Mengapa Yunani Lebih Memilih Rafale?

Jakartagreater.com – Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis mengkonfirmasi bahwa negaranya akan memperoleh 18 jet tempur Rafale buatan Prancis, yang akan menggantikan pesawat tempur Mirage 2000 era Perang Dingin yang menua, lansir MilitaryWatchMagazine.

Yunani sebelumnya berencana untuk mengakuisisi jet tempur siluman F-35A dari Amerika Serikat, mungkin untuk menggantikan jet Mirage yang sama, tetapi dukungan Prancis untuk Yunani dalam sengketa teritorial dengan negara tetangganya Turki mungkin mengarah pada penghentian pembelian F-35.

Sebelumnya Rafale mengalami banyak kekalahan tender pengadaan, dan dengan biaya 50% lebih tinggi daripada F-35A, pesawat ini hampir tidak dianggap sebagai pesawat yang hemat biaya mengingat kemampuannya yang lebih terbatas. Namun Prancis telah berhasil membuat terobosan ke pasar Yunani dengan menawarkan untuk menyediakan 18 jet tempur Rafale, dimana sebagian Rafale akan dikirim dari inventaris Angkatan Udara Prancis yang ada untuk memastikan jet tempur dapat beroperasi dalam layanan Yunani dalam waktu yang sangat singkat.

F-35, sebaliknya, akan membutuhkan waktu beberapa tahun untuk siap melayani Yunani dengan lebih dari selusin klien yang sudah menunggu pesanan.

Rafale dapat menggunakan banyak infrastruktur pemeliharaan dan senjata yang sama dengan Mirage 2000, dan meskipun lebih lambat dan terbatas untuk terbang di ketinggian yang lebih rendah, Rafale jauh lebih mampu dalam misi udara ke udara dan serangan jarak jauh. Rafale memiliki kelebihan karena radar AESA yang kuat dan senjata rudal Meteor dan SCALP yang mumpuni.

Varian Rafale yang modern diharapkan memberi Yunani keuntungan yang signifikan dalam kasus konflik dengan Turki, dimana Angkatan Udara Turki mengandalkan jet tempur F-16C yang menggunakan teknologi sensor dan rudal yang jauh lebih tua. F-16 Turki saat ini mengandalkan AIM-120B sebagai rudal udara ke udara paling mumpuni – yang memiliki jangkauan sangat terbatas sekitar 80 km dan berasal dari produksi tahun 1990-an. Rudal Meteor Rafale yang teknologinya lebih maju dua dekade dan memiliki jangkauan sekitar tiga kali lipat lebih jauh.

Sementara Rafale cukup untuk memberi unit tempur Yunani keunggulan atas F-16, Turki sebelumnya berencana untuk mengakuisisi lebih dari 100 jet tempur F-35 dari Amerika Serikat yang akan memiliki keunggulan dari jet tempur buatan Prancis. Turki kemungkinan berminat untuk mengakuisisi pesawat tempur Su-35 atau Su-57 dari Rusia, dimana keduanya berukuran sekitar dua kali ukuran Rafale dan bisa menjadi lawan berat dari Rafale.

Rencana Turki untuk memperoleh lebih banyak sistem pertahanan udara S-400 kemungkinan juga akan membuat Rafale kalah bersaing, yang dapat memaksa Yunani dalam jangka menengah atau panjang untuk melanjutkan rencana lama dan mengakuisisi jet tempur F-35A Amerika Serikat untuk berperang di tingkat yang lebih tinggi. Sementara ini, kontrak kecil untuk pesawat tempur Rafale akan memberikan keungulan sementara bagi Yunani dalam periode ketegangan tinggi saat ini.

Satu pemikiran pada “Mengapa Yunani Lebih Memilih Rafale?”

  1. duit wis pas pas an akhirnya kena juga bujuk rayu si perancis. deal beli rafale, jadi siap siap bangkrut Yunani.
    Gara gara Turki, harusnya Perancis kasih fee juga ke Turki karena Yunani jadi beli pespurnya. hhhh..hhhh

Tinggalkan komentar