Feb 022015
 
Ilustrasi FA-50, Pesawat Tempur Ringan Filipina

Ilustrasi FA-50, Pesawat Tempur Ringan Filipina

MANILA, Dengan sistem radar yang baru, pesawat tempur FA-50 ” Fighting Eagle” mampu melakukan patroli udara secara mandiri tanpa bergantung terlalu banyak pada sistem pemantauan di darat. Hal ini diungkapkan oleh juru bicara Angkatan Udara Filipina (PAF) Letkol Enrico Canaya,” FA-50 memiliki sistem radar onboard sendiri sehingga dapat mendeteksi (ancaman udara bermusuhan) ketika sedang berpatroli,” tambahnya. Letkol Canaya menolak memberikan spesifikasi sistem radar FA-50 dengan alasan keamanan tetapi menekankan bahwa itu cukup memadai untuk patroli udara.

Sebuah sumber mengungkapkan fitur terbaru dari Korea Selatan ini membuat jet tempur ringan FA-50 akan sangat meningkatkan kemampuan pertahanan udara PAF yang sangat berkurang dengan dipensiunkannya skuadron jet tempur F-5 “Tiger” dan Vought F-8 “Crusader” pada tahun 2005 dan 1988. Hal ini terpaksa dilakukan karena usia pesawat yang sudah tua dan kurangnya suku cadang untuk operasional. Dengan penonaktifan dua jet tempur utama membuat PAF terpaksa mengubah jet latih SIAI-Marchetti S-211 untuk peran pertahanan udara, Namun, S-211s tidak cocok untuk menjaga pertahanan udara karena kecepatannya yang lambat.

Departemen Pertahanan Nasional sebelumnya mengatakan bahwa sistem radar onboard FA-50 merupakan salah satu nilai lebih mengapa Filipina memilih untuk mengakuisisi 12 unit jet tempur buatan Korea Aerospace Industries (KAI) daripada jet tempur pesaingnya. Dua pesawat F A-50 tahap pertama diharapkan akan diserahkan dan ditugaskan pada kuartal terakhir tahun ini. Filipina telah menandatangani kontrak senilai Php18.9miliar dengan Korea Aerospace Industries (KAI) untuk pengiriman 12 pesawat. FA-50 akan bertindak sebagai pesawat tempur sementara negara itu sampai Filipina mendapatkan pengalaman yang cukup untuk mengoperasikan jet tempur supersonik dan uang untuk mendanai akuisisi pesawat tempur yang lebih canggih lagi.

FA-50 mulanya adalah pesawat tempur ringan yang diproduksi oleh Korea Aerospace Industries (KAI), untuk Angkatan Udara Republik Korea (ROKAF). Versi pesawat tempur ringan dari pesawat latih T-50 Golden Eagle. Pengembangan pesawat tempur FA-50 dimulai pada Oktober 1997. Enam prototipe yang dalam pengembangan dibangun dan diserahkan pada bulan Januari 2006. Pesawat serang ringan produksi dalam negeri FA-50 ini akan menggantikan armada pesawat tempur F-5 E/F dan pesawat A-37 yang sudah tua. Kehadiran FA-50 juga akan semakin memperkuat kemampuan pertahanan Angkatan udara Republik Korea. KAI mendapatkan kontrak senilai $ 600juta oleh Defence Acquisition Programme Administration (DAPA) pada bulan Desember 2011 untuk memproduksi dan memasok 20 pesawat FA-50 ke Angkatan Udara Korea Selatan pada tahun 2014.

Fitur FA-50

FA-50, yang didasarkan pada platform jet latih T-50 ditawarkan sebagai pesawat serang ringan yang canggih dan efisien dengan harga yang terjangkau. Pesawat tempur ini dimaksudkan untuk memenuhi persyaratan sebagai pesawat tempur ringan modern. Radar yang canggih menyediakan FA-50 dengan kemampuan deteksi yang mirip dengan pesawat tempur KF-16. FA-50 memiliki panjang 13.14m, lebar 9.45m dan tinggi 4.82m. Berat kosong pesawat adalah 6.47 ton. Pesawat ini dapat lepas landas dengan berat kotor maksimum 12.3ton.

image003

Kokpit dan avionic FA-50

Kokpit tandem FA-50 dapat membawa dua awak. Kokpit dilengkapi dengan head up display layar lebar (HUD), Display warna multifungsi (MFDs), instrument mesin digital, Hands On Throttle and Stick (HOTAS), kontrol atas depan terintegrasi dan kursi ejeksi zero-zero, sistem kontrol penerbangan digital fly-by-wire, tongkat aktif, daya listrik cadangan, break by wire digital dan triple redundant electrical system. Kokpit juga mengintegrasikan Oksigen On Board Generation Systems (OBOGS), dengan fitur Night Vision Imaging System (NVIS) memungkinkan pesawat menjalankan misi pada siang dan malam hari.

