Mengenal Sistem Rudal Fregat FREMM Incaran Indonesia

Alutsista – Perusahaan multinasional Fincantieri mengumumkan akan menyediakan 8 kapal perang untuk Indonesia, terdiri dari 6 fregat FREMM yang dimodernisasi dan 2 fregat Maestrale class, rilis Fincantieri pada Kamis, 10-6-2021.

“Fincantieri, salah satu grup pembuat kapal terpenting di dunia, dan Kementerian Pertahanan Indonesia, telah menandatangani kontrak untuk penyediaan 6 frigat kelas FREMM, modernisasi dan penjualan 2 frigat kelas Maestrale, dan dukungan logistik terkait”, ujar rilis Fincantieri.

Program FREMM (Fregate Europeenne Multi-Missions / FREMM) adalah proyek kerja sama industri Pertahanan Italia-Prancis untuk generasi baru fregat, yang memiliki garis dasar yang sama, tetapi berbeda dari satu negara ke negara lain sebagai fungsi dari persyaratan operasional yang berbeda.

Fregat untuk Angkatan Laut Italia diberi nama Bergamini Class dan dibangun di galangan kapal Fincantieri di Riva Trigoso-Muggiano. Kapal memiliki bobot penuh sekitar 6.500 ton, panjang keseluruhan sekitar 144 meter dan kecepatan tertinggi melebihi 27 knot.

Adapun yang FREMM yang dibangun di Prancis diberi nama Aquitaine class.

Seperti apa sebenarnya kemampuan rudal pertahanan udara fregat ini?.

Bergamini class frigate
Fregat FREMM Bergamini-class Luigi Rizzo (F 595) Italia. (@U.S. Navy – Mass Communication Specialist 3rd Class Cameron Pinske)

Sistem Pertahanan Udara

Kapal perang FREMM ini dilengkapi dengan sejumlah varian modul tabung peluncur rudal (VLS). Tabung peluncur ang umum ditawarkan oleh Fincantieri adalah format 2×8 SYLVER A-43 (16-cell) dengan rudal pertahanan udara Aster 15 buatan MBDA, atau tabung peluncur SYLVER A-50 (16-cell) untuk mengusung rudal pertahanan udara Aster-15 dikombinasikan dengan Aster-30, atau semuanya menggunakan Aster-30.

Sylver (SYsteme de Lancement VERtical) adalah sistem peluncuran vertikal (VLS) yang dirancang oleh DCNS. Peluncur hadir dalam beberapa varian, masing-masing dibedakan berdasarkan ketinggiannya. A-35 dan A-43 dikembangkan untuk meluncurkan rudal permukaan-ke-udara jarak pendek. Sementara A-50 untuk sistem pertahanan udara jarak jauh (The Principal Anti Air Missile System (PAAMS) yang dikembangkan oleh Prancis, Italia dan Inggris untuk sistem perang anti-pesawat terintegrasi.

Sementara peluncur A-70 untuk rudal yang lebih besar seperti rudal jelajah untuk serangan darat Angkatan Laut SCALP. Angka pada Sylver mengacu pada perkiraan panjang rudal yang dapat ditampung, dalam desimeter, yaitu A-43 dapat menampung rudal dengan panjang hingga 4,3 meter sedangkan A-70 dapat menampung rudal hingga 7 meter.

Peluncur datang dalam modul delapan sel, kecuali A-35 yang tersedia dalam modul empat sel, dengan masing-masing modul delapan sel menempati ruang dek enam meter persegi. Sel ukuran dalam memiliki panjang 60 cm dan lebar 56 cm, dan setiap sel memiliki lubang pembuangan sendiri. Rudal Crotale NG (VT1) dapat dikemas dalam empat sel dalam satu sel.

Aplikasi utama peluncur Sylver adalah rudal MBDA Aster. Sylver bersama dengan Aster, adalah komponen utama dari sistem perang anti-udara angkatan laut PAAMS. Menggunakan PAAMS, hingga delapan rudal dapat diluncurkan dalam 10 detik.

Angkatan Laut Prancis telah memulai studi untuk mengubah rudal SCALP EG agar mampu diluncurkan dari Sylver. Dengan rudal naval SCALP ini, akan memberi Prancis kemampuan serangan darat dalam bentuk seperti rudal Tomahawk AS. Ini juga akan menarik bagi Angkatan Laut Kerajaan Inggris, yang mana kapal Destroyer Tipe 45 dilengkapi dengan peluncur Sylver.

