Jul 282013
 
Presiden SBY meninjau Pasukan Kostrad

Presiden SBY meninjau Pasukan Kostrad

Bulan Agustus 2013, diperkirakan terjadi pergantian Panglima TNI, karena Laksamana Agus Suhartono akan pensiun per tanggal 1 September 2013. Panglima TNI Agus Suhartono telah memberi clue, siapa kandidat terkuat penggantinya nanti, dalam beberapa kesempatan wawancara dengan wartawan.

Kemungkinan terkuat adalah KSAD Jenderal TNI Moeldoko, karena kepemimpinan TNI pasca Laksamana Agus Suhartono, menjadi jatah TNI AD. Posisi KSAD yang akan kosong ditinggalkan Jenderal Moeldoko, diperkirakan diisi oleh Letjen Muhamad Munir yang kini sebagai Wakil KSAD.

Dengan demikian posisinya adalah: Panglima TNI diisi olehJenderal Moeldoko alumnus terbaik Akademi Militer 1981 peraih bintang Adhi Makayasa, lahir 6 Juli 1957 di Kediri, Jawa Timur. Sementara KSAD diisi oleh Letjen M Munir, Akmil lulusan Angkatan 1983, Mantan ajudan Presiden SBY yang  lahir di Kendal, Jawa Tengah, 28 Oktober 1958.

Kapolri Jenderal Timur Pradopo menyapa Polisi Cilik di Monas, Jakarta, 29/6/2013. (photo: Adi Suhendi/Tribunnews.com)

Kapolri Jenderal Timur Pradopo menyapa Polisi Cilik di Monas, Jakarta, 29/6/2013. (photo: Adi Suhendi/Tribunnews.com)

Pergantian Kapolri

Dijajaran Polri juga akan terjadi pergantian karena Kapolri Jenderal Timur Pradopo memasuki masa pensiun Januari/Februari 2014. Siapa pengganti Jenderal Timur Pradopo ?. Saat ini ada 6 jenderal bintang tiga di jajaran Polri, ditambah satu dari BNN. Mereka adalah:

Wakapolri Komjen Nanan Soekarna,
Irwasum Komjen Imam Sudjarwo,
Kabaharkam Komjen Oegroseno,
Kabareskrim Komjen Sutarman,
Kabaintelkam Komjen Suparni Parto,
Kalemdikpol Komjen Budi Gunawan,
Kalakhar BNN Komjen Anang Iskandar.

Presiden SBY tampaknya tidak jadi mempercepat pergantian Kapolri di bulan Agustus 2013, karena belum terlihat tanda-tandanya. Kemungkinan akan melakukannya di awal tahun 2014, di saat Kapolri Timur Pradopo pensiun.

Jika pergantian Kapolri dilakukan awal tahun 2014, maka kandidat pengganti Kapolri, akan berubah dari 7 nama jenderal bintang tiga di atas.

Wakapolri Komjen Nanan Soekarna akan pensiun akhir bulan ini, sehingga ada posisi bintang tiga yang kosong. Posisi Wakapolri yang kosong diperkirakan diisi oleh Kabaharkam Komjen Oegroseno.

Dengan naikknya Komjen Oegroseno ke posisi Wakapolri, maka posisi Kabaharkam Polri akan kosong. Kemungkinan Posisi Oegroseno akan diisi oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Putut Eko Bayu Seno yang naik menjadi bintang tiga.

Komjen Oegroseno juga akan pensiun pada Januari 2014. Dengan demikian ada satu lagi posisi bintang tiga yang kosong, sebelum Kapolri pensiun pada Februari 2014. Perwira Tinggi Polri yang diperkirakan layak naik pangkat dan menyandang bintang tiga adalah Asisten Operasi Kapolri Irjen Badrodin Haiti.

Jika Presiden SBY melakukan pergantian Kapolri dalam waktu dekat, maka calon kuatnya adalah Kabareskrim Komjen Sutarman. Calon Kapolri harus memiliki sisa masa bakti 2 tahun, sejak diangkat menjadi Kapolri. Jika pergantian Kapolri dilakukan Agustus/ September, Komjen Sutarman masih memiliki masa bakti 2 tahun lebih.

Namun jika pergantian Kapolri dilakukan Januari atau Februari 2014, maka perhitungannya akan bergeser, yakni diambil dari pangkat bintang dua yang sebentar lagi menggantikan bintang tiga yang pensiun.

Jika pergantian dilakukan awal 2014, maka calon kuat Kapolri adalah Kapolda Metro Jaya Irjen Putut Eko Bayu Seno (Akpol 1984) dan Asisten Operasi Kapolri Irjen Badrodin Haiti (Akpol 1982).

