Aug 112017
 

Video Tes Pesawat N-219 (AVIASI TV) :

Makassar – Wakil Presiden Jusuf Kalla membuka Ritech Expo ke-22 di Center Point of Indonesia, Makassar, Sulawesi Sealtan, Kamis, 10/8/2017 usai menghadiri puncak peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas).

Pembukaan ditandai dengan penarikan pita merah-putih oleh Wakil Presiden didampingi Presiden ketiga Indonesia BJ Habibie, Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani dan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir.

Wapres mendapat penjelasan dari Menristekdikti terkait lini masa perkembangan teknologi di Indonesia sejak 1995 hingga saat ini.

Menristekdikti berharap tahun 2107 bisa mengembalikan kejayaan teknologi Indonesia melalui penerbangan perdana pesawat N-219 karya PT DI dan LAPAN.

“Kita berharap semoga tahun ini kejayaan teknolgi Indonesia dapat bangkit melalui penerbangan N-219,” ujar Nasir.

Menristekdikti Mohamad Nasir beri Penganugerahan Karya Iptek dan Inovasi Nasional di Peringatan Hakteknas ke-22, Makassar, Sulsel, 10/8/2017 (Kemristekdikti)

Wakil Presiden juga menerima penjelasan terkait produk-produk inovasi yang dipamerkan para exhibitor, misalnya: penjelasan terkait Lapan Surveilance UAV-02 (LSU-02), produk inovasi LAPAN, dan prototipe material “smart magnet” Radar Absorbing Material karya BATAN.

Sedangkan di “booth” Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Wapres mendapat penjelasan terkait kapal nelayan baja berlisensi yang terbuat dari pelat baja datar. Kapal ini pula yang diluncurkan oleh Wapres pada acara puncak Hakteknas ke-22.

Ritech Expo merupakan gelaran tahunan dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi untuk mendiseminasikan hasil riset dan produk-produk inovasi karya anak bangsa. Ritech Expo tahun 2017 diselenggarakan di Area Wisma Negara, Center Point of Indonesia, Makassar tanggal 10 sampai 13 Agustus 2017.

Sebanyak 183 booth dengan jumlah peserta 110 instansi terdiri dari dari 15 unit utama Kemristekdikti, 35 perguruan tinggi, 10 balitbangda, 20 kementerian dan lembaga, 20 industri dan BUMN, 10 Asosiasi dan Komunitas mengikuti ekspo ini.

Selain pameran produk-produk inovasi karya anak bangsa juga diselenggarakan berbagai kegiatan menarik antara lain demo produk iptek, seminar iptek, demo sains, temu bisnis, dan lomba foto serta video. Dirilis Antara, 10/8/2017.

Bagikan :

  34 Responses to “Mengembalikan Kejayaan Teknologi Indonesia Melalui Penerbangan”

  1.  

    N Gatotkaca 677

    •  

      Looooohh… kok cuma high speed test…… takeoffnya mana…… katanya sdh flight test 10-15 menit…..

      •  

        Itu prosedur pengujian standar sebelum test terbang, hrs jalani test kemampuan mesin secara real boss. Ngetesnya tentu di runway. Spy tau kecepatan minimal jika diperlukan utk take off serta jarak terpendek yg dicapai utk take off dan masih banyak lg pengetesan di runway terutama break systemnya.
        Intinya memang itu prosedur test yg dijalani sebelum terbang. Karena yg diangkut ini manusia boss, jd banyak pengujian yg hrs dijalani utk dapatkan sertifikasi.
        Saya berharap tahun ini sdh ada berita bagus dr N219. Mengingat peminat dr dalam maupun luar sdh banyak. Persaingan di kelas inipun tdk banyak dan pesaingnyapun msh kalah canggih dng nih pesawat.

  2.  

    saya maka nonton videonya dg dada berdebar.teringat akan terbang perdana N250 GATOT KACA eh taunya cuma test speed doang.tp ya ga papa ..burung yang baru lahirpun masih perlu banyak belajar meskipun spesialis terbang apalagi pesawat yang di gerakkan mesin..

