliknya, rudal-rudal yang sudah dipesan, malah tidak dikirimkan. Kasus seperti ini menimpa Iran dengan S-300 nya dan Argentina dengan Exocet.

Di Pemerintahan yang baru ini, ramai kita dengar hiruk pikuk pembangunan Poros Maritim. Tentu hal itu baik, agar kita tidak lagi memunggungi lautan. Pesawat Amfibi pun akan dibeli untuk penguatan Poros Maritim. Syukurlah.

Selain itu, hal yang ramai didengar adalah pembangunan UAV/Drone. BPPT dan Lapan pun, sibuk menggenjot pengembangan UAV/Drone mereka.

Namun bagaimana dengan pengembangan Roket dan Rudal Indonesia, yang sudah dikembangkan pemerintah SBY . Beritanya tidak terdengar lagi. Padahal dalam peperangan, modal utama pertempuran adalah amunisi.

Jika terjadi perang bisa jadi roket R-HAN mobile akan unggul ketika mulai terjadi pertempuran darat. MLRS Astros 2 yang dibeli dari Brasil, akan mangkrak karena kehabisan peluru. Akan lucu kalau alutsista yang mahal mahal dibeli, tapi tidak terpakai.

Kalau Indonesia ingin kuat dan disegani negara lain, bangunlah secara serius proyek rudal dan roket. Ujung-ujungnya dalam suatu peperangan modern adalah, seberapa banyak rudal dan roket yang bisa anda tembakkan. (JKGR).

  76 Responses to “Menanti Perkembangan Rudal Indonesia”

  1.  

    pertamax.

    •  

      INTI DARI PEPERANGAN YANG SESUNGGUHNYA ADALAH UANG YANG TAK TERBATAS/BANYAK.

    •  

      Menurut saya, inti masalah roket adalah tersedianya “Propelan” sebagai motor roket.
      Tidak ada Propelan tidak ada Roket apalagi Rudal.

      Di sisi yg lain, Indonesia termasuk Iran, sangat di awasi perkembangan teknology roketnya oleh “MTCR” = (Missile Technology Control System) yg di pimpin oleh USA dan beranggotakan 30-an negara lain.

      Bagaimana geliat institusi yg bergiat di bidang Roket di Indonesia, yg tiap tahun hanya sekedar meluncurkan roket dalam berbagai type namun tidak pernah hasil penelitian & pengembangannya dapat di pakai sebagai rujukan untuk membuat roket & rudal secara produksi.

      Dan menurut rumors masalah utama adalah tidak ada kontinyunitas pada sediaan Propelan.
      Propelan yg di gunakan untuk meluncurkan roket masih sangat tergantung dari sumber luar dan sangat terbatas baik kualitas maupun kuantitasnya.

      Padahal bahan Propelan sebenarnya ada di dalam negeri dan sudah terbukti dapat meluncurkan roket.
      Berupa Aspal Buton yg telah di ekastraksi hingga mencapai kemurnian tinggi.

      Sayang tidak ada instansi yg berkaitan dalam masalah propelan, mau dan meneruskan pelitian dan pengembangan bahan tersebut, untuk dapat di kembangkan lebih lanjut,

      Atau mungkin berpendapat, lebih baik kerjasama dengan pihak sumber luar, dimana material propelan sudah jadi, sehingga tidak ribet dengan aspek penelitian dan pengembangan.
      Kesimpulannya ogah ribet, beli saja beres, dan dapat komisi, walau propelan tersebut akan di pabrikasi di sini, namun bagaimana dengan bahan bakunya?

      Dan jangan bangga dan percaya diri berlebihan terhadap roket atau rudal yg kita miliki, karena apabila bahan motor roket / Propelan roket / rudal tsb sdh kadaluwarsa, maka roket atau rudal yg kita banggakan dan kita puji setinggi langit tersebut, akhirnya tidak akan mungkin lagi terbang.

