Des 292014
 
image001

Korvet seri 056

Korvet seri 056
Korvet seri 056 mungkin bukanlah korvet yang bersenjata paling lengkap, tetapi korvet ini salah satu korvet yang paling banyak diproduksi. Setidaknya 23 korvet seri 056 telah dibangun, dengan sepuluh yang dibangun pada tahun 2014. Total kapal yang dibuat termasuk semua korvet dengan berbagai varian bisa lebih dari lima puluh yang akan selesai pada tahun 2018.

Korvet seri 056 adalah jawaban Tiongkok untuk kebutuhan Littoral Combat Ship. Dibangun untuk menggantikan kapal patroli pantai dan pemburu kapal selam yang sudah tua, korvet kemungkinan akan berpatroli di garis pantai Tiongkok yang berpotensi bermusuhan dengan tetangganya seperti Vietnam dan memperkuat kehadiran angkatan laut Tiongkok di perairan Laut Cina Selatan terutama di dekat Spratly dan Kepulauan Paracel.

2 senapan mesin kaliber 12.7mm di korvet seri 056

2 senapan mesin kaliber 12.7mm di korvet seri 056

Canon otomatis RWS 30mm disamping kanan dan kiri korvet 056

Canon otomatis RWS 30mm disamping kanan dan kiri korvet 056

Empat rudal anti kapal YJ-83 ( C 803 ) andalan korvet 056

Empat rudal anti kapal YJ-83 ( C 803 ) andalan korvet 056

Peluncur roket FL-3000n untuk peran anti serangan udara

Peluncur roket FL-3000n untuk peran anti serangan udara

Dengan bobot tempur 1500 ton korvet ini memilki sebuah meriam 76mm di depan yang dapat menyerang kapal dan pesawat lawan. Untuk anti serangan udara seri 056 dibekali dengan peluncur rudal FL-3000N, mirip dengan peluncur rudal RAM Amerika. Korvet ini dilengkapi dengan 2 canon otomatis RWS 30 mm dan 2 senapan mesin 12.7mm untuk pertahanan jarak dekat .Untuk serangan taktis korvet ini dipersenjatai empat rudal anti kapal YJ-83 “Eagle Strike”, mirip dengan rudal Harpoon Amerika dan Exocet Perancis, rudal terbang setinggi 5-7m dekat permukaan air dengan kecepatan supersonik sehingga sulit bagi sistem anti rudal lawan untuk menembak jatuh.

Korvet juga mampu memburu kapal selam. Seri 056 dilengkapi dengan lambung yang dipasang sonar, helipad dan satu helicopter Z-9 ditambah enam torpedo anti kapal selam yang dipasang di geladak. Produk korvet yg terbaru memiliki sonar array yang ditarik dibagian buritan kapal. Sebuah versi yang dirancang untuk Cina Coast Guard baru-baru ini terlihat di Shipyard Huangpu di Guangzhou.

Frigate seri 054A

Frigate seri 054A saat menembakkan rudal YJ-83 ( C-803 )

Frigate seri 054A saat menembakkan rudal YJ-83 ( C-803 )

Frigate seri 054A termasuk frigate multiperan yang masuk layanan di PLA pada tahun 2007.kapal ini pengembangan dari frigate seri 054 walaupun menggunakan lambung sama tapi dengan sistem senjata dan sensor yang ditingkatkan.

Seri 054A dipersenjatai dengan rudal HQ-16, rudal permukaan ke udara jarak menengah yang ditembakkan dari 32 tabung Vertical Launch System (VLS) yang dikembangkan oleh Luoyang Electro Optics Technology Development Centre (EOTDC). Rudal HQ-16 dapat menghancurkan semua target di udara dari semua sudut hingga kisaran jarak 50km. VLS juga dapat meluncurkan rudal anti kapal selam Changying-3 dengan jangkauan 60 km. Sedangkan untuk peran anti kapal permukaan (ASuW) seri 054A dilengkapi 8 rudal YJ-83 (C-803), di beberapa kapal ada yang dilengkapi sampai 16 rudal YJ-83. Rudal dapat membawa hulu ledak konvensional 165kg dengan jarak jangkauan 250km.

