May 182014
 

isabela

Tulisan ini tidak bermaksud membawa siapapun untuk bercengkerama tentang legenda Puteri Junjung Buih, sebuah ceritera rakyat yang telah menjadi simbol persatuan dan kesatuan para raja dan kerajaan yang berada di seantero Kalimantan. Mulai dari Banjarmasin di bagian selatan Kalimantan, hingga ke Brunei Darussalam di belahan utara. Konon di ujung cerita, sang puteri menolak pinangan dua bersaudara yang saling berebut untuk menyuntingnya, bahkan hingga rela berlumuran darah. Namun ia tak bergeming. Baginya, persatuan dan kesatuan, perdamaian dan kedamaian, keutuhan persaudaraan dan cinta kasih, adalah nilai terbesar dalam hidup yang tidak bisa dibayar dengan apa pun juga. Atas dasar hal itu pulalah, akhirnya sang puteri pergi ke utara, dipersunting oleh seorang raja yang terkenal berbudi pekerti luhur, bijaksana dan kaya raya, Sultan Bolkiah, sang Raja Brunei Darussalam. Sang Puteri pun kemudian lebih dikenali sebagai Puteri Laila (lela) Menchanai.

Adapun sketsa duka Isabella, tidak juga bermaksud melukiskan prahara dalam jalinan cinta dua anak manusia. Saya ingin bangkit dari melankolia kehidupan berbangsa. Saya ingin kembali menemukan rasa percaya diri dan optimisme serta kebanggaan berbangsa, bertanah air dan berbahasa Indonesia. Saya bangga dengan kebesaran Sriwijaya yang amat harum di seluruh bumi nusantara. Saya juga bangga dengan kegagahan Mahapatih Gajahmada yang berhasil menyatukan nusantara dengan semangat Sumpah Palapa yang didengungkannya, meskipun kemudian ternyata gagal menaklukan tanah Pasundan yang luasnya hanya sepertiga pulau Jawa. Tapi itu semua adalah pencapaian sejarah dan cikal bakal mengapa kita harus menjadi bangsa yang besar. Ingatlah, Indonesia itu besar, bung..!

Seperti pada beberapa minggu yang lalu, ketika usai menunaikan shalat Jumat, saya menerima 4 missed call, 2 voice mail, dan 7 sms. Salah satunya adalah dari sekretaris saya di kantor. Dia meminta saya segera kembali karena ada seseorang yang sudah cukup lama menunggu. Rencana untuk makan siang di luar pun akhirnya saya urungkan, dan segera meluncur ke tempat kerja. Dari kejauhan saya sudah melihat sesosok perempuan cantik sedang membaca majalah di sudut airspace atrium di depan ruang kerja saya. Tatap matanya menangkap kedatangan saya, dan senyumnya pun mengembang. Isteri saya pernah bilang bahwa dia adalah salah satu perempuan Malaysia yang kecantikannya menyamai kecantikan wanita Indonesia.

Tidak salah, profesinya yang sebagai artis, telah menuntutnya untuk selalu tampil prima. Selain itu, takdir beliau sebagai anak dari salah satu orang terkaya di Malaysia, telah menambahkan sedikit aura sang ayah di wajahnya, luwes, berpikiran matang dan sangat profesional. Kami sudah cukup lama saling mengenal dan mengerjakan beberapa proyek yang didanai oleh salah satu bank swasta terbesar di Malaysia, milik ayahnya.

Hari itu dia menyodorkan sehelai kertas berisi daftar nama, lengkap dengan group perusahaan yang dimilikinya. Satu per satu saya amati. Nama-nama itu sangat tidak asing bagi saya. Mereka adalah sahabat, sekaligus ada juga yang merupakan anak bekas Boss saya. Hehehe..! Akhirnya, generasi saya sudah mulai memberikan andil dalam dinamika bangsa ini. Tidak sadar, jika senyum saya justru membuat semakin penasaran makhluk manis yang sedang berada di hadapan saya. Tangannya meraih tangan saya, sembari menggoyangkannya. Ya, saya mengenali semua nama yang tercantum dalam daftar nama tersebut. Mereka semuanya orang Sulawesi Selatan..! Puas dengan segala jawaban dan rencana yang akan saya buat, akhirnya dia pun pamit dan berlalu pergi.

Beberapa hari lamanya kami hunting berbagai instrumen, ornamen dan pernak pernik yang kental kaitannya dengan nuansa Makassar. Bahkan artis di KBRI yang saya kontak pun telah siap dengan segala persembahannya. Ballroom luas salah satu hotel yang berada di bawah naungan management saya, telah di sulap menjadi sebuah sudut perkampungan khas Makassar. Sebuah becak, sepeda ontel tua, perahu kayu yang sudah lapuk, semaian bibit padi, dangau bambu, baju kurung, songket makassar, lukisan foto Sultan Hasannudin, sepasang gendang dan terompet, berhasil saya hadirkan sebagai alutsista untuk menaklukan tamu dari Makassar. Tidak ketinggalan, penganan dan jajanan khas Makassar pun sudah saya susun sedemikian rupa. Sembilan pohon nipah yang sejatinya ingin saya hadirkan untuk mekukiskan simbol Talla Salapang, yang pernah digunakan Hasannudin sebagai batas wilayah kekuasaan kerajaan Gowa dan Tallo, gagal saya dapatkan. Akhirnya saya menggantinya dengan tumpukan buah kelapa muda lengkap dengan daun dan nyiur-nyiurnya.

makassar-lounge-restaurant

Sabtu siang kemarin, aroma coto Makassar, pallu basa, gulai ikan kakap belimbing wuluh, ketupat dan burrasa, ikan baronang bakar, sambal mangga muda, sate makassar, goreng ayam kampung muda, urap dan lalapan, jalangkote, bikang doang, cucur bayau, pisang epe, dan lain-lain berhasil saya buat menjadi sebuah hidangan segar. Satu per satu saya layani coto Makassar sesuai pesanan mereka. Aroma perasan jeruk nipis yang segar, semakin menambah selera makan di siang kemarin.

Di tengah kesibukan, isteri dari salah seorang VIP itu datang menghampiri. Menyapa ramah dan bertanya kabar keluarga saya. Kami sudah saling mengenal sejak lama, bahkan di saat mereka belum nenikah. Hehehe..! Memori masa lalu pun terngiang dalam ingatan. Diapun menyampaikan ajakan dan undangan untuk datang ke tempat mereka pada Sabtu malamnya. Mereka dulu pernah berjanji akan membawa serta saya dalam penerbangan bersama jet pribadinya jika kelak dia sudah sukses memilikinya. Dan janji itu sudah dia tunaikan tadi malam.

Kami terbang dari KL ke Langkawi, makan malam dan kembali lagi ke KL. Tidak ada yang berubah, semangatnya selalu menggelora. Dia pernah marah dengan sikap perusahaan pertambangan dari US yang mangkir mendirikan smelter di Indonesia, akhirnya dia sendiri membuatnya. Begitu pun ketika meruak isu lemahnya ketahanan energi kita, dia pun melakukan aksi korporasi yang cukup berani, membangun refinery di ujung Timur pulau Jawa. Kedua bisnis itu bukan didedikasikan sebagai profit getter, tapi lebih kepada bagaimana korporasi menunjukan kepedulian dan kecintaannya pada bangsa dan negara. “Ini hanya soal nasionalisme..!” Kilahnya.

Ketika saya tawarkan Merpati untuk diakuisi, dia hanya menggeleng dan tersenyum. Merpati adalah murni soal kreativitas bisnis. Nasib bangsa Indonesia tidak digantungkan disayapnya. Perhitungannya jelas akan beda. Jangan paksakan sesuatu, jika kita sendiri gak yakin akan mampu meraih keuntungan. Sebuah pernyataan sederhana, dan saya sependapat serta satu pemikiran dengannya. Karena itu tidak heran mengapa mereka jauh-jauh datang kemari. Ada tawaran awal yang cukup menarik jika kelak pemerintah dan kerajaan Malaysia benar-benar mempailitkan perusahaan penerbangan terbesar miliknya.

mas-klia-2

Malaysia Airlines System telah beberapa tahun mengalami kerugian besar, padahal tingkat occupancy dalam setiap penerbangan mereka cukup bagus. Bahkan di kuartal pertama tahun ini, angka kerugiannya sudah hampir menyentuh angka 500 juta ringgit, atau hampir Rp2Triliun. Pasca terjadinya musibah MH370, perusahaan ini sedang mengalami kehilangan kepercayaan yang amat drastis.

