Apr 082015
 
Denjaka TNI AL

Denjaka TNI AL

Tulisan ini didedikasikan kepada seluruh Pejuang NKRI warjag apapun forumnya selain JKGR .

Sengaja tulisan ini tidak saya edit agar tulisan terasa essensial. Re-post artikel ini sekalian saya minta doa’nya kepada rekan rekan Warjag sebelum saya resign dari pekerjaan saat ini dan memulai ke perusahaan baru di minggu depan. Terlebih saya haturkan banyak terima kasih kepada perusahaan saat ini yang memberi waktu serta tempat.

+ditanya sama bos, apa sih kelebihan formil -mu
-waduh banyak banget, saya tak bisa jelaskan satu persatu Pak Bos,

+kalau kekurangannya,
-waah jujur banyak banget juga Pak

+Kau ini jujur ya ,
-Siap pak, kalau tidak Jujur jelas saya tak kan bertahan lama di perusahaan ini pak (loyal)

Begitulah sedikit intermesso

Attention Please : Maloners,Singamanja, Sonotan

Mari kita simak cerita ini:

MENGENAL DENJAKA – DETASEMEN JALA MENGKARA TNI AL

Denjaka TNI AL (Foto: EPA/MADE NAGI)

Denjaka TNI AL (Foto: EPA/MADE NAGI)

Detasemen Jala Mangkara Atau dikenal dengan nama DENJAKA adalah sebuah detasemen Khusus Marinir Angkatan Laut Tentara Nasional Indonesia, Anggotanya merupakan Gabungan dari anggota Komando Pasukan Katak (KOPASKA) dan Batalion Intai Amfibi (TAIFIB)nggota Denjaka dididik di Bumi Marinir Cilandak dan harus menyelesaikan suatu pendidikan yang disebut PTAL (Penanggulangan Teror Aspek Laut).

Lama pendidikan ini adalah 6 bulan. Intinya Denjaka memang dikhususkan untuk satuan anti teror walaupun mereka juga bisa dioperasikan di mana saja terutama anti teror aspek laut. Denjaka dibentuk berdasarkan instruksi Panglima TNI kepada Komandan Korps Marinir No Isn.01/P/IV/1984 tanggal 13 November 1984. Denjaka memiliki tugas pokok membina kemampuan antiteror dan antisabotase di laut dan di daerah pantai serta kemampuan klandestin aspek laut.

Pada tahap pertama, direkrut 70 personel dari Batalyon Intai Amfibi (Taifib) dan Komando Pasukan Katak (Kopaska). Komando dan pengendalian pembinaan di bawah Panglima Armada Barat dengan asistensi Komandan Korps Marinir. KSAL bertindak selaku pengendali operasional. Markas ditetapkan di Mako Armabar Komando Armada RI Kawasan Barat atau disingkat Koarmabar adalah salah satu Komando Utama TNI Angkatan Laut. Komando ini bermarkas besar di Jl Gunung Sahari 67 Jakarta Pusat,Jakarta.

Segala aktifitas Denjaka bersifat rahasia dan sangat jarang dipublikasikan. Sebagai unsur pelaksana, prajurit Denjaka dituntut memiliki kesiapan operasional, mobilitas, kecepatan, kerahasiaan, dan pendadakan yang tertinggi. medan operasi yang berupa kapal-kapal, instalasi lepas pantai dan daerah pantai. Disamping itu juga memiliki keterampilan mendekati sasaran melalui laut, bawah laut dan vertikal dari udara.

Mereka dikenal sangat tangguh di medan operasi sebagaimana para “saudara” lainnya, pasukan khusus di matra darat dan udara. Kemampuan Denjaka tak hanya dapat bertempur, tapi juga berperan sebagai satuan intelijen tempur yang handal. Pendidikan hampir 9 bulan dihabiskan untuk menciptakan pasukan Intai Amfibi yang handal, cepat dan rapih dalam menyelesaikan suatu misi khusus.

Tak heran manuver dan gerakan personel Denjaka dalam operasi klandestein membuat musuh kewalahan. Denjaka mampu bertempur di darat, laut, udara dan bawah permukaaan air. Mereka juga memiliki skill yang dimiliki pasukan Kopaska dan Linud (setingkat Parako) untuk menjalankan misinya di TNI. Denjaka juga biasa di libatkan untuk pengamanan Presiden (Paspampres).