      Banyak roket / rudal yg kita miliki sekarang, sudah jadi panjangan, padahal roket / rudal itu sekarang merupakan senjata sangat-sangat strategis bagi era perang baru yad, disamping Pernika.

      So,…….????

      •  

        Sepertinya propelan sudah mampu dihasilkan peneliti kita, mungkin yang lebih penting untuk dipelajari dan di rekayasa adalah pemandu roket agar bisa menjadi rudal, dan kita belum punya perusaan yang mampu membuat chip untuk pemandu roket roket yang dihasilkan bumn pertahanan Indonesian,slam kenal bung boloroes

        •  

          Propelan sdh dihasilkan oleh peneliti kita???
          Mungkin dapat di jelaskan propelan yg mana dan bagaimana dan oleh siapa, kapan itu terjadi?
          Kalau sdh ada, mengapa kita belum mampu membuat roket balistik yg nggak memerlukan sistim pemandu / pengarah seperti rudal moderen.
          Kalau kita mampu membuat propelan, tentunya kita nggak usah impor roket MLRS ya.
          Berita balasannya saya tunggu. Trims.

          •  

            klau saya engga salah , kita baru mau kerjasama dengan prancis dalam bidang propelan , kalau engga salah lo yah.

          •  

            waduh pada ketinggalan berita, Pt Dahana itu kan pabrik propelan, roket lapan Rx450 sampai rx 750 yang ngisi juga Pt Dahana dan rudal kendali buatan malang yang diproduksi tahun 2015 juga yang ngisi Pt dahana.

        •  

          PT Dahana hanya memproduksi Ammonium Nitrat untuk dipergunakan bagi produksi bahan peledak bagi keperluan industri pertambangan.
          Bukan Propelan yg menggunakan Ammonium Perklorat.
          Siapa yg ketinggalan berita??

        •  

          Sudah ada MoU-nya sejak tahun 2012 mbah bole….

          Kemari ada pengujian kebisingan dan PT Dahana juga ikut. Memang kita masih kurang dalam masalah bahan baku pembuatan propelan, meski kita sudah punya alat casting boundednya. Tapi pelan2 kita bisa, reverse engineering lah solusi untuk dapat bahan baku tersebut, tapi memang dibutuhkan perhatian juga pemerintah karena menyangkut kebijakan internasional dan anggaran yg tidak sedikit.

      •  

        Assalamualaikum Mbah Bole, maaf saya izin jawab. Apa kabar mbah bole??

        Ok untuk propelan memang kualitas kita belum standar, tapi kita sudah berhasil mengembangkannya secara pelan-pelan, tahun 2010 untuk TKDN masih 60%, dengan bantuan beberapa negara saat ini kita sudah bisa mengelola TKDN hingga hampir 80%, ini suatu prestasi. Contoh kecil, RX-70 yg saat ini menjadi roket FFAR di PT DI dengan system Double Base, itu TKDN baik propelan hingga struktur 98% dari bahan dalam negeri. Sisanya itu beberapa komponen kecil yg akan dipenuhi PT DI biar bisa 100% buatan lokal.

        Memang itu roket skala kecil, untuk Propelan yg terbaru kemarin kita sudah bisa membuat dalam skala K-Round dan pengujian statis sudah berhasil. Tanggal 23 Desember kemarin ada pengujian terbang untuk Roket dengan propelan K-Round ini. Memang tidak 100% propelan itu menggunakan bahan dari dalam negeri, tapi yg diimport itu sekitar 20% itu bahannya dari China untuk formula detailnya tidak akan saya tulis disini maaf.

        Makanya pada tahun 2012 PT Dahana, Lapan dan BPPT melakukan MoU untuk skala industri yg akhirnya telah dilakukanprogram 1.000 roket tipe R-Han. 1.000 roket ini untuk pengujian tabel tembak.