Memiliki meriam utama 76mm single barrel. Frigat ini juga dipersenjatai dengan dua CIWS 730 kaliber 30mm tujuh barel untuk pertahanan jarak dekat. CIWS dapat melontarkan 4600 sampai 5800 amunisi per menit dengan jangkauan maksimum 3000 m. Untuk perang anti kapal selam (ASW) jarak dekat frigat dilengkapi dua stasiun tipe 87 terdiri dari enam tabung peluncur dengan 36 torpedo kaliber 240mm dengan jarak jangkau 1200 m.

32 tabung VLS untuk meluncurkan rudal HQ-16 dan rudal anti kapal selam CY-3

32 tabung VLS untuk meluncurkan rudal HQ-16 dan rudal anti kapal selam CY-3

Rudal anti kapal selam CY-3 saat ditembakkan

Rudal anti kapal selam CY-3 saat ditembakkan

Destroyer seri 052 D

Destroyer peluru kedali seri 052 D

Destroyer peluru kedali seri 052 D

Destroyer seri 052 D adalah kapal yang sengaja dirancang untuk misi pertahanan udara bertugas melindungi aset angkatan laut yang bernilai tinggi seperti kapal induk dan kapal serbu amfibi. Seri 052D menyerupai Destroyer Arleigh Burke milik Amerika dan Daring class milik Inggris.Destroyer seri 052 D dilengkapi dengan 64 silo rudal dengan peluncur VLS terletak tepat di belakang meriam utama dan ditengah kapal.

Destroyer dipersenjatai dengan rudal HQ-9 “Red Banner” rudal permukaan ke udara, turunan rudal S-300 Rusia. Rudal ini serupa dengan rudal Amerika SM-2 . Red Banner memiliki kecepatan maksimum 4 Mach dengan jangkauan 124 mil. Rudal ini mampu mencegat pesawat tempur modern, rudal jelajah maupun rudal balistik musuh.

052 D juga membawa delapan rudal jelajah anti kapal YJ-62. Penampilan luar rudal ini menyerupai rudal jelajah Tomahawk milik Amerika, YJ-62 memiliki jangkauan 280 km dan juga mampu menghancurkan sasaran di darat.

Rudal HQ-9 dengan desain mirip rudal S-300 Rusia tapi sistem elektroniknya meniru rudal Patriot Amerika

Rudal HQ-9 dengan desain mirip rudal S-300 Rusia tapi sistem elektroniknya meniru rudal Patriot Amerika

CIWS type 730 Tiongkok

CIWS type 730 Tiongkok

Destroyer ini dilengkapi dengan satu meriam utama 130mm, dua senjata CIWS seri 730 dan peluncur roket FL-3000N sebagai pertahanan jarak dekat dan enam torpedo anti kapal selam Yu-7 . torpedo yang dapat membawa hulu ledak 45 kg dengan jangkauan 14 km. Kapal ini juga memiliki dek pendaratan helikopter dan hanggar untuk menampung satu helikopter Z-9 atau Ka-28.

Pesawat tempur J-15 “ Flying Shark

Pesawat tempur J-15 " Flying Shark "

Pesawat tempur J-15 ” Flying Shark “

Shenyang J-15, juga dikenal sebagai Flying Shark, adalah sebuah pesawat tempur carrier based yang dikembangkan oleh Shenyang Aircraft Corporation dan Institut 601 sebagai pesawat tempur berbasis kapal induk masa depan Angkatan Bersejata Tiongkok. Tiongkok awalnya ingin membeli pesawat Su-33 yang bermesin ganda,dan berkemampuan multiperan turunan dari Su-27 Flanker. Su-33 saat ini beroperasi di kapal induk Rusia Admiral Kuznetsov. Rusia dikabarkan menolak untuk menjual Su-33 setelah mengetahui Tiongkok telah menghasilkan pesawat J-11B,pesawat tiruan dari Su-27. J-15 yang memiliki desain dasar dari Su-27 Rusia, tetapi di dalamnya ditanamkan radar AESA ala Tiongkok, avionik, infrared search and track system dan mesin buatan dalam negeri. J-15 menggunakan mesin kembar WS-10 afterburning turbofan, sama dengan yang digunakan pada pesawat tempur J-10.