PENANGKAPAN SUUD RUSLI ( Mantan Anggota Denjaka )
DEN JAKA merupakan pasukan khusus yang sangat mengerikan, kemampuan tempur mereka yang begitu handal, sehingga mereka bisa menjadi Mesin pembunuh yang sangat mengerikan, oleh itu TNI sangat menjaga pasukan ini, ada sebuah kisah mengenai salah satu personel dari pasukan DENJAKA yang terlibat Kriminal, Namanya SUUD RUSLI, merupakan perwira berpangkat Kopral Dua,Terpidana mati kasus pembunuhan Dirut PT Asaba, Budyharto Angsono, telah sering melarikan diri dari Rumah Tahanan Militer.

Bukan Hal mudah Memburu Kopral SUUD RUSLI Untuk menangkap mantan anggota Marinir itu, TNI-AL menerjunkan tim khusus.Rusli melarikan diri dengan cara memotong jeruji sel tahanan pakai gergaji besi. ”Dia meloloskan diri dengan cara memanjat dinding sel memakai sambungan sarung-sarung di mushala rumah tahanan itu, lalu menuruni dinding sel dengan tali dari sarung tersebut,” Dengan kemampuan khusus yang dimiliki sebagai anggota pasukan khusus, Suud Rusli mampu meloloskan diri dari Rumah Tahanan Militer Cibinong. Padahal, selama berada di rumah tahanan tersebut, kedua kaki Suud dirantai.

Suud berhasil melepaskan ikatan rantai dari kedua kakinya lantas menggergaji jeruji besi di kamar tahanannya. Selanjutnya, Suud melompat pagar rumah tahanan tersebut untuk melarikan diri.Saat ditangkap di Malang, Suud sempat dihadiahi tembakan oleh petugas yang memburunya, karena berusaha meloloskan diri.

KOMANDAN Tim Pomal Lantamal III, Letkol Laut (PM) Ananta pada Jumat dinihari tanggal 17 Agustus 2007, memimpin penyergapan beranggotakan empat orang yaitu Lettu Laut (PM) Dodi Prionggo, SH; Pelda Pom Eko Budi S, Kopda Pom Iwan Setiawan, dan Kopda Pom Sunanto.

Saat pelaksanaan penyergapan tersebut, dua anggota Pomal yaitu Lettu (PM) Dodi Prionggo, SH dan Kopda Pom Iwan Setiawan mendekat ke gubuk dengan gerakan senyap, sementara Pelda Pom Eko Budi S dan Kopda Pom Sunanto tetap di posisi masing-masing untuk melakukan perlindungan dan mengantisipasi Syam melarikan diri. Kemudian Komandan Tim mendobrak pintu gubuk sambil berteriak …jangan bergerak…!, dan menerobos ke dalam gubuk dengan pistol yang diarahkan ke Syam sambil menyalakan lampu senter ke wajah Syam. Namun diluar dugaan, dalam waktu singkat, Syam mengambil senjata dan menembak beberapa kali ke arah Komandan Tim yang mengenai tubuhnya. Atas tembakan tersebut, Komandan Tim melakukan tembakan balasan secara beruntun ke arah Syam, akibatnya Syam tersungkur.

Sementara itu, Lettu Laut (PM) Dodi dan Kopda Pom Iwan segera mendekat memberikan bantuan dengan melakukan penembakan ke arah posisi Syam, namun Syam masih sempat memberikan tembakan ke arah pintu gubuk yang mengenai Lettu Laut (PM) Dodi dan Kopda Pom Iwan. Aksi tembak menembak tersebut berlangsung selama kurang lebih 15 menit. Menyadari bahwa dirinya dan anggotanya terkena tembakan, Komandan Tim memerintahkan anggotanya untuk menjauh dari gubuk sementara dua anggota lainnya tetap berjaga-jaga di posisi masing-masing.

Oleh karena rasa kuatir akan keselamatan kedua anak buahnya akibat luka yang dideritanya, maka Komandan Tim melapor kepada Komandan Pomal Lantamal III untuk mendapatkan arahan.

