Oct 102017
 

Dok. Uji Coba Rudal Hwasong-12 Korea Utara (KCNA)

Jakartagreater.com – Berita tentang peluncuran rudal Hwasong-12 Korea Utara sudah beberapa kali dimuat dalam artikel Jakartagreater.com. Namun seperti apa perjalanan Korea Utara dalam membangun rudal ini dan bagaimana kemampuan Rudal Hwasong-12, berikut penjelasan yang ditulis dalam artikel : Missilethreat.csis.org.

Hwasong-12 adalah rudal balistik single-staged jarak menengah berbahan bakar cair yang diproduksi oleh Korea Utara. Uji coba berhasil diluncurkan untuk pertama kalinya pada 14 Mei 2017.

Sekilas Hwasong-12 :

Originated From: North Korea
Possessed By: North Korea
Alternative name(s): KN-17
Class: Intermediate-Range Ballistic Missile (IRBM)
Basing: Transportable, platform launched
Length: Unknown
Diameter: Unknown
Launch Weight: Unknown

Payload: Single warhead
Warhead: HE or nuclear
Propulsion: Single-stage, liquid propellant
Range: 4,500 km
Status: In development
Status: First appeared April 15, 2017

Hwasong-12 pertama kali tampil dalam parade “Day of the Sun” Korea Utara pada tanggal 15 April 2017. Diperkirakan pada saat itu, ini bisa menjadi versi pendek dari ICBM KN-08 Korea Utara yang belum teruji. Rudal tersebut dibawa pada kendaraan yang sebelumnya terkait dengan BM-25 Musudan IRBM. Bukti peluncuran pertama rudal pada tanggal 15 Mei menunjukkan desain satu tahap.

Pengujian

Korea Utara memiliki penerbangan yang menguji Hwasong-12 setidaknya enam kali, mencapai tiga penerbangan sukses dan tiga kegagalan.

Tes pertama Hwasong-12 kemungkinan terjadi pada tanggal 5 April 2017, ketika rudal diluncurkan dari Sinpo di provinsi Hamgyong, Selatan Korea Utara. Menurut Komando Pasifik AS, rudal itu terbang sejauh 60 km dan mencapai ketinggian 189 km sebelum akhirnya spin (pinwheel), mendarat ke Laut Jepang setelah 9 menit waktu penerbangan. Laporan menunjukkan bahwa rudal “pinwheeled” di luar kendali dan dianggap sebagai kegagalan oleh pejabat AS dan Korea Selatan.

Peluncuran kedua yang terjadi pada 16 April 2017 dari pangkalan yang sama di Sinpo dan juga dianggap gagal, meledak beberapa detik setelah diluncurkan.

Uji coba ketiga Hwasong-12 terjadi pada tanggal 29 April 2017. Rudal tersebut diperkirakan telah diluncurkan dari lapangan terbang Pukchang dan terbang sekitar 35 km sebelum jatuh (crashing).

Uji coba Hwasong-12 yang pertama berhasil terjadi pada tanggal 15 Mei 2017 dari sebuah lokasi di dekat kota Kusong pada pukul 04:58 waktu setempat pada tanggal 14 Mei 2017. Selama pengujian, rudal tersebut diangkut Musudan transporter-erector launcher (TEL). Rudal tidak langsung ditembakkan dari TEL, namunditempatkan ke sebuah platform untuk peluncuran.

Dalam penerbangan 30 menit, rudal Hwasong-12 terbang 787 kilometer, terbang ke lokasi berjarak 2.111 kilometer. Lintasan ini menunjukkan bahwa rudal itu bisa terbang sekitar 4.500 km jika ditembakkan pada lintasan balistik yang memaksimalkan jangkauan. Rentang ini akan menempatkan wilayah Guam di AS dan ujung rantai Kepulauan Aleutian menjadi terjangkau. Perlu dicatat, bagaimanapun, bahwa tanpa indikasi bobot muatan, perkiraan rentang yang tepat tetap spekulatif. Menurut satu analisis teknis peluncuran, jangkauan penuh Hwasong 12 bisa mendekati 3.700 km dengan muatan 650 kg. Perkiraan ini mengasumsikan bahwa Hwasong-12 yang diluncurkan pada 14 Mei hanya membawa muatan kosong dengan berat hanya 150 kg.

Tes sukses kedua terjadi pada tanggal 28 Agustus 2017, di mana Korea Utara menerbangkan rudal tersebut ke pulau Hokkaido di utara Jepang. Diluncurkan dari sebuah lokasi di utara Pyongyang sesaat sebelum pukul 6 pagi waktu setempat, misil tersebut dilaporkan menempuh jarak lebih dari 2.700 km sebelum mendarat di Samudera Pasifik.

Pada tanggal 15 September, Korea Utara melakukan uji coba Hwasong-12 keenam (ketiga berhasil), kembali menerbangkan rudal tersebut ke pulau Hokkaido di utara Jepang. Diluncurkan dari Sunan di utara Pyongyang, rudal tersebut terbang selama 19 menit, menempuh jarak 3.700 km, mencapai ketinggian 770 km, dan mendarat 2.200 km di lepas pantai timur Jepang di Samudera Pasifik. Tidak seperti tes sebelumnya, rudal tersebut ditembakkan langsung dari sebuah TEL, bukan dari platform beton. Ini bisa mengindikasikan kepercayaan Korea Utara terhadap keandalan Hwasong-12.

