Mencari Pengganti Pesawat Hawk 100/200 Indonesia

146
37

hawk tni

Jakarta – Kompetisi untuk memasok jet tempur bagi  TNI Angkatan Udara, diprediksi akan semakin ketat mengingat sejumlah negara memberikan tawaran menarik kepada Pemerintah Indonesia terkait performa pesawat, transfer teknologi, dan ofset yang menjadi syarat pembelian alutsista dari luar negeri.

Untuk pesawat tempur, selain pengganti F-5,  peluang masih terbuka lebar dalam dekade ini untuk pengganti dua skadron Hawk 100/200 yang ada di Pekanbaru dan Pontianak, yang pada 2026 sudah harus punya pengganti, karena pada masa itu Hawk 100/200 telah mengabdi 30 tahun di TNI AU. Itu artinya, dalam sepuluh tahun ke depan, TNI AU sudah harus mengkaji jet tempur mana yang paling cocok untuk menggantikan Hawk 100/200.

Wakil Asisten Perencanaan (Waasrena) KSAU, Marsma TNI Arif Mustofa, memberikan sedikit bocoran kepada Angkasa. Dikatakan, untuk pengganti Hawk 100/200 saat ini ada tiga pesawat yang sedang dikaji. Ketiganya adalah jet tempur mesin tunggal, yakni Saab Gripen, Lockheed Martin F-16 Viper, dan KAI FA-50 Golden Eagle. “Ketiga pesawat ini berpeluang, terutama Gripen dan Viper silakan bertarung,” ujar Marsma Arif di Jakarta, 1/11/ 2016.

Sumber : Angkasa.co.id 

146 COMMENTS

        • Kalo bisa yg lebih spesifik,, yg bener2 kasih nilai tambah bung@Garu Laut..

          Kalo cuma gara2 kontraktor utama,, ga ada perubahan kaya akusisi yg sebelum2nya dong bung@GL?? teknologi kunci utamanya aja ga dikasih.. kalo yg lain2nya kita bisa dpt dari korsel..

      • Miturut penerawangan saya yg gak pake esmosi dan kepala berasap, kaitan antara Viper dan IFX sangat kuat bung @welleeeh.
        Alasan pertama :
        Kurang sepenuh hatinya AS menerima RI joint dng Korsel utk pembuatan pespur yg teknologinya diadopsi dr F-35 nya si LM. Sehingga kuat dugaan akuisisi Viper utk meluluhkan hati paman Sam utk percaya kpd RI.
        Alasan kedua :
        Korsel aja hrs mengakuisisi puluhan F-35 jika ingin LM memberikan transfer teknologi utk mewujudkan Kfx/Ifx. Masa partner mau dpt gratisan tanpa mau mengakuisisi F-16 viper yg jadi jualan LM jg.
        Alasan yg ketiga :
        Adanya kerjasama GMF dng GE terkait perawatan mesin pesawat yg mana didalamnya mesin IFX nantinya (issue yg berkembang)
        Alasan yg keempat :
        Salah satu petinggi TNI AU mengatakan bahwa pengganti F-5 inginnya adalah pespur yg sdh familiar digunakan oleh user spt yg sdh dimiliki.
        Itu alasan kuat saya memilih Viper.

        • Dengan kata lain, kita beli viper taruhlah 1 sq, tot dari usa adalah 4 teknologi kunci F35 LM.

          super sekali…..

          tot itu langsung direct kd kita apa mlipir dulu ke korea bung?

          trus DAPA komplain enggak ? Secara dia beli banyak f35 tapi yg dpt tot nya malah indonesia yg beli viper 1 sq saja?
          Besar hati sekali usa dan korsel terhadap kita indonesia….sangat mengharukan

          • @Senopati Pamungkas : Jika Indonesia haknya Indonesia ingin lebih di tindak lanjuti, sudah sepantasnya dari sekema pendanaan KFX/IFX minimal 50-50 / 55-45 bukan 80-20.
            Hal tersebut termaeuk logis jika KorSel lebih mendapatkan prioritas dari Amerika.