Komandan Pomal Lantamal III selanjutnya melapor kepada Wadan Puspomal yang selanjutnya segera meluncur ke TKP dan Tim Pomal selanjutnya menghubungi Polres Pandeglang dan Reskrim Polda Metro Jaya melalui telepon untuk meminta bantuan evakuasi anggotanya ke RS Pandeglang.

Setelah mendapatkan informasi tersebut, Tim Reskim Polda Pandeglang dipimpin AKP Yusup Rahmanto meluncur ke TKP bergabung dengan Tim Pomal, selanjutnya Lettu Laut (PM) Dodi dan Kopda POM Iwan dievakuasi ke RS Pandeglang untuk mendapatkan perawatan. Sementara itu, Dan Tim tetap bertahan untuk memimpin proses penangkapan Syam. Atas saran Komandan Tim Polres dengan mempertimbangkan luka yang dideritanya, akhirnya Komandan Tim Pomal juga dievakuasi ke RSU Serang bersama kedua anggotanya yang selanjutnya dilarikan ke RSAL Mintohardjo dengan menggunakan ambulans dari Diskes Lantamal III dan Lanal Banten.

PENGEPUNGAN terhadap Syam dilanjutkan dengan kekuatan tambahan dari Polres Pandeglang kemudian sekitar pukul 06.30 WIB setelah cuaca terang, Tim Pomal yang tersisa dibantu Tim Polres Pandeglang setelah melalui berbagai pertimbangan segera melakukan penyisiran atau pembersihan ke gubuk dengan memberikan tembakan ke dalam gubuk dan tidak ada lagi perlawanan dari Syam. Selanjutnya ditemukan Syam dalam posisi tergeletak di dekat tempat tidur dan sudah dalam keadaan tidak bernyawa lagi. Tim Pomal dan Tim Polres segera melakukan identifikasi dan olah TKP yang selanjutnya membawa jenazah Syam ke RSU Pandeglang untuk divisum dan membawa seluruh barang-barang milik Syam ke Polres Pandeglang.

Kemudian pada hari yang sama pukul 10.30 WIB jenazah Syam dibawa ke RSAL Dr Mintohardjo Jakarta dan pada pukul 12.00 WIB jenazah tiba di RSAL Dr Mintohardjo untuk selanjutnya dilakukan perawatan jenazah. Pada pukul 16.00 WIB jenazah selanjutnya diserahkan Wadan Puspomal kepada pihak keluarga yang diwakili oleh Lukas, adik kandung dari Syam. Kemudian dengan menggunakan ambulans RSAL Dr Mintohadjo dan pengawalan dari petugas Pomal jenazah Syam diberangkatkan ke kediaman orang tuanya di Desa Sukabakti, Curug, Tangerang, Banten untuk dimakamkan. Seluruh biaya perawatan jenazah ditanggung oleh Pomal. Disamping itu, pihak Pomal juga memberikan bantuan uang duka.

Akibat dari operasi penyergapan Syam, terdapat korban luka tembak yaitu Letkol Laut (PM) Ananta yang mengalami luka tembak di dada sebelah kiri, kemudian Lettu Laut (PM) Dodi Prionggo mengalami luka tembak di bagian perut tembus hingga belakang, kecuali Kopda POM Iwan yang mengalami luka tembak di lengan sebelah kanan dan proyektilnya masih bersarang, pada malam harinya proyektilnya sudah dapat dikeluarkan, Pada tubuh Syam didapati lima tembakan yaitu satu tembakan di dada di perut yang tembus ke belakang, satu di sekitar kemaluan dan juga di kaki sebelah kanan dan kiri masing-masing satu tembakan.

Selain memberikan keterangan pers kepada wartawan, pihak TNI AL juga memperlihatkan sejumlah barang-barang milik tersangka Syam yang dipergunakan selama pelariannya sebagai barang bukti, antara lain pistol jenis FN beserta 13 peluru dan selonsong 20 butir, satu set senjata tajam, satu kapak, satu gergaji, satu set perlengkapan lapangan, satu buah sepeda motor, satu buah sepeda gunung, dua pasang sepatu renang, satu baju PDL loreng TNI, dan beberapa peralatan militer lainnya.