Sedangkan avionik terdiri dari Inertial Navigation System/Global Positioning System (INS/GPS), komputer misi terintegrasi, identifikasi teman atau musuh (IFF), radar altimeter, radar multimode, store management system, radio UHF/VHF, data link taktis, sistem transfer data dan rekaman, Radar Warning Receiver (RWR) dan Counter Measure Dispensing System (CMDS).

Ilustrasi pesawat FA-50 menggotong rudal Maverick, sidewinder dan AMRAAM AIM 120 missile

Ilustrasi pesawat FA-50 menggotong rudal Maverick, sidewinder dan AMRAAM AIM 120 missile

Persenjataan FA-50

Pesawat FA-50 dapat membawa beban senjata hingga 4,5 ton. Pesawat ini dapat dipersenjatai dengan rudal udara ke udara jarak pendek AIM-9 Sidewinder, rudal taktis udara ke darat AGM-65 Maverick (AGM), bom GBU-38 / B Joint Direct Attack (JDAM), CBU- 105 Senjata Sensor Fused (SFW), bom Mk-82 Low Drag General Purpose (LDGP) dan Bom Cluster (CBU). FA-50 juga dilengkapi dengan Gatling gun tiga laras 20mm dan LAU-3/A tabung19 roket 2,75mm Folding Fin Aerial Rockets (FFAR).

Mesin dan kinerja pesawat FA-50

FA-50 ditenagai mesin General Electric F404-GE-102 turbofan dengan daya dorong 17,700lbf dengan afterburner memaksimalkan kecepatan pesawat hingga 1,837.5km/ jam (1,5 Mach). Kinerja mesin dikendalikan oleh sistem dual channel Full Authority Digital Engine Control (FADEC). Pesawat dapat membawa 568L bahan bakar tambahan dalam tangki eksternal.

  Sebuah brosur yang ditampilkan produsen FA-50 ( Repro by JKGR biro Jepara)

Sebuah brosur yang ditampilkan produsen FA-50 ( Repro by JKGR biro Jepara)

Sumber : airforce-technology/defence studies

Pengirim : Pecinta Wanita, JKGR biro Jepara

Bagikan Artikel :

  66 Responses to “Mengenal Pesawat Tempur FA-50 Andalan Filipina”

  1. Mantap

  2. Pertamax kah

  3. Salam kenal!

    • Performance pesawat T-50i milik TNI AU dengan panjang 43 kaki serta lebar sayap 31 dan tinggi 16 kaki sebenarnya sama dengan pesawat generasi keempat plus, karena spesifikasinya bukan pesawat T-50 biasa tapi sudah spesifikasi pesawat tempur FA-50 yang dikurangi radar udara.

  4. Keren !

  5. Nyimak dulu …

  6. Indonesia gimana, apakah ada niat nambah yg dr korsel lagi

  7. Lumayan canggih

  8. Bagus tiruan f 16 fa 50 ini. Cmn lebih ramping . Hehehe.

  9. Yang penting ada tot bung hehehe.
    Supaya indonesia bisa mandiri

    Su vote typoon .

  10. Korea…. larisss manisssss………

  11. iya mohon suhu2 disini membeberkan dengan FA-50 yang baru kita beli…

  12. Kalau berdasar namanya saja sih jelas lebih canggih yang milik Filipina. Milik TNI-AU adalah versi advanced trainer dengan fungsi untuk pesawat latih tahap akhir sebelum bertransisi ke front line fighter di jajaran TNI-AU. Sedangkan milik Filipina adalah versi upgrade-nya, yang memiliki kemampuan multirole fighter ringan – dimana berdasar artikel tadi akan dijadikan frontline fighter oleh Filipina. Tentunya kemampuan berbeda, harganya juga berbeda. Indonesia membeli 16 unit dengan nilai total $ 400 juta, sementara Filipina membeli 12 unit dengan nilai total $ 425 juta.

