Mengenal Senjata Modern CTAS 40mm

AJAX AFV saat ujicoba CTAS 40mm

Awalnya Prancis membutuhkan senjata yang kuat namun ringan, untuk dipasang di Armoured Fighting Vehicles (AFV) Ajax / Scout SV (Specialist Vehicle) Inggris dan Infantry Fighting Vehicle (IFV) Warrior. Untuk itulah lahir Cased Telescoped Armament System (CTAS) yang menggabungkan kemampuan : CT Cannon, Ammunition Handling System, Controller, Gun Control Equipment, Gun Mount dan jngkauan tembakan yang mumpuni. Sistem senjata CTAS ini dikembangkan bersama oleh BAE Inggris dan Nexter Prancis.

The 40mm Cased Telescoped Armament System (CTAS)

Cased Telescoped Armament System (CTAS) 40mm nama internasionalnya CTA International (CTAI). Awalnya Cases telescoped ammunition dibuat oleh AS pada tahun 1950-an sebagai senjata anti-pesawat. Namun pada perkembangannya Inggris dan Prancis terus mengembangkannya cased telescoped automatic cannon.

Prancis mengujicoba CTAS pada turret lapis baja Warrior / FV510 Warrior Infantry Section Vehicle,  pada tahun 2002.

Spesifikasi:
Rate of Fire 200 Shots per minute.
Fire two ammunition types selectable <3s
Remote operation.
Low integration volume <0,35 mil APFSDS > 98%
Supports ‘coincidence’ fire control solution.

Uji penembakan pertama CTAS 40 mm dilakukan di tank Warrior / FV510 Warrior Infantry Section Vehicle, menggunakan turret Xena pada tahun 2002.

Amerika Serikat lewat General Dynamics juga mengembangkan senjata ini dan awalnya untuk kapal perang dengan nama MK46 Turret.

Selex akhirnya mengembangkan CTAS dan menawarkan Mk 44 Bushmaster di turret Oto Melara HITFIST. Lockheed Martin/Rheinmetall, lalu memodifikasi existing Warrior turret dan BAE system juga mengembangkan sistem senjata ini, untuk dipasang di Infantry Fighting Vehicle.

Pada tahun 2006 Prancis dan Ingris sepakat untuk melakukan sertifikasi atas CTWS 40mm. Pada tahun 2008 Prancis umumkan CTAS 40mm atau nama lainnya CTA International 40mm CTWS terpilih sebagai senjata untuk IFV Warrior and FRES Scout, meski Kementerian Pertahanan Prancis tidak memilih desain turret untuk CTAS 40mm.

Perbandingan CTAS 40 mm yang dipasang di FRES Scout dengan buatan General Dynamics.

Pada tahun 2010 BAE mengumumkan berinvestasi sebesar £4,5 juta untuk membuat turret bagi IFV Warrior and FRES, untuk menampung CTAS 40mm.

Tahun 2011, Lockheed Martin dipilih oleh General Dynamics untuk menyiapkan WCSP turret, untuk program besar Lockheed Martin.

Jepang juga tertarik untuk mengembangkan sistem senjata ini.

Tahun 2015 joint perusahaan BAE/NEXTER mendapatkan anggaran £150 juta untuk menyiapkan 150 senjata CTAS untuk SV Scout dan kendaraan Warrior. Prancis juga akan memasang CTAS 40 untuk kendaraan tempur baru Jaguar dan juga MBT Leclerc.

EBRC Jaguaar akan dipasang CTAS 40.

CTAS terdiri dari sejumlah komponen; 40mm CT Cannon (CTC), Ammunition Handling System (AHS), CTAS Controller (CTAS-C), Gun Control Equipment (GCE), Gun Mount and a range of ammunition.

Amunisi untuk CTAS 40mm.

Saat ini CTAS terus dikembangkan untuk bisa memuat amunisi lebih besar 105mm, peluru kendali dan versi 12,7 mm.

Prancis mencoba CTAS40 di VAB Commando untuk sistem senjata anti-udara.

Prancis juga sedang mengembangkan CTAI /CTAS 40mm untuk aplikasi Naval dan juga dikembangkan oleh Thales RAPIDFire system, untuk menghancurkan helicopters, unmanned vehicles and combat aircraft.

RAPIDFire system yang dikembangkan oleh Thales.

Thinkdefence