REKRUTMEN

Tidak heran, di antara ratusan prajurit yang mengikuti seleksi pendidikan Denjaka, hanya sekitar 50 an orang yang diterima. Mereka akan dilatih keras di kawah candradimuka di Situbondo. Tahun-tahun sebelumnya, sering hanya belasan prajurit yang memenuhi syarat. Mereka yang tak lulus dikembalikan ke kesatuannya semula. Setelah masuk tahap seleksi ke II, Tidak semua yang mengikuti pendidikan tersebut lolos. beberapa di antara mereka dimungkinkan akan dikembalikan ke kesatuannya karena tidak mampu mengikuti pendidikan

Selain fisik prima, calon Denjaka juga dituntut memiliki IQ tinggi. Sebab, pasukan elite yang sering digunakan untuk penyusupan di daerah operasi itu harus mampu menghadapi berbagai masalah, baik secara individu maupun kelompok.

Selama menjalani pendidikan. Teori di kelas hanya 20 persen. Selebihnya di lapangan, seperti hutan, laut, bahkan udara. Mereka harus mempunyai kemampuan terbaik di darat, laut, dan udara. Mereka dituntut mampu melaksanakan tugas rahasia secara sempurna. Untuk mencapai semua itu, diperlukan pendidikan yang sangat keras dan ketat. Mereka harus mampu menyusup dengan terjun payung, bergerak lincah di laut dengan daya tahan tinggi, serta survive di darat.

Mereka ditempah di tengah ombak ganas di Laut Banyuwangi, yang biasanya menghanyutkan perahu nelayan. Dengan tangan dan kaki diikat, para prajurit tersebut dibuang ke laut ganas itu. Mereka harus mampu bertahan sekaligus menyelamatkan diri.“Latihan mereka cukup berat. Kaki dan tangan diikat pun bisa hidup.

Kenapa sampai demikian? Bila sewaktu-waktu prajurit trimedia (menguasai medan darat, laut, dan udara) itu dibuang ke laut dalam keadaan tangan dan kaki terikat oleh musuh, mereka akan mampu menyelamatkan diri. Setelah melawan ombak besar di laut, mereka juga dituntut bertahan hidup di hutan tanpa perbekalan sedikit pun. Untuk menguji daya tahannya itu, para prajurit terpilih tersebut dilepas di tengah hutan dengan hanya bermodalkan garam. Air minum pun tidak diperkenankan dibawa. Selebihnya, cari sendiri di hutan. Latihan itu dilakukan di Alas Purwo.Di sana, mereka dilepas untuk melatih ketahanan fisik dan kemampuan per orangan.

Di tengah hutan, mereka harus bertahan berhari-hari. Mereka tak jarang hanya makan binatang buas, seperti ular. Bila mampu menangkap monyet, hewan itu pulalah yang disantap. Selama tiga hari tiga malam, mereka tidur di tengah hutan rimba tersebut. Kadang-kadang, juga lebih.

Itu semua belum cukup. Soal pukul-memukul oleh instruktur untuk melatih mental bukanlah hal aneh di kalangan mereka. Mereka benar-benar harus siap mental dan fisik. Begitu kerasnya, tidaklah heran kalau di awal pendidikan itu, ada yang mengundurkan diri.
Untuk latihan udara, mereka bukan lagi dilatih terjun tempur seperti prajurit biasa. Kalau terjun tempur, begitu keluar dari pintu pesawat, payung sudah terbuka. Tapi, Denjaka dilatih terjun bebas. Yang menarik, terjun bebas itu tidak saja dilakukan siang, tapi juga tengah malam. Dengan begitu, bila sewaktu-waktu masuk ke sasaran musuh, mereka tidak harus lewat darat atau laut yang mudah dideteksi lawan. ParaDenjaka juga bisa diturunkan dari pesawat dengan ketinggian yang sulit terdeteksi musuh.

Untuk menghindari pendeteksian musuh, mereka harus piawai menyelam. Dengan menggunakan kompas, sambil menghitung derajat daerah sasaran, para Denjaka harus bisa muncul di titik yang tepat. Itu baru tahap latihan. Bila pelantikan atau dikenal dengan pembaretan, mereka harus jalan kaki siang malam. Itu sering dilakukan Banyuwangi-Surabaya. Mereka dilepas di Banyuwangi dan diperintahkan kumpul di Surabaya dalam waktu yang ditentukan. Bila naik kendaraan dan ketahuan instruktur, hukuman berat bakal dirasakan. Baretnya pun bakal tak hinggap di kepala.