        “Perjanjian Kerjasama yang ditandatangani oleh Direktur Utama PT DAHANA Tanto Dirgantoro dan Kepala LAPAN Bambang S. Tejasukmana ini meliputi penelitian, pengembangan, perekayasaan, pemanfaatan data dan informasi teknologi peroketan. Selain itu, tercakup juga penyediaan dan pemanfaatan fasilitas dan bahan-bahan penelitian serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Sementara kerjasama dengan BPPT mencakup Penelitian, pengembangan dan perekayasaan bahan berenergi tinggi dan propelan; Pemanfaatan data dan informasi bahan berenergi tinggi dan propelan; Penyediaan dan pemanfaatan fasilitas dan bahan-bahan penelitian; Peningkatan kapasitas sumber daya manusia; dan Bidang lain yang disepakati kedua belah pihak.”

        Tahun 2012 tim peneliti juga berhasil menemukan peningkatan lsp yakni dengan komposisi propelan HTPB dengan adiktif bubuk boron magnesium. Pada komposisi ini, sifat mekanik propelan menjadi sangat bagus dengan kuat tarik maksimal tinggi namun masih memiliki elastisitas yang cukup sehingga propelan tidak bersifat getas (brittle). Komposisi ini dianggap sebagai komposisi yang paling optimal dan sebagai prototype.

        Yah memang Lapan itu untuk penelitian, nanti setelah berhasil hasil kegiatan itu diserahkan ke PT Dahana untuk skala industrinya. Makanya untuk masalah ini dibuatlah Konsorsium roket dan rudal nasional.

        Tahun 2010 memang kita masih tergantung dengan bahan baku negara lain, tapi tiap tahun ada peningkatan tajam dan ketergantungan itu mulai lepas. Sekarang untuk bahan baku Liquid Propellant Sounding Rocket sudah bisa kita buat seperti yg ada pada Roket RCX1H-1.

        Yup kasus yg disebutkan mbah bole yakni penemuan jenis propellant roket dari bitumen aspal untuk mengganti Strella-2 atau SA-7 yang propelannya telah melewati usia pakai. Ini diteliti oleh Ir. Sayono bersama tim dan bahan nya disebut “propel-X”.

        Ini juga bisa digunakan untuk menggantikan propelan Exocet, sayang kerjasama hanya setahun dan yg sangat disayang user saat ini lebih memilih menggantinya ke pabriknya. Padahal hasil Ir. Sayono ini lebih baik, seperti jika sustaine exocet mencapai 20 detik, propel-X hanya 13 detik. Sedang untuk booster, jika exocet 16 detik propel-X hanya 3 detik,” katanya. Bahan ini bahkan mampu mendongkrak kecepatan misil dari Mach 1.4 menjadi Mach 1.7.

        Beliau sudah mematenkan telah mematenkan penemuannya yang berupa teknik ekstraksi aspal pada tahun 2000.

        •  

          Mantab penjelasan nya trimakasih bung jalo, pa kbr bung boleroes11..lama sekali ga baca komen anda, semoga slalu di berikan kesehatan.

          Salam

        •  

          dan yg sangat disayang user saat ini lebih memilih menggantinya ke pabriknya. Padahal hasil Ir. Sayono ini lebih baik (hadew lagi lagi……)

        •  

          slow but sure ( alon-alon asal kelakon)

        •  

          Mestinya kalau hasil penemuan propelan dari ekstraksi aspal buton untuk bahan baku Propelan Ir Sayon dapat di sempurnakan, oleh institusi yg mempunyai kelengkapan laboratorium lengkap, harapan kita tentu dapat mempercepat proses kemandirian di bidang propelan, yg kegunaannya tidak hanya untuk bahan bakar motor roket roket / rudal, bahkan hasil penelitian/pengembangan sdh terbukti, dapat di jadikan bahan pendorong torpedo laut, karena propelan yg di teliti dan di kembangkan ternyata dalam uji coba dapat berfungsi dengan baik di dalam air.
          .( Propelan tidak mati walau di celup di dalam air).