  3.  

    sayang masih menggunakan mesin turboprop

    •  

      Kenapa bung?

    •  

      Salah sama mesin turbo prop ?

    •  

      Inikan pesawat perintis boss, yg banyak digunakan pd lokasi yg sebagian besar menggunakan landasan tanah keras dan rerumputan seperti yg banyak terdapat di Indonesis timur.
      Mesin turboprof ini hemat bbm boss dan mudah serta murah meriah perawatannya. Makanya bisa menekan biaya penerbangan, ujung2nya urusan ekonomi jg boss. Makanya banyak digunakan utk rute pendek alias perintis. Kalo menggunakan mesin jet jd gak efisien donk boss.
      Semakin banyak pesawat jenis ini melayani daerah terpencil, apalagi ada versi amphibinya yg bisa menyusuri sungai di pedalaman, akan memangkas waktu dan biaya. Sehingga biaya ekonomi yg tinggi dipedalaman bisa terpangkas jg.

    •  

      sebatas itu pengetahuan lu????…

  4.  

    Sudah hampir 72 kita merdeka saya sebagai rakyat merasa belum puas pencapaian Hitec di bumi pertiwi ntah mengapa ????

    •  

      Lalu sebaiknya bagaimana bung? Silakan saran anda.

    •  

      Yuk kembangin sesuatu, yg lethal

      •  

        tuh bahas yg ini biar asik :
        “prototipe material “smart magnet” Radar Absorbing Material karya BATAN.”

      •  

        2) Prototipe Bahan Smart Magnet
        Bahan penyerap radar (Radar Absorbing Material-RAM) adalah suatu bahan yang dapat merubah
        energi gelombang elektromagnetik menjadi energi lain (energi termal) sehingga refleksi gelombang
        elektromagnetik berkurang setelah mengenai bahan tersebut. Bahan penyerap radar ini telah digunakan
        secara luas dalam aplikasi militer untuk menghindar pesawat terbang, kapal laut, tank dan target-target
        lainnya dari pantauan radar musuh. Bahan penyerap radar berbasis smart magnet telah dikembangkan
        di BATAN. Pada tahun 2016 telah berhasil dikembangkan bahan smart magnet dengan Reflection Loss
        (RF) yang cukup baik dan rentang frekwensi cukup lebar, yaitu: berbasis Perovskite (RF>90%), RE-ferrite
        (RF>85%), ferrite (RF>80%) dan semi konduktor oksida (RF>80%). Khusus untuk bahan perovskite telah
        diuji cobakan dalam pembuatan coating radar absorbing material.
        Pengguna/Penerima Manfaat:
        Dislitbang TNI Angkatan Laut, Industri alat utama sistem pertahanan (Alutsista)

  5.  

    Semoga lancar, dan semoga fasilitas produksi nya diperbanyak untuk wanti wanti jikalau banyak pesanan yg berimbas pada kepuasan konsumen.

  6.  

    semoga tidak ada pihak y berusaha menghentikan dengan segala cara, seperti nasib n 250 dulu. memang hanya turboprop dan bukan hitec, tetapi ini sangat dibutuhkan oleh kita terutama untuk menjangkau wilayah terpencil y sukar bila menggunakan akses darat atau laut. harapannya afalah transportasi murah dan dapat dijangkau masyarakat banyak.

  7.  

    Test pilot nya siapa ?

  8.  

    prototipe material “smart magnet” Radar Absorbing Material karya BATAN…WOW! + Prof. Joshepat + Ph.D Dwi H. + ilmuwan2 Indonesia yg lain…Suatu saat Indonesia bisa membuat pesawat gen 5 atau bahkan mungkin gen 6…

  9.  

    indo tertinggal…kebanyakan sibuk pilkada mulu kali..

 Leave a Reply