Sumber by :
http://youchenkymayeli.blogspot.com/2013/11/mengenal-detasemen-jala-mangkara.html

Penulis: Youchenky Salahuddin Mayeli on Thursday, November 07, 201

Reposted by : BFB (Bukan Fan boy)

  74 Responses to “MENGENAL DENJAKA – DETASEMEN JALA MENGKARA TNI AL”

  1. pantes marine US pengen berguru sama Denjaka di situbondo

    • ayah saya dulu pensiunan KKO (sebelum marinir, red). beliau pernah cerita, tahun 66 sebelum terjadi g30s, sempat mau didatangkan Spetnaz dari sovyet untuk membentuk pasukan khusus tersendiri yang fungsi utamanya adalah infiltrasi, intai dan sabotase…sayang PKI keburu bertindak sehingga kerjasama militer dengan sovyet dihentikan semua…

      oiya seperti sodaranya di kopasus yang punya kemampuan anti gerilya, berarti harus mampu mengembangkan perang gerilya. begitu pula denjaka yang anti teror dan anti sabotase, ini artinya harus belajar dulu kemampuan melakukan teror dan sabotase di daerah musuh. sistem ini beda jauh dengan densus 88 anti teror yang hanya berlatih anti teror, tapi tidak pernah dimaksudkan membuat teror di belakan garis musuh, jadi mohon warjager jangan membandingkan kualitasnya dengan densus 88, jauh bro…

    • selain kemampuan perang seharusnya di berikan juga kemampuan membuat senjata rahasia yang canggih seperti di film James Bond / The A Team

  2. See you bos diego….good luck..

  3. mantap lah

  4. wow

  5. Kenapa memakai baret marinir, kan terdiri dr anggota kopaska juga? Suud yg mem bunuh prajurit kopassus itu kan…

  6. Kwakkwak..kwikkkwiikkk..
    Bung BFB ternyata disayang ama bos..krn kejujurannya..dan loyalitasnya..
    Jujur dan loyal memang modal besar dlm mendpt rejeki..selamat bekerja di sawah yg baru deehh..

    Tentang denjaka..nyimak aja sambil ngopi..
    Salam bung BFB..salam bung Diego..
    Salam bwt warjager..semoga sehaaat semua dan dilimpahin rejeki-Nya.

  7. Kalimat pertama sungguh menarik “pejuang NKRI warjag apapun forumnya selain JKGR” 🙂

    lah, warjag sendiri artinya jkgr, kalo di formil lain, berarti “Lulusan Warjag” 😆

    • Hehehe ,
      terima kasih koreksianya ,,,

      ya memang untuk mengeliminir JKGR agar mengurangi reply koment yang tidak berbobot ,
      akhirnya debat kusir , cemohan dll ,

      makanya di hari hari kosong saya isi posting Artikel menurut saya bagus meski repost ,

      Terima kasih atas doanya rekan-rekan sekalian bung PKB , bung MJ dll yang tidak bisa saya sebutkan 1/1 saking banyaknya ,

      Oh iya formil tersebar di manapun , intinya cuman satu , Ingin indonesia maju dan berkembang

      saya pernah BC di kasus , ada channel khusus Jakarta Geer , khusus membahas guyonan mulai A1- list sampai tiap -2 artikel yang ada di jakarta greater ini
      Sebaiknya tidak perlu saling menghujat satu sama lain , cari info sedalam-dalamnya , tinggalkan cara lama untuk saling mengejek , merasa diri kita benar

      Damn I love Indonesia ( Courtesy by Daniel Maranata )

    • hehee.. kalem kalem, mungkin pemahamanynnya bukan seperti yg kita fikirkan sekarang

  8. Mmg dari segi hirarki DENJAKA masih di atas Kopassus.. makanya DENJAKA sangat dirahasiakan keanggotaannya,,,dan jarang di publikasikan. Kita harus bannga karna cm di Negara kita yg banyak pasukan Komando Khususnya yg di antaranya.
    1. KOPASSUS
    2. SAT 81 GULTOR
    3. PASKHAS AU
    4. KOPASKA AL
    5. TAIFIB AL
    6. DENJAKA AL
    7. KOSTRAD
    8. RIDER TNI AD

