Mengenal Rudal MBDA CAMM

CAMM ER firing front view

Program Rudal Modular Anti-Udara Umum (CAMM) dari MBDA, juga disebut sebagai “Sea Ceptor”, telah dikembangkan sejak Januari 2012 di bawah Kementerian Pertahanan Inggris dengan kontrak senilai £ 483 juta (US $600 juta) untuk MBDA. Di bawah Program Sistem Pertahanan Wilayah Udara Lokal Masa Depan(FLAADS), tujuan dari CAMM adalah untuk menyediakan generasi baru pengganti sistem pertahanan udara tua Sea Wolf SAM, yang diperkenalkan pada akhir 1970-an dan awal 1980-an.

Pada September 2013, MBDA telah berhasil melakukan uji peluncuran pertama CAMM. Pada bulan Oktober tahun 2013, Selandia Baru memilih CAMM untuk digunakan pada dua frigat ANZAC-nya. Kontrak tersebut ditandatangani pada Mei 2014. Menjelang akhir 2014 pada bulan November, Brasil mengumumkan bahwa mereka akan mengadopsi CAMM untuk digunakan onboard pada frigat ringan generasi baru Tamandare, yang pertama diharapkan akan dikirim pada 2019. Rudal CAMM diharapkan untuk masuk layanan Inggris pada tahun 2016.

Dari sudut pandang konseptual, MBDA CAMM adalah sistem serbaguna. Selain meningkatkan pertahanan pangkalan Angkatan Laut, CAMM dapat dikonfigurasi untuk digunakan dari darat. Rudal CAMM disebarkan melalui sel sistem peluncuran vertikal (VLS), dan kompatibel dengan sistem VLS Lockheed Martin Mk.41 yang telah diadopsi secara luas. CAMM juga dapat digunakan pada platform VLS Eropa, SYLVER yang mana meningkatkan adopsi Angkatan Laut.

Teknologi cerdas CAMM memanfaatkan pencari aktif radar-homing (ARH). Hal ini berbeda dengan banyak sistem SAM yang masih menggunakan semi-aktif radar-homing (SARH), tergantung pada radar berbasis permukaan untuk ‘menandai’ atau ‘menerangi’ target agar dapat diikuti rudal.

Sebaliknya, radar berbasis permukaan dapat memberikan titik lokasi untuk sistem navigasi inersia (INS) yang dapat dicapai CAMM, dan dalam tahap terminal pencari ARH akan mengambil alih peran pemandunya. Hal ini membebaskan radar permukaan dari panduan lebih lanjut, yang mana menyediakan sebuah kemampuan “tembak-dan-lupakan”.

Menurut MBDA, rudal CAMM memiliki jangkauan lebih dari 25 km, beratnya 99 kg, panjang 320 cm, diameter 166 mm, dan terbang pada kecepatan supersonik. MBDA memposisikan pencari ARH dan desain yang kompak pada CAMM sebagai karakteristik ideal untuk memenuhi kebutuhan pertahanan udara pada kapal perang kecil seperti korvet dan frigat ringan. Bahkan, pencari ARH meniadakan kebutuhan untuk radar target iluminasi – tambahan biaya dan ruang pada kapal.

Meskipun jangkauan Rudal CAMM adalah 25 km, namun menurut laporan IHS Jane dalam sebuah uji coba yang dilakukan, ternyata rudal ini memiliki kemampuan menjangkau sasaran hingga 60 km. Rudal CAMM juga dapat disebar dalam format quad-pack (tersedia solusi VLS kompatibel untuk pengguna akhir). Dengan kata lain, kapal perang permukaan kecil berpotensi membawa setidaknya 32 unit CAMM aktif.

Hal ini penting mengingat bahwa sebagian besar kapal perang permukaan dengan kapasitas 3.000 ton keatas saat ini mampu dilengkapi dengan pertempuran anti-udara (AAW). MBDA adalah juga mengatakan bahwa “low procurement and through-life costs” yang dimiliki rudal CAMM sebagai salah satu keunggulan kompetitif. Rudal CAMM Extended Range (CAMM-ER) juga berada dalam jalur pengembangan dengan jangkauan diatas 45 km.

Rudal MBDA CAMM adalah bagian dari generasi sistem SAM yang memanfaatkan pencari ARH serta airframe kompak. Rudal CAMM setara dengan produk MBDA lainnya yaitu Rudal Aster-15, Rudal Israel-India Barak-8 dan Rudal Afrika Selatan Umkhonto-EIR serta Rudal Turki Hisar-O.

Tentu saja, tidak seperti dua rudal terakhir yang sedang dalam pengembangan (Umkhonto-EIR dan Hisar-O), Rudal MBDA CAMM saat ini sudah diambang layanan, dan pada gilirannya dapat dipasarkan sebagai salah satu solusi rudal yang ada. Rudal CAMM bersaing dengan Rudal MBDA Aster-15, yang baru-baru ini menambahkan Qatar sebagai salah satu penggunanya.

MBDA Aster-15 dan Rafael/Bharat Dynamics Barak-8 mengambil manfaat dari paket sensor yang ada. Dengan kata lain, sama seperti Thales dan Leonardo serta Elta hadir untuk memasangkan radar dan solusi manajemen tempur mereka dengan Aster-15 dan Barak-8.

Atribut ini memungkinkan solusi SAM efektif memiliki kemampuan penyebaran onboard, kapal tempur permukaan kecil, bahkan berpotensi menyerang kapal serang cepat. Sebagai dampaknya, Angkatan Laut berpotensi untuk mulai menyebarkan solusi multi-misi yang kredibel pada pengadaan dan biaya operasional yang lebih rendah.

*Foto: MBDA Common Anti-Air Modular Missile (CAMM). Photo credit: MBDA

JakartaGreater.com

Leave a Reply