Mengapa Harus Skuadron 14 ?

74
176
F5 Tiger TNI AU
F5 Tiger TNI AU

Berikut ini adalah daftar lengkap Skuadron TNI AU.

1. Skuadron Udara 12 (Koops I)
Jenis Pesawat: Hawk Mk.109 dan Hawk Mk.209
Lokasi: Pangkalan Udara Pekanbaru

2. Skuadron Udara 1 (Koops I)
Jenis Pesawat: Hawk Mk.109 dan Hawk Mk.209
Lokasi: Pangkalan Udara Supadio

3. Skuadron Udara 7 (Koops I)
Jenis Pesawat: Bell 47G-3B-1 dan Bell 204B
Lokasi: Pangkalan Udara Suryadarma (SDM)

4. Skuadron Udara 6 (Koops I)
Jenis Pesawat: S-58T, NBo105CB, Bell 206, H-500, BK-117
Lokasi: Pangkalan Udara Atang Senjaya

5. Skuadron Udara 8 (Koops I)
Jenis Pesawat: SA330J dan NSA330L
Lokasi: Pangkalan Udara Atang Senjaya

6. Skuadron Udara 2 (Koops I)
Jenis Pesawat: CN235-110M dan F27-400M
Lokasi: Pangkalan Udara Halim Perdanakusumah

7. Skuadron Udara 17 (Koops I)
Jenis Pesawat: B707-3MIC, F27-400M, F28-1000/3000, L100-30, C-130H-30, NAS332L-1
Lokasi: Pangkalan Udara Halim Perdanakusumah

8. Skuadron Udara 31 (Koops I)
Jenis Pesawat: L100-30 dan C-130H-30
Lokasi: Pangkalan Udara Halim Perdanakusumah (HLP)

9. Skuadron Pendidikan 101 (Koops I)
Jenis Pesawat: AS202/18A-3 dan T-41D
Lokasi: Pangkalan Udara Adi Sucipto

10. Skuadron Pendidikan 102 (Koops I)
Jenis Pesawat: T-34C dan KT-1
Lokasi: Pangkalan Udara Adi Sucipto

11. Skuadron Udara 3 Elang Biru (Koops II)
Jenis Pesawat: F-16A dan F-16B
Lokasi: Pangkalan Udara Iswahyudi

12. Skuadron Udara 14 (Koops II)
Jenis Pesawat: F-5E dan F-5F
Lokasi: Pangkalan Udara Iswahyudi

13. Skuadron Udara 15 Team Jupiter (Koops II)
Jenis Pesawat: Hawk MK-53
Lokasi: Pangkalan Udara Iswahyudi

14. Skuadron Udara 4 (Koops II)
Jenis Pesawat: NC212M-200
Lokasi: Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh

15. Skuadron Udara 32 (Koops II)
Jenis Pesawat; C-130B, KC-130B (versi tanker), C-130H
Lokasi: Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh

16. Skuadron Udara 5 (Koops II)
Jenis Pesawat: B737-2X9
Lokasi: Pangkalan Udara Hasanuddin

17. Skuadron Udara 11 (Koops II)
Jenis Pesawat: SU-27SK, SU-30SK, A-4E, TA-4H, TA-4J.

Sesuai dengan judul yang saya ambil, di sini saya hanya akan menyoroti skuadron tempur yang dimiliki TNI AU saja. saat ini TNI AU telah mengoperasikan 7 skuadron tempur dan akan terus ditambah jumlahnya hingga 4 skuadron yang nantinya akan berjumlah 11 skuadron dalam jangka waktu 2019 hingga 2024.

Dari penambahan 4 skuadron tersebut, tentunya TNI harus berupaya memenuhi segala kekosongan armada tempur yaitu masing-masing skuadron berisikan 16 unit pesawat tempur X 4 skuadron yaitu 64 unit. tidak lupa pula ada beberapa pasawat tempur kita yang akan melepas masa baktinya diantara lain F5 Tiger serta yang akan menyusul pesawat jenis Hawk harapannya tentu masing-masing 1 skuadron berarti perlu 32 unit ditambah 64 unit berarti total kebutuhan pesawat tempur baru ialah 96 unit.

Saya lebih tertarik menyoroti tentang skuadron tempur 14 yang dimana saat ini berisikan skuadron F5 Tiger, lalu apa menariknya?