Pendapatan perusahaan merosot tajam, harga saham di bursa terjun bebas. Praktis, saat ini MAS hanya hidup dari hasil subsidi kerajaan. Pertanyaannya, mau sampai kapan uang rakyat dihambur-hamburkan. Dengan menyandang status sebagai perusahaan persero, seyogianya MAS menolak suntikan dana subsidi pemerintah, semata-mata untuk menjaga asfek fairness. Tapi apa daya, tanpa itu, mau dikemanakan wajah Malaysia jika tiba-tiba perusahaan ini kolaps, sementara masalah yang sedang membelenggunya tak kunjung selesai. Siapa yang berani menjadi kambing hitam atas tragedi itu? Perdana menteri atau Menteri Transportasi? Hehehe..! Jika sahabat saya yang harus menanggung malu, maka saya berani berkata bahwa konspirasi tingkat tinggi sudah dipersiapkan sejak lama. Misteri besar atas pengosongan beberapa pos menteri, adalah jebakan untuk menjagal sang The Rising Star..! Wallahualam..!

Saya teringat pada obrolan kecil bersama mantan PM dan mantan mendag Malaysia saat berkunjung ke rumah, menjelang kunjungan Obama ke Malaysia. Saya sempat menyampaikan andaian dan analisa pada beliau. Seandainya saya orang Malaysia, saya akan segera menjual MAS, sebelum saham perusahaan itu berubah menjadi kertas tak berharga, dan brankas pemerintas habis terkuras untuk memodali usaha yang jelas-jelas sedang rugi.

Kali ini, kehadiran sahabat-sahabat saya dari Makassar, seolah menjawab keresahan yang selama ini saya pendam. Saya setuju mereka mengambialih perusahaan itu, tapi dengan beberapa syarat. Sahabat saya mengangguk tanda setuju. Kelak akan selalu ada tangan Indonesia di setiap perusahaan Malaysia. Dan yang lebih gagah, dia bilang akan segera memulangkan modal tetangga, dan mengambil kembali keuntungan yang telah diraihnya. Kali ini, bangsa kita akan benar-benar menjadi Boss bagi Asia Tenggara..! Bagaimana bung, Anda masih meragukannya? Hehehe..! Salam..! (by: yayan@indocuisine / Kuala Lumpur, 18 May 2014).

  219 Responses to “Menari di Ujung Buih : SKETSA DUKA ISABELLA”

  1. Satu,nusa satu bangsa

    • Siiip, terima kasih bung..!

      Untuk bung Diego..! Terima kasih banyak udah dinaikin artikelnya. Tadi lagi iseng aja, nemenin anak-anak ama isteri makan di warung Tom Yam milik penyanyi Amy Search. Saya jadi teringat lagu dia yang berjudul Isabella. Karena otak saya masih mikirin soal MAS, jadi saya gabungin aja kedua memori itu. Hehehe..! Maaf kalau kurang berbobot..! Salam hangat untuk anda dan semuanya, dari saya beserta keluarga di KL..!

      • salam dari kota anging mammiri…

        cerita bung yayan seperti ada hubungan dengan pertemuan saudagar makassar-malaysia bulan lalu…
        sempat juga berpikir terbalik… jgn2 saudagar2 malaysia akan menancapkan kuku2nya di kota ini… ternyata sebaliknya ya…

        Ewako…

        Jayalah Indonesia Raya
        Rayalah Indonesia Jaya

      • Good Pagi Selamat Morning
        saya sekarang jadi nge fans banget ama jakartagreater tiap buka halaman internet pasti pertama buka jkgr, berbobot bermutu pokok e top bikin kita melek informasi
        salam saya buat bung yayan sekeluarga moga selalu diberkahi oleh yang maha kuasa
        salam dari jogjakarta

      • @yayan : tulisan bagus bung Yayan, awalnya sempat bingung mengenai judul Isabella, apakah ada hub nya dengan industri musik atau kesenian, ternyata bukan πŸ™‚ ..
        yang menjadi pertanyaan saya adalah siapa sang Rising Star ini??apakah ada hub nya dengan putri dari tokoh oposisi yang sangat dengan dengan Indonesia?? salam hormat

      • salam hangat bung yayan dr jiran seberang disabah, ternyata memang benar2 sudah mulai menggurita tertanam peran para nasionalis sejati NKRI di negeri tukang klaim ini ya bung, di sabah sini mulai dari tenaga worker sampai level yg punya perusahaan banyak memang orang makasar, bahkan pernah ada hajatan dalam rangka 1 malaysia setiap tahun di bulan september ada gerai khusus istilahnya keluarga besar orang sulawesi yg selalu ramai dg aneka pamflet foto yg terpampang di sudut2 gerai tersebut. Orang di sini pun sangat menghargai sekali para pendatang dr NKRI, klo boleh dibilang lebih bersahabat dibanding sodara sendiri yg dr semenanjung. mungkin karena ikatan batin karena sama2 di wilayah borneo atau memang toleransi kita yg begitu bersahabat karena saya juga merasakan hal yg sama.
        Bung yayan pasti yg lebih faham, karena lebih lama tinggal disini.

      • Bung @ Yayan, Wuuuoooouuuw banget artikelnya. Yang saya sangat suka dibagian ini bung : Kelak akan selalu ada tangan Indonesia di setiap perusahaan malaysia. Tanya bung, sebenarnya seberapa parahkah kebobrokan management dari MAL?

      • Bung @ Yayan, Wuuuoooouuuw banget artikelnya. Yang saya sangat suka dibagian ini bung : Kelak akan selalu ada tangan Indonesia di setiap perusahaan malaysia. Tanya bung, sebenarnya seberapa parahkah kebobrokan management dari MAL?

      • dia adalah salah satu perempuan Malaysia yang kecantikannya menyamai kecantikan wanita Indonesia. memangnya cewek2 malaysia jelek2 ya bung @yayan

      • Saya seneng banget kalau baca artikelnya Om Yayan…bisa menimbulkan semangat nasionalisme….selalu menunggu postingan om Yayan…Tahniah…

  2. duo

  3. mantap sajiannya bung yayan,. penampakan dari tetangga sebelah,.

  4. Bismillah Assalamualaikum.Salam hangat dan kenal bung yayan.saya salahsatu fans bung yayan.bravo nice artikel.

    • Bung Parjo, terima kasih..! Rupanya saya punya fans juga ya? Hehehe..! Jadi malu nih. Saya cuma orang biasa kok bung..! Salam hangat untuk anda dan keluarga..!

  5. +1

  6. siji

  7. lumayan 7

  8. Rasanya naik jet pribadi gimana ya bung yayan?? ngiler…

  9. Ikut 10 besar ah…

  10. bung yayan, tebak tebak buah manggis, yang berasal dari daerah saya yang punya pesawat pribadi ya cuman mantan RI 2 hehehehehehe…. wah wah….. kalo ini emang goal…. mantapppp surantappp…. sedikit banyaknya andil kita di MAS kalo emang jadi, bisa mempengaruhi pengambil kebijakan di malaysia.

    salam hangat bung Yayan, tulisan seperti biasanya, baru paragraf pertama sudah keliatan klo yang nulis bung yayan πŸ™‚

    • Benar Bung, Bahkan terkadang dari judulnyapun kelihatan pasti ini tulisan Bung Yayan.. πŸ˜€
      Oh ya, ngomong2 Bung Nowy kok skrg gak pernah keliatan lg ya Bung MP?

      *Selamat malam warga Warjag..

    • kayaknya ini strategi jitu dari mantan RI 2 kita yang pencita produk dalam negeri. Dengan menguasai pelan pelan perekonomian Malaysia, sedikit banyaknya arah kebijakan mereka bisa kita kendalikan hehehehehe…..

      • liat ini bung MP119: http://www.khazanah.com/portfolio.htm#com11
        ambil mana yang strategis dalam 10-20 tahun ke depan.