Irjen Putut Eko Bayu Seno merupakan mantan ajudan Presiden SBY 2004-2009, sementara Irjen Badrodin Haiti adalah peraih Adhi Makayasa, yakni Akpol terbaik di angkatannya. Irjen Putut Eko Bayu Seno merupakan calon kuat Kapolri, karena dia juga menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya. Posisi Kapolda Metro Jaya akan menjadi salah satu alat ukur, apakah posisi itu bisa diemban dengan baik atau tidak.

Dalam pergantian Panglima maupun Kapolri, biasanya memangkas/ melewati beberapa angkatan di bawah Panglima atau Kapolri, demi regenerasi yang tidak mandeg di tubuh TNI-Polri.

Tulisan ini hanya perkiraan semata. Siapa nanti yang menjadi Panglima TNI dan Kapolri ?. Kewenangan sepenuhnya berada di tangan Presiden SBY. (JKGR).

  4 Responses to “Menebak Panglima dan Kapolri Baru”

  1. Menurut saya, yg panglima tni jenderal.moeldoko orangnya tegas , integritas thdp negara bagus, klo kapolri itu cocok kabaintel komjend suparti parto. Menurut info yg sy dpt, integritasnya bagus, jujur, dan sholeh , dia 2 thn lalu mewakafkan tanah dan membuatkan masjid yg megah di tempat kelahirannya dgn keiklasannya dan minim publikasi (maksudnya minta diliput sm media) krn figur kapolri yg cocok adl tegas, jujur, pintar , mengayomi, sholeh dan bersih dari korupsi.
    Maaf ini cuman usul aja.
    Yg lebih penting lg adl pengganti presiden SBY, figur tetap hrs dari militer. Yg tegas, jujur, tdk korup, sholeh, pintar, bijak, dan mengayomi semua golongan masyarakat. Kandidatnya: prabowo, mantan ksad jenderal pramono.

  2. Kabar burungnya
    Pengganti Kapolri adalah pati yang kenyang dengan dunia INTELKAM.
    Sedangkan Irjen Putut Bayu Seno bisa menjadi kuda hitam yang siap sebagai alternatif.

  3. Klo panglima tni sdh jelas, presiden mengirim 1 nama jenderal moeldoko ke DPR RI . Tinggal setuju apa nggak, tp lihat rekam jejak dan karirnya saya yakin disetujui, malah insyaallah dgn aklamasi.
    Klo kapolri saya setuju dgn agan2 diatas, apalagi di media kmrn ada persaingan panas antara bareskim dgn BNN, pastinya mjd catatan RI1.

  4. Secara khusus untuk RI 1 kedepan tentunya harus jujur (bersih, red : org yg bersih biasanya pemberani), pintar (ipoleksosbudhankam & politik Internasional), mempunyai jiwa melayani & mengayomi seluruh tumpah darah Nusantara dan bekerja demi tanah air tanpa pamrih dan tidak mengejar jabatan.

    Namun secara spiritualitas hanya orang yang bisa lelaku 3 perkara ini yang bisa mengemban amanat , yaitu :
    1.Kemurnian (tidak punya maksud apa2 selain hanya melayani Nusantara dan tidak mengejar jabatan atau citra diri)
    2 Kemiskinan (tidak mengambil keuntungan apa2 dan sudah usai dgn hal duniawi) dan
    3 Ketaatan (hanya taat kepada Tuhan Allah semesta yang diwujudkan dengan mampu mendengarkan, memperhatikan dan bertindak konkrit untuk melayani & mengayomi seluruh tanah tumpah darah Nusantara dan bekerja hanya demi semakin baiknya Tanah Air, tanpa pamrih).

    Seorang Tentara bukanlah jaminan dia seorang Satrio paripurna, dari sejarah Indonesia kita bisa membaca dan mengenali para pelaku sejarah biarpun bukan seorang militer namun mempunyai watak satrio dan banyak pula kita saksikan dan baca dari pelaku sejarah yang nota bene katanya Bhayangkari namun terbukti justru tidak punya sikap netepi (memenuhi) kewajiban “dharma” nya sebagai bhayangkari penjaga negeri, justru malah bertindak sebagai bhayangkari kepentingan Luar dan sebagai perampok & penumpah darah rakyat Nusantara nomor 1.

    Negeri ini sudah lama sakit dan terpuruk oleh para nayaka nya sendiri dan kini saatnya bangkit, dan mari kita songsong perubahan menjadi lebih baik tidak lama lagi. Nusantara yang semakin jaya, kuat, dihormati oleh seluruh bangsa2 seluruh dunia dan rakyatnya gemah ripah sejahtera seperti amanat Pembukaan UUD 45.

 Leave a Reply