Baru-baru ini kita telah mengadakan tender untuk pengganti F5 dan luar biasa antusiasme pabrikan pesawat tempur yang mengikuti tender tersebut bahkan bukan main-main paket TOT serta beberapa paket penunjang seperti pesawat radar pun tidak luput diikit sertakan, luar biasa bukan ambisi untuk memenangkan tender ini.

Pesawat F-5 Tiger TNI AU
Pesawat F-5 Tiger TNI AU

Fungsi Skuadron 14.

Skuadron ini memiliki fungsi sebagai skuadron buru sergap bisa dikatakan juga skuadron yang paling memiliki efek gentar yang cukup tinggi akan tetapi tanpa mengeyampingkan fungsi dari skuadron lainnya yang tentunya tercipta karena buah hasil pemikiran para ahli strategi tempur kita.

Su-35
Su-35

Yang menarik di sini ketika bagaimana pemerintah kita harus memutar otak untuk penghuni skuadron 14, yang akhirnya memilih Sukhoi 35 sebagai skuadron paling mematikan di jagat asia-pasific. Bukan tanpa hambatan dalam hal pengadaannya. Ada banyak godaan seperti tawaran TOT yang menggiurkan guna menunjang IFX, dan juga hambatan dari oknum2 yang memang ada maksud di balik menentangnya pengadaan alutsista mematikan tersebut. Akan tetapi dengan begitu lantang KASAU, KEMENHAN dan Pemerintah mengatakan Sukhoi 35 lah yang paling pas untuk mengisi skuadron tersebut meski diberitakan hanya 12 unit, tapi ke 12 itu datang dengan armament yang tidak tanggung dan siap turun ke medan laga.

Salut dan bangga akhirnya kita lolos dari jebakan Batman yang tidak ingin kita superior menguasai matra udara.

Jayalah Negeri Ku, Makmurlah Bangsa Ku, Amin.

Salam,

Boldun

74 COMMENTS

      • Ini bukan tentang irit atau boros bahan bakar bung Yonhap…Apakah anda masih berpikir bahwa TNI mestinya memborong alutsista blok barat guna menghadapi China dalam konflik LCS???
        Saya rasa bukan demikian kondisinya…Hal yang nyata terjadi saat ini adalah Indonesia telah,sedang dan akan dikelilingi oleh pangkalan militer Amerika dan sekutunya…Menjadi hal yang sangat lucu ketika TNI justru unjuk kekuatan ke Amerika menggunakan alutsista buatan amerika itu sendiri…bagi saya cukuplah Indonesia menantikan Upgrade F-16 hibah selesai diupgrade dan dikirim ke Indonesia…in the meantime,sebaiknya pemerintah mengarahkan pandangan ke Rusia untk mengisi arsenal2 tempur TNI dengan pesawat yg mempunyai detterent efek buat blok barat…
        Masalah China???For me,it’s not a big deal,karna ular yang sesungguhnya adalah mereka yang membangun pangkalan militer mengitari NKRI dan kemudian mengarahkan laras senapannya kearah Ibu pertiwi…So,welcome SU-35,suara bising semburan mesin gaharmu akan meraung2 diatas langit khatulistiwa sementara teman padananmu IFX akan melengkapi diri agar tak malu bersanding beriringan denganmu…

  1. Sesungguh nya jumlah sukhoi 35 kita masih misteri memang yang di publis jumlahnya 12
    Dan skwadron pun ada beberapa sisa peninggalan jaman dulu yang sudah mulai di perbaiki/di aktifkan kembali bahkan ada juga yang di kalimantan
    Pertanyaannya pespur jenis apakah yang akan mengisi skwadron ini nantinya ??
    Mungkin bung TT dan bung TI PhD bisa membantu untuk informasi nya…

  2. Setau saya bung jalo ga pernah ato sangat jarang bwt koment hoax lahh.. tapi klo narayana memang tukang ndoboss.. makanya kabur ato ganti id yg anehnya banyak yg jadi pengikut paham A1 nya.. para tukang hoax/bohong pasti akan terhakimi oleh waktu.

