May 182017
 

Pesawat tempur Super Flanker, Sukhoi Su-35 Rusia (Aktug Ates)


Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita membenarkan rencana pemerintah Rusia yang tertarik melakukan imbal dagang atau barter Alutsista berupa pesawat Sukhoi dengan produk komoditas Indonesia.

Enggar menjelaskan bahwa imbal dagang pembelian produk komoditas yang dibarter dengan pembelian alutsista pertahanan diperbolehkan. “Imbal dagang itu ada Undang-Undangnya mengenai setiap pembelian alutsista, ada transfer teknologi, dan ada nilainya. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertahanan membeli sukhoi, dan sebagian dari itu ada imbal dagangnya. Jenisnya (yang diimbal dagangkan) apa, itu yang menjadi bagian pembicaraan. Karena bisa aja kita maunya ini, tapi dianya nggak butuh,” ujar Enggar, seperti dilansir tempo.co pada Kamis (18/5).

Ia menambahkan, pemerintah tak ingin salah dalam pengambilan keputusan. Kementerian Perdagangan juga telah menunjuk perusahaan BUMN yakni PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PT PPI) untuk melakukan transaksi perdagangan dari sisi pemerintah. Sedangkan dari pihak Rusia akan dilakukan oleh Rostec, yakni perusahaan holding Rusia yang memproduksi peralatan persenjataan dan pertahanan.

Dalam kesepakatan tersebut, pemerintah juga membuka kemungkinan adanya komoditas lain yang bisa diperhitungkan dalam proses imbal dagang tersebut. “Mereka nanti negosiasi langsung. Kami tidak keluarkan list (komoditasnya). Kalau kami kasih karet, kenapa tidak kopi, kalau bisa teh, kenapa harus kopi. Kami tak membatasi, jadi kami buka saja,” tutur Enggar.

Pengadaan Jet Tempur Su-35, Gunakan Skema Imbal Beli

Personel TNI Angkatan Udara melakukan pemeriksaan mesin pesawat jet tempur Sukhoi yang dipamerkan dalam Pameran Dirgantara 2017 di Terminal Selatan, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (20/4). (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)


Skema imbal beli atau pola yang diterapkan oleh pemerintah dengan mewajibkan eksportir negara mitra dagang untuk membeli produk dalam negeri, dinilai mampu untuk meningkatkan ekspor serta membuka pasar-pasar baru tujuan ekspor.

Direktur Fasilitasi Ekspor dan Impor Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Nusa Eka, Jumat mengatakan bahwa skema imbal beli tersebut wajib untuk pengadaan barang pemerintah yang berasal dari impor dengan nilai tertentu dan atau berdasarkan peraturan perundangan.

“Saat ini kita melihat ada perlambatan ekspor, dan imbal beli ini bisa kita pergunakan sebagai salah satu instrumen untuk penetrasi produk ekspor. Selain itu juga salah satu instrumen untuk mengatasi hambatan dan kendala ekspor,” kata Nusa Eka, di Jakarta. 16/12/2016.

Kementerian Perdagangan telah mengeluarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 44/M-DAG/PER/6/2016 tentang Ketentuan Imbal Beli Untuk Pengadaan Barang Pemerintah Asal Impor sebagai landasan hukum untuk instrumen tersebut.

Skema imbal beli merupakan suatu cara pembayaran barang yang mewajibkan pemasok luar negeri untuk membeli dan atau memasarkan barang tertentu dari Indonesia sebagai pembayaran atas seluruh atau nilai sebagian barang dari pemasok luar negeri.

Selain imbal beli, instrumen lain yang bisa dipergunakan oleh pemerintah antara lain adalah barter atau pertukaran barang dengan barang lain, pembelian kembali dan offset atau pembelian barang dimana pemasok luar negeri menyetujui untuk melakukan investasi kerja sama produksi dan alih teknologi.

Skema imbal beli tersebut wajib dilaksanakan pada program pengadaan barang asal impor, seperti oleh Kementerian Lembaga, Badan Usaha Milik Negara, Badan Usaha Milik Daerah, Lembaga Pemerintah Non Departemen, yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

Salah satu contoh rencana pengadaan barang oleh pemerintah dengan menerapkan skema imbal beli dan offset adalah pengadaan delapan unit pesawat tempur Sukhoi SU-35 senilai 1,14 miliar dolar AS. Dalam kesepakatan tersebut, skema imbal beli yang wajib dilakukan oleh pihak Rusia senilai 570 juta dolar AS.

Dalam konteks imbal beli, Indonesia sudah menawarkan sebanyak 35 produk ekspor kepada pihak Rusia. Sejauh ini pihak Rusia sudah menyampaikan keinginan mereka untuk membeli karet alam produksi dalam negeri, namun tidak menutup kemingkinan untuk membeli produk lainnya.

Rata-rata impor Rusia dari dunia untuk karet alam pada 2011-2015 tercatat sebesar 11,5 juta dolar AS per tahun. Namun, dari rata-rata nilai impor tersebut, Indonesia sama sekali belum menjadi negara pemasok kebutuhan Negeri Beruang Merah tersebut.

Produk yang ditawarkan dalam skema imbal beli antara lain adalah produk manufaktur seperti produk kayu, produk kimia, peralatan konveksi, elektronik dan lainnya. Sementara untuk produk industri primer adalah logam mulia, kopi olahan, ikan olahan dan lain-lain, serta komoditi primer seperti udang, rumput laut, batu bara dan karet alam.