      • ntu mo dijual smua ya bung flores? yang paling bagus sih cuman MAS… ada sesuatu di malaysia, tinggal larikan semua pesawatnya ke indonesia hehehehehe

        • kalo udah public listing di pasar saham pasti sahamnya dijual belikan. Harus dilihat satu-satu bung he he he.

        • ic ic, semoga ada pengusa laen yang ngikutin jejak beliau ya. kalo bisa akuisisi aset aset pentingnya malaysia sekalian hehehehehe…..

          • sawit cukup strategis sepertinya. dan yang tidak boleh lupa, dengan adanya MEA ada peluang besar buat pengusaha Indonesia masuk ke sana dengan lebih mudah… so siap2x saja bro buka cabang conro atau coto atau export jalangkote kesana he he he. Gimana sih cara makan coto yang benar? Itu aja udah jadi nilai ketertarikan sendiri. Kenapa sih coto kolesterol dikit? dsb-dsb …. tinggal PM bung yayan tar buka lapaknya dimana he he he

          • kayaknya lapak coto makassar ama konro perlu diperbanyak tuh di malaysia bung flores, pa lagi coto kuda,, wuih…. bakalan kesemsem tuh pejabat pejabatnya, tar kalo tiap ari di hidangan coto kuda sama konro, dijamin gak bakalan lama semua pejabatnya kena stroke xixixixixxixixixixii…..

    • ternyata pasukan jalangkote … paling enak di ruang maros makassar …. tempat bergenti bus Litha he he he

    • Hehehe..! Terima kasih untuk tebakannya..!

    • hahahahaha…. iyya nih, dah lama gak kluar kota jadinya tdk pernah lagi beli jalangkote maros hehehehe…..

    • @mp119…. sory… blum sempat jawab pertanyaan di thread sebelah… yang sudah terlanjur penuh…

      oghi to kki sedding…

    • wahhhh bikin lapar di malam hari bung yayan
      hehe

      andai kalo MAS di kuasai INA secara otomatis INA menguasai penerbangan di asean
      ini akan benar2 menjadi titik kemajuan bangsa INA

      anak muda harus ikut berkiprah di dalamnya

  11. Isabella,, suci dalam debu, lagu Dari seberang yang sempat laris di
    mari,, he he,,

  12. Subhanallah

  13. artikel yang menarik bung..salam

  14. Indonesia mulai menggurita ya bung yayan…
    Pertumbuhan ekonomi yg dhasilkan pemerintah kita 10 th terakhir ini benar2 menunjukkan kalo kita ini bangsa besar n pantas besar…
    Pembangunan d indonesia gak ada berhentinya…
    Gak jauh2 lah di pekanbaru aja berlomba2 membangun gedung2 tinggi n pusat2 bisnis…
    Saya yakin,sudah saatnya Asean itu Indonesia…dan Asia soon…

    • salam kenal bung ryu
      asean itu nusantara bung

      • Pernah ada di M3tr0 tv acara yang mengundang ahli nama untuk merubah Indonesia menjadi Nusantara. Bahkan nama Nusantara tidak membatasi hanya seluas Indonesia, bisa aja jika sejarah berubah, memasukkan pula negara-negara di timur Papua, hingga semenanjung dan Philipine…

    • Amien..! Saya yakin itu akan terwujud. Salam..!

    • tentang pertumbuhan ekonomi Indonesia, ternyata CIA dan IMF salah tebak. Baru setelah World Bank lakukan survey ketahuan kalo GDP PPP Indonesia ternyata dua kali lipat dari hitungan CIA dan IMF. Jadinya berdasar GDP PPP, Indonesia ranking 10. Mungkin berkah dari kompleksitas Nusantara yang tidak mudah dibaca begitu saja. Atau karena masih banyak aktivitas ekonomi yang tidak memakai bank.

      Jadi kalo anggaran militernya katanya 2% GDP misalnya, itu sebenarnya berdaya beli 4% πŸ™‚ he he he.

  15. artikel yang bagus bung yayan, salam kenal… mungkin sudah waktunya pengusaha/perusahaa indonesia berekspansi ke negri orang tanpa melupakan bahwa mereka adalah bangsa indonesia.

  16. lagi enak2 baca tau2 udah selesai artikelnya.. kurang panjang bung yayan… saya selalu betah kalo baca tulisan anda.. salam hangat dari saya dan keluarga…
    sedikit demi sedikit lah kita tancapkan kuku2 garuda kita di rumah tetangga… semoga kedepannya kita bisa menguasai laju ekonomi tetangga serumpun kita yang satu ini.. biar ga macem2 mulu…

  17. Salam hangat Bung Yayan@, saya sangat senang bisa kembali menikmati artikel yang dari awal sudah dapat ditebak merupakan buah tangan Bung Yayan..Terima kasih untuk informasinya yang sangat menarik..Melihat kondisi yang Bung paparkan, sepertinya Malaysia sedang mengalami krisis ekonomi yang serius saat ini (mohon maaf bila saya keliru).. Namun mengapa mereka masih juga bersikeras meningkatkan alutsistanya untuk dihadapkan kepada Indonesia (dan mungkin juga Brunei Darussalam) seperti yang pernah Bung Yayan paparkan dalam artikel terdahulu), meskipun jelas2 tengah mengalami krisis finansial. Apakah sikap Malaysia sedemikian rupa tersebut dikarenakan ada kekuatan di belakangnya. Mohon pencerahannya ya Bung.. Salam hormat saya untuk Bung Yayan sekeluarga..

    • Hahaha..! Terima kasih bung. Ternyata anda sangat memperhatikan detail. Pertanyaan ini seharusnya bukan hanya berlaku pada konteks pola hubungan INA-MAS saja bukan? Mari kita juga lihat CHN-US, RUS-US, CHN-JPN, atau bahkan antara INA-AUS. Semuanya menunjukan kecenderungan bahwa dinamika bisnis seringkali tidak paralel dengan dinamika politik atau militer. Justru dengan ketidakparalelannya inilah, maka kedua garis yang berbeda itu sangat berpotensi untuk saling bersinggungan, bergesekan, bahkan saling memotong..! Hubungan people to people, busines to busines, adalah alternatif dari sekian banyak solusi yang bisa ditawarkan dalam usaha mewujudkan kerjasama yang saling menghormati dan menguntungkan. Salam hangat bung..!

    • Malaysia mah lagi krisis multidimensional bung he he he πŸ™‚
      Lagi lemah-lemahnya ….

  18. Setidaknya kita mulai memberikan pengaruh…

  19. mantab bung yayan artikelnya…..inilah ciri khas anda bung…..teruslah membrikan pencerahan bagi kami…trmakasih atas infonya bung…semoga slalu dalam lindungan Allah…amin..

  20. Salam hangat bung yayan
    Jadi MAS sudah diakuisisi oleh perusahaan indonesia. Arek2 makasar hehehe

    Mantap bung yayan
    Salam sejahtera buat anda sekeluarga semoga allah melindungi kita semua amin

  21. Mlm bung yayan , artikel yg bagus mga bnyk lgi orng indonesia sprt tmn bung yayan , jd ngak usah perang cukup masuk menjangkat seperti tumor … lama2 mati sdri hehehe

  22. Artikel yg bagus bung yayan, sungguh terharu membaca nya

  23. bung Yayan yth, dalam hubungannya dg Malaysia saya selalu bertanya, model manakah yang lebih cocok dalam dua hal:

    1. Otomotif,
    Apakah model proteksi seperti Malaysia (NAP) atau pasar bebas seperti Indonesia? …. seiring berjalannya waktu kok saya lihat model yang seperti Indonesia yang lebih cocok. Sekarang kita mulai ekspor dan menjadi produsen yang terbesar di ASEAN (bersama Thailand). Model proteksi ini nggak cocok buat keduanya karena cenderungnya korup. Dan juga teknologi otomotif bukan sesuatu yg strategis lagi. Saya yakin model pengembangan seperti di Indonesia akan lebih bagus … walau keputusan terakhir tentang LGCC kurang rapi.

