Mengenal Yonif 515 Raider Kostrad

19
8623
Prajurit Batalyon Infanteri Mekanis 202/Tajimalela (credit photo: id-photographer.com)

Jakarta – Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen Rudy Sufahriadi menjelaskan teroris Santoso tewas di tangan prajurit Batalyon Infanteri /Yonif 515 Jember, Kostrad yang tergabung dalam tim Alfa 29 dalam operasi Tinombela.

Tim Batalyon 515 ini terlatih dalam persenjataan, sehingga Batalyon 515 Jember, Kostrad ini mempunyai ketangguhan dalam menembak jadi tidak heran banyak sniper jitu terlahir dari batalion yang bermaskod Harimau Kumbang

Satuan tempur infanteri ini di Komandani oleh Danyonif Letkol Inf Ade Nanang Thomas Taufan Wibisono, S.AP

Batalyon Infanteri 515/Raider ini sebelumnya bernama Batalyon Infanteri 515/Ugra Tapa Yudha adalah Batalyon Infanteri yang berada di bawah komando Brigif 9/Daraka Yudha, Divisi Infanteri 2/Kostrad. Sebelumnya, batalyon ini merupakan satuan organik Kodam VIII/Brawijaya, sebelum akhirnya berdasarkan surat perintah Pangdam VIII/Brawijaya Nomor : Sprin/416/III/1978 Batalyon Infanteri 515 diubah statusnya menjadi satuan Kostrad.

Markas Batalyon 515 saat ini di wilayah Tanggul, Jember, Jawa Timur.

Dalam operasi tugasnya, pasukan penyerang jitu ini telah berhasil menumpas berbagai penumpasan, dimana pada tahun 1951 – 1952 berhasil dalam penumpasan RMS di Maluku. Tahun 1953 – 1958 batalion ini juga berhasil dalam operasi penumpasan DI/TII di Sulawesi Selatan.

Lalu di tahun 1958 sampai dengan 1961 melakukan penumpasan Permesta di Sulawesi Utara.

Tahun 1962 sampai dengan 1963 ditugaskan dalam operasi mandala Irian Jaya dan berhasil.

Batalyon ini kembali ditugaskan dalam operasi kilat DI/TII di Sulawesi Selatan di tahun 1964 sampai dengan 1965

Tahun 1965 berhasil dalam menumpas G 30 S/PKI di Jawa Timur.

Tahun 1968 sampai dengan 1969 operasi sadar/Papera di Sorong Irian Jaya. Tahun 1972 sampai dengan 1973 penumpasan PGRS Parako di Kalimantan Barat. Tahun 1976 sampai dengan 1977 penugasan Kotindo di Timur Tengah.

Tahun 1982 sampai dengan 1994 penugasan di Timor-Timur dan dilanjutkan penugasan rotasi 3 tahun di Timor-Timur.

Tahun 1992 penugasan PBB di Kamboja BP Yonif Linud 503 dalam Garuda XII-A. Dan tahun 1993 penugasan PBB ke Kamboja BP Yonif 411 dalam Garuda XII–C.

Tahun 1996 sampai dengan 1999 penugasan ke Irian Jaya. Tahun 1998 PAM kerusuhan massa di Banyuwangi, Surabaya dan Bondowoso.

Tahun 1999 pengamanan daerah rawan Ambon.

Tahun 1999 pengamanan Pemilu di Sulawesi Tengah.

Tahun 1999 sampai dengan 2000 BP tugas Yonif 509 dalam rangka operasi sadar rencong II dan III di Aceh.

Tahun 1999 pengamanan daerah rawan di Bali.

Tahun 1999 BP Yonif 509 dalam rangka Latma Safkar Indopura.

Tahun 2000 BP Yonif 514 penugasan ke Atambua.

Tahun 2000 sampai dengan 2001 penugasan Rajawali di Irian Jaya.

Tanggal 6 Mei 2002 sampai dengan 20 Mei 2003 melaksanakan PAM Objek Vital di Timika-Irian Jaya.

Tahun 2003 sampai dengan 2004 penugasan Babinsa tempur ke Rahwan Aceh.

Tanggal 12 Juni 2004 sampai dengan 20 September 2005 melaksanakan penugasan ke Rahwan Aceh.

Tahun 25 Juli 2007 sampai dengan 20 Juli 2008 melaksanakan penugasan ke Rahwan Maluku/Maluku Utara.

(Luska)
Sumber : Indonews.id

19 KOMENTAR