Des 092017
 

ilustrasi : Pesawat Mig 17

Banyumas, Jakartagreater.com – Berawal dari digelarnya hari Bhakti TNI AU ke 70 di Kota Banyumas, dan Permintaan Bupati Banyumas Ir. Achmad Husein kepada Kasau tentang peningkatan minat kecintaan dirgantara kepada generasi muda kota Banyumas. Bupati Banyumas saat itu meminta orang nomer satu di TNI AU Marsekal Hadi Tjahjanto untuk dapat dibangun monumen Pesawat yang berada di jantung kota Banyumas, Jawa Tengah.

Setelah sekitar 6 bulan secara administrasi dan prosedur dipenuhi akhirnya tanggal 7 Desember 2017 pesawat Mig 17 Fresco buatan Mikoyan Gurevich, Rusia yang sudah purna tugas akan diabadikan di kota Banyumas.

Dipilihnya pesawat ini salah satunya karena pesawat ini mewakili kejayaan AURI tempo dulu (TNI AU) tahun 1960 dan secara kebetulan orang tua Kasau Marsekal Hadi Tjahjanto juga berasal dari kota Banyumas dan pernah mengabdikan diri bersama pesawat Mig 17 sebagai seorang teknisi.

Komandan Skatek 022 Letkol Tek Sidik Dani BN ST, MM. M.AP menuturkan bahwa Pesawat MIG 17 ini adalah gambaran kejayaan negeri kita terutama TNI AU. “Saya berharap dengan hadirnya pesawat ini di Kota Banyumas dapat dijadikan sumber inspirasi bagi pemuda-pemuda Banyumas”. Kehadiran pesawat ini nantinya dapat meningkatkan inspirasi cita-cita generasi muda di kota Banyumas.”

Menurut Kepala Proyek pergeseran Pesawat Mayor Tek Zulkifli Effendi ST., yang sehari hari juga menjabat sebagai Kadishar Skatek 022 Lanud abd saleh Malang, mengatakan “rencana jarak yang akan ditempuh sejauh 466 km ditempuh dalam waktu 21 jam dan akan melintasi kurang lebih 15 kota besar dengan rintangan kemacetan dan hujan.

Namun kita akan beristirahat ditempat-tempat strategis yang kita lewati seperti sekolah tempat lapang dan apabila memungkinkan didekat keramaian.  Tetapi tidak menganggu pengguna jalan yang lain” jelas Mayor Tek Zulkifli Effendi ST.

Pesawat Mig 17 Fresco merupakan pesawat dengan pilot tunggal yang mempunyai Maximum speed : 1,144 km/h at 3,000 m (711 mph at 10,000 ft (3,000 m), dengan bobot Loaded weight : 5,354 kg (11,803 lb), dengan dilengkapi afterburner (7,440 lbf), semacam pembuangan gas yang berada dibelakang pesawat. Masih menurut Mayor Tek Zulkifli kita akan menggunakan 1 kendaraan kountener, treller, crane dan operasional.

Kita akan menempuh jalan Malang-Japanan-Mojokerto-Jombang-Nganjuk-Madiun-Solo-Klaten-Yogyakarta-Purworejo-Gombong Sumpyuh-Banyumas. Sepanjang perjalanan kita juga akan melaksanakan pengenalan kepada para siswa dan anak-anak sekolah untuk menggugah minat cinta dirgantara.

Pesawat Mig 17 merupakan pesawat baru buatan Rusia yang didatangkan untuk mengatasi perebutan Irian Barat oleh Belanda. Tetapi demikian misi yang akan dilaksanakan ternyata tidak terjadi karena Belanda ketakutan dengan kekuatan udara Indonesia yang berada di nomer 4 dunia pada waktu itu.

Indonesia saat itu mempunyai 49 jenis Mig antara lain Mig 15 Fogot, Mig 17 Fresco Mig 21 Fishbed dan TU 16. Semua pesawat ini merupakan pengadaan tahun 1960 an.

Selesai pengabdiannya tahun 1969. Pada saat kejayaan TNI AU telah mempunyai 49 Mig 17, mempunyai 30 Mig 15 dan mempunyai 15 UTI. Kejayaan itulah yang mengurungkan niat Belanda untuk menguasai Papua. Dalam perang Trikora. (tni-au.mil.id).

 

Bagikan:

  51 Responses to “Mendatangkan Pesawat Mig 17 untuk Kecintaan Dirgantara”

  1.  

    Belanda ketakutan dan mundur dari Papua karena membludaknya alat militer Uni Sovyet yg datang ke Indonesia menjelang Trikora……

    Tapi ada yg bilang…….. Holland dengan terpaksa menyerahkan tanah Papua karena di ancam sama Amirikiya yang akan menghentikan program Marshall Plan di Holland alias renovasi Eropa/Belanda paska Perang Dunia ke-2…

    Dan ada juga yg bilang ……. British srbagai salahsatu jagoan PD II, menegur Ratu Belanda untuk tidak ikut2an mem-bule-kan wilayah Asia-Pasifik kecuali di daerah Afrika…..

    Nah… menurut versi anak buah bang Najib, bule Londo pergi dari Papua karena takut sama Bambu Runcing…

  2.  

    Itu Pesawat Menjadi Slh Satu Saksi Kenapa Kita Di Embargo Oleh Soviet.

  3.  

    Mig-17 unjuk gigi di perang vietnam… di mari ga ada yang berani mencoba2 termasuk belanda…

    •  

      Hmm…mig-17 kita juga ga berani nyatronin belanda dipapua mas yuli

      Hanya P-51 mustang, C-47 dakota dan herkules yang brani menyusup kesana.