    2. Investasi dan korporasi
    … lah untuk ini saya lihat model Malaysia dengan Khazanah Nasional (atau kalo di SG Temasek Holding) lebih cerdik. Sebagai investment holding negara, pengelola sovereign wealth fund mereka jadi punya ruang untuk memainkan aset pemerintah dengan cara-cara yang lebih profesional. Apalagi kalo portfolionya ditaruh di perusahaan-perusahaan yang listing di pasar saham.
    Sedangkan Indonesia, saya lihat pendekatannya dengan menggunakan BUMN2x juga sebagai investment arm. Aset negara kita di BUMN kita cenderung tidur, tidak ada yang membantu mereka muterin supaya dapat imbal balik lebih banyak. So, saya cenderung puji Malaysia untuk hal ini.

    Balik ke persoalan MAS, ini portfolio yang salah urus. Sebenarnya sudah lama bermasalah, akarnya masalahnya khas Malaysia πŸ™‚ (you know what) … resepnya rasionalisasi. Tetapi dengan hilangnya MH3370, ini jadi lebih susah, padahal sebelumnya sebagai sebuah brand asset, MH sangat bagus. So, tidak cukup rasionalisasi, perlu rebranding. … kalo perlu dihapus identitas MH/MAS.
    Menurut saya, aset utama airlines ya konsesi rute. Lah ini yang lagi-lagi berat buat MAS. Beda dengan GA yang rute domestiknya sangat besar dan persistent.

    So, kalo saya lihat langkah Rudi Kirana dengan membuat Malindo Air, sepertinya lebih cerdik dari temen2x bung Yayan yg dari Makassar πŸ™‚ Saya lebih condong rasional bisnis daripada Nasionalisme dalam kasus kepemilikan MH ini.

    Ref:
    http://www.khazanah.com/portfolio.htm#com11

    P.S. analisa ngawur aja ini nggih πŸ™‚

    • Bung Flores, terima kasih untuk attensinya..!
      Kalau pertanyaan itu saya yang jawab, saya akan tetap suka dengan kebijakan yang diambil oleh Indonesia, baik itu soal otomotif maupun investasi. Meskipun saat ini khazanah group atau pun temasek holding, terlihat baik atau mungkin sangat baik. Tapi itu kan pandangan kita dari luar. Bagi negara maju seperti Jepang, US, Korea, Germany, dll., justru akan melihat apa yang dilakukan oleh Malaysia dan Singapore sebagai suatu bentuk kekakuan dan penguasaan kontrol penuh dari pihak policy maker. Di situ akan berpotensi tumbuhnya iklim monopoli. Coba lihat kasus Air Asia. Mengapa Tony Fernandez lari ke Jakarta? Semata-mata karena pasar Indonesia yang besar? Mungkin ya. Tapi bukan karena hal itu yang sesungguhnya. Tony Fernandez telah dikebiri..! Soal sahabat saya dari Makassar, tentu saja dia juga gak datang dengan kepala kosong. Tapi apakah harus menjiplak strategi mas Rudi Kirana? Strategi bisnis sahabat saya, pasti gak sedangkal artikel saya. Saya yakin akan hal itu bung..! Salam hangat untuk anda, bung..!

      • Iya pak daeng itu resourceful bung. Mari kita sama-sama dukung dan sama-sama lihat model Rudi dan si daeng. Harusnya yang skala kecil juga bisa masuk seperti komen saya di 10 ttg MEA.

      • tentang kekakuan Malaysia dan Singapura saya bisa pahami, mereka memang telat berubah rejimnya he he he … PRC juga. Beda dengan Indonesia … walau baru 1 dekade baru mulai lagi tapi kebebasan sipil dan demokrasi nya bagus banget. DAN doktrin tentaranya juga sudah mantab … TNI yg profesional. So, at least secara kebangsaan kita 10 tahun didepan mereka.

  24. mantaap artikelnya bung@Yayan,,,,semakin menambah rasa cinta terhadap negara dan bangsa ini,,,salam selalu untuk anda

  25. Satu lagi artikel bung Yayan yang bagus memberikan informasi dan Inspirasi kepada pembaca disini,
    Dan satu lagi tentang artikel diatas bung yayan mulai BERANI ,, asal jangan nekat lho bung yayan ,, lebih dibalut hoax saja bung agar tidak terlalu fulgar
    hehehehe

    Mantap dan kompor gas untuk bung yayan ,,

    • Hehehe..! Terima kasih bung Satrio atas perhatiannya..! Insya Allah saya akan tetap hati-hati dan waspada, bung..! Salam hangat untuk anda..!

  26. Thanks bung yayan…Bahagia sekali sy membacanya bung yayan….benar keputusan sy untuk bertahan di perusahaan malon ini untuk melihat kejatuhan babon nya :mrgreen:

    Langkah demi langkah menuju penguasaan ekonomi malay πŸ˜€

    • Babonnya di kpret aja bung hehehe ,,,:D salam

    • wah,. wah,. jadi kalo bung wehr perkembangan sampe mana bung,. pengakuisisiannya?.. alias occupied,. πŸ˜€ apakah industri sentral malay mulai menyerah tanpa syarat karena sudah geleng2 kurangnya pengalaman yang dimiliki?,. dan tidak cerdik dalam bermain di dunia industri,.

      • Masih blank bungJGM….mereka masih bisa maen telunjuk karena pintar menyembunyikan kenyataan…tp info yg saya dapat dari rekan serikat pekerja di sana,holding sedang goyang :mrgreen:

        • @bung wehr : duh2 kasian aku,. kalu seumpama mereka nda kurang ajar,. pasti dibantu,. meskipun sekarang juga “dibantu”,. seperti gantian morotin,. salah sendiri tengil,. sang ahli klaim.. πŸ˜€

          kalu para holding sudah goyang,. tinggal senggol dikit ama bumbu sabot atau konflik,. dah bar alias gudbye itu aset mereka,. salut kepada wakil2 yang menggocek tanah semenanjung sehingga memaksa mereka mendengarkan lagu isabella untuk mengatasi kegalauannya,. :mrgreen:

      • coba goyang lewat serikat pekerja bung wehrmacht πŸ™‚

        • Memang sedang kami goyang dgn serikat pekerja indonesia bung MP….doain berhasil yah πŸ˜€

          • mudah mudahan ada kemajuan bung, jangan seenak dewe’ nya sang pengusaha. hehehehehe tenaga mau dipake iyya, tapi kesejahteraannya kagak dilirik lirik πŸ™‚ kita ni bukan mesin ato kebo’ kebo aja ngamuk kalo dah cape n kelaperan xixixxixixixixi

        • nah Bung, ini emang salah satu ruang untuk membantu Malaysia adalah dengan membantu rakyatnya menjadi bebas. salah satunya bantu mereka bikin serikat pekerja bebas dan mandiri …. tapi masalahnya apakah rakyatnya udah siap susah? he he he … siap makan kangkung?

          … blon lagi melawan kekerasan aparat. Buruh Indonesia yang bebas berserikat (dan mulai nglunjak spt sekarang) dihasilkan dengan memakan banyak korban.

          dengan tingkat pendidikan dan pendapatan perkapita mereka rasanya perubahan yang dg kekerasan tidak akan terjadi. Cuman lewat cara seperti apa? mereka blon nemu.

    • Hehehe..! Terima kasih bung..!

  27. Mantab bung @yayan.
    Jadi intinya,pelan2 malay telah di aneksasi ek0n0minya. .

  28. berubah jd es pisang hijau hehehe

  29. gak usah membuka dan membicarakan isi brangkas orang tohh utang negara sendiri jauh lebih penting dan bermanfaat untuk kita ketahui sebagai warga negara indonesia.

    kembali ke WC yang sama

    • kalo yang punya brankas maling kira2 gmna bung max ??? salam

    • Utang kita sih sip bung….bahkan rasionya di atas ideal jadi silahkan ngutang lagi :mrgreen:

      Kita mau tau utang musuh kita karena disitulah center of gravity nya kata om clausewitz…titik lemahnya…bisa jadi senjata kita untuk menawar malon semurah murahnya karena mereka mungkin lg kepepet butuh casflow buat nambah darahnya yg ampir abis :mrgreen:

    • maxx, max, utang kita udah ada instansi yg mikirin, ngapain kita repot mikirin.. mendingan kita lihat lelangan tetangga, kali aja tuh dua pulau kita kemaren ikut dilelang.