  13. menang KFX / IFX,, Doa gw semoga terujud… amin…
    gripen lebih mahal di banding kan fa 50. ,,

  14. jadi ingat film SOAR TO THE SUN

  15. bukan heavy fighter kali, tp msh medium figther,,

  16. Beda kelas bung…. Kalo dalam arsenal TNI ibaratnya FA-50 ini seperti Hawk 200, sedangkan Gripen seperti F-5 Tiger. (Bukan berarti saya pendukung Gripen lho ya hahah… kalo untuk pengganti F-5 TNI, selera saya sama dengan Panglima 🙂 )

  17. Menang/kalah dalam hal apa?

    Kalau tabrakan ya gak ada yang menang.

  18. KUCING lg meNGEONG sama SINGA..kelas Light vs Heavy Fighter di LCS..nenang mana hayooooo..T50 Golden Eagle vs SU 35 China..:)

  19. Yg mau di hukum mati itu “pengedar narkoba asal australia” penjahat dari australia, tmn” sy di warga australia yg kerja di bontang gak ada yg protes kok, krn mereka uda dewasa pemikiranya bahwa yg di lakukan indonesia adlh murni penegakan hukum di wilayah kedaulatan indonesia, jd gak usah ribut soal itu bung.

  20. Ah lebay amat ni pinoy….avanza mau dimodif segimanapun ya tetep avanza…jgn mimpi avanza bisa jadi ferrari

    • Kok ferari …. jadi inova aja susah ha ha…

      • bung speed ane interupsi untuk urusan inova vs avansa/xenia, nih mobil dah ane coba vs inova jakarta – bandung…pertamax+turbocyclone speed 170 mulai km 80 cipularang inova dah overdrive…sampai pasteur 1300 cc yg menang…maaf oot

    • bukan lebay, mereka kan perlu pesawat latih sebelum ke fighter betulan..sekarang mereka baru mulai kembali membangun skuadron jet tempur setelah lama cuma mengandalkan helikopter.

      • ah itukan cuma pemanis doang… liat aja forum2 mereka..merasa seperti setara dengan USA… pret… cuman modal lancar bahasa inggris doang dah songong…
        beli 12 biji FA 50 buat mereka kayak beli 12 Skuadron F22 buakakakakk

        • Jangan ngejek gitu sama negara miskin 😀 Inget waktu kemaren kita beli kapal Bung Tomo, kita juga luar biasa bangga-nya. Padahal kalo dibandingin sama Formidable class-nya Singapore ya masih kalah jauh 🙂

  21. seharusnya …si Bali Nine…berfikir dulu baik2 sebelum bawa Narkoba ke Indonesia…krn tdk selamanya pemerintah Indonesia bertindak pemaaf..apalagi ada data 50 orang Indonesia meninggal setiap hari krn Narkoba yg didominasi usia produktif, belum 1,2 juta yg direhab..yg mungkin setengahnya juga akan menemui ajal…saya stuju sampah Aussie ini diselesaikan…parameter HAM g berlaku disini..SELESAIKAN…dimana2 sampah harus dibuang…

  22. T-50i kaga ada radarnya. gimana mau sergap musuh?? mending F-16 block 52id hibah kali.

  23. Hoammm ,, ^o^

  24. Fa50 vs Gripen Ng menang mana? 1 Gripen ng bisa tewaskan 5 FA50 bung.

    Gripen ada BVR, FA50 kaga ada…gimana di lawan?

  25. laumayan komentatornya segar dan bersemangat, lanjutkan

  26. Pesawat paporitnya timawa

  27. Clue lagi neh, kok minta bantuan Inggris, pasti ada sesuatu antara Inggris-Indonesia, kalo cuma karena beli alutsista kemaren, biar Inggris mau embargo juga gak ngaruh…artinya ada yang strategis yang bisa mempengaruhi mood RI untuk mempertimbangkan permintaan Asutralala… 😎

  28. Ada berita kaga, kapan SU-35 BM kita datang, siapa yang tahu ?

  29. FA 50 bagus juga sih buat pengganti f5, tapi kita jg butuh pesawat semacam mig 35 untuk ganti hawk besok

 Leave a Reply