Jul 042017
 

Sniper Militer Suriah (Abkhazian Network News Agency)

Jakarta – Menteri Dalam Negeri telah meminta pemerintah daerah untuk turut memantau warga negara Indonesia yang pulang dari Suriah.

Permintaan ini sekaligus menindaklanjuti harapan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Polisi Suhardi Alius kepada Pemerintah daerah agar membantu meningkatkan pencegahan gerakan-gerakan terorisme di daerah.

“Sehubungan dengan yang disampaikan Kepala BNPT tentang permohonan kepada Kepala Daerah untuk melakukan pembinaan terhadap WNI yang pulang Suriah, Kemendagri telah membuat 3 kali Radiogram dan mengirimkannya kepada Bupati dan Wali Kota yang dimaksud,” kata Tjahjo melalui pesan singkat yang diterima pada Senin 3-7-2017  di Jakarta.

Menurut Tjahjo Kumolo, dalam pesan tertulis resmi yang dikirimkan melalui radio tersebut, Kemendagri sudah meminta kepada Kepala Daerah dan jajaran Pemda, yakni Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), untuk turut memantau serta mendata warga yang baru pulang dari Negara tempat kelompok radikal ISIS bermarkas tersebut.

Tjahjo juga berpesan kepada Pemda untuk mengkoordinasikan permintaan pengawasan tersebut dalam forum koordinasi pimpinan daerah (Forkompimda) tingkat Kabupaten dan Kota.

“Sebagaimana kasus Gafatar dulu, sewaktu akan dikembalikan ke daerah dan dikumpulkan di Cibubur, Kemendagri mengundang Kepala Daerah untuk menjemput warganya. Dengan demikian mereka mengetahui warganya tinggal dimana setelah dikembalikan ke daerah asal, yang dapat mempermudah memantau warganya tersebut,” jelasnya dilansir Antara, 4/7/2017.

Kepala BNPT Suhardi Alius mengatakan hingga sekarang pihaknya mencatat, telah ada ratusan WNI yang pulang dari Suriah, yang sudah menyebar di seluruh pelosok Tanah Air Indonesia.

Terkait dengan itu, Kepala BNPT menilai pendatang tersebut perlu mengikuti program deradikalisasi terlebih dahulu, sebelum dipulangkan ke tempat tinggal masing-masing.

Selain itu, Suhardi juga meminta Pemda turut memantau kegiatan WNI yang pulang dari Suriah.

Bagikan:

  4 Responses to “Mendagri Minta Pantau WNI Pulang dari Suriah”

  1.  

    yg baru pulang dr irak-suriah bilang kami korban isis,, padahal mereka ingin meyebar paham radikal., jgn ketipu.

  2.  

    Memang bisa pantau 24 jam? Saat tidur dan masuk toilet apa juga perlu dipantau siapa tahu didalam rakit bom ato bisa jadi dibawah toilet ada bungker.

    Kesalahan pemerintah kenapa dulu awalnya gak keluarkan larangan pergi ke negara konflik seperti suriah irak, dengan begitu ketika mereka balik kembali ke indonesia ada alesan untuk menangkapnya minimal karena melanggar larangan.

    Klo sdh begini saya kira pemeintah perlu tiru kebijakan mr trump dg melarang orang dari negara konflik suriah irak masuk indonesia, demi keamanan nasional.

  3.  

    Yang pulang dari China belajar ajaran mao tse tung dan deng xiaoping dipantau juga dong sama Depdagri…

  4.  

    Jangan sampe kecolongan :ngacir:

 Leave a Reply