  3. Hehehehehehehe… Tau ada penyusupan dan blackflight hanya dari media aja dah pada sok tau…huahahahahahha….. Berita2 spt itu tdk akan beredar jika tdk ada strategi dibaliknya…rahasia militer bukan sekedar rahasia negara bung..hehehhehehehehe… Yg pada indik2 dan menyadap pake teknologi tinggi saja masih pada pusing apalagi ini yg teriak2 hoax2.. Disimak dan dianalisa sendiri saja. Sesuai kemampuan nalar anda tanpa hrs menghakimi org lain krn anda bung tdk lbh tau dari yg lainnya…ingat Air beriak tanda tak dalam..bini teriak tanda terlalu dalam…wkwkwkwkkwkwkk

  4. supaya yg lain semangat bikin artikel ane absen nih di artikel bung Boldun biar rame, secara fungsi jls beda su 35 sama F5, mgkin ada pergeseran titik sergap krna akhir2 ini yg sering klayapan Su 27 Makasar, imo

    • Setuju bung, saat ini skuadron sergap terbagi dua antara utara dan selatan yaitu makasar dan madiun saat ini yang paling resek sonora memang, semoga kedepan terbagi 4 skuadron penyergap utara, selatan, timur dan barat.

  5. Benar Su35 adalah pilihan tepat untuk mencapai supremasi udara saat ini ditengaj awan konflik yg semakinnmendekati Aspac…hanya pesawat ini yg bs menjadi antidote semua tantangan udara minimal 10 tahun kedepan…tapi jangan lupa ini era gen 5…kita tdk boleh berpuas diri karena apapun yg bs kita beli tetangga kita jg bs beli…jangan alihkan pandangan kita dari proses kemandirian yg sedang kita rintis…seperti kata Pak Bibie…kita tdk akan bs membayar semua kebutuhan udara kita dengan semua beras yg kita miliki…kita harus mampu membuatnya sendiri…jangan pikir Rusia akan memberikan karya terbaiknya secara cuma cuma…mereka juga sama dengan barat memiliki kepentingan atas kemandirian kita…semua produsen senjata ingin menjadikan pembelinya konsumen sejati…tinggal kita saja yg harus jeli dalam membeli dan tawar menawar…bukan membeli yg paling murah atau canggih tapi membeli yg menawarkan kemandorian di masa depan…hanya sekedar mengingatkan di tengah eforia Su35 loh…?

  6. yg sdh ada total 7 ska tempur …
    yg termuda 1 ska tempur SU27/SU30 alias msh punya umur panjang.
    yg 6 ska sdh mulai masuk usia MPP alias mo pensiun.

    rencana 11 ska tempur …
    yg 1 ska msh muda.
    jadi perlu 10 skadron pespur gress.

    kalo 1 ska isi 18 fighter.
    maka msh perlu 180 unit fighter baru … !!!
    semoga terealisasi dlm 5 thn ke depan.

    • Kalo saya SU 35 cukup maks 4ska aja ( sumatra jawa kalimantan dan makassar).. Yang lain 8ska (2 di setiap induk pulau tadi) bisa diisi yg light seperti F16, gripen dan kfx kedepannya.. Cm sebenernya tni al juga pnya 2 Ska jet tempur untuk defance dan attack peperangan laut (1 surabaya dan 1 nunukan).. Bisa ambil f15 atau mig29K dan heli di tiap korvet n freagate.. Membangun 12 landasan militer kelas C lengkap dengan skyshield dan gudang avtur..

    • yang jelas pesawatnya bisa ngebut buat ngejar dan juga ga kalah menakutkan kemampuannya sama pesawat yang nerobos, kan kebayang kalo yang nangkep atau yang nyegat ga bisa ngebut lalu sudah bisa ngebut malah cuma melongok kalah otot sama yang nerobos

  7. Bung2 sekalian. Kenapa sih anda2 itu kok selalu mengikuti mainstream dunia luar sono. Yg selalu memposisikan bahwa diri mereka yg terkuat berdasarkan jumlah jet tempur yg mereka miliki.???
    Ada yg ingin saya tanyakan kepada saudara2 sekalian.
    Apa masih berani negara2 pemilik skuadron yg banyak itu nyerang negara yg alur pesisirx atw mainlandx di banjiri dgn alutsista berbasis darat dan laut yg berwujud SAM. Patriot, Aster, S 400 apalagi Barak 8 dll…??? Apalagi jika di combo dgn CIWS.

    Bandingkan selisih harga dari 2 arsenal tsb.
    Asu aja keder kok cm dgn di pasangx S 400 di Syria. Blm jg di tambah Pantsir atw BUK yg gentayangan.