            Setidaknya cara kerja seperti ini terkadang dqpat menjadi belunder untuk Indonesia.

            Kita mencontohkan kejadian ToT dari Rusia untuk pembelian -+ 8 unit Sukhoi SU-35.
            Meskipun yang di pesannya dalam keadaan lengkap, akan tetapi disebabkan minimnya jumlah unit yang di pesannya dan permintaan untuk ToTnya, sudah pasti Rusia harus mengkalkulasi ulang harga yang lebih masuk di akal untuk SU-35 Indonesia ini.

            Mungkin akan lain cerita jika SU-35 yang akan kita beli minimalnya 24 unit seperti China, terlebih lagi jika lengkap dengan spare part dan service + variasi untuk di cantelkan di hard pointnya.
            Saya rasa Rusia tidak akan “A/I/U/E/O” untuk ToT kepada Indonesia.

      • Kita ngobrol santai aja bung@ruskye..xixixixi

        Makanya ane pake kata tanya biar bisa sharing..

        Alasan yg pertama & kedua,, masih aja mau di intervensi?? mereka cuma kontraktor loh..xixixixi
        Opsi trburuk ya banting stir sekalian ke MIG 35.. itu MIG 35 bisa diambil kalo bener2 mentok IFX udah ga sejalan.. Tinggal kita kasih Talak Tilu ke korsel bung..xixixixi

        Alasan ke-3,, satu merk beda seri mesinnya.. yg pasti beda spare part, beda biaya perawatan juga..

        Alasan ke-4,, alasan klise..xixixixi
        Dulu si bronco akhirnya diganti tukino.. dulu ga ada TA-50,, sekarang pake ntu barang.. dulu kagak pernah pake sukhoi,, sekarang pd seneng pake sukhoi.. lebih tepatnya cari aman..xixixixixi
        Trlalu aman dgn kata nyaman bisa jadi musuh besar kita untuk maju..

        Sorry nih bung ane sanggah.. ane soalnya butuh alasan spesifik yg bisa memberikan nilai tambah buat bangsa ini utk bisa satu pilihan sama bung ruskye.. kagak apa2 yee beda prinsip kita..xixixixixi

        • @Welleeehh : Pernah baca artikel mengenai Amerika siap membantu program IFX jika Indonesia mengakusisi F-16V…?

          Dalam project KFX/IFX menurut penilaian saya pribadi, dalam hal ini KorSel dan Indonesia mendapat ToT langsung dari Amerika, hanya saja tentu dengan adanya perbedaan porsi sesuai dengan sekema pendanaan KFX/IFX yaitu 80-20.

          Selebihnya kita hanya mendapat ToT dari KorSel.
          Jika kita mengakusisi F-16V dari Amerika, besar kemungkinan kita akan mendapatkan ToT tambahan, baik itu IFX ataupun F-16V.

          Inilah kerugian Indonesia jika joint project jika bukan langsung kepada pemegang lisensinya.
          Oleh karena itu pada kesempatan yang lalu saya sering mengatakan, lebih baik Indonesia membeli pespur Amerika dan Rusia.
          Hal tersebut di karenakan mereka adalah pemilik lisensi asli dari awal hingga akhir.
          Hal tersebut juga berlaku untuk joint project pespur.
          Coba perhatikan India dan China.
          Apakah mereka membangun joint project pespur ataupun membeli pespur yang sekiranya di bagian komponen vital pespur yang akan di beli atau di rakit bersama ada dari pihak luar?

          Lalu KFX/IFX…???