J-15 seharusnya mampu membawa beban dua belas ton senjata. Sayangnya keterbatasan desain Liaoning yang membatasi efektivitas J-15 itu. Kurangnya ketapel pesawat yang berarti ski jump harus dipasang sebagai gantinya. Sky jump sebenarnya tidak efektif sebagai pengganti ketapel dan diduga J-15 tidak bisa lepas landas dengan beban senjata lebih dari dua ton ketika bahan bakar penuh. Ini adalah masalah yang buruk dan diperparah oleh kenyataan bahwa, tidak seperti pesawat di kapal induk AS, pesawat di kapal induk Tiongkok saat ini tidak memiliki kemampuan pengisian bahan bakar di udara.,Menurut Janes dan sumber Internet Tiongkok, kelak akan ada tiga varian pesawat yang terdiri dari:pesawat pembom tempur standar, pesawat latih dan pesawat perang elektronik meniru pesawat AS FA-18G Growler. Pada Oktober 2014, hanya ada 11 pesawat J-15 yang beroperasi, jumlah yang terlalu kecil bagi sebuah kapal induk.

Pengirim : Pecinta Wanita JKGR Biro Jepara

Bagikan:

  47 Responses to “Mengenal Armada Laut Tiongkok “ Si Naga Laut Dari Timur ””

  1.  

    Indonesia jg bisa!!

  2.  

    Indonesia makin bisaa!!

  3.  

    Indonesia tambah bisaa!!

  4.  

    Indonesia makin tambah bisa!!

  5.  

    Bisa.bisaa..tenang ajaa..

  6.  

    mbah bowo makin bangga nih,,,
    D tunggu komen nya mbah

  7.  

    rudalnya bikin semriwing

  8.  

    lumayan juga,paling tidak Tiongkok bisa mandiri

  9.  

    Kl kerjasama membangun kaprang lebih baik dgn Korsel

    Tp untuk upgrade / repowering KCR60, Van Speijk class, Parchim class & Fatahillah class untuk SAM bakalan pake FL3000N krn leaknya saya liat sendiri

  10.  

    Cakep gan, beda sama indonesia

  11.  

    Tiongkok berjuang keras untuk mencukupi persenjataannya, mereka berambisi untuk menjadi yang terkuat dan negara yang sakti mandraguna biarpun harus menciplak bentuk dari negara lain dan memodifikasi sesuai keinginan. Pesawat, kapal dan rudal semua di usahakan sendiri demi kemandirian alat pertahanan.
    Di Indonesia sudah ada PT PAL pembuat kapal, PT DI pembuat pesawat, ada Lapan yang sudah membuat Roket, PT Dahana, PT Pindad Ahli Senjata, tapi kenapa kemajuannya belum seperti Tiongkok pertanyaannya apakah dana, sumber daya manusia, sumber daya alam yang kurang?? apa dukungan dari anak bangsa yang kurang? atau belum ada kemauan yang kuat?,
    Sebenarnya mempunyai Pertahanan yang kuat adalah mutlak untuk menjaga NKRI dan melindungi rakyat beserta aset aset negara lainnya dari ancaman.
    Meskipun dari masing masing lembaga tersebut sudah berusaha kuat kok sepiritnya belum seperti negara Tiongkok apa ada yang salah di negeri kita ini ???
    Semoga saja impian rakyat dan bangsa Indonesia sebagai kekuatan terbesar di kawasan cepat terwujud saya sebagai rakyat mendukung dengan membayar pajak dan berdoa akan kebaikan kedamain dan kesejahteraan Indonesia