          Pada penggunaan di aspek bisnis, hasil ekstraksi aspal Buton tersebut menjadi bahan baku utama untuk pembuatan jalan raya dengan kualitas “Superpave” =
          “Super Performance Asphal Pave”.
          Dimana permukaan jalan yg di lapisi aspal Buton hasil ekstraksi dapat menanggung beban maksimum hingga 100 Tons tekanan gandar kendaraan, dan mampu bertahan hingga maksimum 40 tahun tanpa perawatan, dan sesuai dengan standard Aspal International.
          Sayang,……….anggaran tiap tahun habis hanya untuk perbaikan dan perawatan jalan pantura.
          Sayang,…….anggaran habis hanya untuk beli bahan baku Propelan, yg sangat sulit di dapatkan karena kena proteksi MTCR.
          Rapopo……..!!!.

        •  

          Ir Sayono kebetulan ikut dalam konsorsium Roket dan Rudal Nasional yg didalamnya juga ada Lapan, BPPT, inhan, dll…. Pasti mereka saling sharing penemuan mereka, yg susah disini KKIP kita gak tahu kemana??

  2.  

    Dikembangkan pak SBY semoga dlianjutkan pak JKW

    •  

      maaf OTT,

      INDONESIA SIAP MEMBELI SENJATA UKRAINIA

      The KOLCHUGA menyediakan identifikasi, peringatan dini dan lokasi dari semua emisi frekuensi radio yang dikenal dipasang di darat, laut maupun udara platform, dan ia mampu mengesampingkan teknologi ‘siluman’. (foto: uos)

      Delegasi perwakilan dari Staf Umum dan Angkatan Udara Republik Indonesia mengunjungi perusahaan SC “Ukroboronprom” dan akrab dengan produk Aviation, roket dan artileri radar dan sektor industri pertahanan Ukraina.

      Ya, orang Indonesia mengunjungi SJSHC “Artem”, yang mengkhususkan diri dalam memproduksi rudal udara, peralatan pesawat dan peralatan khusus. Perhatiannya terfokus pada peluru kendali udara “udara-ke-udara”, yang dapat dilengkapi dengan angkatan udara Indonesia. Mitra potensial yang tertarik dalam pengenalan di rumah teknologi militer Ukraina, serta membangun fasilitas produksi bersama untuk perusahaan khusus.

      Radar kerja “Kolchuga” dan sistem lain dari jenis ini menunjukkan orang asing yang mengunjungi sebagai bagian dari sebuah perusahaan milik negara “Penelitian dan Kompleks Produksi” Iskra “di Kiev.

      Indonesia juga mengunjungi SE “Zaporozhye Negara Pesawat Perbaikan Tanaman MiGremont” yang lebih modern dan perbaikan MiG-25, Su-27, Su-17, Su-25, Su-17 dari semua modifikasi, komponen dan sistem mereka.

      “Ukroboronprom” menegaskan kesediaan mereka untuk berpartisipasi dalam tender untuk penyediaan peralatan, termasuk radar, Angkatan Udara kebutuhan Indonesia.

      Ingat “Ukroboronprom” bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan dan Keamanan Republik Indonesia. Kepedulian perusahaan yang berpartisipasi telah menyelesaikan beberapa kontrak – ke negara-negara Asia memasok peralatan lapis baja dan penerbangan, dan layanan yang disediakan untuk memperbaiki dan meng-upgrade senjata.

      maaf hasil google translite,,
      sumber : http://www.ukroboronprom.com.ua/newsview/1/551

  3.  

    Vote Bung Danu For Next RI 1……Amiiin

  4.  