          • Tambahannya apa bung?? Orng ASU aja udah ingkar katanya mau bantu mengenai teknologi inti cuma gara2 sensi sama indonesia.. mau dipilih yg manapun asu juga pasti bakal kecipratan untungnya.. cuma porsi. Agak dikit aja dptnya.. xixixixixiii

        • “Opsi trburuk ya banting stir sekalian ke MIG 35.. itu MIG 35 bisa diambil kalo bener2 mentok IFX udah ga sejalan”

          Ok.pertanyaannya, apa skrng udah mentok.? Bahkan on the track dan siap utk prototype. Masa hrs mulai lg dr awal. Kita memang pernah menyiapkan rencana cadangan apabila korsel berpaling dr proyek Kfx/Ifx.
          Lalu knp anda punya pemikiran ke MIG-35? Dasarnya.? Jng bilang krn perusahaan itu sdh kita akuisisi…no..no..no.

          Utk alasan ke 3, itu diperkuat dng nantinya Ifx menggunakan mesin GE. 80 unit utk Ifx lho bung. Klo cuma beda spare part dan seri hanya soal mudah bg teknisi. Jd bg saya argumen anda hanya mengada ada aja.

          Utk alasan yg ke 4, saya analogikan ke pembalap moto GP dan formula. Utk tunggangan seri terbaru mereka butuh sedikit penyesuaian. Apalagi mereka pindah ke tunggangan lain, perlu waktu utk adaptasi mengenali karakteristik tunggangannya. Apalagi pespur butuh waktu tdk singkat + mencetak kader pilotnya.
          Beda dng berubahnya bronco ke tukino. Itu bermula dr embargo yg diberlakukan.

          Pertanyaan saya ke anda knp kita hrs milih Gripen.?

  1. IMHO,….
    Saya kira VIPER juga “terhubung” dengan program IFX mas,… dengan di akuisisinya VIPER, bukan hal yang tak mungkin, 4 teknologi kunci yang “batal” diberikan akan ada kemungkinan diberikan oleh LM….

  2. Yang penting jangan F16 viper …
    Rawan embargo….
    Mahal….tidak Ada ToT ..di downgrade spesifikasi nya …senjata Dan Fungsi pesawat tempur Dibatasi juga …
    Birokrasi nya panjang berbelit …Termasuk menunggu restu Singapore and Australia …

  3. Saya mendukung 2 skuadron ini di Isi oleh 2 Skuadron Griphen ….. agar senantiasa siaga berpatroli dan melakukan intercept terhadap para penyusup ……. sedangkan untuk Eltari dan Biak paling baik diisi oleh F-16 Viper.

  4. Xixixixi

    Ini lagi-lagi ambigu.

    Tetapi yang berikut ini imajinasi saya :

    2013-2016 Gembar-gembor pengganti F5
    Prediksi Hasil Su-35 16 unit TOT.
    FA-50 akan terus ditambah dengan kamuflase suku cadang dan upgrade T50i golden eagle.

    2016-2019 Gembar-gembor pengganti Hawk
    (Padahal untuk nambah skuadron) Prediksi hasil 32-36 unit Gripen (resmi) plus 28 unit F16 viper berlindung pada pengadaan spare part atau upgrade F16 hibah.

    2020-2024 Gembar-gembor penambahan 4 skuadron (dibilang 12 x 4 skuadron padahal 24 x 4 skuadron) prediksi hasil 2 skuadron Rafale (48 unit) plus 2 skuadron EF Typhoon (48 unit)

    2025-2029 Gembar-gembor pengganti F16 hibah dan MLU plus dan atau gembar-gembor IFX batal dan dicari gantinya. Prediksi hasil 64 Su-34 dan 64 Gripen NG.

    Su27/30 sebagai pengganti A4 Skyhawk. A4 Skyhawk dulu berjumlah sekitar 31 unit. Gantinya mestinya 32 unit Su27/30. Cuma dirilis 16 unit dan diam2 ditambah di bawah pengadaan suku cadang plus servis dll.

    Su-35 cuma dirilis 16 unit dan diam2 ditambah di bawah pernyataan pengadaan suku cadang.