  30. Hehehe..! Terima kasih bung Afiq..!
    Jawaban saya di komen bung IIS5170 mungkin bisa membantu. Soal uang, saya yakin gak akan raib. Kalau manusia punya indera sampai indera ke enam, maka duit kononnya punya indera sampai indera ke sekian..! Salam hangat bung..!

    • Betul juga bung yayan@indocuisine,

      Jadi ingat jaman PD 2, perusahaan2 baja di Jerman ternyata dimiliki konglomerat Amerika. Bahkan semasa perang yg tetap memberikan keuntungan ke pengusaha2 di Amerika.
      Konon duit gak kenal teman, gak kenal sodara. He3…

      Salam hormat buat bung yayan dan bung afiq0110.

  31. Nice bung Yayan, saya jadi ikut ikutan nostalgia lagu isabela haha.
    Btw ini termasuk topik classified bung? Story turnover-nya banyak banget hehe

  32. Terima kasih bung Yayan, informasi yg menarik, pelan-pelan tapi pasti. InsyaAllah kedepan kita akan menjadi negara besar, BUMN sekarang juga lagi bergerilya membuka cabang di berbagai negara, Bismillah…

  33. selalu menarik membaca artikel bung yayan,membangkitkan rasa nasionalisme tanpa bumbu hoax yg berlebihan,menunjukkan salah satu cara cuci otak yg lebih manusiawi. artikel bung yayan mengingatkan saya akan model artikel di JKGR waktu awal” gabung di blog ini sekitaran 2011 (klu g slh). sy tngu artikel selanjutnya bung

  34. @Bung Yayan,, Perusahaan dari Sulsel yg dimaksud apakah Kalla Group atau Bosowa Group Bung..?

    BTW salam kenal bung Yayan.

  35. Assalamualaikum wr.wb
    keren artikelnya bung yayan, hehehehe
    mau tanya ni jenis-jenis skandal yang ada di bisnis itu apa aja ya kalau ada
    bagaimana cara menangani kasus-kasus skandal tertentu bung hehehe
    imho kan biasanya skandal itu mengorbankan yang kecil untuk mendapatkan yang besar
    gimana caranya biar kita tidak terjebak dalam permainan skandal bisnis hehehee
    maaf ni pertanyaannya terkesan mengacau, maaf kalau saya masih awam hehehe
    kalau saah ya maaf πŸ˜€

  36. Sebuah artikel yg bisa membuat bangga sebagai warga Indonesia khas bung yayan
    btw bung ada sebuah pertanyaan kecil dri saya apa dlm bbrp tahun ini disana sudah banyakkah pengusaha kita membeli perusahaan2 asli malaysia soalnya agak miris kalo liat bbrp perusahaan disini berhasil diambil alih oleh malaysia contohnya bbrp bank kita telah di take over oleh malaysia dan msih ada contoh yg lain? Ya memang sih klo udah bicara bisnis semua sah2 saja tapi, tetap saja ada rasa gregetan klo liat pengusaha berasal dari sana berhasil mengambil alih perusahaan kita.
    Sekali thanks bung yayan semoga anda dan keluarga selalu sehat, sehingga dpt terus memberika info2 yg menarik sekaligus mendidik bagi kita semua

    • Sudah dan sangat banyak. Khusus di sektor perhotelan, hampir 40% hotel berbintang yang ada di Malaysia, ownernya adalah orang Indonesia. Kaget kan? Transaksi terbesar masih dipegang oleh PT Semen Gresik saat membeli pabrik semen CIMA milik Khazanah Group. Saya tahu persis proses akuisi perusahaan ini, karena saya adalah salah satu konsultant yang terlibat di dalamnya. Waktu suasananya sangat haru. Pak Alex Noerdin bahkan sampai emosion, tak tahan menahan tangis. CIMA adalah industri yang cukup strategis namun terancam mati oleh krisis 2008, tapi sekarang telah tumbuh besar. PT Semen Indonesia telah mempercayakan CIMA untuk memproduksi semen yang akan Indonesia ekspor ke Vietnam, Laos, Cambodia dan Myanmar.

      • Thanks bung yayan tambah bangga lagi setelah dpt info tsb dri bung yayan..semoga makin bnyak lgi kuku2 kita yg menancap di tubuh mereka sehingga tak akan lagi bisa mereka sombong lagi…hidup NKRI

      • kalo ga salah jalan tol dari johor sapai KL indonesia punya @bung yayan..tolong pencerahanya

        • Bung Kecik, setahu saya itu cuma kepemilikan saham minor sebuah perusahaan swasta Indonesia di perusahaan operator tol PLUS. Plus sendiri adalah anak usaha dari UEM, developer Nusajaya, Cyberjaya dan Putrajaya. Saham mayor UEM dipegang oleh Khazanah Group dan Qatar Fondation.

          • ooou gtu,,trma kasih pencerahanya…lha yg mana hak 100% tol nya punya mbak tutut???? dan pertamina ?

      • Alhamdulillah, semakin dekat dg momen kejayaan Nusantara ke III πŸ™‚

  37. 2th may be

  38. hilangnya mh730 kemarin apa ada hubungannya dengan pailitnya MAS bung,sehingga untk menutupi rasa malu di adakan skenario hilangnya pesawat 370 tersebut..mgkin smua itu demi kompensai dari asuransi..oot dari tukang kayu..salam.

    • Belum bisa saya jawab sampai sejauh itu bung..! Karena pihak kerajaan sendi kan belum berani mengeluarkan kesimpulan. Sedangkan yang ditunggu oleh masyarakat internasional, ya kesimpulan akhirnya itu sendiri bung..! Terima kasih, salam hangat bung..!

  39. Artikelnya seperti baca Sitrep dari diplomat yach!?..kunyahannya beberapa kali sampai akhirnya mengucapkan rasa kagum..Oh ya bung ..agak melenceng ini bung sekedar opini saja bung. Kenapa ya kasus di pattani di Thailand selatan atau Malaysia utara itu menggantung ya? jadi ingat masa DOM di aceh dulu. Apa ada konsesi di daerah itu bung? Kalau pebisnis wahid kita sampai masuk memberi “pertolongan” semacam itu, berarti ada yang lebih krusial daripada menjegal “the rising star” ya bung? Just an argument not a statement ya bung?..

    • Soal Pattani di selatan Thai, gak akan pernah selesai. Menurut saya, daripada Thailand sibuk ngurusin dia, lebih baik kasih aja mereka merdeka. Sayangnya Thailand gak seluas Indonesia..! Hehehe..! Konsesi belum ada, cuma perusahaan lokal. Sebenarnya tangan Malaysia di dalamnya, tapi saya gak berani menjabarkannya. Sangat sensitif bung..!

  40. catatan kaki berkualitas..

  41. ulasan yg bagus bung @ yayan bisa menambah wawasan,salam sejahtera slalu jg keluarga disana

  42. Hehehe..! Terima kasih bung Ismed..! Salam hangat untuk anda..!

  43. Bung@YAYAN mbok yo di panjangin lagi lah artikelnya, kurang puas nih… Hehehehe
    menguasai bukan melulu dngan militer, dngan cantiknya Indonesia pelan2 menggrogoti si usil dngan ekonomi.
    Mungkin mereka udah kepalang puyeng bung, dngan militer mereka sudah kalah telak, dngan ekonomi juga lg engos-engosan, datangnya obama menurut saya mungkin justru akan membuat mereka bisa terperosok jauh lg…
    Salam hangat dan hormat bung@Yayan.
    Reqwst nih bung.. Tulung besok2 di panjangin lg nulisnya,, hehehehe
    pis..

    • Hehehe..! Terima kasih bung..! Soal manjangin tulisan, kita tunggu isyarat dari bung Diego ya, dibolehin gak? Salam hangat dan hormat juga dari saya untuk anda..!