Bergamini class frigate 2
Fregat FREMM Bergamini-class Luigi Rizzo (F 595) Italia. (@U.S. Navy – Mass Communication Specialist 3rd Class Cameron Pinske)

Jenis Peluncur yang terpasang di Sejumlah Kapal

Fregat Bergamini class Italia saat ini menggunakan tabung peluncur Sylver A-50 (2×8 = 16 cells) dengan mengusung rudal Aster-15 dan Aster-30. Fregat Bergamini class juga sedang dipersiapkan untuk bisa mengusung SYLVER A-70.

Sementara fregat Aquitaine class Prancis mengusung SYLVER A-43 (2×8 = 16-cells) yang membawa rudal Aster-15 ditambah tabung peluncur SYLVER A-70 (2×8, 16-cell) untuk mengusung rudal jelajah (Naval) MBDA SCALP.

Di bagian depan fregat Aquitaine class terpasang dua modul tabung peluncur yakni: SYLVER A-43 (2×8) dan SYLVER A-70 (2×8). Sebagian lain fregat FREMM Prncis menggunakan formasi: Sylver A-50 (2×8 = 16 cells) dan SYLVER A-70 (2×8, 16-cell), sehingga kapal perang ini menyeramkan bagi musuh.

Adapun Frigate FREMM Multi Mission Maroko dan fregat FREMM Multi Mission Mesir, sama sama menggunakan tabung peluncur Sylver A-43 dengan format 2 x 8 cells. Tentunya bisa ditebak rudal yang diusung adalah Aster-15, karena rudal Aster-30 memiliki panjang 4,9 meter.

Fregat Formidable class Multi Mission Singapura menggunakan peluncur Sylver A-50 dengan format 4 x 8 cells, sama dengan fregat Al Riyadh class Multi Mission Arab Saudi.

Bergamini class frigate 3
Tabung peluncur Sylver a-50 dengan rudal Aster-15 dan Aster-30 di fregat FREMM Bergamini class Italia. (@ Marina.Militare)

Untuk Destroyer

Namun tabung peluncur Sylver A-50 ada juga dengan formasi (6×8 = 48 cells) untuk mengusung SAM Aster 15 dan Aster 30 yang digunakan di Destroyer Type 45 / Daring class Inggris dan destroyer Andrea Doria / HORIZON class Italia dan destroyer Forbin (HORIZON) class AAW Prancis.

Rudal Aster 15 dan 30

Rudal Aster adalah landasan program pertahanan udara angkatan laut dan darat di Eropa. Keluarga rudal Aster terdiri dari Aster 15 untuk jarak pendek hingga menengah dan Aster 30 untuk jarak pendek hingga jarak jauh.

Ada kesamaan yang luas antara kedua varian dengan kedua rudal yang menampilkan panah terminal yang sama.

Terminal dart Aster adalah rudal yang ringan, bermanuver tinggi, dan gesit yang dilengkapi dengan pencari RF aktif berkinerja tinggi.

Berkat kombinasi unik dari kontrol aerodinamis dan kontrol vektor dorong langsung yang disebut “PIF-PAF”, rudal ini mampu bermanuver tinggi. Bersama-sama, fitur-fitur ini memberi Aster kemampuan hit-to-kill yang superior.

Rudal Aster 15 dan Aster 30 diluncurkan secara vertikal dan dipandu secara otomatis untuk memberikan cara terbaik mengatasi serangan yang masiv (saturating attacks).

French Frigate Forbin aster 30
Rudal Aster-30 meluncur dari fregat Forbin Prancis, 20 Mei 2021. (@Rachel Bodier – Naval Striking and Support Forces NATO)

Karena waktu persiapan rudal yang sangat singkat dan kecepatan yang sangat tinggi, sistem senjata Aster memiliki kemampuan pertempuran yang sangat cepat.

Rudal Aster beroperasi di kapal terbaru yang dioperasikan oleh tiga angkatan laut utama Eropa: Italia, Prancis, dan Inggris.

Sistem pertahanan udara angkatan laut rudal Aster juga beroperasi dengan beberapa angkatan laut lain di seluruh dunia.

Rudal Aster 15 dengan tabung peluncur Sylver A-43, 4 x 8 cells terintegrasi dengan berbagai jenis radar multi-fungsi dan C2 dalam sistem SAAM (kapal induk Charles-De-Gaulle Prancis dan Conte-Di-CavourItalia).