    2030-2034 pengumuman jumlah unit sebenarnya Skuadron tempur RI.

  5. F-16 Viper boleh juga, kalo :
    1. Full Speck ( tidak di down grade )
    2. Full Armament ( boleh pake rudal apa saja yg di inginkan TNI-AU )
    3. NO Embargo
    4. Tidak pake syarat2 lain yang bersifat menekan & merugikan NKRI
    5. DLL, ………….. ???

  6. Insya Allah Grippen yang Menaaang…..Dari Pada Buatan CHINOO Kawee MATAA Siipiit………yaang ada Jetnya Padaa nyungseep ONE BY ONE……….GRIPPEN AJHA Deeeh dari pada Barang Beeeekaaaas DI UPGRADE Pakee BANDROL harga BAAARUUUU!!!

  7. pesawat2 pembom tempur seperti HAWK ini sebenarnya lumayan baik, sehebat apapun pesawatnya yang terpenting adalah kemampuan dog fight pilotnya, kalau sistim avionik, ecm, persenjataannya, dll diperbaharui, ini pesawat tetap mematikan bagi pesawat2 generasi terbaru spt sekarang ini, TNI AU koq tidak pernah minat sama Sea Harrier ya bisa landing dan take off dimana saja cocok banget buat
    Indonesia yang jumlah lapangan dan pangkalan udaranya sangat sedikit dibanding luas wilayahnya

  8. atur2 ajalah sama kasau.. yg lebih kompetent drpd kita sesuai kebutuhan… misalnya:
    gripen… ambil tot aesa, irt, malware jammers, cms pespur & rudal pespur
    viper … tot avionik/ cms / bahan komposit/ mesin jet pespur/ rudal2 sdh cukup…diluar itu usa pelit…
    fa50… memuluskan jalan ifx
    typon…tot yg blm dpt dr hasil didlm pembelian gripen, viper, su35, fa50
    SU35/34..tot pengembangan mesin jet pespur

  9. ambil 22nya.. antara gripen dan viper ada fungsinya masing2. kelebihan dan kelemahan 22nya past ada.. semua jg tau klu suatu kebijakan past mempengaruhi politik suatu negara.
    yg jadi pertanyaan knp harus gripen dan viper..?

      • @Welleeehh : Harga F-16 V dibawah US$ 100 Juta, akan tetapi tidak dijelaskan lebih terperici apakah harga segitu sudah termasuk variasi cantelannya untuk di har point F-16 V atau belum, akan tetapi hara tersebut sudah positive berikut suku cadang dan servis selama 3 tahun.

      • K@Welleeehh : Dapat ToT helm pilot F-16 sudah dapat meng-Up Grade IFX kita.

        Karena kecanggihan juga diberikan pada helm F-16 V di mana seorang pilot bisa menembak musuh yang berada 90 derajat dari arah pesawat tanpa harus mengarahkan moncongnya kepada musuh. Ditambah sistem GPS, serta kemampuan anti jamming dalam, sebuah pertempuran.

        • @Uling Putih : ToT adalah rahasia di antara kedua negara.
          Jika membeli pespur tidak ada ToTnya sesuai di atas kontrak, untuk apa kita membeli pespur luar?

          Btw coba di baca dan dipelajari dahulu link yang saya muat diatas.

          Terkadang para WARJAG jika berkomentar seakan-akan sok lebih mengerti dari yang bersentuhan langsung.

          Contoh : Di program KFX/IFX kita dapat ToT apa?
          Mereka / WARJAG hanya mengetahui para ahli dari Indonesia yang asalnya tidak dapat membuat pespur canggih menjadi bisa membuat pespur canggih tanpa mengerti apa yang di ToTkan.

          Ada yang mengatakan Amerika pelit ToT dengan KorSel, memangnya WARJAG mengetahui pasti apa yang di minta oleh KorSel atau apa yang di berikan oleh Amerika.