  44. Bahasanya segurih masakannya

  45. Assalamu’alaikum Wr.Wb.
    Tiada kata yang bisa saya tulis selain kata pujian atas bagusnya artikel yang Bung Yayan tulis.
    Semoga untuk kedepan makin banyak kisah nan indah pembuka minda yang dapat Bung Yayan bagikan dengan kami disini. Ucapan terimakasih saya haturkan dengan jari sepuluh atas buah tangan yang diberikan dalam kisah ini.
    Lagu Isabella dan lagu-lagu dengan musik sejenis(Slow Rock Malaysia) tinggal kenangan yang menjadi nostalgia era 80-90an.
    Konon kabarnya era kejayaan industri musik Malaysia semakin redup dan lemah, hal ini diakibatkan oleh serangan(Garuda istilah mereka).
    Setelah musik, sekarang ekonomi pula yang mengikuti.
    Ini bermakna kejatuhan Malaysia kian terlihat nyata, kejatuhan ini akan lebih parah jika seluruh TKI pulang kampung. Jika ingin benar-benar membuat ekonomi kerajaan dan rakyat mereka jatuh, Pemerintah Indonesia harus menyiapkan lapangan kerja dan upah yang layak buat para TKI ini. Hehehe..
    Saya berharap selain majunya Indonesia secara Ekonomi, juga kurs Rupiah berbanding US dollar juga meningkat. Bisa saja 1 US dollar sama dengan Rp.5000,- pun sudah syukur sekali.
    Jika hal ini terjadi, berarti nilai tukar Rupiah dan Malaysia jadi imbang. Ini pasti akan membuat para TKI di Malaysia nekat pulang. Mudah-mudahan ini akan terjadi. Aamiiin.

    Selamat pagi semua..

    • Memperkuat kurs, saya yakin bukan hal mudah. Meskipun kelak kita bisa, akan selalu ada pihak yang rugi. Yang lebih perlu dijaga menurut saya adalah volatilitynya. Naik-turunnya jangan terlalu drastis, serta jangan sampai terlalu rentan oleh faktor-faktor eksternal moneter. Di Indonesia, faktor politik masih mempengaruhi sektor keuangan. Hal ini sangat berbeda dengan negara-negara yang ekonominya sudah jauh lebih maju. Lebih baik kita berusaha bagaimana kita bisa mendapatkan Rupiah yang lebih banyak, agar kita bisa mendapatkan dollar yang juga lebih banyak. Hehehe..! Salam hangat bung..!

    • tki ndak usah pulang, kalo bisa ajak sodara lainnya kesana, itu baru betul

      • tambahan dikit , kalo bisa TKI baik yg halal sama yg haram harus dibantu sama pemerintah untuk kerja di mana saja apalagi di malesa, ingat akibat tki produk kita (rokok, mi etc) jadi laku

        • bukan hanya rokok dan mie bung ahmad,bahkan sabun,odol.ubat nyamuk,balsem,bahkan roti tawar ulet.pokoknya barang harian banyak selundupan indonesia…dan untuk diketahui…rakyat tempatan dah ketagihan memakai produk asli SELNDUPAN dari indonesia. dan ketika pemerintah menyadarinya, maka dibuatlah perusahaan yg menjadi agen resmi….TERNYATA bangkrut…karena harga melambung tinggi dan kuaitas produk jadi downgrade..

    • tak ada sebenarnnya yang salah dengan nilai rupiah sekarang bung. range 9-12 ribu itu termasuk stabil.
      Yang tidak bagus itu adalah pergerakan mendadak. Jika mendadak dalam 1 minggu rupiah merengsek ke 15 ribu, itu tidak bagus. Bahkan, jika mendadak rupiah dalam satu minggu jadi 3000 pun bisa bikin ekonomi kolaps. hehehehe.

    • yang harus dilihat tuh bukan hanya kurs, tapi keseluruhan CAD … current account defisit. Yg jagain menkeu dan BI. Jadi misal kurs dollar tinggi gpp juga asal ekspor semakin besar karena barang Indonesia jadi lebih murah. Ini contoh aja.

  46. qaya bhsa,tutur kta penyampaian seseoranq mnyimpulkan tentanq pendidikan,kpribadian yq melinqkupi dlm khiduan tatanan sosial seseoranq.trma ksih tas artikel yq slu di rindukan kehadirannya.nice artikel.makasih bunq yayan.slm knal&sejahtera untuk anda sekeluarqa.SALAM NKRI.

  47. Matursuwun sekali untuk setiap artikel yg berbobot dan menambah wawasan kami semua, bung Yayan.

    Beberapa tahun lalu, isu beredar mengatakan bahwa Sekitar dua perusahaan pelayaran nusantara berbasis di Surabaya telah mengakuisisi armada kapal peti kemas milik MISC Malaysia yg kolaps mendahului MAS, entah benar atau tidak tapi saya lihat banyak armada kapal kedua perusahaan pelayaran Surabaya tersebut memang mirip dg armada kapal milik MISC Malaysia.

    Terima kasih.

    • Ya benar bung, MISC sudah lama tutup. Kalau lihat bangunan bekas kantor mereka, rasanya ikutan sedih. Ini adalah perusahaan kebanggaan Mahathir Muhammad. Dia berambisi untuk merajai lautan Asia Tenggara, namun sayang, kandas..!

  48. @yayan artikel yang bagus bung… πŸ˜€ kalo boleh ane menebak tamu bung yayan yang dari makasar adalah bapak JK kalo ga salah ya bung :mrgreen:

  49. Terima kasih artikel bagusnya Bung Yayan…
    Kalau soal kedatangan Obama kemarin apa saja hasilnya untuk malaysia? apakah ada sesuatu yang “istimewa”? atau malah semakin menjerumuskan malaysia ke jurang penderitaan yang lebih dalam (lebay mode on) πŸ™‚ ?

    salam dari tanah air…

  50. Nice artikel bung yayan. Mumpung lagi bahas dagang2an, apakah bung yayan udah dapet jawaban mengenai teman korea bung yayan bahwa bangsa indonesia adalah bangsa yang cerdik dan otak dagang dalam kaitannya dgn konflik lcs. Mohon maaf jika sudah dijawab diartikel2 sblmnya. Salam

  51. ass @ kang yayan , salam knal dan salam sejahtera u kang yayan dan kluarga…betul2 nice artikel.,semoga indonesia menjadi bos bagi negara2 di wilayah asean.,oh tdk lupa juga salam kenal untak semua senior jKGR ,Admin dan para warjagers . Wass

  52. @Bung Yayan, sebuah artikel yang “juicy, tender yet meaningful” . Selalu dinanti insight-nya Terimakasih atas kontribusinya. Cheers!

  53. Bung yayan ,kenapa malaysia mengingikan mas diakuisisi oleh kita ?bukan singapur ya?siapa yg membisiki telinga pm sehingga mau jual ke kita,napaknya persiapan untuk asean open sky.

    • Mencoba untuk positif thinking saja. Mungkin karena Indonesia memiliki potensi pasar yang besar, modal yang kuat, dan satu lagi, kita kan ibukotanya Asean. Hehehe..!

  54. Salam @Bung Yayang… saya senang membaca artikel anda, saya merasa seperti ikut larut dalam alur ceritanya, sayang ceritannya kependekan. kapan kapan kalo bung yayang sekeluarga ke Makassar .. tolong diberitahu… Ntar tak ajak jalan-jalan keliling… hehehehehehe

  55. Selamat malam rekan-rekan,

    Untuk Bung Yayan, artikel yang begitu menyejukan dan membanggakan. Terus berkarya untuk semua generasi penerus bangsa.

    Saya akan menambah sedikit tentang sepak terjang pebisnis Indonesia dalam menancapkan pengaruh bisnisnya di tanah yang berbeda. Sewaktu saya masih berkutat di dunia perkuliahan di bandung, buku-buku yang saya baca sebagai pengantar tidur saya dapat dikatakan bervariasi dari Soekarno (di bawah bendera revolusi 1 dan 2, Indonesia menggugat, Soekarno muda), Soeharto, dan buku usaha serta bisnis yang diberikan oleh ayah saya tercinta. Ketertarikan saya menguat ketika mengetahui bahwa sektor ekonomi dan perdagangan dapat mempengaruh kebijakan suatu negara oleh seorang individu atau pun sekelompok pengusaha yang menjalankan bisnisnya. Buku bacaan tersebut adalah Ciputra, Warren Buffet, Grup Lippo, Tempo Group, dll. Karena sumber bacaan ini, maka saya dijuluki oleh teman-teman saya sebagai ahli ekonomi namun saya terdampar dalam lingkungan hukum. Dalam konteks itu pula saya melihat ekonomi bisa berperan dalam ilmu hukum. Istilah mudahnya adalah perut rakyat kenyang maka hukum pun akan berjalan. Pada akhirnya sumber bacaan saya semakin mendalam ketika saya melanjutkan sekolah saya ke negeri jauh di utara dan sampai saat ini menetap.