“Mereka sudah menyampaikan keinginan untuk membeli karet alam kita, tapi tidak menutup kemungkinan untuk produk lain,” kata Nusa Eka.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), pada November 2016 tercatat ada peningkatan impor senjata dan amunisi sebesar 51,3 juta dolar AS. Secara kumulatif, pada periode Januari-November 2016 nilai impor Indonesia secara keseluruhan mencapai 122,86 miliar dolar AS.

Sementara untuk ekspor, pada periode yang sama mencapai 130,65 miliar dolar AS atau menurun 5,63 persen dibanding periode yang sama tahun 2015. Dengan demikian, hingga November 2016, neraca perdagangan masih mengantongi surplus sebesar 7,79 miliar dolar AS.

Sumber: tempo.co dan JakartaGreater

  57 Responses to “Mendag Benarkan Imbal Dagang Sukhoi dengan Komoditas Indonesia”

  1. Hilang mood

  2. Pertamax

  3. Baguslah, semoga lancar hingga raisoborongpopok telah mengirim su35 nya kemari…8-10-12-16 unit gpp yg penting punya dl…

  4. Sukoi 35 masih akan dan masih di kaji ..
    bung jimmy masih termenung nunggu bonus turun buat lebaran xixixi ..

  5. Nah ini baru berita resmi dr pemerintah dan komoditas yg mau dijadikan imbal beli masih didiskusikan kedua belah pihak.

    Jadi kesimpulannya sumber dr si otong sotoy alias wan gugling yg mengatakan sdh beres adalah sumber yg benar2 asli sotoy alias asal mangap doank….xixixi
    Pakar gugling gemblong….cicicici 😆

  6. Lah..masih gini2 aja…

  7. Nah loh…bhs goa dipake, mana ada yg paham dimari…itu bhs khusus pertapa,, zizizi

  8. Masih penantian yg panjang untuk SU-35 apalagi T50 Pak-FA.

    • Btw emang ada berita jika menhan ingin beoi pak fa ya? Kan engfak, jd mendingan tunggu yg sabar, su35 sgera tiba kok, yg penting punya dl, masalah kuantitas itu nomor 2…

  9. benar keren …super super super .. karet punya ipar sy bakal laris manis…g lesu ky taun taun kemarin..
    mantap tap tap tap tap tap tap tap tap…

    • Bahan baku karet atau msh berupa pohon karet bung peu? Tp jualan bakso nya masih kan?

      • msh dong.. eh bung edo mau karet mentah g? noh minta sama bung jimmy soale komisinya bkn uang tp karet mentah..hihihi

        • Memangnya sdh deal kang peu? Kan msh tahap negosiasi sm negosiator handal yg dimiliki oleh pemerintah indonesia kang peu? Semoga bs cpt deal ya, btw tp karet utk apa yah kang? Mending ane minta baksonya akang peu aja dah 5 mangkuk…boleh ga? Hihihi

        • itu pasti deal lah ..cuma lg nunggu waktu yg tepat untuk di umumkan ke publik..kalo blm ada pembicaraan yg mengarah kesana g bakalan ada berita ini..bisa rame dunia perbullyan..ssssttttt ..tuh bung jimmy lg senyum sammbil goyang dangdut..

  10. Sabar atuh bung, beli jet tempur terbaik diperlukan waktu dan dana yg ga sedikit!, jika sabar menanti su35 segera tiba dimari… peace 🙂

  11. Beli su35 ngeteng kyk beli rokok samsu aja udh bikin tetangga Selatan panas dingin bung iwan, jadinya merengek ke mamarika ngebet beli f 35 / f22 raptor + tempatin marine di darwin…

  12. Expor Yamaha Nmax ke Rusia dtmasuku katanya cwe Rusia demen sma Yamaha Nimax

  13. Dark Rider/Legion si sales Gripen pasti panas mendengar pembelian sukhoi cara gini, akankah Gripen NG di tukar komoditas sembako, kelapa sawit, coklat, kopi, teh

  14. Lanjutkan pak kami mendukungmu…

    Selanjutnya barter S-400, Berive 200, mi28 Ama produk2 dlm negeri Tebu, Kopi / kelapa sawit mumpung lagi lesu di pasar eropa

  15. Hehehe abis mau gmn lagi?.. 🙁

  16. kang kabayan Iteng teh kemana?

  17. kalo satu unit SU di tuker bakso si pete dapet brapa mangkok ya ?

  18. jualan bakso sy udh melalui berbagai cobaan neng cintia…g ush kuatirkan soal rasa…makanya neng cintia beli dong bakso sy..hihihihi

  19. Mbeeekkk Ini Udah Sepaket Sama Senjatanya Mbeeekkk Klau Gk Percaya Tanya Aja Sama Si Miaaaawww Atau Tukang Baksooo…

  20. hidup rudallll……. rudallll. hidup….muehehehehe

  21. mang, tolong kasih translatenya donk
    biar kami2 yg d luar jawa barat ngerti artinya

  22. Kalau via imbal dagang ,TOTnya dapet gak?

  23. Aduh…. pemburu Janda…. xixixi

  24. kalo dah deal kirim satulah buat ikut di ultah TNI 2017

  25. Seenggaknya kita dibikinin depohar kek disini biar ga bolak balik kirim ke rusia buat perawatan

 Leave a Reply