      Alasannya, karena pangkalan mig-17 di morotai terlalu jauh dr papua…bbm-nya mig-17 gak bakalan menjangkau papua, sementara lanud2 dipulau2 yang lebih dekat dg papua, landasannya kurang panjang utk didarati mig-17 (lanud di ambon, saumlaki dan bandaneira).

      Jaman itu pemikiran rasional ttg kesiapan sesungguhnya dr pasukan kita utk menggempur langsung belanda di papua, tidak mendapat tempat dihati Bung Karno.

      Setelah tjd peristiwa laut aru…Pak Suryadarma yang minta tambahan waktu 3 bulan (sebelum menggempur langsung ke papua) utk menyiapkan operasional dilapangan spy: memperpanjang landasan dipulau2 terdekat dg papua, mendorong logistik (bbm, sparepart, bengkel teknik dll), melatih pasukan kopasgat teknik bertempur&bertahan hidup dihutan dan mengantisipasi kekuatan belanda yang diback up seato yang sewaktu2 bisa menyerang balik jakarta dg kapal induknya)….justru diberhentikan oleh Bung Karno krn dianggap tidak bisa bekerja sama dg Nasution&Martadinata yang menyanggupi menyerbu papua sesegera mungkin.

      Aroma ABS tanpa perhitungan matang sangat mencolok saat itu….beruntung tak lama kemudian blanda menyerahka papua kepangkuan RI

      •  

        dengan kenekatan model TNI masa itu, bukan karena ga berani bung Hari, jelas untuk infrastruktur yang belum memadai dan mendukung menjadi alasan utama belum ada serangan kesana… jika terjangkau saya yakin bakalan lebih ngawur dan menakutkan…

        •  

          Itulah kenapa saya ambil kutipan dr buku Pak Suryadarma…waktu itu tokoh2 yang berpikiran rasional dg latar belakang pengalaman militer justru dipinggirkan oleh sikap ABS, ingin menonjolkan diri dan. gunting menggunting rantai komando yang justru memperlemah kekuatan kita.

          •  

            tapi ya wajar lo bung Hari, masa itukan pak Sukarno sudah menua, dan rantai komando pimpinan cepat atau lambat akan berganti makanya banyak yang carmuk… boss saya dulu saudaranya banyak yang masuk jadi anggota dan selalu dibilangin sama ortunya supaya jangan menjadi angkatan bersenjata (mungkin di era tahun 80-90an), karena di angkatan bersenjata menjadi mainan politik berat… dia minta anak2nya masuk jadi polisi saja, tidak ada gejolak politik yang masuk disana waktu itu…

    •  

      perasaan pesawat tempur yang ada giginya cuma tukino bung

  4.  

    Panglima TNI yg baru mengungkap tantangan kedepan :
    1. Perubahan tatanan dunia baru
    2. Cyber crime
    3. Terorisme
    4. Bangkitnya kekuatan cina
    5. Keamanan didaerah perbatasan&pulau terluar (penyelundupan narkoba, barang, manusia dan illlegal fishing)

    “…kalo udah begini naga-naganya bung agato dan GI bakal menang banyak” (hari, 2017)

  5.  

    Saya barusan mampir ke blog nya GI, lagi bikin cerita loo disana… fiksi perang, saya bingung kenapa sebuah blog militer yang mewakili sebuah produk supremasi udara malah membuat cerita fiksi perang….

  6.  

    Sehubungan dengan bangkitnya kekuatan China (ekonomi dan militer) :

    Kita membutuhkan banyak kapal korvet yang disebar di Laut Natuna Utara sebab berdekatan dengan daerah sengketa di sebelahnya.

    Kapal korvet kita masih sangat kurang, walaupun Parchim bisa menghadapi kapal selam dan kapal permukaan namun persenjataan arhanud pada kapal ini sangat kurang.

    Selain itu kapal Parchim pun bakal pensiun sehingga dibutuhkan korvet pengganti dengan jumlah yang sama.

    Dalam imajinasi saya,

    Ukuran korvet ini :

    LOA : 90 meter panjang
    Beam : 12 meter lebar
    Height : 7,2 meter tinggi geladak

    Displacement : 1687,5 ton.

    persenjataan korvet baru ini sebagian diambil dari Parchim namun dengan pembaharuan pada persenjataan arhanud seperti :

    Oerlikon Millenium Gun sebagai main gun

    Di belakang Oerlikon ini ditaruh :
    2 x 4 unit VL Mica (seperti disain Sigma 6110) 4 VL Mica di sebelah kanan dan 4 VL Mica di sebelah kiri.
    Secondary gun ditaruh di belakang : 2 unit Oto Melara 30 mm Marlin.

    ASW :
    1 x RBU-6000 ex Parchim diletakan di tengah (seperti pada desain Project 23420) di antara VL Mica.
    2 x triple tube Mk32 dengan isi MU90 sebagai torpedonya di letakan di tengah lambung kapal di kanan dan kiri.

    Anti kapal permukaan :
    2 x 2 NSM namun optional bisa ditambah jadi 2 x 4 NSM.

    Radar dan support : Thales NS-100, Indera LPI, 2 x Ceros 200, ES3701.

    Sonar : ATLAS ASO 94.

    Decoy : SRBOC Sea Gnat,
    Torpedo decoy : SLQ-25 NIXIE atau yang sejenis yang lebih murah.

    Diadakan 14 unit dulu di galangan kapal lokal cukup dengan 14-16 trilyun rupiah atau USD 1067,5 juta.

    Itu hanya imajinasi saya berdasar hitungan prediksi biaya masing2 item.

  7.  

    Unik-unik yah nama-nama jet tempur buatan rusia : mig-15 fogot, mig-17 fresco, mig-21 fishbed, dll

    Tapi yang paling berkesan buat bung pragota cuma 2….mig-15 UTI dan mig-19 YANGKUNG, xixixixi

 Leave a Reply