    ”Dan seberapa banyak bahan pembuatan rudalnya serta proses pembuatan yg seberapa cepat”

  5.  

    nunggu penjelasan dr bung jalo.kira”udh smpai mana y pengembangan roket dan rudalnya..
    kok adem”aj ya…

  6.  

    artikel yg bagus,sungguh menggingatkan kita akan kemandirian alutsista dlm negri,karna sesungguhnya percuma saja kita beli mesin perang yg hebat macam sukhoi maupun astros tapi keterbatasan amunisinya.bisa2 cm jd rongsokan tuh barang.negara yg kuat dan hebat secara militer karena mereka bisa mencipta bukan membeli walaupun uang mereka banyak.contoh negara timteng, saya dukung kemandirian alutsista dlm negri teruskan program pespur ixf maupun r-han dan juga matra lautnya.

  7.  

    selama kita masih tergantung sama asing, maka kekuatan kita akan mudah dipreteli, oleh karena itu kita harus mandiri dan membangun besar2an industri alutsista kita….lihat cina!!!

  8.  

    berharap semoga roket&rudal segera bisa diproduksi masal sesuai kebutuhan strategis.sehinga hujan roket didarwin untuk membalas serangan stealth ausie bisa laksanakan

  9.  

    mantap bantingannya… nunggu info jelasnya dari bung@Jalo.

  10.  

    Rhan 122 =10.000. Rhan 420 = 5.000 Rhan 750 = 1.000. sambil terus digunakan latihan dan diproduksi terus, dng mempertahankan stok diatas. ngarep.com

    •  

      Banyak banget ngarep-nya.
      Propelannya darimana?

      •  

        Kemaren saya sudah melakukan penelitian untuk bikin propelan padat yg didanai dikti..

        Bahan dasarnya serat yg proses dengan nitrogen murni yg di impor dari jerman.. karna indonesia blom ada yg menjual nitrogen murni..

        Ya itu lah susahnya pengembangannya.. secara teoritis kita sudah mampu.. tapi secara bahanbaku kita masih tergantung impor.

        Hasilnya propelan yg diperoleh ketika diuji coba tidak menghasilkan abu dan hanya sedikit asap..

        •  

          Mantab tuh Om..! trus dikembangkan smokeless propelant nya..!
          trus bagi2 ilmunya ya..!, bikin artikel disini 😛
          Buat Hobby , Ai pake AmperChlor + Epoxy, hasilnya thrust lumayan juga..! bisa 30 detik2an sampai tinggi bgt di angkasa..
          Dia:5 Cm + rubber shield. controller Atmel + IR tracking sensor.
          niatnya jadi SAM mini, tuk force down UAV.. xixixi

        •  

          Dari dulu peneliti kita fokusnya propelan padat ,sementara propelan cair sama sekali belum terdengar roketnya terbang.Padahal roket Nazi pertama meluncur 70 th lalu adalah roket cair.Penelitian liquid roket belum terdengar di Indonesia .Padahal bahan bakunya sederehana cuma kerosine (myk tanah).atau alkohol,spiritus.oksigen cair atau nitrogen cair.Jelas sekali tidak perlu takut sama MTCR.Soalnya semua bahan baku ada di Indonesia.Di You tube diterangkan ” How to make liquid oksigen ” juga ada How tomake liquid nitrogen banyak sekali ilmu yang dapat kita terapkan dari You tube sayang peneliti kita sepertinya tidak sadari.Cara bikin turbojet juga ada step by step masak sih ilmuwan kita kalah sama pehobi amatir di luar sana yang bisa meluncurkan roket dan bikin turbojet yang bisa menerbangkan rc plane dengan skala seperempat dari aslinya.Kalau kita bisa buat seperti amatiran di amrik sana pasti bisa di ubah jadi rudal sekelas tomahawk.

  11.  