Rudal Aster 15 dan Aster 30 dengan tabung peluncur Sylver A-50 terintegrasi dengan berbagai jenis radar multi-fungsi dan C2 dalam sistem PAAMS (Destroyer Tipe 45 Inggris, Destroyer Horizon class Italia dan Prancis dan fregat FREMM Italia dan Prancis.

Rudal Aster 30 meluncur dari fregat Forbin Prancis
Rudal Aster-30 meluncur dari fregat Forbin Prancis, 20 Mei 2021. (@Rachel Bodier – Naval Striking and Support Forces NATO)

Karakteristik Aster 15

Berat: 310 kg
Panjang:  4,2 m
Diameter: 180 mm
Jangkauan: Lebih dari 30 km
Kecepatan maksimum: Mach 3

rudal aster 30

Rudal ASTER 30 menggunakan propelan padat dan dua tahap tenaga penggerak. (@MBDA)

Karanteristik Aster 30:

Berat: 430 kg
Panjang 4,9 m
Diameter 180 mm
Jangkauan: Lebih dari 100 km.

Persenjataan Lain

Meriam dari FREMM class ini mengandalkan 1 x OtoMelara/Leonardo 76/62SR (3″ / 76mm / 62-caliber) gun.

Adapun rudal anti-kapal mengusung: 8 x MBDA MM40 Exocet Block 3 SSM missiles.

Untuk pertahanan jarak dekat RCWS menggunakan: 2 x Nexter Narwhal 20mm remote weapon systems.

Adapun untuk serangan bawah air menggunakan: 2 x WASS/EuroTorp B515/3 twin torpedo tubes for Eurotorp MU90 torpedoes.

Persenjataan itu bisa saja berubah jika pihak yang mengakusisi menginginkan modifikasi. Pada dasarnya FREMM class pun dibagi ke dalam dua varian yakni, fungsi anti-submarine warfare (asw) dan fungsi general purpose (GP), yang membuat formasi persenjataan juga meiliki perbedaan.

Fregat FREMM Prancis

Fregat Prancis jenis ini dibangun dalam versi dua misi – versi serangan darat (action vers la terre atau AVT) yang dilengkapi dengan torpedo dan rudal pertahanan diri dan jelajah yang diluncurkan secara vertikal, serta perang anti-kapal selam ASW versi dilengkapi dengan torpedo, peluncuran rudal pertahanan diri vertikal dan sonar array yang aktif.

French frigate Auvergne D654
Fregat Aquitaine-class (D654) Prancis (@U.S. Navy – Mass Communication Specialist 2nd Class Elesia K. Patten)

Real Fregat

Fregat FREMM Class memiliki panjang dan bobot yang cukup besar. Kapal ini memiliki panjang: 144 meter, lebar 19,7 meter dan bobot penuh 6500 ton.

Adapun kecepatan maksimalnya 27 kn/ (50 km/jam) (GT mode) dan 16 kn (30km/jam) Max continuous speed (Electric mode).

Jangkauan jelajahnya 6000 NM (11000 km) di kecepatan 15 knots (28 km/jam), dengan endurance berlayar selama 45 hari dengan kru 145 orang dan memiliki total akomodasi untuk 200 orang.

Fregat ini memiliki kemampuan HELO dengan adanya Flight deck dan 2 hangar untuk helikopter EH101/NH90.

Fregat FREMM class cukup besar jika dibandingkan dengan Fregat Martadinata class yang telah dimiliki oleh TNI AL yakni: KRI R.E Martadinata-331 (bertugas 2017) dan KRI I Gusti Ngurah Rai-332 (bertugas 2018). Fregat Martadinata class memiliki bobot 2.365 ton, panjang 105,11 meter dan lebar 14,02 meter.

Dalam keterangan rilis situs Fincantieri, mereka akan memasok 6 fregat FREMM class. Kita berharap fregat FREMM yang diakusisi nanti memiliki sistem pertahanan udara Aster-30.

Dengan rudal Aster-30, fregat ini akan bisa menjadi pelindung atau payung pertahanan bagi kapal perang Indonesia lainnya, karena rudal Aster-30 memiliki jangkauan menengah dengan jarak 100 km.

*Foto: Fregat FREMM-class FS Provence Prancis. (@ French Navy)

1 thought on “Mengenal Sistem Rudal Fregat FREMM Incaran Indonesia”

  1. Kok gak pake meriam otomelara 127 mm ya spt fregat Maestrale class yg digantikan.?
    Biar sekali tembak, langsung bolong tembus tuh lambung kapal CG chipeng..?

Leave a Comment