    Salam Indonesia Jaya, Salam NKRI,

    •  

      PT BBI Boma Bisma dan PT INTI Mohon di hidupkan lagi mereka warisan juga dari mbah Habibie,
      PT BBI dulu yg mengembangkan industri motor penggerak..
      Dan indonesia belum menjamah di bidang industri motor penggerak, andai sudah punya industri ini bisa di diaplikasikan pada kapal2 TNI al, pespur, juga pada Pln selama 69 tahun merdeka kita masih mengandalkan dari luar termasuk yang paling sederhana untuk penggerak mobil.

  12.  

    cina sudah bangun dan semakin mempertajam cakarnya, waspadalah!!!

  13.  

    Bagaimana perkembangan kerjasama produksi rudal C-705 china-Indonesia ???

    •  

      Menurut berita Want China Times, Indonesia membeli sekitar 40 rudal antikapal C705 dari Cina, pembelian tsb untuk melengkapi sejumlah kapal cepat rudal (KCR-40) milik TNI Angkatan Laut RI.

      “Indonesia juga berharap untuk bisa memproduksi versi sendiri C-705 untuk dipasarkan ke luar negeri,”

      Ternyara Cina menolak menyerahkan teknologi C705 sepenuhnya ke Indonesia. Ini dikarenakan masih banyak negara lain yang mencari atau membeli senjata canggih dari negeri tirai bambu tersebut

      Cina meminta biaya tambahan dari RI untuk mengamankan hak memproduksi rudal C705 sendiri.

      Untuk uji coba C-705
      Indonesian attack craft complete test of C-705 missile system
      http://www.janes.com/article/41383/indonesian-attack-craft-complete-test-of-c-705-missile-system

  14.  

    absen

  15.  

    walaupun kw-an sigma, lafayette dan arleigh burk jika jumlahnya banyak efek detergennya juga tinggi.

    •  

      bung alugoro, yg namanya kw ya gak optimal penggunaannya, ambil contoh aj hp kw lah, di batam banyak katanya, fiturnya sama tapi kinerja gak mumpuni.

      mungkin ,, mungkin lho bung,, gak jauh beda ma produk inhannya, wong si rudal kokoh panda juga sering keluar jalur,,
      kalo teknologi rusky dbilang mudah aus,
      lha trus punya ne kokoh gimana? silakan disimpulkan sendiri,, hehe,, buat sesuatu yg bener walau agak lama tapi kualitas jempolan! itu yg saya harapkan dari pindad cs, cmiw, salam hangat bung alugoro,

      •  

        salam juga buat bung dian.

        IMO
        philosopi desain rusia berbeda dengan china dan barat. desain rusia kemungkinan akan mendesain kemampuan maksimal alutsista mereka pada titik tertinggi dari kemampuan material yang digunakan. sedangkan desain barat ditekankan pada sistem modular yang berguna pada saat maintain barang tersebut. sedangkan china menekankan cara tersingkat untuk menghasilkan barang dengan material terbaik yang bisa mereka buat walaupun mungkin kualitas dibawah produk barat atau rusia.

        saya ada produk audio dengan merek china tetapi komponen menggunakan produk jepang kelas menengah. jika saya beli dengan desain yang sama dan dari brand jepang harganya minimal 2x dibandingkan yang produksi china. sedangkan performanya tetap sama.

  16.  

    Indonesia hrus berguru pada tiongkok untk kemandirian alutsistanya..liat saja tiongkok alutsista campur2..dri berbagai negara..rudal mirip s-300 tpi sistem elektronik dri rudal patriot..lalu destroyer 054d mirip arleigh burke..dn dll..byk tiruan..tpi cukup menakutkan juga..made in china bagus2 jga brgnya tergantung pesanan..itulah hebatnya.

  17.  