    Dalam konteks ekonomi, terdapat teori Marslow yang masih sampai saat ini di gunakan oleh banyak ahli. Dasar dari kebutuhan manusia adalah pangan dan air putih. Hingga saya pun mengaitkan dengan negara Indonesiaku yang tercinta. Konsep ekonomi yang seharusnya dapat begitu dikembangkan adalah industri pangan termasuk teknologi percepatan pertumbuhan pangan yang aman untuk manusia dan sektor perikanan serta pembibitanya. Karena sektor inilah yang dapat dikembangkan begitu pesat oleh negara Indonesia dan apabila kita dapat mengembangkan begitu baik maka Indonesia akan menjadi penyuplai terbesar dalam sektor perdagangan Asia Tenggara dan Australia.

    Kekuatan ekonomi ini dapat diambil contoh dalam pengaruh pengusaha sekaliber Ciputra dalam sektor properti di Vietnam dan Keluarga Riady dalam pengaruhnya Jakarta-Hongkong-USA. Ada pula dari keluarga Sampoerna dalam sektor pendidikan (melakukan kerja sama dengan ITB dan Bank Mandiri) dan Finansial yang kuat sehingga sedikit tergambarkan poros Jakarta-China. Mereka adalah contoh segilintir pengaruh pengusaha Indonesia dalam perekonomian global. Rasa nasionalisme mereka menurut hemat saya tidak dapat diragukan karena sampai saat ini mereka masih bersumbangsih besar di Indonesia. Pengusaha Indonesia lainya pun masih bertebaran di dunia lainya. Contohnya adalah pengusaha semi-konduktor di Amerika (untuk yang ini saya lupa namanya, mohon maaf rekan-rekan tinggal di google saja ya). Maka dari itu, wajarlah Indonesia begitu sangat tidak diinginkan oleh berbagai pihak di luar negeri untuk tidak maju dan kuat dalam hal ekonomi dan militer.

    Sebagai perbandingan saja, dari 250juta penduduk Indonesia, seandainya hanya 30juta penduduknya memiliki kekayaan di atas 10 miliar, maka hasilanya adalah 30,000,000 x 10,000,000,000 = 300,000,000,000,000= 300 T (kurs dollar 10ribu=30 Billion dollar) Apakah angka yang mustahil ? Tentu saja tidak menurut hemat saya dan uang ini pun banyak mempengaruhi negara tetangga kita. Seperti Singapura, Australia, Malaysia, Vietnam, dan Filipina. Mengapa terdapat Filipina ? Karena keluarga Salim mempunyai andil dalam hal telekomunikasi di Filipina. Sehingga ketika banyak pihak meragukan dana militer kita, maka saya dapat katakan hal ini TIDAKLAH BENAR.

    Selain itu, sebagai pembahasan terakhir saya akan orang-orang pintar Indonesia, orang Indonesia sudah tersebar ke Amerika, Eropa, sedikit negara Afrika, Arab, Australia, dan sedikit negara Amerika Latin. Untuk ahli ekonomi dan hukum, banyak tersebar di USA dan Inggris serta Australia dan untuk ahli teknologi banyak tersebar di Jerman, Inggris, Singapura, Malaysia, Thailand, dan Australia.

    Kesimpulan saya adalah dalam lima (5) tahun ke depan dapat dimungkinkan perekonomian Indonesia berkembang pesat melampaui China dan pendapat perkapita penduduknya akan meningkat. Sehingga kebutuhan arsenal militer dapat tercapai baik kuantitas, kualitas dan research and development. Maka jangan heranlah anda hai kaum skeptis negaraku, karena lima tahun ke depan Indonesia akan menjadi sentral ASEAN dan Australia. Tetaplah rendah hati dan menjunjung tinggal nilai-nilai budaya dan moralitas bangsa.

    Salam hangat untuk saudaraku semua

    Revolusimu belum selesai

    • Salam kenal Bung Daltob,
      terimakasih atas uraian yang kembali menyadarkan akan potensi dan kemampuan Indonesia yang tidak sekerdil pandangan kaum skeptis .
      Ditunggu ulasan berikutnya Bung Daltob.

    • Bung Diego bung Gue, ulasan bung Daltop bisa dinaikkan menjadi artikel, mumpung suasananya masih dapat, usul πŸ™‚

    • Bung Daltob..! Smart banget..! Saya suka dengan ulasan dan cara pandang anda. Terima kasih bung..! Salam hangat dan salam kenal..!

      • Like this…!!
        Salam kenal bung daltob….

      • ha ha ha…, asyik Bung Daltob uraiannya, langsung ke garis besarnya . Jujur selama ini saya menyalahkan pemerintahan setelah Pak Harto karena perhatiannya kurang terhadap pertanian sehingga kita yang dulunya berswasembada kini menjadi pengimpor.
        Makasih Bung Daltob , Anda membuat saya kembali menyadari banyak hal yang sering luput dari wawasan saya.

  56. Ciamik bung yayan top tenan sering2 sharenya; jika ada bocoran obrolan dg mereka bagaimana strategi energi mereka khususnya langkah2 petronas kedepannya terutama Di indonesia dan asean. Makasih dan ditunggu wedarannya. Sukses selalu u anda bung; salsm hangat buat anda sekeluarga.

  57. Trims atas tulisannya Bung Yayan. Kami hanya bisa melihat dari dalam jendela kamar yang kecil, sedangkan bung Yayan telah menceritakan kondisi rumah dan pekarangannya yang luas dari luar.

  58. Bung Yayan,
    saya tak usah basa-basi mengatakan tulisan Anda bagus ya, karena kalau tidak mengatakan apa-apa itu berarti bagus ,he he….
    berlatar bagaimana sikap dan perilaku sonora semenjak reformasi di Indonesia , sebenarnya hati saya mendua mengenai rencana pengusaha nasional kita ikut andil ke dalam MAS.
    Bila menuruti rasa sakit hati saja, saya akan memilih untuk membiarkan MAS mati pelan-pelan daripada bangkit lagi lalu diklaim kesuksesan pemerintah mereka .
    Tapi ibarat pohon mungkin baiknya ikut merawat pohon tetangga daripada membiarkannya mati . Pohon tetangga yang kuat tentu akan juga melindungi rumah kita juga kan walo daunnnya akan sedikit banyak mengotori halaman kita .
    Saya ini awam dalam bisnis , namun saya yakin ada banyak manfaat yang akan diperoleh Indonesia bila para pengusaha tersebut masih berjiwa nasionalis .
    Bung Yayan mungkin bisa uraikan kira-kira apa saja implikasinya bila para pengusaha kita kelak mampu membuat sehat kembali MAS ,terima kasih.

  59. provinsi ke 34 udah ada.kaltara(kalimantan utara)

  60. secangkir teh manis hangat ditemani uli bakar dipagi hari, sambil meresapi artikel Om Yayan yg sungguh membikin larut dlm alur cerita yg sangat membahana….tak terasa dah siang rupanya. Salam Hormat Om Yayan & selamat beraktifitas utk Om2 yg lain.

  61. mungkin hari ini baru satu atau dua cakar garuda yang menancap pada harimau.tapi esok semua cakar sang garuda akan menancap dan mencengkram sang harimau.

  62. Assalamualaikum wr wb.
    Salam kenal untuk bung yayan dan keluarga..
    sungguh artikel-artikel yang dibuat oleh Bung Yayan dan sesepuh Warjag telah memupuk rasa nasionalisme dan kebanggaan saya…sehingga saya selalu menantikan artikel-artikel selanjutnya..terus berkarya bung! Semoga selalu dilimpahkan kesehatan dan keselamatan untuk Bung Yayan dan keluarga..terimakasih

  63. Salam kenal dan salam sjahtera untuk bung yayan sekeluarga dan para penghuni warjag

    Bung yayan sepertinya temannya bung mendeklarasikan diri menjadi cawapres tu , waah bisa makin cepat bangkrap total ni tetangga

  64. Pagi, moga sehat semua, thank pencerahannya. “ditawari Merpati ndak mau, yg diincar MAS”, hayo ada apa ya…he he., trus kapan ya ‘telkomnya dia’ dan punyanya singaporni juga diambilalih.Smoga…, NKRI harga mati

  65. Saya malah tertarik dengan cerita lengkap tentang putri junjung buih bung nara

  66. Boleh minta Link yang menunjukan Indonesia rangking 10 gan? saya mau tahu sourcenya…

  67. salam kenal tuk sesepuh warjag semua…bung@yayan salam kenal…saya senang sekali membaca tulisan-tulisaan anda di forum ini. selalu santun dan menggunakan analogi yang selalu menarik untuk dibaca…saya doakan bung yayan selalu istiqomah dan amanah dalam mengemban tugas di luar sana…NKRI Harga Mati.

