Mencari Ujung Labirin Proyek Roket Rudal Indonesia

61
113
roket
ilustrasi : Roket

Sebenarnya RI mampu untuk membuat Rudal sekalipun, jika tanpa embel-embel gangguan hambatan dari dalam maupun luar negeri, analisa saya sbb :

1. Rudal adalah kombinasi secara integrated sebuah Rocket & system kendali yg berupa motor, actuator, sirip, motor roecket, sensor, sensor, dan “OTAK’ yg berisi kemampuan mengolah data secara indpenden.

2. Roket sebagai badan rudal adalah bagian yang paling mendasar terdiri dari Nozle, Comsbustion Camber, sistem bahan bakar, dan head (war head, electronic system dan lain lain tergantung keperluan).

3. RI sejak jaman Bung Karno sudah mulai melakukan peneliatan & percobaan baik di Lapan, ITB & UGM, masih tergolong roket primitif namun sudah bisa terbang dengan lintasan cukup linier.

4. Pengembangan Roket jaman Bung Karno terhenti seiring hilangnya support dari Uni Soviet & juga banyak dibekukannya kegiatan mahasiswa.

5. Masa Orde Baru penelitian Roket sudah sampai meluncurkan RX 250 mm, dan sudah ada blue print ke RX 300, RX 350 mm.

6. Seiring berkembangnya Geopolitik, Roket menjadi hal yang istimewa dan teknologi serta jarak tempuh menajdi sensitif dan mucullah Regim pembatas Roket.

7. Entah apa sebabnya, setelah RX 250 mm jaman Orba meluncur di Pameungpeuk, Garut, tidak ada lagi peluncuran RX di atasnya.

8. Masa SBY terasa ada angin segar masa Lapan dipimpin Arie Sadewo Salatun, banyak RX diluncurkan, dan diketahui akan ada RX 350, RX 400, RX 500 hingga mimpi RX 1000, tentu menjadi tantangan bagi para ilmuwan lapan, perguruan tinggi, BPPT dan lain-lain,vuntuk menemukan berbagi elemen penting pendukung Roket tersebut.

9. Tersiar Kabar Lapan berhasil membuat ramuan bahan bakar Aluminium perkhlorat dan UGM membuat bahan bakar dari extract asphlat buton yang konon lebih kuat dari specimen bahan bakar bekas Harpoon.

Roket RX-550 Lapan
Roket RX-550 Lapan

10. Terdengar berita yang menggembirakan Lapan berhasil membuat Nozzle untuk RX 300 meski diawali banyak kegagalan, wah lumayan nih sebab perlu teknologi tinggi untuk membuat material yang tahan temperatur tinggi dalam waktu yang lama.

11. Setelah launching RX 300 tidak ada lagi kabar berita test pengemabangan roket dari LAPAN, entah apa penyebabnya.

12. Yang jelas keberhasilan RI meluncurkan Roket kelas RX 300 saja sudah membuat banyak pihak ketar ketir..apalagi jika RI bisa membuat RX 500 yang dipakai untuk peluncuran Satelit, sebab bukan hal yang susah pada roket tersebut tinggal disematkan teknologi kendali agar roket ini menjadi RUDAL/Missile.

13. Jelas ada pihak pihak tertentu yang tidak happy RI bisa membuta Roket apalagi sampai RX 500, sebab RX500 bisa menjakau jarak 500 km tergantung kualitas Fuel & Cap nya.

14. Yang ingin menghambat RI pasti dengan segala cara, langsng maupun tidak langsung, keras maupun lunak.

15. Fakta saaat ini tidak ada lagi berita signifikan pengembangan Roket RX350, RX 400 hingga RX500. Roket RI ditelan bumi, roket RI menguap di angkasa, namun bakat-bakat itu masih terus bisa direalsiakaikan tentu dengan sikap para pemimpin yang Konsisten, Kontinyu untuk kepentingan Bangsa.

Jayalah Negriku Indonesia Raya

Oleh : Itto

61 KOMENTAR

  1. mungkin program develop nya kehabisan dana atau material nya lg nyari yg lebih bagus atau nunggu anggaran baru atau program nya dirahasiakan atau atau apa lagi ya … ??? bingung neh ga ada gossip dari para tukang … kalo dulu ada bung Jalo, skrg fb nya jg ga aktif tuh !!!

    • Pindad bukan tempat yang tepat buat rudal dan roket bung . Yang tepat itu malah DI . Butuh laboratorium terowongan angin kecepatan tinggi ,supersonic .Kita hanya punya terowongan angin kecepatan rendah .
      Olah gerak sayap,dan sirip ekor perlu di teliti menggunakan alat ini tanpa alat ini aeronotika gerakan roket tidak bisa di uji ,belok,naik dan berputarnya bagaimana . DI sampai hari ini hanya emnggunakan terowongan angin kecepatan sub sonic karena hanya merancang pesawat angkut propeller .

  2. Semangat bung Itto! Apreseasi buat anda karena keberaniannya menuangkan pemikiran dalam tulisan. Menulis artikel memang gak gampang bro, penguasaan tatabahasa, sistimatika penulisan, pemahaman dan pengetahuan atau pemgalaman yang luas sangat diperlukan. Bersyukurlah kalau ada yang mengkritik anda karena mereka menginginkan lebih baik lagi. Sukses untuk anda.

  3. tanya ke KEMENHAN induststri strategis harus di update perkembangan ? atau bung ito main ke pantai santolo di garut selatan ada apa tabung panjang 6-7M yg bediameter kurang lebih 70-80 cm .negara lebih pintar dari pada analis anda yg menyedihkan

  4. Kalau kagak ada berita-nya bukan berarti “mati” di tengah jalan kan? Jadi jgn terlalu mengandalkan berita dalam ber opini, tanya tuh langsung ke menhan dan LAPAN 😀 atau lu kerja di pt.lapan biar lu tau segalanya tentang pengembangan RX 😀

  5. Setahu saya, Pimpro Pengembangan Roket Lapan pernah bilang di media, bahwa untuk Roket berdiameter besar memang sangat sensitif untuk dibicarakan. Maka perkembangan Roket berdiameter Besar sengaja tidak diekspose. Jadi bukan berarti proyeknya berhenti.
    Mudah2an ini benar.

  6. Saya yakin, LAPAN lagi berusaha melakukan uji coba roket kendali, masalahnya pemerintah masih setengah hati memberikan budget lebih, jadinya cuman gitu gitu doang. Coba kalau LAPAN di kasih target, 2017 harus bisa bikin rudal sekelas Iscander misalnya, di berikan budget yang sesuai, pasti jadi. Jika perlu di merger dengan pindad, sekalian jadi maju.Mosok bikin pesawat bisa, bikin rudal ora isok….kebangeten iki…

  7. Ingat tujuh program industri strategis yg diprioritaskan Indonesia, utk kemajuan industri pertahanan, rudal adalah salah satunya!, Dari tujuh program industri strategis, enam industri silahkan di ekspos dan di babar, klo industri strategis rudal….nanti dulu…silahkan di ekspos tapi rudal yg kecil2 aje, yang gede gmn?…..jawabannya ntar dulu.( Indonesia ga mau menanggung obat dan rumah sakit klo tetangga pada meriang…xixixi) faham!!! ( Ngupi lagi ah…)

  8. Tidak adanya kemauan keras jadinya ogah2an, karena tidak didukung oleh dana yang memadai untuk riset/pengembangan, jadinya seperti jalan ditempat, …….. miris para petinggi RI lebih tertarik pada rudal delay C-705 buatan cinak !!!