  9. Oh…my god….pantes sy dl mau masuk T N I gak di restui bokap…(bokap sy tentara dr jaman perang kemerdekaan) bwt penasaran sj anakku ku namai…Rizky Hari Abrianto…krn lhr tgl 5 oktober…salam

  10. syam apakah sama dengan suud rusli? cerita diatas kok tidak nyambung…

  11. hooooiii, suud rusli masih hidup kali, sekarang lagi di LP…
    #jangan ngarang ah

  12. Sebaiknya pasukan denjaka dikhususkan menjaga pimpinan kpk..karena pimpinan kpk tugasnya sangat berat disamping memberantas korupsi para pejabat yg notabene mempunyai kekuasaan bahkan sampai mentaruhkan nyawanya

  13. …..Namanya SUUD RUSLI, merupakan perwira berpangkat Kopral Dua,Terpidana mati kasus pembunuhan Dirut PT Asaba……
    mungkin yang dimaksud TAMTAMA BERPANGKAT KOPRAL DUA… betulkah? salam

  14. Kl tangan n kaki di ikat trus di buang di SAMUDRA HINDIA aja bisa hidup…apalagi SELAT MALAKA….

  15. bejo hadir ndan, navy seal aja latihan renang gak diikat tangan dan kakinya……bravo denjaka

  16. Ada lagi pasukan khusus yang konon sangat-sangat rahasi..”PASUKAN GURITA”

  17. Yaah dongengnya banyak gak nyambung: TKP malang tiba2 jd pandeglang, Perwira kok pangkat KOPRAL, SUUD RUSLI kok jadi SYAM!!! Penjelasannya bung BFB!!!

    • kirian cuman perasaan saya aja bg yg anehh..

      Hoaxx lgi nihh, kalo gk bisa menunjukksn fakta gk usah nulis. Bung FPB pernh sekolah gk? Jgn2 tukang batu yg yg gagal masuk TNI lagi. Suks Ngelantur

      • Kl hoax , jelas g mungkin
        sdah ada link-nya kan tinggal dicari , kan sama persis

        mengenai beda alur cerita , itu benar

        Suud adalah Suud menunggu putusan hukuman mati di rutan, Syam ahmad beda lagi
        yang mati tertembak adalah Syam pangkat terakhir kopral dua

        Protes, kritik dihalalkan sepanjang penyaji cerita bisa memberikan informasi ,

        Harap reply dengan santun karena bisa jadi itu merupakan gambaran pribadi anda

        untuk Beda Platform alur cerita , Saya minta maaf meski repost
        Maaf lagi, bukan tujuan hidup saya masuk tentara sejak kecil

        • Mending anda koreksi diri sendiri deh, karena gk mungkin kami (pembaca) bilang gini kalo yg anda sajikan itu benar. Yg diedit diedit dulu gk usah ngeyel.

          jgn jdi Penulis klo gk mau nerima koreksi.

          • Eh mak klo ente gk bisa nulis jangan menghujat. Kritik dan koreksi wajib. Tp menghargai orang lebih baik dr pd cm menghujat tp gak becus apa2. Koment anda mencerminkan pendidikan anda

  18. ngeri

  19. wow…. mantap !!!

  20. Salam awak JKGR.
    coba pasukan khusus kita sekali-kali latihan dipadang pasir timur tengah, jangan hanya digunung yang tentunya masih banyak makanan dan air minum. (binatang dan dedaunan) agar TNI kuat disegala cuaca. Trims.

    • Masalah padang pasir ingat pas dulu kuliah sama mahasiswanya Pak Yuwono Sudarsono…bahwa TNI kuat itu banyak tempat untuk latihan, untuk rawa-rawa diPapua, untuk hutan di Aceh dan Kalimantan, untuk padang pasir di Timor Timur…meski bukan murni padang pasir tapi hampir mendekati….kalau sekarang gak tau dimana latihannya

    • Nggak nyimak sih, kemarin latihan di salju sama korea menang TNI. Di gurun afrika juga pernah. Di timur tengah? Nggak dipublikasikan.

  21. he…heee… cerita bung Suud Rusli ini secara tidak langsung justru menjadi sarana promosi kehebatan denjaka………..