Perancangan dan pengembangan

Hwasong-12 tampaknya menggunakan motor yang lebih baru, kemungkinan buatan dan diproduksi di dalam negeri. Motor ini tampaknya merupakan desain yang sama dengan yang diuji coba di Korea Utara pada bulan Maret 2017. Motor juga muncul disertai pendorong Vernier yang dapat memberikan stabilitas tanpa kebutuhan akan sirip eksternal, seperti sirip grid yang sebelumnya terlihat di KN-11 Korea Utara dan KN-15 rudal jarak menengah. Desain mesin baru ini tampaknya berbeda dari KN-08 dan KN-14, yang diyakini menggunakan mesin 4D10 yang direkayasa ulang dari rudal balistik kapal selam SS-N-6 yang diimpor dari Rusia.

Menurut Kantor Berita Pusat Korea, Hwasong-12 “mampu membawa hulu ledak nuklir ukuran besar.” Motor yang ditunjukkan dalam uji terbang 14 Mei kemungkinan mewakili tahap pertama dari ICBM jarak jauh.

Desain.

Hwasong-12 pertama kali diperkirakan modifikasi dari ICBM KN-08 Korea Utara. Namun, karakteristik dari Hwasong-12 yang diperoleh dari uji 14 Mei, seperti peralatan tipe mesin dan peluncur, menunjukkan desainnya berbeda.

Kebingungan Hwasong-12 / KN-17

Telah dilaporkan bahwa Hwasong-12 dinamai oleh pemerintah AS sebagai KN-17. KN-17 awalnya dianggap sebagai varian Scud Korea Utara yang lebih baru yang dilengkapi dengan kendaraan reentry manuver. Laporan NASIC 2017 tentang rudal balistik dan jelajah, mencatat bahwa pengujian Hwasong-12 dimulai pada bulan April, mengkonfirmasikan bahwa KN-17 mengacu pada Hwasong-12.

  10 Responses to “Mengenal Rudal Hwasong-12 Korea Utara yang Menggemparkan”

  1. Gini loh brow….demi untuk mencerdaskan rakyat indonesia, maka saya jelaskan.
    1. Rudal Korut ga ada apa2nya, semua rudal yang diluncurkan bisa dihancurkan oleh sistem pertahanan gabungan Korea-Jepang-Amerika……SM-3 siap menggempur rudal tsb jika lewat laut jepang, SM-2 siap menggempur rudal tsb jika dekat dengan kapal destroyer yg bawa SM-2, THAAD siap menggempur rudal tsb jika masuk kedalam wilayah/ruang kerja THAAD yaitu eksoatmosfer. PATRIOT siap gempur rudal tsb jika rudal tsb jatuh didekat PATRIOT. KM-SAM/Cheolmae-2 buatan Korea siap gempur rudal dgn catatan tingkat keefektifannya itu adalah 50%.

    2. Lalu bagaimana cara efektif menggunakan rudal korut, bisa saja efektif jika diluncurkan miring, tidak keatas, seperti peluncuran pertama yang jatuh didekat Rusia https://goo.gl/OJCLyk

    Jika ditembak miring menyamping jarak jangkauan akan berkurang tetapi tidak bisa dicegat SM-3 dan SM-2. tapi jangan senang dulu, masih ada THAAD, PATRIOT dan KM-SAM.

    PATRIOT mungkin akan kehilangan waktu untuk mengunci rudal korut jika rudal korut tidak masuk ke area jangkauannya. KM-SAM apalagi.
    THAAD bisa menembak jatuh rudal korut yang ditembakkan menyamping tidak ke atas, jika sudah melakukan perhitungan, tapi jika hanya sudah melakukan perhitungan. kalo belum dihitung jangan tanya saya.

    udah ah sisanya pikirin sendiri…….gitu loh brow. bikin berita tuh yg bisa mencerdaskan rakyat indonesia, tanggung jawab dikit…..jgn cuma ketawa aja ah……

  2. Kok rudal korut senengannya menggunakan bahan bakar cair ya.? Padahal resikonya akan nyebabkan korosi pada saat penyimpanan dlm waktu lama pd masa damai. Biasanya rudal balistik mengadopsi bahan bakar padat.

    • Kalau rudal atau ICBM pada platform truk, kapal atau pesawat memang memakai propelan padat. Ciri-cirinya yaitu asap yg dihasilkan pekat berwarna putih.
      Kalau ICBM yg ditempatkan di silo mayoritas pakai propelan cair, ciri-cirinya asap yg dihasilkan sangat sedikit bahkan hampir tidak berasap.
      Contohnya coba bandingkan asap ICBM Satan yg pakai propelan cair dengan ICBM Topol yg pakai propelan padat

  3. hm

  4. Menggemparkan jika rudal tsb diluncurkan tepat di jidat trump…tp menggelikan jika hanya omong doang, ga da nyali dan hanya koar2 mau serang guam lah, mau serang alaska lah…sabede teiingggg…bodo amat, bagi sy rudal korut hanya sebuah mercon yg hrg gopek an…xixixi

  5. Peluncuran Rudal Korut Hwasong-12 29 Agustus 2017

 Leave a Reply