    Ngiller niihh,,,impian RI akuisi baru & tambah pesanan Destroyer, Heavy/Real fregat, Light fregat, Korvet, KCR 60, KCR 40, Kapal selam U214, Amur/Improved Kilo,+Changbogo Improved msh terus terngiang,,,Belum lg Alutsista yg lain macam SU 35BM, EC 725 Cougar, EC 555S Fennec, AKS Panther, arhaund S 400, Armed K9 GS, BMP 3F, Rudal2 Exocet Block terbaru, C 802. C705, Yakhont dll,,ngilleer nii,,pingin l h bangga menepuk dadaku,,ini NKRI,,

  18.  

    cina,rusia pelit gk mau berbagi ilmu..
    Masih mending korea mau berbagi ilmu.
    Kita bisa sperti mreka asal anggaran tersedia melimpah

  19.  

    Si negeri super copy…. Walaupun kwnya terkadang belum sebagus yg asli…. Tapi patut dipuji (dan diwaspadai) kemampuan dalam menjiblak barang orang

  20.  

    Mbah bowo ga mungkin nongol, cos bisanya cuma ngetrol, banyak ngetrol tanda Tak dalam.

  21.  

    AMATI, TIRU, MODIFIKASI itu moto China dalam membuat alutsista. Makanya hasil mereka kaga jauh beda dengan yang ORI. Russia aja sampe wakwaw.

  22.  

    Apa yg tidak bisa di JIPLAK oleh China?

  23.  

    orang cina banyak yang punya mata sharingan yah…..

  24.  

    Apapun yang dibuat China belum teruji, kecuali yang kita lihat kebanyakan barang made in china gampang rusak. Selain alutsistanya belum teruji, juga kelentingan karakter sosial-politik-budaya bagsa China belum teruji. Saat ini Chiina melaju terus pembangunanya itu karena stabilitas sosial-politiknya yang “dibungkam/ditekan” rezim penguasanya (model seperti jaman pemerintahan Soeharto pada sekitar 3-5 tahun sebelum lengser). Coba bayangkan kalau saja “kran” kebebasan berpikir dan berpendapat dibuka seperti di Indonesia, apakah tahan pemerintah dan bangsanya mengatasi GONCANGAN sosial (akibat reformasi sosial) yang dahsyat. Sulit dibayangkan, misalnya ada kelompok masyarakat atau individu yang mengkritik bahkan “menghujat” presidennya di China. Di Indonesia, sudah biasa presiden didemo bahkan dicaci baik langsung maupun lewat media. Yang perlu dilakukan oleh AS dan sekutunya di Asia Tenggara dan Asia Selatan (terutama Filipina, Vietnam, Korsel, dan Jepang) adalah “ngerjai” secara lebih intensif masyarakat China melalui “penetrasi budaya”. Terhadap Indonesia sudah dilakukan leh AS dan sekutunya (termausk Australia), tapi ternyata rankyat/bangsa Indonsia tetap “survive” bahkan pelan tapi pasti terus bangkit menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia (sekarang 10 besar dunia). Tidak selamanya China survive terhadap “goncangan”; jangan lupa di China juga banyak persoalan degradasi lingkungan yang pada akhirnya (tidak harus menunggu puluhan tahun) akan merongrong stabilitas sosial masyarakatnya. Bagi kita INDONESIA, sangat diharapkan tercipta China yang tidak pernah mencapai kekuatan sebagai negara dengan “Blue Navy”-nya atau setidaknya nafsu invasi/menguasai LCS atau kedaulatan atas Vietnam dan Philifina di LCS tidak akan pernah tercapai secara optimal karena kekompakan AS dalam mengasuh Vitenam-Philifina-Kersel-Jepang di LCS dan L Kuning. Bagi kita INDONESIA sangat diharapkan mereka saling gebuk secara seimbang (tidak ada yang menang dan tidak ada yang kalah); kalau perlu setidaknya sampai 2030 atau sampai ketika itu kita betul-betul sudah menjadi Negara Poros Maritim atau sebagai negara Blue Navy atau kekuatan kita laut kita setidaknya setara dengan China dan AS.