    Betul sekali, mantab…., palestina negara yg miskin bisa memenangi perang lawan israel karena mereka banyak menembakkan roket. Iron dome israel sampai pusing menghadapinya, karena terlalu banyak roket yg hrs dilawannya. Bahkan setelah perang berlarut, jumlah roket palestina tak kunjung habis juga, stock roket melimpah entah dr mana pabriknya. Segera majukan roket

    •  

      Betul, masa Indonesia kalah dng palestina dalam produksi roket. Kalau nggak salah dalam perang kemarin lebih dari 2000 roket ditembakkan oleh pejuang Palestina. Bisa jadi mereka punya stok lebih dari 5000. Bagaimana dng Indonesia? Negara besar yg berkali2 lipat dibandingkan dng Palestina. Anda percaya kami bisa. Semua kembali kepada kebijakan para pengemban amanah rakyat, masih ingat dng amanahnya atau ingat anak cucunya sendiri. xixixixi.

  12.  

    Indonesia – Perancis Bangun Pabrik Propelan Bersama

    Jakarta, DMC – Untuk membantu pemerintah Indonesia dalam memenuhi kebutuhan propelan dalam negeri, PT Dahana (Persero) bersama dengan Eurenco dan Roxel France telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) pembangunan pabrik propelan di Subang, Jawa Barat. Penandatanganan MoU dilakukan Jumat (23/5) di Kemhan oleh Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Dahana Heri Heriswan, Senior VP Business Development Jean Claude Bossy dan CEO Roxel France Jacques Desclaux dengan disaksikan Plt. Dirjen Pothan Kemhan Dr. Timbul Siahaan, Direktur Teknologi Industri Pertahanan (Dirtekindhan) Kemhan Brigjen TNI Zaenal Arifin, S.IP dan Staf Ahli Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) Bidang Kerjasama dan Hubungan Antar Lembaga Silmy Karim.Proyek pembangunan pabrik propelan seluas 50 ha yang akan dibangun di area PT Dahana, Subang Jawa Barat akan memakan waktu pembangunan kurang lebih empat tahun dimana proyek ini merupakan bagian dari program nasional yang ditetapkan dalam sidang KKIP pimpinan Presiden RI dengan ketua harian Menhan RI. Program nasional KKIP ini akan mendorong kemandirian bangsa Indonesia dalam memproduksi alat peralatan pertahanan dan keamanan. 
    http://dmc.kemhan.go.id/post-indonesia-%E2%80%93-perancis-bangun-pabrik-propelan-bersama-.html

    •  

      Penelitian lapan
      Bidang Teknologi Propelan merupakan salah satu bidang dibawah Pusat Teknologi Roket LAPAN. Bidang Teknologi Propelan sendiri terdiri dari sejumlah tenaga peneliti, tenaga teknisi, analis dan laporan dalam jabatan fungsional yang terbagi dalam kelompok-kelompok :a. Kelompok Penelitian Komposisi Dasar Propelan Padat.b. Kelompok Penelitian Proses Pembuatan Propelan.c. Kelompok Penelitian dan Pengembangan Teknologi Proses Pembuatan Propelan.d. Kelompok Penelitian dan Pengembangan Liner-Inhibitor.e. Kelompok Penelitian dan Pengembangan Bahan Pyroteknik.f. Kelompok Penelitian Uji Mutu Propelan Padat.g. Kelompok Penelitian Pembuatan Bahan Baku Propelan.

      http://detekgan.lapan.go.id/pustekroket/index.php?option=com_content&view=article&id=265&Itemid=283&lang=en

      •  

        Dalam penguasaan kemampuan membikin propelan padat peneliti kita telah berhasil meracik propelan padat tapi kenyataannya pada ahirnya kita malah kerjasama sama prancis mau bikin propelan padat dengan tehnologi dari mereka .Pertanyaannya kalo memamng sudah bisa kenapa harus kerjasama sama luar ?Sayangkan waktu dan dana ditambah jerih payah Ilmuwan kita hasil kerjanya tidak terpakai.

    •  

      Punya tewe nih pabrik

  13.  