    Jiwa Ksatriya

      • Tentu kita gak juga terlalu bergantung pada pertahanan berbasis mainland.
        Karna dalam poros maritim TNI AL harus bisa bertindak sebagai pemain dominan di area negeri kita yg sebagian besar di dominasi lautan.
        Makax akan lebih bagus kalau arsenal SAM berbasis KRI jg ikut serta bertindak sebagai “Pagar Terluar” negeri ini.

        Jadi, penguatan arsenal SAM berbasis Mainland dpt berfungsi sebagai metode Defensif, dan SAM berbasis KRI dpt berfungsi sebagai AKTIF Defence.
        Sedangakan penguatan jet tempur akan membuat membuat kita masuk ke fase Striker.
        Tp untuk itu, modernitas radar2 OTH harus menjadi perihal wajib sebagai alat deteksi dini.

        Jiwa Ksatriya

  8. Benar Su35 adalah pilihan tepat untuk mencapai supremasi udara saat ini ditengaj awan konflik yg semakinnmendekati Aspac…hanya pesawat ini yg bs menjadi antidote semua tantangan udara minimal 10 tahun kedepan…tapi jangan lupa ini era gen 5…kita tdk boleh berpuas diri karena apapun yg bs kita beli tetangga kita jg bs beli…jangan alihkan pandangan kita dari proses kemandirian yg sedang kita rintis…seperti kata Pak Bibie…kita tdk akan bs membayar semua kebutuhan udara kita dengan semua beras yg kita miliki…kita harus mampu membuatnya sendiri…jangan pikir Rusia akan memberikan karya terbaiknya secara cuma cuma…mereka juga sama dengan barat memiliki kepentingan atas kemandirian kita…semua produsen senjata ingin menjadikan pembelinya konsumen sejati…tinggal kita saja yg harus jeli dalam membeli dan tawar menawar…bukan membeli yg paling murah atau canggih tapi membeli yg menawarkan kemandorian di masa depan…hanya sekedar mengingatkan di tengah eforia Su35 loh…?

  9. Ikut nangkring komen ah , maaf sebelumnya kepada Bung Diego sudah beberapa hari ini komen saya gak muncul, namun saya yakun kendala tsb akan segera diatasi
    1. Itu yg diatas kenapa komentarnya pake (Tong) ayolah kawan bukan begini cara warjag berkomen kata-kata dlm tanda kurung seperti di situs K*skus dan mereka tidak menghormati pendapat masing-masing pribadi, gunakanlah kata-kata yg pantas, kalian tentu sudah dewasa kan??
    2. Atas dasar pertimbangan dari pihak User akhirnya pemerintah akan mengakuisisi Su 35 yg dianggap cocok untuk wilayah Indonesia, nah pertanyaanya dgn pembelian 12 Su 35 ToT apa yg didapat? Ini masih sulit di nalar. India yg beli Su 30MKI harus beli partai besar utk dpt ToT, lah Indonesia 12 biji ToT?? Hehe sepertinya ada hal yg aneh
    3. Yg ini gak banyak, jujur secara pribadi saya sreg dengan Su 35 nah apakah rekan rekan ada pendapat lain??

    • Pagi bung RW,

      1. Sangat sulit meredam uneg2 dan nafsu yang ada dalam benak kita apalagi dalam dunia medsos yang notabene nickname adalah nama samaran jadinya ya asal njeplak gitu bung hehehe…

      2. Sy pernah baca artikel bung yayan mengenai radar SU35 yang akan ditanam di IFX, semoga saja.

      3. Jika ada dana lebih sih sy lebih memilih SU35, rafele, typhoon, gripen dan F22 (dengan alasan untuk menjaga serangan cina)

  10. yang pasti sekarang TNI AU baru memiliki :

    – 16 Pesawat Sukhoi 27/30
    – 10 F-16 block A/B … ( block 15 )
    – 05 F-16 block 25 retrofit ……… ( – ) minus 1 … terbakar …. ( ready 4 pswt ).(. masih kurang 20 )
    – 16 T-50i Golden Eagle
    – 12 Super Tucano … ( masih kurang 4 )
    – 32 Hawk series 100/200/109/209
    – 08 F-5 E/F …… rencana akan diganti dengan 12 sukhoi 35 ( akan ada penambahan 4 sukhoi 35 )

    ======= akan ada penambahan 3 skadron tempur baru ======= 3 skadron IFX ============
    ======= akan ada penggantian 2 skadron hawk series ……. ( smoga T-50 Pak Fa + F-16 Viper )

LEAVE A REPLY