Mengenal RM-70 Vampir dan RM 79 Grad MLRS Korps Marinir TNI AL

17
9410
Prajurit Batalyon Roket Resimen Artileri Marinir melaksanakan kegiatan uji fungsi penembakan senjata dan amunisi Roket Multi Launch Rocket System (MLRS) Kal.122 MM Vampir, di Puslatpur Marinir Baluran, Situbondo, Jawa Timur, Rabu (13/07/2016). (defence.pk/ aktualita.co)

Pada hari Rabu (13/7) kemarin, prajurit Batalyon Roket Resimen Artileri Marinir telah melaksanakan uji fungsi penembakkan senjata dan amunisi Roket Multi Launch Rocket System (MLRS) Kal.122 MM Vampir di Puslatpur Marinir Baluran, Situbondo, Jawa Timur.

Korps Marinir TNI Angkatan Laut selama ini sudah mengoperasikan Roket RM 70 Vampir dan RM 79 Grad MLRS. Secara umum, tidak terlalu ada perbedaan antara RM 70 Vampir dan RM 70 Grad. Satu truk terdiri dari 40 peluncur roket kaliber 122 mm. Seperti halnya RM 70 Grad, RM 70 Vampir pola peluncurannya dapat mengandalkan fire control system.

Satu perbedaannya adalah RM 70 Grad menggunakan basis truk Tatra 813 Kolos berpenggerak 8×8, sedangkan RM 70 Vampir mengusung basis truk Tatra dengan jenis yang lebih modern dan baru, yaitu Tatra T815-7. Awak kabin RM 70 Vampir kini dilengkapi proteksi dari bahaya serangan biologi dan kimia. Tatra merupakan merek truk yang juga berasal dari Ceko.

RM-70 Vampir Marinir TNI AL
RM 70 Vampir merupakan hasil produksi perusahaan persenjataan asal Cekoslowakia, Exalibur Army Ltd. Oleh manufakturnya, RM 70 Vampir juga disebut sebagai next-generation rocket artillery system. Rancangan RM 70 Vampir disasar untuk menggantikan peran RM 70 Grad yang sudah diluncurkan sejak era Pakta Warsawa. Konstruksi perdana RM 70 Vampir pertama kali diluncurkan pada bulan Februari 2015.

Untuk jenis roket, keduanya sama-sama mengusung jenis roket RM 70 kaliber 122 mm.

Terdapat tiga jenis roket amunisi RM 70 yang berada dalam koridor kaliber 122 mm, yaitu yang berhulu ledak HE (high explosive)-fragmentation, roket Agat berhulu ledak kargo dengan memuat bom mini, serta roket Krizna dengan hulu ledak kargo yang isinya ranjau anti tank.

RM-70 Vampir Marinir TNI AL
Setiap roket memiliki bobot 66 kg. Komponennya terdiri dari hulu ledak seberat 18,3 Kg, motor roket dengan double base solid propellant seberat 20,5 Kg, dan cangkang roket. Dimensi panjang roket keseluruhan adalah 2,88 meter dan lebar rantang sirip 0,226 meter.

Roket RM 70 memiliki panjang yang hampir sama dengan tabung peluncur. Setiap roket mempunyai empat sirip ekor agar gerakan menjadi stabil. Paduan sirip dan gerak putar pelan membuat tingkat akurasi pada target cukup tinggi. Dengan kecepatan jelajah 2.516 meter per jam, maka jarak jangkau roket bisa mencapai 20,75 kilometer.

RM-70 Vampir Marinir TNI AL
Jika dioperasikan secara tepat, maka Roket RM 70 dapat menghancurkan area seluas tiga hektar. Sementara ketika terdetonasi, hulu ledak bisa menghamburkan 3.150 serpihan kecil baja yang terserak hingga radius 28 meter.

Saat ini, pasokan roket untuk RM 70 Vampir dan RM 70 Grad telah dapat diperoleh dari produksi dalam negeri. Roket R-Han 122 mm hasil pengembangan Balitbang Kementerian Pertahanan sudah teruji mampu ditembakkan dari basis peluncur RM 70 Marinir.

Sumber: rmol.co dan defence.pk

17 COMMENTS

  1. berita terakhir yg saya baca, r-han 122 mm produksi pindad masih ada sedikit perlu penyempurnaan. Karena titik penyalaannya masih lambat dibandi buatan luar. Entah kalo sekarang, blom ada update terbaru.

  2. Seharusnya dengan dibelinya senjata ini kemampuan roket semakin meningkat minimal roket yang sekaliber.
    Kapan atuh negeri ini bisa mandiri pada bidang roket yang bisa mikir dan mencari sasarannya sendiri.

LEAVE A REPLY