    Ya, betul skl RI hrs serius mengembangkan roket dan rudal.
    Utk lapan dan pindad dimohon jgn smp kendur semangatnya utk trs berinovasi.
    Dan utk pemerintah mohon prioritaskanlah pengembangan roket dan rudal yg sdg ditangani lapan dan pindad, dgn mengucurkan dana yg cukup, bgt jg roket utk satelit, agar proyek2 tsb sgr terwujud.
    Ingat, iran bs langsung terdongkrak kelevel elit militer dunia hanya dgn kemampuannya memproduksi roket dan rudal, bgt jg korut!
    Majulah negeriku!

  14.  

    PEMERINTAHAN JOKOWI-JK WAJIB MENDUKUNG PROGRAM ROKET NASIONAL UNTUK KEMANDIRIAN BANGSA. BUKAN CUMA PROPELAN YG HRS TERSEDIA TP PABRIK BAJA SEBAGAI INDUK DARI SEMUA INDUSTRI HARUS TERSEDIA DLM SEKALA BESAR. SEMOGA PEMERINTAH SEKARANG LEBIH MEMPERHATIKAN KEMANDIRIAN BANGSA BUKAN CUMA BISA BELI DAN BELI.

  15.  

    KALAU INDONESIA INGIN DI HORMATI BANGSA LAIN INDONESIA HARUS BELAJAR MANDIRI WALAUPUN AWALNYA SULIT TP NANTI PASTI KITA BISA MENGUASAI SEMUANYA YG PENTING ADA KEMAUAN DARI SEMUA PIHAK TERUTAMA PEMERINTAH DAN DPR UNTUK MEMAJUKAN INDUSTRI STRATEGIS INDONESIA PASTI BISA, KALAU BANGSA LAIN BISA INDONESIA JUGA HARUS BISA.

  16.  

    Ini adminya btrnya ya? Saya kira pemaparan kemampuan pembuatan rudal kita sudah sampai mana

  17.  

    lanjutkan proyek roket nasional walaupun tanpa kendali kalau jumlahnya bnyk dan jangkauan jauh negara tetanggapun jg ketar ketir

  18.  

    http://www.penempatan 60% tentara As di Australia 8 tahun lagi,perang beralih ke asia pasifik!.com

  19.  

    Ulasan yg sgt menarik dan memang selalu menjadi concern saya betapa strategisnya ketersedian rudal dan amunisi lainnya utk menunjang kemenangan perang. Apalah alutsista yg canggih tanpa rudal dan amunisinya, bak macan ompong yg sudah dibeli mahal tanpa gunanya.

    Dalam masa damai saja spt peristiwa timor2 dulu kita diembargo apalagi kalau dalam perang sesungguhnya spt perang dgn australia, kita tdk akan bisa berbuat banyak. Contoh kasus mistral rusia yg tdk bisa diserahkan perancis ke rusia walau rusia sdh membayar lunas mistral tsb gara2 perang di ukrania.

    Untuk menjadi bangsa yg disegani kita memang hrs mempunyai alutsista dan kekuatan militer yg handal, tetapi untuk menjadi bangsa yg besar kita hrs mandiri baik dibidang ekonomi maupun militer. Kemandirian merupakan prospektus bangsa kita di masa depan.

  20.  

    Perkembangan ROKET RX 550 dah sampai sejauh mana y..?? Apakah dah sampai uji LUNCUR atau msh uji STATIS..?

  21.  

    Bukan hanya rudal saja yang mesti dibuat. Tapi juga bom seperti paveway yg menggunakan pengarah laser. (Tidak bergantung pd GPS)Tehnologi ini jauh lebih penting utk dikuasai daripada kita buat pesawat tempur dan memperbanyak alutsista. Juga buat bunker seperti Cina & Korea utk melindungi alutsista. Kalo ini jadi, Cina
    sekalipun takut ganggu kita di LCS.