    •  

      Maaf Bung yang sy pelajari dari china yaitu ada uang ada kwalitas, meski barang KW tetap mereka mampu membuat jiplakan yang sama persis bahkan lebih baik. Selama ini kita memang mengenal barang2 china itu cepat rusak tapi apakah kita juga berpikir kalo barang2 made in china yang kita beli itu adalah barang yang jauh lebih murah dari aslinya? Makanya cepat rusak.

      hehehe salam kenal Bung Sutasoma.

      Patut kita apresiasi kebangkitan china memang signifikan disegala bidang.

      •  

        betul bung boldun, tp coba compare harga inhan china vs amrik ato china vs eropa ato china vs rusky, murah mana? trus gmn kualitasnya?

      •  

        Betul bung boldun. Bahkan di negeri ASU sendiri, udah bersliweran produk2 elektronik China berkualitas tinggi dengan harga yg ga kalah mahal dengan merk2 Jepang atau Korea. Kalo di Jakarta masih identik bus China = bus karatan, di ASU bus2 China mulai bermunculan di jalan2. Sementara itu kita tau sendiri standar konsumen ASU itu yg paling rewel di dunia.

  25.  

    Kapan penularan virus kecerdasan negara-negara Asia Timur merambah ke Asia Tenggara?

  26.  

    Barang cina versi export apalagi yg pake dumping emang cuma kw3 atau kw2, tapi yg mereka pake sendiri untuk lini strategisnya itu kw1, untuk ToT ga selamanya urusan duit saja, faktor lain jg penting, disini terlihat ambigunya kita (RI) pengen teknologi tapi duit agak terbatas, jadinya nego terus sambil nunggu opsi yg lain untuk menaikan daya tawar kita, kayak maen catur masing2 pihak sekarang sih posisinya sementara remis sambil nunggu endingnya gmn…

  27.  

    type 056 corvetnya…desainnya mirip corvet SIGMA kita. cuma lebih cantik SIGMA dibandingkan type 052. SIGMA lebih streamline serta lebih diamond cut, dan lebih mulus dan lebih kompak.

    terkesan memang lebih stealth dan hi tech SIGMA dibandingkan type 054.

    kalau fregatnya antara type 054 dg fregat indonesia PKR sIGMA 10514….tetap terkesan lebih hi tech dan stelthy PKR 10514 sibanding type 054.

    sedangkan utk destroyer type 052 nya kayaknya bakalan dibandingkan dg destroyer kita based on SIGMA klas yang bakalan dibuat.

    tetap saya pilih destroyer SIGMA indonesia nantinya.

    •  

      Destroyer based on Sigma? hehehe masih kejauhan lah mas bro… mendingan kalo anggarannya bener2 ada, kita bikin PKR sampe 16 biji untuk gantiin kapal2 Parchim. Selanjutnya Parchim bisa dimodifikasi untuk keperluan Bakamla.

      •  

        bukannya…setelah PKR10514 yang keenam selesai destroyer 130 m mau langsung dibuat?

        itu parchim kan peruntukkannya specialis anti submarine weapon, kelas korvet….lhah PKR kan untuk fregat , jauh banget bedanya.

        saya kok gak yakin kalau parchim nantinya di gantikan oleh fregat PKR SIGMA.

  28.  

    Itu sebabnya pak jokowi pesan 500 kapal dr cina, karna teknologi cina udah mulai diakui dunia

  29.  

    Ada harga ada kwalitas,itulah produk cina.

  30.  

    salut buat China yang mampu meniru alat alat perang, patut ditiru semangatnya
    sayang pt bbi sudah wasalam, harapan pengganti pt bbi adalah pt rekayasa engginering, semoga bisa merekayasa industri2 alat perang, tentunya bersinergi dgm bumn bumn yang berkepentingan dengan industri alat tempur

  31.  

    mari bangsaku kerja terus kita pasti bisa

 Leave a Reply