          Logika yang sangat sederhana begini saja mas brooo…

          “JIKA KORSEL TIDAK MENDAPATKAN KEUNTUNGAN, ENTAH ITU TOT ATAU YANG LAINNYA DARI MEMBELI ALUTISTA (PESPUR, RUDAL, RADAR DAN SEBAGAINYA) SUDAH DI PASTIKAN KEDEPANNYA KOREA SELATAN TIDAK AKAN MEMBELI LAGI PRODUK ALUTISTA AMERIKA.

      • @Welleeehh : F-16 Viper dilengkapi beragam avionik canggih dan radar terbaru AESA. Lockheed Martin bukan pertama kali mengintegrasikan radar AESA, melainkan sudah punya pengalaman seperti pada F-22 Raptor, F-16 Block 60, dan F-35 Lightning II. Radar AESA yang digunakan Viper, punya komunalitas 85% dengan radar yang digunakan pada F-35.

        Radar AESA yang dimaksud, tidak lain adalah AN/APG-83 SABR (Scalable Agile Beam Radar) buatan Northrop Grumman yang mulai digunakan sejak 2008. Radar AESA ini merupakan turunan dari radar AESA AN/APG-77 (F-22), AN/APG-80 (F-16 Block 60), dan AN/APG-81 (F-35). SABR terpilih menjadi platform radar Viper karena kemampuannya yang terdepan dan biaya perawatannya yang paling efisien.

        Efisiensi dan penghematan lainnya, akan didapat oleh operator Viper karena F-16V memiliki umur penggunaan yang panjang, yakni 12.000 jam terbang, meningkat dari umur rata-rata F-16 yang 8.000 jam terbang.

  10. simple ini mah

    1.jika berkaca pada UU tentang TOT,,maka pemenang nya gripen,,karena doi uda janji berani kasih TOT dan perakitan sekalian di indonesia. belum lagi embel embel bonus data link 16 dan AWACS buat temen gripen..

    2.jika viper USA ga mau kasih tot maka akan kalah,,kecuali USA menekan swedia secara politik, maka gripen mundur pelan pelan.

    3.jika berkaca dengan hubungan proyek kfx/ifx maka gripen pemenanngnya.

    4.namun jika berkaca pada kelanjutan hubungan baik dengan USA,maka viper di pilih

    5.jika berkaca pada pilihan negara ( presiden,kemenhan) dan di hubungkan dengan ToT maka 99% gripen menang sebagai penganti hawk,, alasan nya,,ya itu tadi,, ada benang merah buat memperkuat ifx..Sehingga lepas dari korea selatan maka indonesia bisa membuat sendiri versi ifx nya dengan campuran teknologi nato dan rusia

  11. Hawk di lengser…di ganti satu saja Topelev – 160 blackjack. Kapan kita pesawat pembom besar? dulu jaman bung Karno Indonesia punya….sampe sampe si kupret Asutralia…cemas bingit sampe laporan sama AS. Asutralia punya pesawat pembom strategis, maka kita juga harus punya, paling tidak, sewaktu-waktu bisa di gerakkan ke musuh nun jauh disana…bisa menjangkau Brisbane maupun Pulau Cristmas. Bagaimana??? sekali terbang nyerang duluan, pembom ini bisa melululantakan musuh sebelum musuh menyerang kita. Modyar duluan…

  12. Pesawat tempur ringan yang standard sekali ..
    Tidak Ada kelebihan nya .
    Kecuali biaya operational nya relative murah..
    Tapi …Cara Dan prosedur pembelian nya sangat buruk Dan bermasalah sekali…
    Tanpa tender …harga di mark up tinggi sekali…
    Tapi siapa yang berani protest? Mau diganti ..dicopot segera Dari jabatan?
    Hasilnya Memalukan …
    Kalau ingat itu …tidak sabar kepingin pesawat tempur Hawk ini segera diganti…dengan..
    Grippen …atau yang lain..

LEAVE A REPLY