    •  

      Ada penangkal Rudal Nuklir2 Cina gk kita bang, Sekalian Nuklir ???? Jumlah pesawat mereka ribuan, kapal perang dan Kapal Selam mereka mengerikan…. coba deh abang google Kekuatan Pasukan CIna… Berani mereka claim Natura (LCS) ya beranilah..tp nunggu saatnya, pas SDA mereka mulai keteteran memenuhi dalam negerinya baru mereka mulai ekspansi claim sana sini….. tuh Cina sdh siapkan rencana 10 lagi mau bikin kapal perang induk…. Yang jelas perang Dunia Ketiga ‘MENGERIKAN” ujung2nya saling tembak Rudal Nuklir…AS, Rusia, Cina, Israel, Korut, India, Pakistan, Iran, Erofa…bisa bayangkan gk bang seram sama rame2nya…hehehehe… Negara2 ASEAN cuma bisa MELONGO doang … INDONESIA BAGAIMANAPUN CARANYA KEDEPAN HARUS PUNYA SENJATA NUKLIR BUAT PERTAHANAN NEGARA. TITIK. Biar bisa ikut2 tawuran rudal nuklir gitu bang .. kakakaka…

  22.  

    Setuju sm penulis, gak usah TOT Su-35 tapi TOT rudalnya saja, sukur2 sekelas brahmos.

  23.  

    Ane setuju roket / rudal. Bikin yg banyak,klo ngeliat perkembanganye lapan bukanye dah bisa buat yg 4 digit jangkauanye..!! Roket indonesia harus trs dikembangkan ga boleh berhenti karena peranye sangat vital..mo tanya bung jalo perkembangan RX 750 gmn kelanjutanye..??

    …NKRI HARGA MATI….

  24.  

    Bagaimana perkembangan produksi rudal C-705 di Indonesia ??????????????????????????

  25.  

    Rudal adalah snjta strategis…

  26.  

    Dirut pindad ganti . Semoga dirut baru bisa memberikan angin segar sesegar segarnya. Untuk membantu mengembangkan roket ato peluru kendali. Membantu perusahan bumn lainya seperti Lapan dan Pt dahana . Semoga tot rbs 70 mk 3 yg kerja sama dengan pt saab dr swedia bisa berjalan mulus dan berhasil. Sehingga anak2 negri bisa bangga akan keberhasilan nya . Amin.

  27.  

    militernkri.blogspot.com.es/2014/12/roket-rx-750-dan-masa-depan-rudal.html?m=1

  28.  

    Untuk dpt melawan negara manapun yg berniat menginjak2 harga diri bangsa ini, apalagi sampai merampas kedaulatan negara Indonesia, maka program pertahanan sekaligus penyerang (roket/rudal) sangat perlu dikenbangkan, tidak hanya sebatas jangkauan pendek & menengah, tapi sampai tahap negara manapun yg menyerang, maka Indonesia tercinta mampu membalas ke negara tersebut.
    Bila memang Indonesia negara yg merdeka serta berdaulat, tidak ada alasan takut dgn aturan negara lain yg merugikan serta melemahkan kekuatan negara ini. Tp lain ceritanya bila para pejabat baik dipemerintahan, DPR, dll… merasa bahwa negara ini masih dlm jajahan bangsa lain, sehingga apapun yg dilakukan negara asing terhadap negara bangsa Indonesia walaupun itu merugikan bumi pertiwi, menyakiti perasaan rakyat, memporak porandakan persatuan kesatuan, itu semua adalah hal yg wajar, tak perlu dilebih2kan.
    Sampai saat ini, apakah Indonesia benar2 merdeka dan berdaulat ?. Apa artinya MERDEKA dan BERDAULAT bagi bangsa INDONESIA, adakah cermin yg mengatakan begitu.

  29.  

    kan pertanyaanya juga sama buat yg jadi lawan, mereka punya ga stok amunisi?
    Kemungkinan jika perang paling lawan diantara 7 tetanga yg mereka juga sama kelas bahkan dibawah kekuatan NKRI.

 Leave a Reply