  22. mohon maaf kalo salah….min bukannya Suud rusli masih hidup dan ditahan di lapas sidoarjo sambil nunggu hukuman mati…SUUD RUSLI merupakan PERWIRA berpangkat kopral dua????? bukannya kopral dua itu tamtama….dalam penggrebekan Syam meninngal? bukannya alur ceritanya penangkapan suud rusli????….harus jeli min….salam

  23. kalau di film kan kisah bro suud itu sukses pasti…mulai dari keanggotaannya di DENJAKA sampai dia di hadiahi peluru seperti pd kisah di atas..dan kita bisa mengatakan pada dunia…inilah prajurit kami.

  24. wah…..foto , paling atas itu bukan denjaka tapi “paskal” pasuka khusus royal malaysia navy,,,,,, liat aja dari segi pemakaian baret nya aneh..dan juga senjatanya … indonesia gak pernah pake mp 5 yang ada pelontar granatnya…

  25. Penyebutan satuan ane lebih suka yg zaman dulu yah.. Kalo AU namanya Kopasgat, AD namanya RPKAD, Kalo yg dimarinir KIPAM.. Apa gak sebaiknya dirubah ke yg dulu.. Trus ada paspampres namanya cakrabirawa wow keren bgt kan tuh. Waloupun nama tsbt pernah tercemar tpi kan apalah arti sebuah nama yg penting isinya yg sekarang.. Cuma lebih enak didenger. Maaf oot kalo gak berkenan jgn dibully.. Hehehe..

  26. I Love Indonesia
    I Love TNI
    NKRI harga mati titek.

  27. G36 full aksessoris
    M4 full aksessoris
    yang sana apa ya?

  28. Kayaknya belum ada yang sadar, seinget saya mereka bukan anggota Denjaka…tapi Taifib. Karena pas kejadian waktu itu saya juga mengikuti di media dan dari saudara yang di cilangkap. Yang melacak dan memburu juga ada dari satuan Taifib nya (klo nggak salah instruktur nya). Yang menembak memiliki kemampuan menembak diatas rata-rata karena menembak tepat di titik yang mematikan. Sempat diulas juga di Majlah Txxxx termasuk backing membacking dan kerja sampingan sebagai bodyguard/security antar satuan yang menyebabkan terjadinya friksi dibawah.

  29. DAMNED!!! I LOVE INDONESIA

  30. Suud itu setau sy bukan denjaka tapi taifib.. denjaka itu rekrutan antara taifib dan marinir,..

  31. Cuma mau berkata ; tolong admin ini artikel dongeng atw apapun namanya lebih baik di hapus ..
    1 mulai dari gambar sudah salah besar
    2 mau nulis denjaka larinya ke suud rusli yg bukan denjaka
    3 mau cerita tentang suud rusli larinya ke syam
    4 menyesatkan sejarah
    5 bikin malu wargaj .. Baiknya hapus saja

  32. Qua..Qua..Qua..Qua…Kratingdenk nya Om…Ko rokorokoroko rokoknya Oooomm???

  33. Lettu Dodi tahun 2007-2008 itu pangkatnya Kapten dinas di Lanal cirebon (pomal)mmg betul beliau yg pernah ikut penangkapan suud rusli,beliau mmg kena tembak, salah satu atasan nya (palaksa lanal) skr sdh jd danyon prov marinir setelah sebelumnya berkelana di darfur. Penulis mungkin hanya ingin menunjukan betapa dahsyat & berbahaya nya pasukan khusus TNI karena saking bangga nya dengan penjaga NKRI kita 🙂
    meski mungkin bbrp info di anggap “kurang tepat” tp mari kita hargai upaya sharing nya

    Jalesu Bhumyamca Jayamahe

  34. Biar pun gk tepat gak papalah, bagi orang yg berpendidikan pasti bisa nge cernah ariket tsb.
    Salut dah sama DENJAKA

  35. yang paling khusus ya ‘polisi lalu lintas bernyanyi’ lah. adanya cuma di kartun spongebob soalnya 😀

  36. Jgn kata elit and khusus kalo masih nyambih.

  37. Klo bole dikirim ke poso…
    Kmi uda rezah dngn teroris disini…

  38. Senjata yg paling sempurna adalah Manusia.

  39. Ada satu yang ketinggalan….dari semua pasukan elit….ada yang tau…Den Harin

 Leave a Reply