  68. Kalo terhadap pemerintahnya sih ane setuju banget bung IB, tapi kalo rakyatnya ya pilah-pilih dulu lah. Memang saat ini rakyatnya seperti dibutakan oleh politik mercusuarnya UMNgOk. Tapi masih banyak kok rakyatnya yang santun bahkan malah bangga sama yang berbau-bau Indonesia. Contoh anaknya temen ane dari Kuching bela-belain numpang tidur di rumah bareng ma temen-temennya 1 kompi gara-gara cuma pengen nonton the raid 2 berandal itu.
    Kata mereka di kampus dan tempat kerja pada heboh cari copyannya karena filem ini dibanned disana.
    Dan oleh-olehnya yang dibawa pulang selain bika ambon ma bolu meranti, 1 tas penuh dvd bajakan lagu-lagu indonesia terbaru, gak tau ane apa bisa tembus security KNIA…

  69. Nice artikel bung yayan dr prtm baca sy sdh mndg ini tulisan bung yayan gaya narasinya bgtu bagus,sukses sllu buat anda.
    Matur nuwun

  70. Ass. Salam kenal bung Yayan, selalu memberikan artikel yang membikin semangat utk membaca terus. BTW diluar topik, bung. Tempoh hari bercerita istri keturunan Iran (Muslim) lahir di Prancis, bagaimana resepnya dapat istri dari negara sebrang..???? He….he…..cuman tanya saja. Pingin rasanya tahu beda budaya gimana gitu.

    • Hehehe..! Gak ada resepnya. Kebetulan aja, dulu waktu kami tinggal di Melbourne, setiap hari libur suka ketemu di warung kebab. Saya selalu datang lebih dulu, dan ketika dia datang, biasanya sudah tidak ada lagi meja yang kosong. Saat itu, saya tawarkan tempat duduk yang kosong di meja saya, dia menerima tawaran saya. Kejadian ini berulang beberapa kali, sampai suatu ketika, dia datang bersama ortunya, kali ini dia sendiri yang permisi duluan ama saya untuk duduk satu meja. Perkenalan ini terpelihara dengan baik, sampai akhirnya saya memiliki keberanian untuk mengungkapkan niat baik saya. Surprise..! Mereka sangat welcome..! Mungkin karena ada persamaan nasib diantara kedua orang tua kami..!

  71. ah tulisan bung yayan membawa saya membawa saya menelusuri,meraba,membayangkan Indonesia saat tahun 2045 nanti,seperti ketika saat saya menelusuri,meraba dan membayangkan masa masa kerajaan kerajaan dimasa lalu saat berumur seratus tahun

  72. yg juga mengkhawatirkan Malaysia adalah public debtnya. bisa di googling

  73. Sekarang siap2 cawapres lagi

  74. tetooooot dari iran atau malaysia

  75. Sssssttt..! Itu udah nyerempet rahasia dapur..! Hehehe..! Yang jelas, I’m the real chef..!

    • hehehe πŸ˜€

      bang yayan, sebenere ane pengen peluk bang yayan..kagak tau napa, rasa trimakasi mungkin..

      • Terima kasih untuk segala attensinya bung..! Mungkin di antara kita ada kesamaan pemikiran, harapan, cita-cita atau mungkin juga mimpi yang tidak terungkap lisan. Saya senang bisa kenal dengan anda dan menjalin silaturahim yang tulus. Saya adalah saudara anda dan semua..!

  76. Sabtu siang kemarin, aroma coto Makassar, pallu basa, gulai ikan kakap belimbing wuluh, ketupat dan burrasa, ikan baronang bakar, sambal mangga muda, sate makassar, goreng ayam kampung muda, urap dan lalapan, jalangkote, bikang doang, cucur bayau, pisang epe, dan lain-lain berhasil saya buat menjadi sebuah hidangan segar. Satu per satu saya layani coto Makassar sesuai pesanan mereka. Aroma perasan jeruk nipis yang segar, semakin menambah selera makan di siang kemarin.

    jadi lapar ane, bung yayan…
    hehehehe

  77. Maap, Tukang Pijet numpang komen :

    Mantap @Bung Yayan….semoga ulasan dan cerita2 dari negeri seberang diselingi bocoran2 halus mengenai Alutsista kita selalu bisa di posting di mari….
    Salam kenal dari Tukang pijet keliling bung…Semoga anda sekeluarga selalu diberi kesehatan selalu..Amin..

    Kalau@bung Yayan merasa kaga enak badan…ane siap jadi Tukang pijet keluarga nih bung, lumayan bisa jadi TKI disono plus nyobain hidangan chef indocuisine πŸ™‚

    Tukang pijet mau keliling lagi nih,,,(kleneng, kleneng…)

  78. Salam hangat bung @ Yayan untuk anda dan keluarga dirumah semoga selalu dalam lindungan ALLAH SWT. amien! Bung, anda selalu dapat membangkitkan rasa nasionalisme & rasa bangga saya akan Republik ini dengan cara yang cantik ( slow but sure ) strike trough the heart.

    • Terima kasih bung Joni, salam hangat juga untuk anda beserta keluarga. Kalau boleh tahu, anda tinggal di daerah mana bung..? Hehehe..! Sekedar ingin lebih kenal aja..! Salam..!

  79. Bung Yayan salam kenal dr Singapore, dan di tunggu artikle nya yg lebih gerek.

  80. Artikel di atas sebaiknya dipikirkan dulu sebelum mengambil keputusan . bagi sesuata keputusan sebaiknya jangan mengambil kesempatan didalam kesempitan atas musibah yg di alami oleh mal air karna beban yg akan di pikul di atas tangisan ratusan keluarga dari berbagai negara !!!!!!! tentu ada sebab akibat sehingga tanpa restu dari berbagai negara terkhususnya as .sebaiknya pemerintah maupun pegusaha mencari jalan keluar dari rencana mengakuasisi perusaham mal air tsb karna tidak segampang rencana manusia ,apalagi tanpa restu dari negara pembuat pesawat tsb .Bila urusan telah selesai di internal mal air dan pemerintahan as dan atas kesepakatan bersama !,silakan ? SALAM NKRI,

  81. trima kasih para mbah** mau bagi** ilmu saya terharu

  82. Sebaiknya bagi para pengusaha nasional yang mau berinvestasi ke luar negeri, saya harapkan juga mempunyai jiwa nasionalismenya. Selain untuk mencari keuntungan, harus dipikirkan juga untuk mencari goal lain seperti untuk meningkatkan ekspor kita ke negara tersebut dengan memesan barang-barang dlm negeri utk perusahaannya, mencari ilmu dan teknologi dari perusahaan tsb, misalnya dicari apa yang menyebabkan mas bisa rugi sedemikian besar sebagai pemberlajaran bagi kita.

    Kita dapat melihat contoh cina, bagaimana mereka selalu berusaha mencaplok perusahaan-perusahaan teknologi dan strategis di amerika dan eropa untuk mendapatkan teknologi mereka. Teknologi adalah barang yg sgt susah diproduksi krn itu mencakup riset yang memakan waktu yang lama dan sumber daya yang kompeten.

  83. Kalo malaysia Pemerintah nya asal Sulawesi Indonya bakal dapat yusof kalla kita kan adik abang

  84. Assalamualaikum bung yayan hampir setiap membaca artikel anda mata saya selalu berkaca, bawang brebesnya mantep. Thanks ya bung yayan salam untuk “kolam susu”. Sya tunggu tulisannya bung yayan, bung jalo juga saya tunggu tulisan berikutnya.

 Leave a Reply